NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 ( Perjanjian 30 Hari )

Pagi-pagi sekali Alena sudah terbangun dari tidurnya.

Beberapa hari ini Alena merasa tidak tenang, pikirannya terus penuh dengan masalah yang sedang ia hadapi.

Pagi ini Alena terbangun dengan rasa tidak tenang.

Beberapa kali ia membuka ponselnya, melihat pesan terakhir yang Arven kirimkan kepadanya.

" Selamat datang, dalam tiga puluh hari yang akan merubah hidup Lo "

Alena membaca pesan itu dengan lekat

" Sebenarnya ini tawaran atau ancaman sih ? "

Alena sempat berpikir ingin membatalkan perjanjian ini, tapi ia kembali teringat dengan masalahnya.

...

Saat Alena sedang bersiap-siap, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.

Sebuah pesan masuk dari Arven

[Arven : Temui gue di Kantor pusat gue, Alfarizi grup]

[Alena : Lo ga lagi bohongin gue kan ?]

Lama Alena menunggu jawaban dari Arven

[Arven : Gue ga pandai berbohong]

[Alena : Yaudah oke ]

Alena merasa gugup saat ini..

Namun alena tak bisa mundur saat ini, ia harus segera menyelesaikan semua masalahnya.

...

Alena tiba didepan gedung besar milik Arven

Rasanya Alena tak percaya jika ia sedang melakukan bisnis dengan pemilik perusahaan ini.

Alena melihat semua karyawan berpakaian dengan rapih dan penampilan cantik.

Sedangkan Alena, ia hanya berpakaian sederhana tanpa riasan diwajahnya.

Alena pun mencoba masuk kedalam lobby mewah itu.

" Maaf anda cari siapa ya ? " tanya seorang petugas security

" Saya mau ketemu sama Pak Arven "

" Pak Arven ? Anda sudah punya janji sebelumnya ? Anda tau siapa beliau ? "

" Sudah, saya juga punya buktinya "

Alena mengeluarkan ponselnya, menunjukkan sebuah pesan dari Arven.

" Ohh oke baik, mari saya antar "

Alena tau diri..

Bukan tanpa alasan security itu mencurigai Alena

alena pun di antaranya sampai depan ruangan Arven, disana ia bertemu dengan seorang laki-laki yang mungkin sekretaris Arven.

" Alena ya ? " tanya laki-laki itu

" Iyah " Alena mengangguk

" Mari masuk, Pak Arven sudah menunggu "

Alena pun mengikuti langkah dari laki-laki itu, begitu Alena masuk ia melihat Arven yang sedang meminum obat.

Saat Alena masuk, dengan cepat Arven menyimpan obat miliknya.

" Lo sakit ? " tanya Alena sedikit khawatir

" Engga, cuma minum vitamin aja "

" ohh "

" Duduk Al "

Alena pun duduk berhadap-hadapan dengan Arven

" Udah makan belum ? " tanya Arven

" Ga laper "

" Biasanya orang yang banyak pikiran itu emang ga nafsu makan "

" So tau "

" Tau, gue kan bisa liat dari muka lo Al "

" Muka gue kenapa emang ? "

" Ngeselin" jawab Arven yang diakhiri dengan sedikit tawa

" Lo yang ngeselin, nyebelin, cowok aneh "

Arven pun mengeluarkan sebuah map, didalamnya terdapat surat perjanjian Alena dan dirinya.

" Setelah lo tandatangan perjanjian kontrak ini, lo harus segera menyelesaikan misi lo itu "

" Gue baca dulu ya " kata Alena

" Silahkan "

alena membaca satu persatu isi kontrak itu.

" Durasi perjanjian ini hanya 30 hari.

Alena harus menemani Arven dalam beberapa kegiatan

Tidak boleh membocorkan rahasia ini kepada siapapun

Alena, tidak boleh jatuh cinta kepada Arven

Jika Alena gagal, maka alena harus mengembalikan uang yang sudah diterima sebanyak dua kali lipat"

Alena menunjuk beberapa point pada surat perjanjian itu.

