NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Luka

Pernikahan Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:329.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Hidup Luna hancur setelah di jebak dan di hamili oleh kekasihnya - Gandhi. Terlebih saat Mira, Ibu dari Gandhi menolak untuk bertanggung jawab atas kehamilan Luna. Suatu ketika Mira mengetahui Luna adalah anak tunggal dari Adiyatama Erlangga - Pemilik Perusahaan Erlangga Jaya. Ia menyesal telah menolak Luna dan berusaha mendekati Luna supaya Gandhi menjadi penerus Erlangga Jaya jika menikahi Luna.
Luna hancur saat ia diperalat sebagai boneka pemuas nafsu oleh Gandhi. Kemudian Luna mengetahui niat jahat Mira, ia segera melakukan sesuatu agar perusahaan Ayah tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Luna mengorbankan Aditya - Sahabat kecil Luna yang sejak dulu menyukainya. Luna melakukan hubungan intim dengan Aditya. Luna menikah dengan Aditya namun Gandhi mengakui bayi yang dikandung Luna adalah anaknya.

Siapakah ayah yang sebenarnya dari bayi yang dikandung Luna?
Apa rencana Gandhi dan Mira untuk mendapatkan Luna?
Bagaimana dengan pernikahan Luna dan Aditya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

6 tahun telah berlalu.

“Bintang! Balikin pensil warna kakak!” teriak Mentari kepada adik laki-lakinya yang bernama Bintang. Bintang hanya tertawa meledek kakaknya sambil berlari menuju dapur. Mentari mengejarnya.

‘Bruk!’ Bintang terjatuh menabrak perut Luna.

“Jangan lari-lari Bintang!” tegur Luna.

“Kakak yang ngejar!” belanya. Mentari sudah sampai di tempat mereka sambil terengah-engah.

“Bintang yang sembunyiin pensil warna Mentari, Bunda!” tuduhnya. Bintang menjulurkan lidah membuat Mentari semakin geram.

“Udah-udah jangan ribut! Mending bantu Bunda siapkan sarapan!” teriak Luna sambil menarik tangan Mentari yang hendak mencubit Bintang.

“Iya, Bunda!” jawab mereka serentak. Luna geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang setiap hari selalu bertengkar lalu akur kembali, begitulah seterusnya.

Mereka duduk melingkar di depan meja makan. Mentari dan Bintang sudah asik melahap makanan sementara Luna menatap kedua anaknya dengan mata berkaca-kaca.

“Bunda, kenapa?” tanya Mentari yang heran melihat Luna terlihat sedih.

“Bunda gak apa-apa,” kilahnya.

“Bunda kangen ayah ya?” tanya Mentari. Mendadak air mata Luna menitik.

“Bunda, wajah ayah seperti apa?” tanya Bintang yang sejak dalam kandungan memang tidak pernah bertemu ayahnya. Luna semakin sedih mendengar pertanyaan yang di lontarkan anak-anaknya. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis terisak.

“Yahhh gara-gara kamu nih Bunda nangis!” teriak Mentari menyalahkan adiknya. Ia berdiri dari kursinya dan memeluk Luna. Bintang mengikuti kakaknya, ia ikut memeluk Luna. Bukannya mereda justru tangis Luna semakin parah. Bagaimana tidak? Anak-anaknya yang masih kecil begitu hangat memeluknya, menghiburnya di kala sedih dan selalu meyakinkan dirinya jika suatu saat ayah akan datang menjemput mereka. Sebuah pemikiran yang dewasa bagi anak-anak kecil seumuran mereka. Luna terharu. Ia bersyukur diberi anak-anak yang pintar dan mampu memahami perasaan orang tua.

Malam ini Luna belum bisa tidur. Berkali-kali ia berusaha namun sulit. Ia pun duduk bersandar dan mengambil ponsel. Menelpon Ibunya yang berada di Indonesia – Bandung. Jarak waktu antara Indonesia dengan Jerman sekitar 6 jam lebih cepat. Jika sekarang di Jerman pukul 10 malam berarti di Indonesia sekitar pukul 4 sore.

“Halo, Bu?” sapa Luna.

“Luna? Apa kabar sayang?” suara Ibu terdengar gembira.

“Baik, Bu.”

“Oh iya gimana kabar Mentari dan Bintang?”

“Baik juga, Bu. Bu, Luna pengen pulang ke Bandung.”

