NovelToon NovelToon
I Can'T Have Your Heart.

I Can'T Have Your Heart.

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:110.1k
Nilai: 5
Nama Author: Audrey16

Menerima perjodohan hanya untuk balas dendam, itulah yang di lakukan Alpha Khandra Berta, kepada istrinya Emery Cullen yang ia nikahi 5 tahun lalu. Istri yang tidak pernah ia sentuh, dan sangat ia benci. Sebab Ayah dari Emery Cullen adalah pelaku utama pembunuhan Ayah Alpha pada 26 tahun lalu, yaitu Ivander Edley Berta.

Chris Cullen yang sangat mencintai Kinandita Aleen Berta yang tidak lain adalah Ibu dari Alpha dan istri Adley membuatnya terobsesi dan melakukan pembunuhan terhadap Edley karena cintanya yang tidak terbalas juga karena ingin menguasai semua aset kekayaan keluarga Berta lewat pernikahan anaknya Emery Cullen dan Kenzie yang pada kejadian pembunuhan 26 tahun lalu, Alpha sengaja di biarkan hidup oleh Chris Cullen demi ambisinya, tampa ia sadari jika Alpha akan menjadi bencana buat keluarga Cullen.

Dan bagaimana Emery Cullen menghadapi kebencian Alpha, suami yang sangat di cintainya, juga reaksi Emery saat mengetahui satu rahasia besar tentang sang Ayah Chris Cullen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audrey16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Starla.

Untuk yang pertama kalinya selama 10 tahun akhirnya Starla Galenka menginjakkan kakinya kembali ke Negara ini. Negara yang selalu ia kutuk tiap harinya, dan yang sangat di bencinya. Sebab sudah terlalu banyak kenangan buruk dan menyakitkan yang ia lalui di sini.

Langkahnya sedikit bergetar saat Starla melangkah memasuki sebuah rumah yang berukuran cukup kecil dan sederhana. Rumah yang dulu ia tempati bersama almarhuma Ibunya. Air mata Starla kembali menitik saat melihat beberapa pigura Ibunya yang masih terpampang rapi di dinding, meskipun sudah sangat berdebu. Hingga kenangan-kenangan indah yang pernah ia lalui bersama sang Ibu kembali terlintas di ingatan Starla, bahkan kenangan buruk pun tidak luput dari ingatannya saat ini.

* FLASHBACK.

"Ibu, aku mencintai Lucas, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja." Ucap Starla dengan nada memohon sambil membaringkan kepalanya di atas pangkuan Ibunya, meminta pengertian dari sang Ibu yang sudah terisak saat melihat anaknya tertunduk sambil menyembunyikan air matanya.

"Tapi kenapa harus pria itu Nak?" Tanya Nyonya Liora dengan suaranya yang terdengar bergetar.

"Ibu.. "

"Kenapa kau harus mencintai pria yang derajatnya tidak sebanding dengan keluarga kita Nak," Sambung Nyonya Liora yang lagi-lagi membuat Starla hanya bisa terdiam.

"Maafkan Ibu, jika Ibu egois, bukannya Ibu tidak merestui hubungan kalian, bukannya Ibu membenci kekasihmu itu, tapi Ibu hanya tidak ingin keluarga Elfredo akan menolakmu Nak, Ibu takut mereka akan menyakitimu, sebab kita sangatlah tidak pantas untuk berada di antara keluarga mereka."

"Ibu, Lucas akan melindungiku, dia sangat mencintaiku, dia tidak mungkin membiarkan keluarganya menyakitiku."

Balas Starla yang semakin terisak, keyakinannya saat ini kepada Lucas sangatlah besar, hingga sedikit mengabaikan perasaan sang Ibu yang sangat menghawatirkan dirinya.

"Nak, Ibu sangat tahu jika Lucas mencintaimu, tapi dia tidak mungkin menentang keluarganya, keluarga yang sudah membesarkannya. Sama halnya dengan Ibu, keluarga Lucas juga pasti sangat menginginkan yang terbaik untuk anak mereka."

"Ibu.. Aku mohon.. Semua akan baik-baik saja. Bahkan Lucas akan melamarku di hadapan Ibu. Dan hal itu cukup membuktikan jika Lucas sangat serius pada hubungan kita." Balas Starla yang masih berharap agar Ibunya memahami perasaannya.

"Tidak sayang, jangan lakukan itu, Ibu mohon, Ibu tidak mau kau mendapatkan masalah besar nantinya, Ibu..."

"Ibu... Aku mohon.. Restui hubunganku dengannya, semua akan baik-baik saja."

"Nak.. "

"Aku janji Ibu, selama Lucas di  sampingku, tidak akan ada orang yang bisa menyakiti dan memisahkan kami, Lucas mencintaiku Ibu."

"Kenapa kau sangat keras kepala Nak."

"Maafkan aku Ibu, maaf... "

Hingga Starla kembali terbangun dari lamunannya, air mata kembali menetes untuk yang kesekian kalinya, ia meraih pigura yang masih terpampang di dinding tersebut dan langsung memeluknya erat, dan terus bergumam sambil mengucapkan kata maaf yang entah sudah berpuluh-puluh kali keluar dari mulutnya.

"Maafkan aku Ibu, aku menyesal.. Aku sangat menyesal karena tidak mendengarkanmu, maaf..."

Emery terus menangis, hingga suaranya terdengar serak, seraya meringkuk di atas sofa, membiarkan tubuhnya di terpa hawa dingin yang masuk di dalam ruangan kosong tersebut. Bahkan hanya untuk menyalakan lampu saja Starla merasa ketakutan. Perasaan was-was terus menghantuinya. Hingga membuatnya lebih memilih diam di tempat tampa melakukan apapun.

"Alpha.. Aku merindukanmu.. Sangat merindukanmu.."

Gumam Starla seraya memejamkan matanya, berharap ia bisa melewati malam ini tampa memikirkan apapun.

Setidaknya untuk malam ini, biarkan aku tidur, aku lelah.. lelah dengan semuanya.. selamat malam Ibu.. selamat malam Alpha..

Bisik Emery dengan nafas yang mulai teratur. Kini malam membawanya dalam mimpi, melupakan sejenak kesedihan yang selama ini membelunggunya.

* * * * *

* KEDIAMAN NYONYA CAROLYN.

"Emery.."

"Ibu."

"Ada apa Nak? Sejak tadi kau terus terdiam di sini, sudah berapa jam kau menghabiskan waktumu untuk melamun." Ucap Nyonya Carolyn seraya menghampiri anaknya dan langsung duduk di samping Emery yang hanya tersenyum menyambut kedatangan sang Ibu.

"Bu, beberapa hari yang lalu, aku bertemu Alpha." Ucap Emery perlahan.

"Iya, Ibu tahu." Jawab Nyonya Carolyn tersenyum.

"Ha? Jadi Ibu sudah tau jika Alpha kembali ke sini?" Tanya Emery tidak percaya.

"Hmm,  Nyonya Aleen menghubungi Ibu dua hari yang lalu, jika Alpha dan sepupunya Leon akan kembali ke sini."

"Benarkah? Tapi, kenapa Ibu tidak memberitahuku?"

"Sayang, bukannya Ibu tidak ingin memberitahumu, tapi Ibu rasa ini bukan hal yang penting lagi, bukankah kalian sudah berpisah."

"Aku tahu,"

Balas Emery tertunduk, seharusnya ia sudah bisa menerima kenyataan tersebut, namun entah perasaannya sangat sulit untuk menerima, meskipun ia sendiri tahu, jika ada seseorang yang sangat mengharapkannya. Seharusnya ia lebih peka dengan perasaan Kang Daniel yang sudah berapa tahun terakhir ini mencintainya.

"Emery, maafkan Ibu, bukan maksud Ibu untuk mengungkit kisah masa lalumu." Ucap Nyonya Carolyn. "Tapi, Ibu hanya ingin kau bisa menerima kenyataan, jika Alpha seharusnya sudah kau hapus dalam ingatanmu."

"Tapi Bu,"

"Maaf jika Ibu bersikap egois dengan memaksamu untuk melakukan hal yang sulit untuk kau lakukan, tapi tolonglah, Ibu hanya ingin melihatmu bahagia, Ibu sungguh tidak ingin melihatmu seperti ini."

"Aku mengerti Bu, aku sedang berusaha untuk melupakan semuanya, mungkin ini hanya sementara, aku hanya terlalu merindukannya, saat pertama kali melihatnya setelah sekian lama, aku sangat bahagia, sebab dia baik-baik saja."

