entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
ALEXANDER
Setelah
meninggalkan andriana diapartemen, aku lngsung menuju kekantor. hari ini aku
melarangnya pergi kekantor karna neyra ingin bertemu dengannya agar mereka
nantinya saling mengenal dan akrab, ya selain itu tentunya ada rencana
tertentu.
Baru
saja aku memasuki kantorku, sebuah panggilan masuk diponselku. Ternyata papah
yang menelpon, aku menatap ponselku heran tidak biasanya papah menelfon.
“hallo
pah” ucapku menganggkat telfon
“hallo
son. Kamu lagi dimana son?” tanyanya padaku
“alex
baru saja sampai dikantor pah. Kenapa pah?”
“sebentar
siang, temuin papah ya ditempat biasa. Adahal yang ingin papah bicarakan”
“baik
pah”
Papah
pun memutuskan panggilannya.
Aku
kembali melanjutkan langkahku memasuki kantor, beberapa karyawan sudah terlihat sibuk
dengan pekerjaan mereka masing masing. Tak jarang dari mereka mengucapkan
selamat pagi.
Aku
tidak pernah peduli dengan hal itu, yang
aku inginkan mereka bekerja dengan baik untuk kemajuan perusahaan dimana mereka
menggantungkan nasib keluarganya. .
Disinilah
aku kembali, diruangan yang penuh dengan berkas perusahaan. Walaupun aku adalah
CEO perusahaan hari hariku akan selalu sibuk demi kemajuan perusahaanku. Aku
mulai kepikiran dengan apa yang dilakukan sekarang andriana bersama neyra.
“TOK TOK TOK” sebuah
ketukan pintu menyadarkanku, akupun menyuruhnya untuk masuk.
“Selamat
Pagi pak, saya membawakan laporan penjualan untuk bulan ini” ucapnya, akupun
mengalihkan pandanganku kearahnya.
“sepertinya
saya baru melihatmu diperusahaan ini”
“iya
pak, nama saya Dicky pak. Saya baru saja dipindahkan kemarin kekantor pusat
didivisi pemasaran pak. Tadinya saya mau memberikan laporan ini ke sekertaris bapak, tapi sepertinya dia tidak
mauk”
“OK
baiklah, kau boleh keluar sekarang” kataku sambil mengambil laporan yang dia
bawakn.
“iya
pak” diapun berjalan keluar dari ruanganku.
Aku
mulai membuka dan memeriksa laporan penjualan dia bawakan. Aku ingin memastikan
tidak ada kecurangan didalamnya, karna jika hal itu terjadi maka hidup mereka
akan berakhir tidak tenang.
Setelah
memeriksa laporan penjualan yang hasilnya cukup signifikan, aku kembali
kepikiran dengan andriana. Kuputuskan untuk mengambil ponselku dan
menghubunginya.
’beraninya
dia tidak menjawab panggilanku” akupun kembali menelfonnya kembali. Namun,
hasilnya tetap sama andriana tidak menjawabnya. Aku mulai tersurut emosi
dibuatnya.
“sial”. Karna tidak mendapat respon sama
sekali, kufikir lebih baik menghubungi Neyra, dia pasti bersama andriana
sekarang.
Aku
mulai mencari kontak neyra diponselku lalu menelfonnya. Namun, hasilnya juga
sama neyrapun tidak menjawab panggilanku. Ada apa dengan mereka berdua, apa mereka sengaja
mengabaikanku.
Akupun
mulai mengirimkan pesan pada orang kepercayaanku, untuk mencari tau keberadaan
mereka. Tak butuh waktu lama sebuah pesan singkat masuk diponselku.
“mereka berada disalah pusat perbelanjaan Tuan”
Sepertinya
neyra mengajak andriana untuk
menemaninya melakukan kebiasaan buruknya, yang menurutku sangat tidak berguna
itu apalagi kalau bukan Shopping.
Aku
menghembuskan nafasku dengan kasar, lalu kembali fokus pada pekerjaanku. Detik
berganti menit, menit berganti jam. Tak terasa aku menghabiskan waktuku berjam
jam didepan monitor.
Aku
berdiri dari kursi dan meregangkan otot otoku, kulihat jam tanhanku ternyata
sudh menunjukkan jam 12 siang dan aku harus menemui papah seuai permintaannya
tadi pagi ditelfon. aku berjalan keluar dari ruanganku dan berpapasan dengan
roni di depan meja kerja andriana.
“eh
siang pak bos, mau kemana pak bos?”
“mau
nemuin papah di New Shogun Restaurant”
“saya
ikut ya pak bos, mau ikut makan siang nantinya kan pak bos bisa traktir saya
makan. Biar pak bos gak keliatan jomblo” mendengar ucapan roni aku menatapnya
tajam.
“hehehe
bercanda pak bos, tapi saya boleh ikutkan pak bos” lanjutnya dengan mengangkat
kedua tangannya memohon.
“Baiklah,
kau ikut denganku” kataku lalu berjalan mendahului roni.
“terimah
kasih pak bos” diapun bergegas mengikutiku dari belakang, tak jarang aku
mendengar godadaan roni pada karyawan wanita setiap berpapasan dengannya. Mendengarnya
saja membuatku merasa jijik, apa andriana juga merasa jijik ketika aku
menggodanya. Tapi aku menggoda andriana memang karna aku menyukainya, berbeda
dengan roni yang hanya tebar pesona.
“roni
cepatlah” perintahku, diapun buru buru menghampiriku setelah sampai dipintu
keluar.
“ini kau
yang menyetir” kataku dengan memberikan kunci mobil padanya.
“siap
pak bos” dengan cepat roni masuk kedalam mobil untuk menyetir, akupun ikut
masuk kedalaam mobil.
“Jujurlah sayang aku tak mengapa biar semua jelas tak
berbeda jika nanti aku yang harus pergi kuterima walausakit hatti”ya itu adalah kebiasaan roni ketika menyetir, dia selalu
bernyanyi gak jelas. Bagiku itu sangat mengganggu, tapi itu sudah menjadi hal
biasa, kalau menegurnya percuma, karna dia akan berhenti sebentar saja kemudian
bernyanyi kembali.