“Benarkah?? Alhamdulillah Ibu senang kalo Luna pulang. Ibu udah gak sabar ketemu cucu-cucu Ibu.” Luna tersenyum. Setelah mereka berbincang sejenak, Luna kembali menutup telepon. Dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Memejamkan mata.

“Huhuhuhu”

“Luna kenapa nangis?”

“Adit jahat kak” adu Luna kepada Fandra. Fandra mencubit Adit yang tertawa mengejek.

“Luna jelek! Luna jelek!” ejek Adit sambil berlari dengan tertawa-tawa.

“Adiiitttttt!!!!!” teriak Luna kesal.

“Adit!!!!!” teriak Luna kemudian matanya terbuka. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia kembali memimpikan masa lalu, masa kecil saat bermain bersama Adit dan Fandra. Luna mengatur nafasnya, kemudian tangannya meraih gelas minum di atas meja kecil dekat tempat tidur. Meneguk minuman itu sampai habis. Enam tahun Luna dan Adit berpisah. Luna sangat merindukan Adit terlebih Bintang sangat mirip dengan wajah Adit. Jika Luna rindu ia selalu memeluk Bintang untuk melepas kerinduan kepada suaminya. Bintanglah pengobat rindu Luna selama ini.

“Iiih Bunda mana sih! Lama banget deh jemputnya!” gerutu Mentari sambil berdiri didepan gedung sekolahan. Biasanya Luna selalu datang cepat menjemputnya namun hari ini Mentari sudah lama menunggu Luna belum juga tiba. Seorang wanita muda berparas cantik datang menegur Mentari.

“Hello, what is your name?” sapa wanita itu. Mentari menoleh.

“Mentari Aurellia Perdana.” Jawab Mentari sambil menatap. Wanita itu tersenyum.

“Dari Indonesia ya?” tanya wanita itu sambil membungkuk mensejajarkan dengan tinggi badan Mentari.

“Kok tante tau?”

“Nama Mentari sudah cukup menunjukan identitas kok.” Sahut wanita itu lembut.

“Panggil saja Miss Selena. Miss itu guru magang di sekolah Mentari.” Kata Selena. Mentari tersenyum.

“Mentari nunggu siapa?”

“Nunggu Bunda.”

“Bunda kerja?” tanya Selena. Mentari mengangguk.

“Ayah Mentari gak jemput?”

“Mentari udah lama gak ketemu ayah.” Jawab Mentari. Selena terkejut.

“Miss antar mau?” ia menawari. Mentari mengangguk. Selena membawa Mentari masuk ke dalam mobil. Baru membuka pintu mobil, sebuah tangan menarik tubuh Mentari. Selena terkejut dan menoleh.

“Mentari gak boleh sembarangan naik ke mobil orang yang gak dikenal!” omel Luna kepada Mentari.

“Tapi dia itu Miss...” belum selesai berbicara, Luna memotong.

“Kalau Bunda belum datang ya ditunggu, Bunda pasti datang!” Luna marah.

“Ee maaf saya yang salah, Kak. Jangan marahi Mentari.” Selena membela Mentari. Luna melirik. Di pandanginya Selena dari atas sampai bawah.

“Orang Indonesia?” tanya Luna penuh selidik. Selena mengangguk.

“Kenalkan saya Selena, guru magang di sekolah Mentari.” Selena mengulurkan tangan. Luna menyambutnya.

“Luna, Bundanya Mentari.”

“Ya sudah, ayo Mentari, masuk ke mobil Bunda!” perintah Luna sembari meninggalkan Selena yang diam termangu menatap kepergian Luna.

“Wajahnya gak asing, kok sepertinya aku pernah lihat wanita itu ya?” gumam Selena.

“Mentari ingat pesan Bunda! Jangan ulangi lagi hal seperti tadi. Paham?!” Luna menasihati Mentari.

“Iya, Bunda. Maaf.” Mentari menunduk.

“Mentari tau kan ini dimana. Jerman tidak sama dengan Indonesia. Kalau Mentari sembarangan seperti tadi bisa bahaya. Penjahat berkeliaran dimana-mana!”

“Maaf, Bunda.” Mentari menyesal. Luna menghela nafas.

“Ya sudah, cepat ganti baju, cuci tangan terus makan siang!” perintah Luna. Mentari mengangguk ia segera menuju ke kamar.

Mentari baru berumur 8 tahun. Ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan pintar. Untung saja hanya wajah yang menurun dari ayah kandungnya. Kepintaran Mentari diturunkan dari Bundanya. Luna sedikit bersyukur karena Mentari tidak pernah merepotkannya. Mentari sudah kelas 3 sekolah dasar. Sampai saat ini, Mentari belum mengetahui tentang Gandhi – Ayah kandungnya. Yang ia tau, Aditya adalah ayahnya. Luna tidak berniat memberitahu hal itu kepada Mentari karena ia tidak rela jika Mentari akan mengikuti ayah kandungnya.

