NovelToon NovelToon
Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:121.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Mi

Sinopsis

REVISI

Arta dan Riska merupakan sepasang suami istri beda usia. Di mana Arta lebih muda dari Riska dan masih berstatus sebagai pelajar SMA.

Kisah mereka di mulai ketika Arta yang tiba-tiba harus menggantikan kakaknya yang kabur dari pernikahan.

Arta terpaksa menyetujui pernikahan itu untuk menyelamatkan nama baik keluarganya.

Penasaran bagaimana kisah kehidupan pernikahan mereka nantinya.

Novel ini bisa membuat kalian semua pada baper dengan perjalanan cinta dari Arta dan Riska.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 34 (Kerja sama)

Tok tok tok

"Masuk" sahut seseorang dari dalam.

"Maaf Pak 15 menit lagi akan ada pertemuan dengan perusahaan Mahen grup" ucap Riska pada Martin sang Papa.

Ya jika sedang bekerja Riska akan bersikap Formal pada Martin layaknya atasan dan bawahan. Ia tidak akan memanggil Martin dengan panggilan Papa bila sedang bekerja.

"Baik, kita berangkat sekarang" jawab Martin.

Setelah menyiapkan semua berkas-berkas yang harus di bawa, mereka pun bergegas pergi ke restoran XX tempat pertemuan di lakukan.

Sesampainya di restoran itu Martin dan Riska langsung menuju ruang VIP yang telah mereka booking sebelumnya untuk melakukan metting hari ini.

Sudah lebih 15 menit mereka menunggu di sana tapi pihak dari Mahen grup belum juga memperlihatkan keberadaannya.

Martin terlihat gusar terlalu lama menunggu, itu semua bukan tanpa sebab karena sebentar lagi dia juga harus melakukan pertemuan penting dengan klien lain. Tidak ada waktu bagi Martin untuk menunggu seseorang karena dia sangat sibuk.

Trriingg...triingg... trringg...

Ponsel Riska berdering, sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Ia pun bergegas menggeser tombol hijau pada layar.

"Halo" jawabnya setelah mengangkat telepon.

"......."

"Iya baik"

"......."

"Iya sama-sama, nanti akan saya sampaikan" kata Riska mengakhiri percakapan dengan orang di seberang telepon.

"Maaf Pak, tadi sekretaris Pak Mahen menghubungi saya. Dia menyampaikan jika Pak Mahen tidak bisa menghadiri pertemuan hari ini. Tapi beliau telah menyuruh putranya untuk menggantikannya dan dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini" ucap Riska menyampaikan informasi yang tadi di dapatnya dari sekretaris Mahen grup.

Martin mendengus kesal, waktunya terbuang sia-sia sudah untuk sesuatu yang tidak penting.

"Baiklah Ca, sepertinya Papa juga harus pergi sekarang" kata Martin melirik jam di pergelangan tangannya. Dia harus segera pergi untuk melakukan pertemuan dengan klien lain di tempat yang berbeda.

"Dan untuk metting ini Papa serahkan semuannya sama kamu. Papa pergi dulu" lanjut Martin.

"Iya Pa, hati-hati di jalan" jawab Riska.

Martin menganggukkan kepalanya dan melangkah pergi meninggalkan Riska seorang diri untuk menunggu perwakilan dari perusahaan Mahen grup.

"Maaf saya terlambat" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk.

"Iya tidak apa-apa" kata Riska bangun dari duduknya dan berbalik menatap lawan bicaranya karena tadi Riska duduk membelakangi pintu masuk.

"Toni"

"Riska"

Pekik ke dua manusia berlawanan jenis itu berbarengan, terkejut melihat orang di depannya saat ini.

Riska tidak mengira jika laki-laki di hadapannya ini adalah putra dari Anggara Mahendra pemilik perusahaan Mahen grup rekan bisnis Papanya.

Riska memang pernah mendengar jika Anggara memiliki seorang putra. Tapi Riska tidak pernah bertemu dengannya walaupun dia sering bolak balik ke perusahaan Mahen grup untuk membahas masalah pekerjaan karena menurut kabar yang beredar sang putra sedang bersekolah di luar negeri.

"Mari silahkan duduk Pak" kata Riska sopan. Walaupun dirinya dan Toni sudah saling kenal tapi di sini Toni adalah rekan bisnisnya jadi ia wajib bersikap sopan dan formal.

"Maaf Ris telah membuatmu menunggu lama tadi di jalan sangat macet" katanya menyesal karena telah membuat gadis di depannya itu menunggu.

"Tidak apa-apa Pak" jawab Riska.

"Jangan memanggilku dengan panggilan Pak, itu terkesan aku sudah tua. Santai saja, kita sudah saling kenal panggil saja aku seperti biasanya" protes Toni yang di panggil Riska dengan panggilan Pak.

"Baiklah" jawab Riska pasrah, mencoba untuk bersikap santai seperti biasa pada Toni.

"Jadi kamu udah mulai terjun ke perusahaan orang tua kamu Ris?" Tanya Toni yang memang tahu jika Riska adalah anak dari Martin Josie, seorang pemilik perusahaan besar dan berpengaru di negara itu.

"Iya, cuma bantu-bantu sedikit sambil belajar" jawabnya merendah. Padahal dirinya bekerja sebagai seorang sekretaris di perusahan sudah pasti pekerjaannya banyak.

Mereka pun membahas masalah kerja sama antar dua perusahaan besar tersebut. Metting itu cukup memakan waktu hingga tanpa terasa hari telah berganti sore.

Warna jingga di langit menjadi pertanda jika sebentar lagi hari akan berganti dengan malam.

Setelah mendapat kesepakatan Toni dan Riska langsung mendatangani kontrak pada hari itu juga. Sesi tanda tangan pun selesai, kedua perusahaan besar itu resmi bekerja sama.

"Oke selesai, terimakasih untuk semuanya. Senang bekerja sama denganmu Ris" ucap Toni mengulurkan tangannya.

"Sama-sama, senang juga bisa bekerja sama denganmu Ton" sahut Riska menjabat uluran tangan Toni.

Setelah pertemuan itu selesai mereka pun langsung berpisah dan pulang ke tujuan masing-masing.

Riska memberhentikan mobilnya di lampu merah. Ia membuka kaca jendela mobilnya, sejenak menatap ke arah langit. Terlihat warna jingga di langit pertanda jika sebentar lagi hari akan berganti dengan malam. Sebagian lampu-lampu jalanan pun sudah mulai menghiasi seluruh jalan.

Riska kembali melajukan mobilnya saat lampu berwarna hijau telah menyala.

1
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
v3andria
semangat buat up nya author......ganbate
v3andria
akhirnya up juga ..... moga moga g lama up nya ya , semangat buat author supaya bisa up terus....
Herman Rinaldi
up thor
Langit Biru
pertamax thor
Mfthl Jntn
up thor
Santri Petualang
lanjut thor
v3andria
bagus alur ceritanya....ganbate authorr
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak
total 1 replies
Anisa Bila
semangat thor
Ariyantiariyan
Lanjut donk
Murni Asih Murni
lanjut thor
Murni Asih Murni
mampir thor
Unyil_unyu
terlalu lambat update nya....
Unfavorite jd nya...
Callysta Fiorenza Nandit
ngga tau harus komen apa
1.jarang dan lama updatenya kadang sampe lupa sama cerita novel ini
2.alur ceritanya terlalu lambat terkesan jalan ditempat
3.dari awal episode sampe sekarang masih belum dapet feel story nya.. padahal ini udah termasuk episode yang cukup panjang/lama yang harusnya sudah mulai keliatan benang merahnya.
4.coba bertahan buat baca karena penasaran mau dibawa kemana cerita ini.
Susanti
aku masih penasaran sama jalan ceritanya ,,
Susanti
terimakasih kakak author masih semangat update ,,😁
Anthi
lanjut dong thor
Nona Bucin 18294
semangat updatenya kak 💜💜😊
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir 💜💜😊
Susanti
sayang sekali kalo cerita nya gak lanjut kakak 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!