NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bukannya marah William malah menghirup tubuh Akila yang tertutup oleh pakaian.

"Hmm, sejak dulu juga aku sadar kalau aku bukan manusia. Aku tak tahu makhluk seperti apa aku ini, tapi yang pasti aku membenci kebahagiaan orang lain. Asal kau tahu Akila, aku memimpikan kapan Antonie mati, padahal dia adalah Daddy ku. Sial, aku ingin tertawa di depan pemakamannya. Sungguh, itu adalah mimpi terhebat yang ingin ku jadikan nyata." Ucap William.

Tiba-tiba...

Akila meringis, ia kembali merasakan suntikan yang sama seperti saat itu menusuk lehernya.

Hanya nyeri, sisanya kegelapan yang Akila lihat.

Jelas William lah yang melakukan hal itu.

Matanya terpejam, tubuhnya jatuh dalam pelukan William.

"Tidur dan berhentilah berhati-hati padaku. Aku ini suamimu, Akila Georgina." Gumam William seraya mengangkat tubuh Akila menuju ke arah ranjang.

William menutup tubuh Akila dengan selimut, tangannya merangkai abstrak wajah Akila.

"Aku baru sadar bahwa kau ternyata sangat cantik Akila, dulu hanya kebencian yang aku lihat darimu." Ucap William.

Cup!

William mengecup lembut kening Akila yang sudah terlelap karena cairan suntikan yang William berikan.

William tersenyum, wajahnya puas memandangi wajah milik Akila. Usai itu ia harus membereskan masalah miliknya yang belum juga selesai. Ini mengenai perusahaannya.

William kembali duduk, ia biarkan Akila tidur dengan tenang di ranjang itu.

"Pada akhirnya kau tak akan pernah lepas dariku Akila." Ucap William.

Detik setelahnya rahang William mengeras, ia kembali mengingat ucapan yang keluar dari mulut Antonie.

Bagaimana bisa Antonie dengan tak tahu dirinya mengatakan bahwa Amel hamil, terlebih menyebut calon bayi itu sebagai Adik William.

"Sialan!" Marah William.

Ini bukan tentang Amel yang berstatus sebagai mantan kekasih William, tapi ini tentang pengkhianatan yang Antonie lakukan pada Natalie.

Kenapa Antonie sama sekali tak malu?

"Kau bahkan tak menangis di makam Mommy ku, bajingan!" Ucap William lagi.

William menyugar kasar rambutnya, wajahnya masih diliputi dengan amarah.

"Aku akan benar-benar menghancurkan kebahagiaanmu. Kau tak akan pernah bahagia Antonie, sama seperti saat kau membuat Mommy ku menangisi perbuatan bejatmu itu." Ucap William dengan yakin.

William benci, kenapa Tuhan memberikan dia Daddy yang begitu menjijikan seperti Antonie.

---

Dini hari itu.

Atheos masih betah bersama tablet miliknya, ia tak berhenti tertawa sendiri dari tadi. Athena yang juga duduk disana dengan laptop jadi bingung.

"Jangan munculkan suara tawamu, kalau Aunty Feby mendengar maka dia akan mengetuk pintu kamar kita. Kau mau kita ketahuan memiliki banyak benda ini? Mommy saja tak pernah tahu." Ucap Athena cukup kesal.

Atheos terkehek mengecilkan tawanya.

"Ini lucu, apa kau tak penasaran? Lihatlah, sepertinya William Hartawan memiliki banyak ahli IT yang handal, sejak tadi system yang aku buat hendak diterobos oleh mereka. Namun aku lebih pintar dari mereka." Ucap Atheos bangga.

Athena penasaran, ia bangkit berdiri mendekati Atheos lalu melihat apa yang ada di tablet Atheos.

Athena tersenyum cukup kecil.

