NovelToon NovelToon
Cerita Tak Berkisah

Cerita Tak Berkisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Kisah cinta masa kecil / Romansa-Teen school
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: fifizulfaa

Bercerita tentang seorang perempuan yang membuat janji kepada dua orang sahabatnya. Janji itu cukup tidak masuk akal dan mereka membuat penjanjian itu di umur yang masih kecil. Akankah janji itu terus berjalan hingga mereka beranjak dewasa? atau justru mereka melupakan semua dan menjadikan perjanjian itu tak berkisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fifizulfaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 Pesan 3 Panggilan

Semalaman Daniel terus terjaga, padahal tubuhnya sangat kelelahan dan matanya juga sangat mengantuk. Akan tetapi pikiran sama sekali tidak ingin beristirahat, membuatnya semalaman terus memikirkan masalah Bundanya.

Daniel mellihat ke arah cendela yang remang-remang mulai menampakkan cahaya dari luar, Itu berarti hari sudah pagi dan dia sama sekali belum tidur sedetik pun. Tiba-tiba Daniel seperti mendengar suara langkah kaki mendekat ke kamar Kayla tempat dimana ia masih terduduk di dalam. Dengan cekatan Daniel langsung menarik selimut dan meringkuk memeluk guling.

Dengan mata yang terpejam Daniel dapat mendengar pintu kamar terbuka, ia juga merasa seseorang mendekatinya, lalu mengusap rambutnya dengan penuh kelembutan. Daniel pun mulai tau dari aroma tubuh yang sangat ia kenali, yaitu Bundanya.

“Daniel, maafin Bunda ya.” ucap Nita sambil terus mengusap puncak kepala Daniel, “Maafin Bunda udah kecewain kamu. Kamu satu-satunya orang yang Bunda miliki, Bunda lakuin semua ini karena takut kehilangan kamu sayang.” Dikecupnya kening Daniel sambil mulai terisak, tapi dengan segera ia mengusap air matanya dan mencoba membangunkan anak lelakinya itu.

“Daniel, bangun sayang udah pagi.”

Daniel yang sedari tadi hanya berpura-pura tidur mulai mengerjapkan matanya, tatapan Daniel langsung tertuju tepat di wajah Bundanya. Hati Daniel serasa teriris melihat Nita yang begitu sembab dengan wajah yang terlihat kacau, akan tetapi Bundanya itu tetap menampakkan senyuman padanya.

“Pulang dulu ya, waktunya sekolah.” ujar Nita lagi-lagi mengusap puncak kepala Daniel dengan sayang.

Merasa canggung Daniel mengalihkan tatapannya, lalu bangun dan turun dari kasur tanpa mengucapkan sepatah kata untuk Nita. Dengan badan yang begitu lemah Nita tetap ingin terlihat tegar, Ia berusaha bangkit dan mengikuti Daniel untuk kembali ke rumahnya.

Di lain tempat Kayla terus mengigit kuku jempolnya dengan perasaan resah. Sekarang Kayla berada di dapur bersama BI Minah, dirinya terus mengira-ngira apa yang sedang terjadi di kamarnya antara Daniel dan juga Bunda Nita. Kayla selalu berharap semoga masalah yang tengah sahabatnya hadapi itu tidak akan berkepanjangan.

Kayla baru merasa lega kala melihat Daniel melewati dapur, ia segera belari kecil menghampiri lelaki itu. “Nggak ada apa-apa kan?” tanya Kayla menatap khawatir.

“Sekolah! Buruan mandi.” Bukannya menjawab pertannyaan Kayla Daniel justru mengalihkan pembicaraan dan langsung berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Kayla lagi.

Beberapa saat setelah matanya terus tertuju ke Daniel, tiba-tiba seseorang memegang pundaknya yang membuat dia menoleh dan mendapati Nita tersenyum menatapnya. “Terimakasih ya Kayla, Bunda pulang dulu.”

“Nggak ada apa-apa kan, Bun?” tanya Kayla yang masih sama tidak mendapat jawaban, Nita hanya tersenyum lantas melangkahkan kakinya. Kayla pun hanya bisa menghela napas.

......................

Semenjak Monica datang ke rumah tantenya ia masih tetap memakai kamar Dami. Tantenya begitu bersikeras menyuruh tetap menggunakan kamar itu agar tidak terbengkalai, karena mereka juga tidak tahu kapan Dami akan pulang ke rumah.

Sekarang Monica tengah menyiapkan buku-bukunya. Pakaian yang ia kenakan sudah rapi dengan setelan seragam sekolahnya. Mendadak ponsel yang ia taruh di ranjang berbunyi, membuatnya harus berjalan menghampiri ranjang. Monica mengeryitkan matanya kala melhat nama terpampang di layar ponselnya. “Ardan?” lirihnya.

Belum sempat Monica menerima panggilan, namun telepon itu sudah terputus dahulu. Layar ponselnya langsung menampilkan 10 pesan baru dan 3 panggilan tidak terjawab yang semua itu dari Ardan. Ia segera membuka aplikasi whatsapp dan membuka kontak Ardan. Ia baru menyadari sejak malam tadi lelaki itu terus mengirimkan pesan dan panggilan kepadannya

Saat jarinya akan mengetikkan balasan lagi-lagi panggilan masuk dari Ardan, terpaksa Monica menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan. Diangkatnya ponsel itu dan ia dekatkan ke telinga, namun mulutnya hanya diam menunggu sahutan dari seberang telepoon.

“Hallo?”

“Iya, ada apa?” tanya Monica to the point yang sedang tidak ingin berbasa-basi.

“Kamu lagi ngapain?”

“Siap-siap mau berangkat.”

“Bareng sama aku ya, aku jemput.”

“Ada Pak Adi yang nganterin aku.”

“Aku mau bicara sama kamu, Ka.”

“Yaudah terserah.” sahutnya dengan singkat.

“Okey, makasih ya. Setelah ini aku langsung ke situ, jangan lupa sarapan sayang.” Mendengar kata terakhir yang Ardan ucapkan membuat monica spontan mematikan panggilan secara sepihak. Lantas membuang ponselnya asal, ia berpikir apakah masih pantas panggilan itu Ardan utarakan kepadanya setelah apa yang sudah terjadi.

Monica terduduk di ranjang dengan badan yang tertunduk juga kedua tangan yang tengah menopang kepalanya. Sejenak ia menenangkan pikiran, karena sampai sekarang kejadian itu terus terngiang-ngiang dalam benaknya. Monica benar-benar takut kehilangan Ardan namun hatinya merasa begitu kecewa.

Tak mau berlama-lama Monica segera berdiri menyahut ponsel, tas ransel, dan juga sepatu yang akan ia kenakan di teras nanti. “Selamat pagi Pak Adi.” sapa Monica saat melihat satpam di rumah tantenya itu sedang memotong rumput di taman depan rumah.

“Pagi Mbak.” Sahutnya.

“Ouh iya Pak, kok di rumah sepi?” tanya Monica sembari memakai sepatu.

“Memang semenjak Mas Dami sakit rumah jadi selalu sepi, Bu Reni sama Pak Brata belum pulang dari semalem. Tapi untung sekarang ada Mbak Monica jadi saya ndak kesepian.”

“Pak Adi bisa aja.”

“Mbak Monica mau saya anter?”

“Enggak Pak, saya berangkat sama teman.”

“Ouh ... iya sudah saya lanjut ini ya Mbak.” ucap Pak Adi seraya menunjuk rumput-ruput yang terlihat panjang.

“Iya Pak Adi, silahkan.”

Tinnn ... Tinnn ...

Monica menoleh melihat sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah. Ia menyahut tasnya dan berjalan menghampiri mobil itu, disaat kaca mobil terbuka ternyata Daniel dan Kayla lah yang menghampirinya.

“Ayo berangkat!” ajak Daniel.

“Kalian duluan aja gapapa.” jawab Monica.

“Bareng aja sama kita, Ka.” sahut Kayla yang sedikit menunduk agar bisa melihat wajah Monica, ia mencoba bersikap seperti biasa, tidak ingin terlihat canggung.

“Emmm, masalahnya aku udah janjian sama Ardan.” Seketika Kayla mengalihkan tatapannya dari Monica dan terdiam.

Sedangkan Daniel yang tidak ingin ada kecanggungan langsung mengalihkan pembicaraan, “Yaudah kalau gitu kita duluan yah.” ujar Daniel yang dijawab anggukan oleh Monica.

Mobil yang dikendarai Daniel pun berjalan. Bersamaan dengan itu Ardan yang menaiki motor datang dan berhenti tepat di depannya.

“Kok ada di luar, nungguin aku ya?” tanya Ardan.

“Enggak, tadi Daniel sama Kayla barusan nyamperin.”

“Yaudah nih.” Ardan menyodorkan helm yang sudah ia bawa dari rumah.

Monica menerima helm itu, sebelum dipakai ia pamit ke Pak Adi. “Pak Adi Monica berangkat dulu.”

“Iya Mbak hati-hati.” Setelah itu barulah Monica memakai helm dan segera naik, lantas Ardan segera melajukan kendaraannya.

Selama diperjalanan keduanya hanya saling diam, karena mereka naik motor juga membuatnya semakin aneh jika saling mengobrol. Bahkan dengan posisi miring karena Monica memakai rok, ia tetap bersikap menjauh untuk tidak berpegangan dengan Ardan. Sedari tadi ia terus berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak oleng.

1
sunflower
next kak
Nadia
hi kak aku mampir semangat
mommy dha
kak aku mampir membawa 10 like like back yah kak Lastri kembang desa.
silviaanugrah
11 like untuk karyamu thorrr, aku tunggu feedback nya yaa. semangat! 🌟
Aprilianana
wah, kasihan Monica d kasih hukuman😂

Jgn lupa mampir dan dukung karya ku Thor! Rahsia dibalik tirai.😁
Aprilianana
Jejak😁 semangat kak!

"Rahasia dibalik tirai" 😘
🤍
Lanjut lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
🤍
Semangat akak.. 👍
nycto°
Lanjutkan kak, semangat!! 😍
TK
next Thor 👍
mey
Semangat, Thor
nycto°
Semangat kak aku mampir!! 👍👌
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus
Isma Aji
Semangat Thor, terimakasih, tetap saling dukung 🤗
nycto°
3 like datang kak semangat, jangan lupa mampir juga yah!! 👍
Isma Aji
semangat 🤗
Isma Aji
Sukses Thor 🤗
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Isma Aji
Like🤗, semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!