"Sayang,"

Dengan lembut Nyonya Carolyn meraih tubuh putrinya untuk di peluknya, biar bagaimana pun ia sangat mengerti dengan perasaan Emery saat ini, Emery sudah sangat berusaha keras selama ini, dan Nyonya Carolyn juga sudah melihatnya.

"Ibu tahu kan, selama ini aku selalu memikirkan perasaan Alpha, aku selalu memikirkan, apakah dia sudah melupakan semua rasa amarahnya, namun setelah melihat senyumnya, aku sedikit lega." Balas Emery terlihat bahagia.

"Bukan hanya kamu yang selalu memikirkan hal itu, bahkan Ibu juga selalu memikirkan hal yang sama, meskipun Nyonya Carolyn selalu mengatakan jika semuanya baik-baik saja. Tapi bukan berarti perasaan cemasmu itu membuatmu jadi mengabaikan perasaan seseorang yang tulus mencintaimu kan?"

".......... "

"Hidupmu bukan hanya untuk memikirkan amarah atau dendam Alpha kepada keluarga kita, tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri dan perasaanmu."

"............ "

"Sayang, kau juga harus bahagia." Ucap Nyonya Carolyn saat melihat Emery yang terus terdiam.

"Iya Ibu, bahkan sekarang pun aku sudah sangat merasa bahagia." Balas Emery mengangguk pelan, membalas pelukan sang Ibu. Dan akhirnya ia bisa bernafas dengan lega, semuanya baik-baik saja, itulah yang Emery pikirkan saat ini.

"Kapan kau akan membuka hatimu untuk Daniel?" Tanya Nyonya Carolyn sesaat yang tidak mampu di jawab oleh Emery.

"Emery.. "

"Entahlah Ibu,"

"Apa yang membuatmu ragu?"

"Aku masih belum yakin dengan hatiku, aku masih belum bisa menerima siapa pun di hatiku." Jawab Emery tertunduk.

Meskipun Daniel selalu membuat hatiku merasa nyaman, tapi entah.. aku masih saja merasa takut.

"Ibu mengerti, setidaknya kau bisa mempertimbangkan perasaan Daniel, dia sungguh tulus Emery." Lanjut Nyonya Carolyn.

"Aku juga bisa melihat itu, tapi aku sungguh belum bisa Ibu."

Ucapan Emery yang sungguh membuat perasaan Kang Daniel yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat mereka sekarang terasa sakit. Entah sejak kapan ia di sana, dan sebanyak apa ia mendengarkan semuanya, yang jelas saat ini ia benar-benar merasakan sakit, bukan hanya hatinya, namun juga perasaannya.

"Ternyata aku belum bisa masuk kedalam hatimu," Gumam Kang Daniel dangan tatapan nanarnya kembali menatap Emery dari jarak yang tidak begitu jauh dari tempatnya berdiri sekarang sambil menarik nafas dalam. Hingga akhirnya ia berjalan menjauh sebelum Emery dan Nyonya Carolyn menyadari kedatangannya.

* * * * *

Leon melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa-gesa saat 5 menit yang lalu ia menerima panggilan telfon dari seseorang. Hingga hanya butuh waktu 30 menit bagi Leon untuk sampai ke tempat tujuan, dan kini mobil sportnya sudah terparkir tepat di depan sebuah rumah yang berukuran sangat kecil dan nampak seperti rumah yang tidak berpenghuni.

Untuk sesaat Leon terpaku di depan rumah tersebut dengan hati yang sedikit gelisah dan sakit. Apalagi disaat ia melihat kondisi rumah tersebut. Hingga akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju teras rumah dan berdiri tepat di depan pintu, dengan perlahan Leon mengetuk pintu rumah itu. Dan tampa menunggu lama, nampak knop pintu terdengar dari dalam hingga pintu sedikit terbuka dan memperlihatkan bayangan seorang gadis yang langsung membuat senyum Leon terkembang dari bibirnya.

"Star.."

"Masuklah.. "

Ucap Leon dengan suara yang terdengar serak sambil sedikit membuka pintu rumahnya meski tidak sepenuhnya terbuka, setidaknya tubuh Leon bisa masuk ke dalam. Dan lagi-lagi Leon hanya bisa terdiam saat melihat suasana di dalam rumah Starla yang bahkan lebih parah lagi, sebab di dalam ruangan tersebut, Leon hanya mendapati satu ruangan gelap dan pengap, sebab seluruh tirai yang menggantung dijendela ruang tamu tersebut tertutup rapat.

"Star, sejak kapan kau.... Astaga ada apa dengan wajahmu?"

Tanya Leon yang terlihat nampak terkejut dan sedikit khawatir saat melihat kondisi Starla saat ini. Mata sembab dengan lingkaran hitam di bawah mata nampak menghiasi wajahnya yang terlihat pucat pasi.

"Star, kau tidak apa-apa?"

"Aku baik-baik saja."

"Tapi yang aku lihat kau nampak tidak baik-baik saja Star, kau sakit?" Tanya Leon lagi sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Starla yang memang terasa panas.

"Aku hanya kelelahan,"

"Kelelahan? Memang apa yang sudah kau lakukan? Dan sejak kapan kau di sini? Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika tidak ingin menginjakkan kaki di Negara ini lagi?" Tanya Leon yang masih terlihat khawatir.

"Aku.. "

"Apa ini karena Alpha?"

"Aku merindukannya."

"Starla.. Lihat dirimu, dan sebenarnya sudah berapa lama kau berada di sini?" Tanya Leon saat melihat sebuah koper yang masih berada di tengah ruangan yang sepertinya belum di buka sedikitpun.

"Tiga hari yang lalu."

"Apa? Tiga hari? Dan kau tidak memberitahuku sama sekali?" Tanya Leon yang sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Maaf.. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu." Jawab Starla dengan suara serak sambil mengusap dahinya yang mulai di penuhi keringat.

"Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan? Dan aku juga yakin, selama tiga hari ini kau terus mengurung dirimu sendiri kan?"

"Aku takut, jika mereka menyadari kehadiranku di sini."

"Bahkan kau tidak makan sedikitpun, apa kau berniat untuk membunuh dirimu sendiri?" Tanya Leon. "Kenapa kau tidak menghubungi Alpha?"

"Apa aku harus melakukan itu? Sedang aku sendiri tidak yakin, Alpha akan menerima panggilan terlfonku atau tidak, aku bahkan tidak yakin, dia mau menemuiku atau tidak." Jawab Starla dengan suara yang semakin melemah.

"Bagaimana jika apa yang kau pikirkan selama ini salah?"

"Yoon, jangan memberi harapan padaku."

"Jika kau tidak yakin atas perasaanmu, lalu apa gunanya kau di sini?"

"Aku.. "

"Apa memang kau sebodoh itu?" Tanya Leon yang mebuat Starla terbungkam.

"Aku hanya ingin melihatnya, sekali saja, itu sudah cukup." Balas Starla bersamaan dengan air matanya yang menitik dari sudut matanya.

"Dan apa yang akan kau lakukan jika Alpha menolak untuk menemuimu?"

".......... "

"Apa kau akan tetap di sini, dan kembali membiarkan si brengsek itu menyakitimu lagi?"

"......... "

"Dan aku juga yakin, jika pria itu pasti masih mencarimu."

"Tidak mungkin.. " Jawab Starla dengan suara yang semakin bergetar.

"Starla, tempatmu bukan di sini, tidak seharusnya kau berada di sini."

"Tapi pria yang aku cintai berada di sini." Gumam Starla tertunduk dengan wajah memerah menahan tangis.

"Sebesar itukah perasaanmu kepada Alpha?"

Tanya Leon lagi yang bahkan tidak mendapat jawaban dari Starla yang hanya menundukkan kepalanya. Leon yang melihat reaksi Starla yang terdiam kini sudah tidak ingin bertanya apapun lagi, sebab ia sudah tahu dengan jawaban Starla yang mengiyakan pertanyaannya tampa ia harus mengucapkan kata 'Iya'.

"Ternyata kau benar-benar sangat mencintai Alpha, tampa memikirkan dirimu sendiri."