"Bagus, usik saja terus perusahaan itu. Kalau bisa buat sampai tak bisa bergerak, jatuhkan harga penjualannya. Jangan sampai ketahuan." Ucap Athena.

"Tidak akan. Jikapun tertangkap, kita tak akan ketahuan. Ini akun palsu dan aku buat seolah nyata. Mereka mudah dimanipulasi, konyol." Ucap Atheos terkekeh lucu.

Athena ikut tertawa kecil, ia menggeser laptop miliknya.

"Aku malah dapat hal baru Atheos." Ucap Athena.

Atheos yang kali ini menatap laptop milik Athena. Tatapannya berubah datar.

"Ada apa dengan pria ini? Tidak tampan, wajahnya lebih menyebalkan dari William." Ucap Atheos.

Athena mengangguk setuju.

"Dia adalah mantan kekasih Mommy." Ucap Athena membuat Atheos membulatkan matanya.

"Apa mungkin dia adalah Daddy kita?" Tanya Atheos.

Athena langsung memberikan pukulan ringan di kepala Atheos.

"Bodoh. Kenapa berpikir seperti itu? Tidak mungkin, wajahnya benar-benar tak ada miripnya dengan kita. Aku malah yakin bahwa William adalah Daddy kita." Lanjut Athena sedikit melemah, nadanya seperti kehilangan semangat.

Athena sedikit tak terima kalau jika akhirnya yang menjadi Daddy biologis mereka adalah William.

Ck! Wajah William itu menyebalkan, bahkan tak ada vibes positifnya sama sekali. Hanya ada pengaruh buruk di wajah itu. Tatapannya juga gelap seperti iblis yang menakutkan.

"Ah menyebalkan sekali kalau akhirnya memang William adalah pria yang membuat kita ada, pasti cerita pertemuan Mommy dan William buruk. Tidakkah kau melihat bahwa William itu kasar? Tindakannya benar-benar jahat. Cih." Ucap Atheos.

Dua wajah yang mirip itu sungguh tak terima jika William adalah Ayah biologis mereka. Bahkan kalau Athena bangun, pasti Anak itu akan lebih tantrum. Ia tak sudi punya Daddy segila William.

Apalagi tingkah jahat William sudah diketahui oleh mereka.

"Apa kau sudah selesai? Sekarang aku mulai mengantuk." Ucap Athena.

"Hm, kau bisa tidur lebih dulu. Aku masih ingin melakukan sesuatu." Ucap Atheos.

"Kau yakin? Jangan lupa menyimpan segalanya di tempat persembunyian." Ucap Athena.

"Iya. Biarkan laptop mu menyala, aku mau pinjam nanti." Ucap Atheos.

"Ya, pakai saja." Balas Athena.

Kali ini Athena sudah benar-benar sangat mengantuk, ia memindahkan tubuhnya dan tidur memeluk nyaman gulingnya. Kini mereka berdua harus mandiri untuk tidur masing-masing.

Jika ada Akila, maka Akila selalu memanjakan mereka semua.

"Mom, I miss you." Gumam Athena sebelum matanya akhirnya benar-benar terpejam karena tertidur.

Sedangkan Atheos masih sibuk dengan tablet dan juga laptop itu.

Kekehan kecilnya muncul lagi, ia memang harus siap siaga menatap permainan yang lucu ini.

---

Pagi itu.

Tak ada yang menyangka kalau Atheos malah tak tidur sama sekali, matanya tampak sembab bukan berarti ia menangis saat ini.

Athena terbangun dari tidurnya, ia mendekati Atheos yang duduk diam di sofa tanpa bergeming.

"Kau tidak tidur? Apa kau lupa kalau hari ini kita akan ada kelas pelajaran? Guru akan datang, Sari pasti mengawasi. Bodoh sekali kalau kau tak tidur." Ucap Athena menatap mata berkantung milik Atheos.

"Aku tak mood bicara jadi jangan ajak aku bicara. Aku juga tak butuh belajar untuk berpura-pura bodoh, aku sudah cerdas dari lahir." Ucap Atheos dengan wajah datarnya.

Athena makin mendekat lalu menyentuh kening Atheos.

"Kau ada masalah? Ada apa? Kau mendapatkan sesuatu yang membuatmu kesal ya?" Tanya Athena penasaran.

Atheos menatap wajah Athena lalu setelahnya ia buang muka.

"Menyebalkan, tinggal katakan saja. Kau pikir aku bisa menebak isi otakmu?!" Kesal Athena.

Athena menarik baju milik Atheos membuat Atheos makin berdecak.

"Pergi Athena, kau bangun tidur kenapa mengusikku. Bikin kesal saja, pergilah!" Usir Atheos.

"Memangnya tentang apa? Mommy ya?" Tanya Athena lagi.

Atheos menatap wajah Athena lagi tapi setelahnya ia membuang tatapannya itu.

"Hei Atheos, apa sungguhan ada masalah?" Tanya Athena cemas.

Atheos mengangguk pelan.

"Aku...aku rindu Mommy." hanya itu yang Atheos katakan, tapi Athena yakin bahwa bukan hanya itu yang ingin Atheos katakan.

Pintu diketuk.

Athena segera membuka pintu kamar menemukan Feby disana.

"Selamat pagi semuanya." Sapa Feby.

Athena tersenyum.

"Pagi Aunty." Balasnya.

"Ah, apa mereka masih mengantuk?" Tanya Feby membuat Athena menoleh menemukan Atheos tiduran di sofa.

"Hm, mereka terkadang memang suka begitu. Ayo Aunty, biarkan saja mereka tidur." Ucap Athena menarik tangan Feby untuk pergi dari kamar itu.

Seperginya Athena dan Feby, terlihat mata Atheos kembali terbuka.

"Untuk apa kami bersembunyi seperti ini? Kami bukan penakut, Mommy saja berani menghadapi masalah selama ini. Harusnya aku juga berani, aku harus bisa melindungi Mommy. Yang Mommy punya itu hanya kami." Gumam Atheos kecil sekali.

Matanya terpejam lagi, kantuk akhirnya menyerang mata Atheos.

---

Di sisi lain.

Tepatnya di sebuah kamar yang luas itu, tampak Akila tidur dalam pelukan William.

Mata Akila masih terlelap namun ia berada dalam mimpinya.

Tubuh Akila terus berjalan sampai seorang perempuan memanggilnya dengan lembut.

"Akila." Panggilnya.

Langkah cepat milik Akila terhenti, ia memutar tubuhnya menatap sosok cantik yang kini tersenyum padanya.

"Apa kabar? Kau tetap sama seperti dulu, kau masih cantik. Kemarilah dan duduk di samping Aunty." Ucap perempuan itu.

Akila menurut, ia tanpa ragu melangkah mendekati perempuan itu.

"Aunty." Balas Akila cukup kecil.

Keduanya duduk di sebuah bangku, tangan perempuan itu merapikan helaian rambut milik Akila.

"Atas nama Putra Aunty, tolong maafkan semua tingkahnya. Walau Aunty tahu bahwa dia tak berhak mendapatkan maaf darimu." Ucapnya.

Dia adalah Natalie, tangan itu kini menggenggam lembut tangan milik Akila.

"Maaf karena William kau tak memiliki hari yang baik. Dia terlalu buruk untukmu yang sangat baik. Namun percayalah bahwa William pernah menjadi sosok yang paling baik di masa lalu. Seburuk apapun seorang Anak, bagi Ibunya dia tetaplah malaikat terbaik yang Tuhan kirimkan." Ucap Natalie.

Genggaman tangan milik Natalie sangat lembut, bahkan Natalie mendekat hanya untuk mengecup lembut kening Akila.

"Aunty bersyukur karena kau ada disisi William. Jujur Aunty tak tahu akan jadi seperti apa William jika tak memilikimu dalam hidupnya." Ucap Natalie lagi.

Akila menggeleng.

"Maaf Aunty, aku tak ingin berada dalam hidup William. Aku membencinya, dia memberikan luka hebat dalam hidupku. Aku tak akan pernah sudi hidup bersama orang yang sangat menakutkan seperti William. Aku tidak mau." Ucap Akila.

Natalie tersenyum begitu hangat sekali, sosoknya dapat dirasakan oleh Akila.

"Apa kau tahu bahwa batu yang keras saja bisa memecah." Ucap Natalie.

Akila kembali menggeleng.

"William melebihi batu, aku tak bisa ada di sisinya. Aku tak mau berjanji untuk berada didekatnya. Maafkan aku Aunty, kehidupan bukan untuk mengubah pria itu. Aku tidak akan berada di sisi William." Ucap Akila.

Akila bangkit berdiri, ia akan pergi dari sana namun kakinya terhenti dan tak bisa bergerak sama sekali.

"Aunty berharap kau punya takdir yang indah Akila, kau adalah perempuan yang memiliki hati baik." Ucap Natalie.

Akila menoleh, namun tak ada Natalie lagi disana.

"Aunty...Aunty...Aunty." Panggil Akila.

Itu mimpi, semua yang terjadi hanya sebuah mimpi. Akila membuka matanya, yang ia rasakan malah sesak nafas atas pelukan milik William.

Kenapa ia bermimpi? Kenapa mimpi itu terasa sangat nyata? Tidak! Akila tak mau jika takdir hidupnya akan bersama dengan William dalam waktu yang lama.

Terlalu banyak kenangan luka yang William abadikan dalam hidup Akila terlebih William bukan sosok pria yang baik.

Kepala Akila sedikit mundur dari pelukan yang terlalu dekat itu, matanya jadi bertemu dengan wajah tenang milik William yang saat ini tengah tidur.

Tangan Akila terkepal, ia mencoba mundur namun suara William lebih dulu terdengar.

"Sepertinya kau bermimpi buruk ya. Kau gelisah sekali, makanya aku memelukmu." Ucap William seraya membuka matanya.

Akila berusaha mendorong dada William tapi tak bisa, dada itu terlalu kokoh.

"Bukan mimpi buruk, tapi karena kau memelukku makanya tidurku gelisah. Ah aku membencimu William, kenapa kau menyuntik leherku?! Kau benar-benar pria sia..."

Cup!

Mata Akila terbelalak kaget saat bibirnya disapa dengan kecupan oleh bibir William.

Usai mengecup, William dengan santainya menjauh dari Akila.

"Aku tak pernah bosan membuatmu semakin muak denganku. Bersiaplah, kita akan pergi bersama." Ucap William lalu pergi dari kamar itu.

Tangan Akila terkepal, ia duduk dari posisinya.

Lagi-lagi William berbohong.

Membebaskannya? 3 hari? Cih! Harusnya Akila tak mudah percaya pada ucapan William, semua yang William katakan hanya kebohongan semata.

Akila tak berniat bangkit dari ranjang itu membuat pintu terbuka lagi.

"Akila, jika kau tak bersiap artinya kau lebih memilih tetap di ranjang itu bersama pelukanku. Aku juga tak keberatan." Ucap William membuat Akila langsung turun dari ranjang.

Langkah kakinya membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

"WILLIAM SIALAN! KAU MEMANG PEMBOHONG, IBLIS GILA YANG TAK PUNYA HATI!" teriak Akila dari dalam kamar mandi untuk melampiaskan amarahnya.

William masih bisa mendengar suara teriakan Akila, bukannya marah bibir William malah mengukir senyum yang hampir tak terlihat.

'Konyol sekali, sampai matipun kau tak akan pernah bisa lari dariku Akila. Kau milikku.' ucap William membatin.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!