NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta ABG

Terjerat Cinta ABG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azya Tanre

kisah ini bercerita tentang Nindy Nugraha Pale, seorang dosen muda nan cantik jelita yang terpaksa menikahi pelajar SMA dari kelas homogen.

Awalnya mereka berdua sangat menolak, namun pernikahan itu tetap saja berlangsung karena desakan keluarga dan orang-orang sekitar yang main hakim sendiri.

Bagaimana kehidupan mereka setelah menikah? Akankah pernikahan mereka bertahan? Yuk simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azya Tanre, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Baru

“Maafkan Ibu, ibu menyesal telah memukulmu, ibu juga sudah mengikhlaskan pernikahanmu.” kata bu Jeni dengan suara pelan.

Mata Nindy berkaca-kaca menatap wajah wanita yang telah melahirkannya itu.

Lagi dan lagi hanya kata ‘ibu’ yang keluar dari mulutnya, lidahnya terasa kaku. Air mata sudah tak mampu ia tahan, tangisnya pecah. Sementara Darco menjadi tidak nyaman karena banyak mata memandang kearah mereka karena suara Nindy. Darco terlihat kebingungan karena tidak tahu bagaimana cara menghentikan tangisan Nindy.

“Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak bersedia memaafkan ibu?”

“Hkhkhk, aku tidak pernah menganggap ibu melakukan kesalahan, aku hanya terlalu senang ibu mau menerimaku kembali,” jawab Nindy yang terus menangis.

“Tapi ingat, ibu akan membunuhmu jika berbuat hal yang memalukan untuk kedua kalinya,”

"Iya bu, aku janji,"

Kemudian sambungan terhenti karena diputus oleh bu Jeni. Nindy merasa lega, ia tidak sabar hendak bertemu dan memeluk ibunya.

Darco tersenyum puas karena Bu Jeni mengikuti perintahnya, ada kebahagiaan luar biasa melihat istrinya yang begitu senang hingga tak menghiraukan keberadaan orang sekitarnya. Nindy melompat kegirangan berulang kali seperti baru saja memenangkan perlombaan sambil terus mengucapkan syukur kepada Tuhan.

****

Flashback On

Kring kring …

Bu Jeni terbangun karena alarm, ia bergegas bangkit dari tidurnya, ia duduk terdiam beberapa saat karena nama Carlos langsung terlintas di benaknya. Hal itu mendorongnya untuk memeriksa handphone terlebih dahulu, diluar kebiasaannya sebagai ibu rumah tangga. Benar saja, ada pesan masuk via Whatsapp dari nomor tak dikenal. Sebuah foto bayi dan foto saat dia menyerahkan menyerahkan uang kepada Carlos disertai ancaman.

“MINTA MAAFLAH KEPADA NINDY!

LAKUKAN VIA VIDEO CALL BESOK SORE JAM 16:00 WIB,

JIKA TIDAK, SAYA AKAN MENGIRIM FOTO INI KEPADA SUAMI ANDA,”

Bu Jeni seketika terjatuh ke lantai, tubuhnya menjadi lunglai, ia menelan air ludahnya yang terasa pahit. kemudian melirik suaminya yang masih tidur dengan pulas.

“Sial, siapa lagi yang berani mengancamku?”

bu Jeni melihat profil pengirim pesan itu, namun tidak muncul karena data disembunyikan.

Ia merasa tidak percaya dengan apa yang dia baca, baru saja bisa bernafas lega karena berhasil menutup mulut Carlos dengan uang 100 juta, namun sudah datang lagi masalah baru.

Bu Jeni keluar dari kamar, dan membaca ulang pesan itu, ia tidak percaya Carlos mengancamnya kembali. Apalagi tidak ada yang tahu masalahnya dengan Nindy selain keluarganya sendiri. Meski begitu, tetap saja ia menghubungi Carlos dan memaki-makinya.

“Tutup mulutmu! aku tidak melakukannya,” teriak Carlos yang merasa terganggu dengan suara bu Jeni.

Bu Jeni hanya pasrah saat Carlos menutup sambungan teleponnya ketika dia belim selesai bicara.

Ia berjalan maju mundur dengan tangan di pinggangnya, bingung harus melakukan apa. Kemudian bu Jeni mencoba menghubungi nomor yang mengancamnya itu, ia semakin panik karena nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

“Astaga, apa yang aku harus aku lakukan? Bagaimana jika ia benar-benar mengirim foto itu ke suamiku?”

Bu jeni berusaha menenangkan diri dengan memulai pekerjaannya ketika mendengar pak Mulyadi keluar dari kamar hendak bersiap-siap salat subuh ke masjid, bu Jeni sengaja berdiri membelakangi suaminya.

“Shalat Subuh dulu bu,”

“Nanggung yah, Ibu selesaikan dulu membersihkan ikannya,” jawab bu Jeni tanpa melihat kearah suaminya.

“Ah, mungkin ini Cuma ancaman saja, lagian tidak ada yang tahu hubunganku dengan Carlos," kemudian dia melanjutkan pekerjaannya dengan cepat.

Namun sekeras apapun bu Jeni berusaha bersikap masa bodoh dengan ancaman itu, tetap saja ia merasa terganggu. Bu Jeni menjadi tidak bisa fokus dengan pekerjaannya yang harusnya sudah selesai jam 06:00 pagi.

Tidak lama kemudian pak Mulyadi kembali dari masjid, lebih lama dari biasanya karena mengikuti acara mengaji subuh bersama jamaah lainnya. Pak Mulyadi langsung menghampiri istrinya karena masih sibuk di dapur.

“Masak apa bu? Tidak biasanya belum selesai jam segini,”

“Oh, sebentar lagi yah, Ayah sudah lapar?” balas bu Jeni yang sedikit kaget karena pak Mulyadi tiba-tiba muncul dibelakangnya.

“Apa ada yang mau ayah bantu?”

“Tidak yah, lebih baik Ayah minum teh dulu, Ibu sudah siapkan di atas meja,”

Pak Mulyadi mengikuti perkataan istrinya,

Bu Jeni menatap suaminya, pria yang sabar dan selalu memaklumi kesalahannya dari sejak awal pernikahan. Pria yang baru pertama kali memarahinya karena masalah Nindy setelah sekian tahun mereka bersama. Seketika ada perasaan takut di hati bu Jeni jika sewaktu-waktu pak Mulyadi yang ramah dan penyayang itu berubah jadi pemberang.

“Bagaimanapun aku tidak mau kehilangan suami sebaik dia,”

Bu Jeni menarik nafas dalam, kemudian duduk berhadapan dengan pak Mulyadi.

“Ada apa?” tanya pak Mulyadi karena bu Jeni terus memperhatikannya.

“Kenapa ayah begitu mudah memaafkan Nindy? Apa ayah tidak ada merasa kecewa sedikitpun?”

Pak Mulyadi memperbaiki pisisi duduknya, senang karena dengan bu Jeni bertanya begitu berarti suasana hatinya sudah lebih tenang. Pak mulyadi tersenyum, ia merasa benar-benar harus memanfaatkan situasi lalu meraih tangan istrinya.

“Ayah juga kecewa, malu dan marah seperti yang ibu rasakan, apalagi ayah berada disana saat orang-orang menghujatnya. Bahkan ayah berencana berpura-pura jadi orang lain biar tidak ada yang tahu kalau dia anak ayah. Namun ketika melihat wajahnya, ia terus memohon dan berusaha meyakinkan orang kalau dia tidak bersalah, ayah jadi menyesal telah berfikir hendak meninggalkannya. Ibu tahu kenapa? Karena dia darah daging ayah, sudah sekian tahun bersama, ayah tahu sifatnya, ayah tahu semua tentangnya, ayah tahu ketika dia bohong, ketika dia menginginkan sesuatu, ketika dia menyembunyikan tangisannya karena tidak punya cukup uang untuk beli buku. Ayah juga tahu ibu pasti lebih memahaminya dari ayah, karena ibu yang melahirkannya, ibu yang selalu ada disetiap proses pertumbuhannya. Jadi ayah minta ibu bisa bersikap seperti ayah, maafkan Nindy, dia putri kita yang tulus dan baik hati,” kata pak Muyadi tanpa sengaja ia meneteskan air mata, ia menggenggam erat tangan istrinya.

Bu Jeni diam menunduk, ia membenarkan perkataan suaminya, ia berusaha menahan biar air matanya agar tidak keluar, namun tetap saja ia enggan untuk berkata jujur.

“Ibu tidak bisa, hati ibu benar-benar sangat sakit mengingat wajahnya, ibu terlalu percaya kepadanya, tidak pernah menyangka dia akan berbuat sehina itu,” balas bu Jeni yang terus menunduk.

“Justru sikap ibu yang seperti ini yang menyakitkan ibu, terlalu lama memendam kekecewaan,”

Bu Jeni mengangkat kepalanya, menatap pak Mulyadi.

“Bagaimana jika suatu saat Ibu melakukan kesalahan yang mungkin tidak pernah diduga sebelumnya, apa ayah bersedia memaafkan ibu?” Tanya bu Jeni, ia tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari suaminya.

“Tidak!”

“Ayah dengan mudahnya memaafkan anak-anak, tapi tidak dengan ibu,” kata bu Jeni pelan. I berusaha besikap tenang meskipun kaget mendengar jawaban suaminya.

Bu Jeni menjadi takut mengingat kesalahan masa lalunya, ia menarik tangannya dari genggaman suaminya, namun ditahan oleh pak Mulyadi.

“Kenapa? Apa ibu melakukan kesalahan?”

1
Herman Rinaldi
cerita nya bagus Thor tapi jgn sampai berlarut larut, jd kurang sreg ahirnya.., jd sy nyimak dulu kelanjutannya, semangat thor
I'm Pink
udah ngak up lagi ya thor, kalo gitu mending beri tahu aja biar saya ngak terlalu berharap dapat notif dari anda.

BAGI YANG MAU BACA, MENDING JANGAN NOVELNYA GAK ADA LANJUTANNYA.
Agoeng's Yakuzha
lanjut thor
Similikii
up langung bnyak GK bisa
Azka
kenapa ngak lanjut"
Muhammad Rotib
up lah
Boh Lali
Woi ayolah upp
Fathimah Zahra
mana nih
Fathimah Zahra
lanjut donk
Fathimah Zahra
mana lagi
Bude Sumi
lanjut tp jgn bikin nindinya terus diem dgn hinaan dr org lain tanpa ada perlawanan dari dia, hanya menangis ketika dihina kurang greget jd yg baca kurang puas.
Rafif rafi'i
harusnya dr dl km cerita sama sahabat mu nin... kan jadi plong nggak terlalu berat dipikiran kamu.. ada tmn yg ngasih semangat..
Mun
Lanjut Kak...
Makin penasaran...
Boh Lali
P
Mun
Kemana nih Othornya...?
Nungguin NindyDarco bucin..😍
Semangat Up-nya Kak...
Boh Lali
Semangat nulisnya thor jangan lupa rajin rajin up ya thor
Boh Lali
Thor up tiap akhir dong plisss
Herda Lia
padahal bagus critanya tapi thormen nya males up sih
Rafif rafi'i
akhirnya up jg... hampir lupa aku thor..
duuhh mkin ruwet...
Rb Kristanto
next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!