Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Akhir kisah Selina
Di Kerajaan Varilia, Keluarga Oswald akhirnya meminta ijin untuk pulang lebih dulu, demi menyelesaikan permasalahan mereka dengan Selina.
Raja Basilio beruntung masih bisa mempertahankan wajahnya sendiri, terlebih saat Selina masih belum masuk sebagai tunangan putranya, jadi Selina masih bersifat sebagai orang luar yang memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Ebert, belum masuk sebagai tunangan.
Di tengah ruangan, Selina yang sudah tersadar dari pengaruh obat, akhirnya menangis memohon pengampunan di depan Pangeran Ebert dan Raja Basilio.
“Aku di jebak.. Pangeran tolong percaya padaku.. Aku tidak berniat seperti itu..”
Pangeran Ebert memandang Selina dengan tatapan jijik dan penuh kebencian, “Kau benar-benar menjijikkan.” Ujar sang pangeran mahkota dengan tatapan bengis dan sinis.
Selina berusaha meraih kaki pangeran Ebert, tapi sang pangeran mundur sehingga tangan Selina tidak bisa meraihnya. Raja Basilio memandang penuh emosi menatap ke arah wanita yang kini bersimpuh di bawah.
Ketiga lelaki itu, akhirnya di berikan hukuman oleh Raja Jonah, dan lagi rupanya mereka adalah orang-orang yang sering menj**l perempuan demi menjadi budak s*ks di wilayah Kerajaan Hanrinia. Jadilah Raja Jonah yang mengurus mereka, tapi untuk urusan Selina, di berikan pada Keluarga Oswald.
Meskipun terdapat rasa benci, tapi entah kenapa. Raja Jonah sengaja tidak mau mempermalukan kakaknya, dan sengaja menutupi kekacauan yang ada, dan memberikan alasan palsu atas kepulangan Keluarga Oswald.
Padahal jika mau, Raja Jonah bisa saja menyeret Selina yang telanjang bulat ke arah ribuan tamu, dan mengatakan apa yang terjadi, tapi lelaki itu menolak dan menyerahkan wanita itu pada kakaknya.
“Benar-benar memalukan..” Lirih Raja Basilio dengan penuh penekanan, tatapannya menjadi lebih tajam.
“Saat kau mengijinkan seorang pria asing masuk dan mempermalukan istriku di pernikahan, aku masih bisa memaafkan.. Tapi justru kau bertingkah di kerajaan lain, terlebih di rival kerajaanku !! Apa kau tidak punya otak ?!” Ucapan Raja Basilio yang begitu lirih tapi tegas, justru lebih berbahaya dan menyiratkan kebencian yang mendalam.
“Yang Mulia.. Saya di jebak, itu bukan saya.. Seseorang menjebak saya dengan obat perangsang !! Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu, tolong percaya pada saya.” Ujar Selina mencoba untuk memohon kepada Raja Basilio.
“Bohong !! Aku menemukan botol kecil berisikan ramuan seperti obat perangsang di dalam tas milikmu !!” Ujar Pangeran Ebert memotong ucapan Selina.
Di saat ketiga orang itu bersitegang, Ratu Becca mengamati semua itu. Tidak ada kepuasaan di dalam hatinya, justru dia merasa tidak adil. Di masa lalu, saat dirinya di tuduh mendorong Selina, dia di berikan hukuman yang jauh lebih kejam, daripada sekedar di marahi.
Tapi disini, bahkan saat Selina melakukan hal separah itu, dia seharusnya di permalukan lebih, bukan hanya mendapatkan emosi semata seperti ini. Tapi Becca tidak boleh berpikiran seperti itu, dia teringat perkataan Mom nya, untuk tidak membalas perbuatan orang yang telah menyakiti kita, atau menginginkan kecelakaan bagi orang yang telah menghina kita.
Pangeran Aldert memasang wajah datar, tapi hatinya terkekeh licik dan tersenyum puas.
Sebentar lagi, orang itu akan keluar.. Satu, dua, tiga~
Pangeran Aldert menoleh saat mendengarkan sebuah suara langkah kaki sedikit terburu-buru dari pintu utama. Dan terlihat sosok lelaki yang sudah tua, dengan wajah panik muncul dan berjalan dengan cepat, lalu merendahkan tubuhnya, merangkul Selina.
Dia adalah mantan tabib kerajaan Varilia, yaitu Tabib Thicole. Dia di keluarkan dari Kerajaan Varilia dan di taruh ke tempat pengasingan. Dia juga adalah Paman dari Selina, satu-satunya keluarga dari wanita itu yang masih tersisa.
“Yang Mulia, tolong ampuni keponakan saya.. Tolong ingat lagi, apa yang telah dia lakukan di masa lalu. Dia sudah menolong Pangeran Ebert, di badai itu. Setidaknya ampunilah dia.” Ujar Thicole dengan nada memohon.
Pangeran Aldert berdecih kesal, Cuma modal bawa Kak Ebert pulang saja, minta perlindungan dari hukum batin Pangeran Aldert dengan nada tidak suka dan benci.
“Memang Selina yang membawa pulang putraku.. Tapi yang menyelamatkan nyawanya adalah para tabib, jadi jangan berharap banyak untuk kali ini.” Ujar Raja Basilio dengan nada tegas, membuat Thicole menundukkan kepalanya, ada perasaan kesal dan emosi saat keponakannya lagi-lagi membuat ulah di kerajaan ini.
Dasar bodoh !! Seandainya dia lebih pintar !! Maka dia bisa saja menguasai kerajaan ini, melalui Pangeran Ebert !! Thicole menatap ke arah Selina dengan penuh kebencian dan emosi di sana.
“Dan Tabib Thicole, jangan lupa.. Kejahatanmu yang mengganti obatku dengan racun beberapa tahun lalu, kau tidak lupa bukan ??” Ujar Pangeran Aldert angkat bicara, membuat suasana semakin tegang, Tabib Thicole hanya bisa membeku dan memucat, teringat alasan kenapa dia di keluarkan dari dunia tabib di Kerajaan Varilia.
Becca yang mendengarkan semua itu, menggelengkan kepalanya perlahan. Ternyata menjadi Keluarga Kerajaan sangat rumit dan penuh ancaman, bahkan dari tabib kerajaan sekalipun batin Becca di dalam hatinya, mengingat pesan ayahnya untuk berhati-hati saat menjadi keluarga kerajaan.
“Becca putriku.. Ingat pesan Dad.. Hidup di kerajaan besar tidak semudah hidup di rumahmu ini. Banyak intrik politik dan manipulatif dari berbagai pihak, kau harus mempersiapkan dirimu.”
Becca selalu teringat akan pesan dari ayahnya, sebelum pria itu melepaskannya di pernikahan pada hari itu.
“Mulai sekarang, Selina Casey, kau bukan lagi siapapun untukku !! Dan hukumanmu adalah tinggal di pengasingan, jangan pernah kembali kemari !!” Ujar Pangeran Ebert memutuskan hukuman untuk Selina.
Becca yang tersadar, langsung tertegun, Apa ?! Semudah itu ?? Bukankah di kehidupan pertama, Pangeran Ebert sangat mencintai Selina ?! Kenapa dia bisa semudah itu melepaskan wanita kesayangannya ?! Batin Becca dengan penuh tanda tanya dan bingung, entah apa yang terjadi di kehidupan sekarang.
Karena nyatanya, Pangeran Ebert malah melepaskan Selina dengan mudahnya, bahkan tidak mendengarkan perkataan wanita itu.
“Pangeran !! Inikah caramu melupakan balas jasamu padaku ?! Ingatlah bagaimana aku yang membawamu kembali ke istana !!” Selina berusaha berteriak ke arah Pangeran Ebert saat dia di tarik keluar oleh para pengawal, begitu pula Thicole yang juga ikut di tarik keluar.
Pangeran Aldert sempat memberikan senyuman merendahkan dan mengejek ke arah Tabib Thicole, membuat sang pria tua itu memberikan tatapan tajam dan penuh dendam pada pangeran kedua.
Pangeran Ebert sama sekali tidak peduli, bahkan memalingkan wajahnya dari Selina, hingga kedua orang itu sudah keluar dari ruang utama. Menyisakan sedikit keheningan di sana, bibir Becca rasanya membeku di tempat saat ketiga lelaki itu berdiam diri di sana, entah apa yang ada di dalam pikiran mereka.
“Sekarang..” Suara Raja Basilio memecah keheningan.
“Kita lanjutkan tugas dan urusan yang tertunda, kalian berdua bisa kembali ke ruangan masing-masing.” Raja Basilio mengamati kedua putranya secara bergantian.
Lalu Raja Basilio menoleh ke arah istrinya, “Dan Becca.. Ayo kita lanjutkan latihan sihir yang sempat terhenti.” Ujar Raja Basilio sembari tersenyum kecil, membuat Becca memasang wajah horornya.
Masih ingat pedang yang di lempar suaminya, hingga menusuk boneka, membuat Becca sedikit takut-takut pada suaminya itu, tapi dia berusaha tersenyum.
“Tentu..” Ujar Becca dengan senyuman ragu-ragu.
👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Yup, satu hama akhirnya selesai, entah apakah ada hama lainnya lagi, atau enggak 😌😌
Semoga aja enggak ada ya 🙂↕️🙂↕️
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