Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana demi rencana
Pagi pun menyapa menampilkan sinar mentari yg hangat. Terdengar kicauan burung yg ikut meributkan suasana pagi ini.
Tok... tok... tok....
"Permisi nona..." Ucap Putri mengetuk kamar Elang.
Clek....
"Kamu siapa?" Tanya Queen yg tidak mengenal gadis yg ada di hadapannya.
"Saya Putri nona, maaf nona kak King memberi kabar jika kak King sudah menunggu nona di ruang misi." Queen pun menutup pintu dan menuju ruang misi markas.
Di sepanjang jalan, anak buah kakaknya menunduk memberi hormat kepadanya. Mereka menghargai Queen sebagai adik dari bos mereka.
Cklek....
Queen pun berjalan dan segera duduk di bangku kosong samping Tian. Ia belum berani menatap Tian mengingat Sherlyn belum diketahui keberadaannya.
"Baiklah, setelah kakak rundingkan dengan semuanya kami sepakat untuk mengikut sertakan kamu dengan team kakak." Kata yg diucapkan Elang sebagai pembukaan topik yg akan di bahas.
Queen yg mendengar pun merasa senang, ia bisa bersama dengan kakak kakaknya dalam mencapai tujuan mereka yaitu menghancurkan The Ranger dan mengembalikan apa saja yg sudah mereka rebut dari Daddy mereka. "Kakak serius kan?" Tanya Queen ragu - ragu melihat ke arah Elang.
"Serius dengan satu syarat kamu tidak bisa ke lapangan. Kamu hanya akan memantau dari Markas." Imbuh King dan senyum yg merekah sebentar tadi menjadi redup setelah mendengar penuturan King.
'Tapi tidak masalah sih aku memantau dari Markas apa tidak, yg penting aku bisa ikut serta' batin Queen. "Baiklah kak, aku akan menurut" Ucapnya meyakinkan kakaknya.
"Kalian berdua harus berbaikan, karena kalian akan bekerjasama dalam IT."
Queen dan Tian yg mengetahui jika kata kata Elang tertuju pada mereka hanya bisa saling bertatap muka dan mengangguk secara bersamaan.
"Maafin aku, tapi aku janji akan menyelamatkan Sherlyn." Pinta Queen menatap Tian penuh permohonan.
Sebastian yg melihat Queen menyesalkan pun sebenarnya tidak marah lagi, tetapi tetap saja dia tidak bisa begitu saja kembali seperti sebelumnya mengingat kembarannya belum ada kabar hingga sekarang. "Jangan berjanji sendiri, karena kita akan menemukannya bersama. Aku akan beri kamu kesempatan." Ujarnya setelah berpikir sebentar.
Elang dan King yg melihat pun hanya bisa tersenyum tipis melihat keduanya yg tampak tak akur tapi tetap menurut dengan apa yg mereka katakan.
"Baiklah, kita mulai dari The Ranger. Aku yakin mereka masih ada hubungan antara Mr. X dengan The Ranger. Mengingat bagaimana dia memperingati kita. Untuk Queen kamu harus lebih hati - hati lagi, karena mereka sudah mengenali wajah kamu" Peringat Elang pada Queen
"Untuk Angga dan Calista aku sudah memantau mereka kak, tapi tidak ada pergerakan dari mereka. Aku rasa inti dari semuanya tetaplah Lucas" Ujar Queen memberi pendapatnya.
"Bagaimana cara kamu memantau mereka?" Tanya King seolah - olah adiknya ini memiliki banyak rahasia dari mereka.
"Aku sengaja memasang chip di dekat mereka. Sejauh ini aku tidak menemukan pergerakan dari mereka."
"Chip?" Tanya ulang King.
"Ia kak, aku memasang banyak Chip. Di sini aku juga pasang." Senyumnya menunjukkan deretan giginya.
"Pantas saja kamu menolong kami di Markas Calista. Ternyata kamu sudah memantau pergerakan kami. Serasa diperhatikan ya." Sindir Elang yg merasa kecolongan sistem oleh adiknya sendiri.
"Kakak sih, sistem kakak gak bagus." Salahkan saja Queen yg memang terlalu paham akan IT.
"Baiklah, kakak pinta kamu memantau Lucas."
