Elsya seorang mahasiswi cantik di salah satu kota besar di Indonesia. Dia tak sengaja bertemu dengan seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan di suatu mall saat ia dan temannya sedang menonton bioskop
Karena ia telat pulang, ia diberikan hukuman bekerja di kantor teman Papanya. Ternyata bosnya itu adalah orang yang sama dengan dosennya. Yaitu seseorang yang sangat menyebalkan bagi Elsya
Bagaimana Elsya menghadapi perilaku bos sekaligus dosennya itu? Akankah Elsya sanggup untuk bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atanade, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Fendi
Elsya fokus untuk mendengarkan penjelasan dari sang dosen. Semua dosen yang sedang atau pun pernah mengajar Elsya, sangat menyukai dirinya karena menurut mereka, Elsya adalah seorang mahasiswi yang cerdas dan bisa menempatkan diri disemua situasi. Selain itu Elsya juga adalah seorang mahasiswi yang sangat aktif. Kalau ada yang tidak dimengerti, ia langsung bertanya pada dosennya. Tak jarang juga ia mengemukakan pendapatnya dan berujung pada perdebatan yang seru
Seperti saat ini, Elsya langsung mengajukan pertanyaan untuk poin yang dia tidak mengerti. Dosennya saat ini adalah seorang dosen yang dibilang sangat killer. Tetapi ia menyukai Elsya dan Elsya juga menganggap kalau dosen tersebut tidak sekiller yang orang orang bayangkan
Elsya bertanya dengan bahasa yang sopan santun dan juga ketika mereka memulai perdebatan, ia menggunakan pemikiran yang logis dan kata kata yang lugas sehingga membuat dosennya sangat tertarik dengannya
Namun hal itu tidak berarti bagi Nia. Setiap yang Elsya lakukan selalu saja salah dimata Nia. Ia sebenarnya iri dengan Elsya karena Elsya selalu berhasil merebut semua perhatian teman temannya dan juga dosennya sehingga tak jarang Nia menuduh Elsya dengan kata kata negatif. Pernah suatu hari, Nia harus berurusan dengan salah satu dosen karena mengatai Elsya di depan dosen tersebut. Dosen itu melihat perbuatan Nia sangatlah tidak beretika dan dosen tersebut marah dengan perbuatan Nia
Selesai mata kuliah tambahan, sang dosen memanggil Elsya. Ia ingin berbicara dengan Elsya setelah kelas selesai. Elsya pun menyanggupinya
"Ibu, apa ada hal yang menyinggung ibu tentang sikap saya?"
Sang dosen pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap Elsya. Elsya lega karena ia tidak melakukan kesalahan yang membuat sang dosen memanggilnya
"Maaf lalu ada apa ibu ingin berbicara dengan saya?"
"Hmm begini Sya, kamu bekerja sebagai asistennya pak Arlan ya?"
"Iya bu, benar sekali"
"Sya sebenarnya saya ingin meminta tolong kamu, saya memerlukan data data di tempat pak Arlan bekerja. Tapi saya sungkan untuk meminta pada beliau" pinta sang dosen
"Data data apa yang ibu butuhkan? Biar saya coba sampaikan"
"Data keuangan perusahaan mereka Sya di tahun lalu serta data tentang berapa persen peningkatan jumlah keuntungan dan kerugian perusahaan mereka. Sebenarnya saya sedang melakukan beberapa riset dan penelitian tentang beberapa perusahaan besar Sya. Risetnya sudah berjalan sebelum pak Arlan bekerja disini"
"Ibu saya coba sampaikan pada pak Arlan dulu ya bu. Nanti saya akan hubungi ibu tentang hasilnya" ucap Elsya
"Makasih ya Sya"
"Bu maaf, apa saya boleh bertanya satu hal?"
"Tentu. Mau tanya apa Sya?"
"Maaf ibu tau darimana kalau saya bekerja sebagai asistennya pak Arlan?" Elsya memberanikan diri bertanya seperti itu karena selama ini ia tidak pernah memberitahukan pada siapapun
"Oh itu, saya pernah melihat kamu di sebuah restaurant Sya. Sepertinya kalian sedang meeting dengan klien dari luar negeri. Disana saya melihat kalau kamu bekerja untuk pak Arlan dan waktu itu saya mendengar pak Arlan memperkenalkan kamu sebagai asistennya"
"Oh seperti itu. Bu maaf apa boleh saya minta no handphone ibu? Nanti akan saya hubungi jika saya sudah mendapatkan jawaban dari pak Arlan"
"Tentu saja Sya. Ini no saya" mereka berdua bertukar no handphone. Elsya langsung berpamitan pada dosennya karena ia harus segera ke kantor untuk bekerja kembali
Elsya pun langsung mengemudikan mobilnya menuju ke kantor Arlan. Begitu sampai, ia langsung mencari parkiran terdekat dan langsung berjalan menuju ke gedung tempat Arlan berada
"Sya.. Elsya Clemira"
Elsya mengernyitkan keningnya. Ia pun segera membalikkan badannya dan seketika ia terkejut dengan kedatangan Fendi
"Fendi. Mau apa kamu disini?"