Ucap Leon yang beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Starla, meraih tubuh lemas Starla dan langsung menggendong tubuh yang terlihat tidak sehat itu dan tampa mempedulikan segala pertanyaan dan protes dari Starla. Leon melangkah keluar rumah dan langsung menuju mobilnya, mendudukkan tubuh Starla pelan di kursi penumpang samping kemudi lalu menyusul dirinya yang tampa menunggu lama langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang.

"Leon.. Kau akan membawaku ke mana?" Tanya Starla dengan suara seraknya.

"Rumah sakit."

"Tidak perlu Yoon, aku baik-baik saja," Tolak Starla yang langsung mencoba membuka pintu mobil Leon yang sudah terkunci.

"Kau sakit Star."

"Tidak, aku baik.. "

"Diamlah dan turuti perkataanku," Bentak Leon yang sudah merasa kesal.

"Tapi Leon.. "

"Star, aku mohon, untuk kali ini saja, kau hanya perlu diam dan Istrahatlah selagi kita masih di dalam perjalanan." Rayu Leon dengan suara yang berubah lembut.

Terimakasih.. karena kau selalu peduli, bahkan hanya kau, kau satu-satunya orang yang perduli.. terimakasih..

"Terimakasih Yoon.."

"Hmm.. "

Balas Leon mengangguk pelan dengan senyumnya sambil mengusap pucuk kepala Starla lembut hingga tidak butuh waktu lama, Starla akhirnya terlelap. Dan Leon yang melihat itu hanya bisa menarik nafas panjang sambil terus berkonsentrasi dengan kemudinya, dan berharap agar mereka cepat sampai ke rumah sakit, sebab ia tahu jika saat ini Starla tidak tidur, tetapi gadis itu sudah tidak sadarkan diri karena pingsan, bahkan tubuhnya terasa semakin panas.

* * * * *

* TO BE CONTINUED.

1
Inunk Mamanya Adibah
aku tebak pasti itu adik alpha,
lucky gril
lanjooot
Edelweiss🍀
kemungkinan paman Joe mengenal salah satu dari mereka itu pasti ada meski belum pasti juga sih
Edelweiss🍀
Semua tanya akan terjawab seiring berjalannya waktu, meski kebenaran itu tak akan mengubah takdir yg sudah berlalu
Edelweiss🍀
ternyata Jackob tidak serta merta mau menuruti perkataan Daniel tanpa adanya imbalan yg setimpal
Edelweiss🍀
Aku senang Jackob mau mendengarkan peringatan dari Daniel
Edelweiss🍀
Daniel siap pasang badan buat melindungi keluarga Emery
Edelweiss🍀
Saat Alpha sudah berhasil mendapatkan Emery dan bersatu kembali malah ada Jackob juga yg menginginkan wanita yg sama
Edelweiss🍀
kok bisa tepat banget ya tebakan Daniel, tuh Jackob dengerin apa kata Daniel.
Edelweiss🍀
haha, itu sih salah kau sendiri kenapa tergoda😂😂
Edelweiss🍀
semoga beneran hanya mirip ya 🤔
Edelweiss🍀
Duh ini asisten kok baik banget sih, pakai diingetin segala lagi . kan bagus kalau Jackib berakhir ditangan Gabriella😄
Edelweiss🍀: jackob*
total 1 replies
Edelweiss🍀
Jangan mau jadi bodoh lagi atas nama cinta nyawamu bahkan hampir melayang tadi😥
Edelweiss🍀
Udah deh jangan cari gara gara sama Alpha lagi dong
Edelweiss🍀
Syukurlah kalau Alpha bisa tepat sasaran, aku udah berasa sedang senam jantung nih
Edelweiss🍀
Jackob memang paling ahli dalam hal memancing emosi lawannya🙄
Edelweiss🍀
Dasar jackob kau memang benar benar seorang psycopat😣😣😣
Edelweiss🍀
yang jadi masalahnya adalah hanya Alpha lah lelaki yg diinginkan oleh Emery😌
Edelweiss🍀
kenapa aku takut ya, takut kalau Alpha akan kenapa napa secara kan dia bakalan masuk ke sarang mafia😥😥😢
Edelweiss🍀
hai author Audrey, maafkan aku ya karena baru bisa lanjut baca hari ini. Aku sibuk syekali mengurus ini dan itu segala macam. hingga kekurangan waktu istirahat serta gak bisa bersantai dalam beberapa kemarin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!