" Ini maksudnya gue harus ikut kemana lo pergi gitu ? "

" Iyah, lo harus siap kapanpun gue butuh "

" Tapi gue kuliah Arven "

" Ya setelah lo pulang kuliah atau lo libur, bisa kan ? "

Alena menghembuskan nafasnya kasar

" Gue ga boleh jatuh cinta sama lo? Ini maksudnya apa ? "

" Karena biasanya masalah akan mulai muncul dari sana "

" Lagian gue juga ga bakal sih jatuh cinta sama lo "

Ucap Alena namun Arven hanya tersenyum

" Terus ini maksudnya gimana ? kalau gue gagal gue harus balikin duit lo ? Wah gila sih dua kali lipat pula "

" Ya makanya lo harus serius alena "

" Ya tapi ini masalah hati Arven "

" Ya makanya lo usaha lah, mikir gimana caranya "

Alena pun menjadi ragu untuk menandatangani perjanjian itu.

" Coba lo baca lembaran berikutnya " ucap Arven

Alena pun membuka lembaran berikutnya, dan lembaran berikutnya membuat Alena semakin tidak percaya.

" Jika kontrak selesai :

Seluruh Biaya sekolah Dimas akan dilunasi

Hutang Rumah Arven akan bayar lunas

Alena akan mendapatkan sejumlah uang tambahan

Alena akan mendapatkan pekerjaan tetap

Biaya kuliah Alena akan Arven lunasi sampai wisuda "

Alena pun semakin merasa curiga kepada Arven

" Lo sebenarnya siapa sih Ar ? Mafia ya ? "

Arven tertawa mendengar ucapan Alena

" Kalau gue mafia, kita ga bakal ngobrol di kantor Alena "

Arven melihat Alena yang masih cukup ragu.

Kemudian Arven mengeluarkan sebuah kertas dan memberikan kepada Alena

Sebuah bukti transfer Arven melunasi tunggakan sekolah Dimas

Dan bukti transfer Arven membayar hutang rumah Alena.

Alena yang terkejut langsung berdiri

" Lo ngapain Ar ?? "

" Bayar sekolah adik lo dan bayar cicilan rumah lo "

" Ta..tapi gue belum tandatangan Arven "

" Anggap aja itu uang muka Alena "

Alena terdiam, ia kembali duduk.

Namun kali ini Alena tidak bisa menahan tangisnya.

" Loh kenapa nangis Al ? "

" Lo orang pertama yang bantu gue Arven, ga pernah ada satu orangpun yang bantu gue "

" Dulu paman gue mau bantu gue, tapi dengan syarat gue harus mau di jodohin"

Arven merasa ikut sedih mendengar cerita Alena.

Untuk pertama kalinya sejak kedua orangtuanya meninggal

Ada seseorang yang tulus membantu dirinya tanpa meminta sesuatu yang tidak pantas.

Namun itu justru semakin membuat Alena tidak mengerti.

Alena pun membubuhkan tandatangan di kertas itu..

" Mulai besok berarti lo harus mulai dengan tugas lo, Alena "

" Jujur ya Ar jujur nih gue, gue belum pernah pacaran, gue juga ga tau jatuh cinta kayak gimana jadi ya maklum aja ya kalau gue agak kaku "

Arven tersenyum mendengar ucapan Alena

" Ya pokoknya tugas lo itu bikin gue jatuh cinta sama lo, terserah lo mau pakai cara apa asal jangan cara licik "

" Acara licik gimana sih Arven ? "

" Ya lo diam-diam datang ke dukun ? Gue kan ga tau "

" Daripada duitnya buat dukun, mending buat gue makan Ar "

Arven tertawa melihat raut wajah Alena

Saat mereka sedang berbincang

ponsel milik Arven mendapatkan panggilan masuk dari Dokter Reza

Arven langsung mematikan panggilan itu

Namun alena sudah lebih dulu menatap ponsel Arven.

" Dokter ? "

" Salah sambung itu "

" Dokter ko salah sambung, aneh "

" Banyak hal aneh di dunia ini Alena "

Arsen tersenyum tipis kepada Alena

" Yaudah gue pulang dulu ya "

" Iyah, hati-hati Alena "

Begitu Alena keluar dari ruangannya, senyuman itu pun menghilang dari wajah Arven.

Arven membuka pesan Dokter Reza

" Kita harus bicara soal kondisi kamu Arven "

Arven menatap layar cukup lama

Hingga ia pun memejamkan matanya

" Tiga puluh hari "

" Semoga cukup "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!