Bintang Arthadirga Perdana, seorang anak laki-laki yang baru berumur 5 tahun. Anak kandung dari Aditya Surya Perdana dengan Luna. Sampai saat ini, Aditya tidak pernah tahu jika ia memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, mirip dengan dirinya. Bak pinang dibelah dua. Dengan kedua lesung pipi membuat Bintang terlihat tampan meski masih berumur 5 tahun.

“Bunda, kok senyum-senyum liat Bintang?” tanya Bintang saat ia sedang sibuk memoles buku gambar dengan pensil warna. Luna mengelus kepala anak itu.

“Kamu mirip sekali dengan ayahmu. Bunda jadi teringat ayahmu, Bintang.” Kata Luna lembut.

“Jadi wajah ayah seperti wajah Bintang ya, Bunda?” tanya Bintang sembari berdiri mencari cermin. Bintang sudah berdiri didepan kaca lemari. Ia memperhatikan wajahnya dengan seksama.

“Bunda! Bintang bisa lihat ayah!” teriaknya. Luna menoleh.

“Dimana ayah?” tanya Luna. Bintang menunjuk bayangan dirinya di kaca lemari.

“Kata Bunda wajah ayah seperti wajah Bintang!” sahutnya gembira. Luna tertawa. Ia mengangguk membuat Bintang bersorak. Hati Luna trenyuh. Ia merasa bersalah kepada anak-anaknya. Matanya kembali berkaca-kaca.

“Bunda, kapan ayah datang? Mentari pengen pulang sekolah dijemput ayah.” Kata Mentari sambil duduk di sebelah Luna. Luna meringis. Ia mengelus kepala Mentari.

“Sabar ya, sayang.” Sahut Luna kemudian memalingkan wajah menyembunyikan air mata yang menetes di pipinya.

1
echa purin
👍🏻
Putri Anggel
di dalam cinta ad kesabaran dan dalam kesabaran ad cinta tapi ketika hati sudah di kecewa kn maka jangan pernah percaya lagi ap kata lelaki buaya
Indah Kustiyarini
pasti anaknya adit
emi arpina
maaf y thor tapi utk mentari stop dulu bacanya masi greget ada org lemah gini
Aryani Dinda
tiap percakapan dispasi dong Thor seperti paragraf baru. jd lebih enak bacanya
Aryani Dinda
di bikin jarak dong Thor tulisannya
Rose Smith
sudah berbohong
egois pula
baguslah adit gag ngemis²
langsung di ceraiin
Rose Smith
hamile cuma seminggu trus brojol ?
Rose Smith
pemeran utamanya malah antagonis ini mah
udah gag suci
gag tau malu pula
RN
l
8 like favorite😍 untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Mami Vanya Kaban
akhir yg bahagia...
Ida Blado
cihh tadinya aq mau baca, tpi setelah baca sinopsis bagian bawahnya,,, amit2 dah, di awal aq rada empat tpi ternyata dia bertingkah seperti pelacur. maaf ya aq komen jht,tp aq sbg perempuan sungguh ilfeel
Jeni Safitri
Itukan derita mu luna siapa suruh ngk jujur sama ortu bahkan sama adith bukankah adit sudah tau keadaanmu dan siapa gandhi. Seharusnya kamu jujur aja dan minta tolong sama dia dgn baik2 pasti dia akan bantu.
Jeni Safitri
Kenapa luna ngk junir aja ya
CallMeLyla
aku gereget mentari nya lemahh😂😂
vanillarose
Baca novel terbaru author bertema pelakor, judulnya Imperfect Marriage. Dijamin menguras emosi. Thanks :)
Ara
si luna hamil anaknya gandhi pasti, karena kan luna baru bbrp hari berhubungan sm adit
mega keyna
mkanya sy bilang perempuan ngk pnya harga diri,kd erosi aku baca kisahnya luna,ada perempuan yg kayak gni
mega keyna
aku perempuan tp ko ngrasa jd sakit hati sm luna,ngk punya harga diri,gampang banget mainin perasaan hati,ngapain msh mau brtu dgn gandi kan udh tau ada magsudnya,bodoh banget kan,,,
mega keyna
udh tau gandi jahat,luna jg bidoh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!