Di sisi lain, Arlan dan Niko sedang berjalan ke arah lobby untuk pergi menemui kliennya di sebuah restaurant yang sudah dijanjikan. Arlan tak sengaja melihat Elsya dan juga Fendi. Sontak saja ia pun menghentikan langkahnya. Arlan pun menatap Fendi dengan tatapan mata yang tajam
Fendi mendekat ke arah Elsya. Dan hal itu langsung membuat Elsya mundur beberapa langkah
"Aku mau bicara denganmu. Tapi ga disini"
"Maaf aku harus bekerja. Aku ga ada waktu untuk meladenimu"
"Kamu kenapa sih Sya. Kamu kan tau kalau aku ingin dekat denganmu, tetapi kenapa sih dari awal kamu selalu bersikap dingin padaku?"
"Fendi, aku ga ada perasaan apa apa denganmu. Bukannya aku sudah bilang padamu beberapa kali untuk berhenti mengejarku?"
"Tapi Sya, aku mau kamu menikah denganku" Fendi mencoba untuk meraih tangan Elsya tapi Elsya dengan cepat menampiknya
Tindakan Fendi membuat Arlan emosi. Ia seperti sedang terbakar cemburu melihat Elsya diperlakukan seperti itu oleh Fendi. Ia pun mengepalkan tangannya
"Kamu ga berhak memaksakan perasaanku Fen"
Elsya segera berbalik kemudian Fendi segera meneriakinya. "Apa yang kamu mau? Uang? Aku bisa memberikannya padamu asal kamu mau menikah denganku"
Elsya sudah sangat emosi mendengarkan perkataan Fendi. Ia pun langsung membalikkan badannya menghadap Fendi lagi lalu ia berjalan menuju ke arah Fendi
"Apa kamu pikir aku wanita matre yang butuh uangmu? Aku ga butuh uangmu. Orang tuaku masih mampu mencukupi setiap kebutuhanku dan aku sekarang sudah bekerja sehingga aku ga perlu merepotkan siapa pun" jawab Elsya dengan nada yang sangat sinis dan juga tatapan mata yang sangat tajam
"Lalu kenapa kamu bekerja pada pak Arlan? Apa kamu ingin menyogoknya agar nilaimu bagus?"
"Aku ga butuh itu agar nilaiku bagus. Selama ini aku berusaha sendiri agar nilaiku seperti itu. Jadi jangan salah sangka padaku. Atau kamu akan menerima akibatnya"
Elsya ingin segera meninggalkan Fendi tetapi Fendi keburu mencegahnya dengan cara memegang bahu Elsya dengan satu tangannya. Elsya pun refleks membanting Fendi ke lantai. Hal itu membuat Arlan dan Niko tercengang dengan kelakuan Elsya
"Sudah aku bilang padamu kalau aku tidak suka diperlakukan seperti itu. Itu adalah balasan dariku karena perbuatan dan perkataanmu padaku. Kalau kamu masih seperti itu, aku akan memastikan kamu masuk rumah sakit akibat ulahmu sendiri" teriak Elsya pada Fendi
Beberapa karyawan yang menonton mereka pun langsung berbisik tetapi itu tak berlangsung lama karena mereka sudah mendapatkan tatapan tajam dari Arlan
"Panggil security. Bilang pada mereka agar jangan mengizinkan orang itu masuk ke sini lagi. Dan batalkan rapat yang sekarang" pinta Arlan pada Niko
Niko terkejut mendengar permintaan bosnya itu. "Tapi bos. Kenapa dibatalkan? Kan mereka sudah menunggu"
"Aku bilang batalkan ya batalkan. Kalau ga bisa mundurkan 1 jam dari sekarang"
Akhirnya mau tak mau Niko langsung menghubungi klien mereka untuk membatalkan pertemuan itu
pdhal awalnya bagus banget lo