"Itu dia masalahnya kak, aku belum pernah ketemu sama dia. Jadi aku belum ada celah untuk memasang Chip di sekitarnya. Aku hanya bisa memasang di Angga dan Calista. Itu pun tidak ada manfaatnya kali."
"Ya sudah, nanti kita pikirkan caranya agar kita bisa bertemu Lucas dan memasangkannya." Solusi yg diberikan oleh Tian dan mereka pun menyetujuinya.
Rencana demi rencana pun mereka susun dengan matang. Mereka akan mengejarnya sebelum ujian nasional tiba. Jika tidak terlaksana maka mereka akan melaksanakannya sebelum pesta pernikahan Angga dan Calista.
Apalagi sekarang jumlah mereka sangatlah banyak mengingat anak buah Calista di luar negeri juga siap membantu mereka kapan pun di minta. Terlebih Lucas yg masih belum mengetahui jika Mafia Kartini adalah lawan yg berkedok sebagai teman mereka saat ini. Itu akan mereka manfaatkan guna mengetahui pergerakan Lucas dan menghancurkannya sesuai permainan yg ia ciptakan sendiri.
Karena jika pernikahan mereka terjadi, maka kekuasaan mereka akan sulit untuk dipatahkan. Mereka akan lebih leluasa menyebarkan kekuasaan mereka.
*******
Sepuluh hari pun sudah berlalu, banyak canda dan tawa yg dilalui oleh sepasang tunangan yg tak lain adalah Angga dan Calista. Mereka memang benar - benar menikmati liburan ini untuk meninggalkan masalah yg ada atau merilekskan perasaan sebelum perang dengan ujian.
Sama halnya dengan anak kecil, mereka juga beranggapan jika dunia ini adalah milik mereka tanpa ada beban di dalamnya. Senyum tulus dan indah selalu menghiasi hari - hari mereka.
Sore hari saat ini, mereka sedang berjalan kaki melihat indahnya matahari terbenam di atas jembatan. Langkah demi langkah kaki mereka jalani hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Memandang laut dan sinar matahari kembali pulang menjadi moment yg tepat untuk mereka berbicara.
"Lusa kita akan pulang" Ucap Angga melihat kedalam mata Calista yg sedang memandang matahari.
"Hmm, bisa tidak kita tidak usah kembali?" Tanya Calista
"Ehm.... ?" Tanya Angga heran dengan jawaban Calita.
"Kita harus tetap kembali Lis. Terlalu banyak pekerjaan yg harus kita selesaikan. Lagian tumben kamu tidak mau pulang, biasanya kamu yg selalu semangat."
"Aku lelah, aku capek, bisa tidak aku berhenti dan menjalani kehidupan ini seperti pada umumnya." Kata Calista sembari menoleh melihat wajah Angga sebentar dan kembali fokus lagi menatap lurus ke depan.
"Kita tidak boleh menyerah Calista, takdir kita untuk menguasai dan bukan dikuasai. Jalan sudah kita tempuh sudah sejauh ini, tidak mungkin kita untuk mundur."
"Apa kamu tidak takut dengan konsekuensi buruk yg akan terjadi kedepannya?"
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" Tanya Angga yg tidak suka melihat Calista yg berpikir seperti itu.
"Tenang aku hanya bertanya, kita tidak tau kedepannya bagaimana. Jika aku di tanya maka aku akan tetap memilih di sisi kamu. Tapi kita tidak bisa menentang takdir hidup kita Ngga." Ucapnya tersenyum.
Angga yg mendengar penuturan Calista membuat perasaannya menjadi tidak karuan.
'Benar yg dibilang Calista, kita tidak bisa menentang takdir hidup kita.' Pikirnya dan ia pun segera menuntut Calista untuk kembali ke Villa tempat mereka menginap.
Di sepanjang jalan mereka hanya diam tenggelam dalam pemikiran mereka masing - masing. Angga yg memikirkan akibat buruk dari konsekuensi dari langkah yg akan ia ambil dan Calista yg berpikir apakah ia bisa egois untuk kali ini saja, menjadi dirinya sendiri tanpa keadaan yg memaksa dirinya menjadi pribadi yg berbeda dari dirinya.
(Semoga kelak kita akan menemukan kebahagiaan kita sendiri Ngga, dan aku harap kamu bisa menyikapinya dengan bijaksana)
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor