Lidya nama seorang gadis yang di tinggal mati oleh kekasihnya. Lidya seorang gadis yang baru lulus SMA harus menghadapi kenyataan bahwa sang pujaan hati telah tiada. Seorang gadis yang dulunya ceria berubah menjadi gadis yang cenderung cuek.
Kelvin, nama kekasih Lidya yang telah tiada. Hampir 6 bulan berlalu sejak kejadian itu. Seorang bernama Kelvin kembali muncul di hadapan Lidya.
Siapakah Kelvin ini? Penasaran dengan ceritanya? Yuk simak!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorine M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Sama sama," balas Kelvin dengan tersenyum manis.
Lidya terpaku melihat senyum manis Kelvin.
Ada apa denganku? Dia kan sudah beribu ribu kali tersenyum padaku. Tapi kenapa senyumnya kali ini terasa berbeda? Senyumnya seakan memberikanku ketenangan. Rasanya sangat nyaman ada di dekatnya.
Ucap Lidya dalam hati.
Tidak ada angin, tidak ada hujan tapi entah mengapa tiba tiba Lidya merasakan rasa nyaman di dekat Kelvin.
Mungkinkah itu adalah pertanda akan munculnya benih benih cinta? Tidak, tidak, tidak. Itu pasti hanya rasa nyaman. Ya, pasti. Aku yakin.
Lidya menggeleng gelengkan kepalanya pelan, berusaha menyingkirkan pemikiran anehnya.
"Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Kelvin saat melihat Lidya yang menggeleng gelengkan kepalanya dengan menatap wajahnya.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin pulang," jawab Lidya berusaha menyembunyikan debaran di hatinya.
"Habiskan makananmu, baru aku akan mengantarmu pulang," ucap Kelvin.
"Baik," balas Lidya.
Lidya menghabiskan makanannya dengan cepat.
"Apa kamu sudah dengan rumor tentang diriku?" Tanya Lidya setelah meletakkan piring kosong dibatas nakas.
"Rumor yang mana? Rumor tentang kamu wanita tidak benar?" Tanya Kelvin.
Lidya mengangguk.
"Aku sudah dengar," jawab Kelvin.
Lidya menahan nafasnya mendengar jawaban Kelvin.
"Kamu percaya?" Tanya Lidya lagi.
"Aku hampir percaya," jawab Kelvin.
"Lalu kenapa kau ada di sini? Bukankah sebaiknya kau lebih baik bergosip tentangku karena kepercayaan mu dengan gosip itu," ucap Lidya kembali dengan nada sinis.
"Hey, kenapa kami berbicara dengan nada sinis seperti itu?" Tanya Kelvin terkejut.
"Lupakan," balas Lidya.
"Lidya, dengar dulu. Awalnya aku hampir percaya. Tapi aku ingat bahwa Kelvin itu adalah sahabatmu. Dan aku yakin kamu tidak berbohong tentang hal itu. Jadi aku tidak mempercayai gosip itu dan aku percaya dengan kata katamu," ucap Kelvin.
Sebuah senyuman tipis terukir di bibir Lidya.
"Terserah," balas Lidya.
"Sudah, antar aku pulang" ucap Lidya.
"Satu pertanyaan sebelum kamu pulang," ucap Kelvin.
"Apa?" Tanya Lidya.
"Kenapa sih kamu suka sekali bermain hujan? Dan kenapa kamu suka sekali mengabaikan kesehatanmu?" Tanya Kelvin.
"Tidak tahu," jawab Lidya asal.
"Lidya aku serius," ucap Kelvin.
"Aku juga serius. Aku tidak tahu jawaban pastinya mengapa aku melakukan itu," ucap Lidya.
"Katakan saja jawaban tidak pastinya," ucap Kelvin.
"Aku tidak tahu itu bisa disebut trauma atau tidak. Tapi kelakuanku itu sudah berlaku sejak hampir 6 bulan terakhir. Berawal dari sebuah kejadian yang merenggut nyawa seseorang ditambah kematian Ibuku yang mendadak," ucap Lidya.
"Apa seseorang itu Kelvin?" Tanya Kelvin.
"Apa harus ku beritahu?" Tanya Lidya balik.
Kelvin mengangguk.
"Iya, orang itu Kelvin. Dan sehari setelah Kelvin meninggal, Ibu juga meninggal," jawab Lidya.
"Bagaimana bisa?" Tanya Kelvin penasaran.
"Hari itu adalah hari kelulusan kami. Kelvin dan aku merayakannya di cafe. Dan saat kami pulang dari cafe, motor yang dikendarai Kelvin mengalami kecelakaan. Dalam kecelakaan itu, Kelvin tewas dan aku selamat. Lalu setelah kejadian kecelakaan itu, hujan turun dengan sangat deras," jawab Lidya.
Ia tidak memberitahu bahwa di hari itu Kelvin dan dirinya telah sah menjadi sepasang kekasih.
Kelvin mengangguk mengerti.
"Mungkin aku dan dia berbeda. Tapi kami sama sama seseorang yang mencintaimu. Jika dia menjagamu dimasa lalu. Maka masa kini dan sekarang, itu menjadi tanggung jawabku," ucap Kelvin.
Ko bukan polisi ya???