NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Anak Kuliahan

Akhirnya, hari-hari Ririn sebagai mahasiswa dimulai...

Ririn sangat bersemangat mengikuti ospek yang diadakan untuk mahasiswa baru. Bukan ospek istilahnya sekarang, tapi PMB.... Penerimaan Mahasiswa Baru.

PMB diadakan selama tiga hari, yang bertugas sebagai pengurus atau panitia dari acara ini adalah Badan Executive Mahasiswa yang dibantu oleh beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa, dulu kita biasa menyebutnya extrakulikuler.

Hari ini... hari Senin, hari pertama Ririn ikutan PMB, tempatnya di Sabuga, tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya saja acara PMB-nya dimulai dari jam 5 pagi.

Sebetulnya... dari kemarin, hari Minggu, Ririn sudah mempersiapkan semua kelengkapan... mulai dari pakaian yang harus hitam putih...

Ririn menyiapkan beberapa setel. Atasan putih berbagai model, tentu saja ada yang model kemeja... itu seperti wajib adanya. Bawahan hitam, juga berbagai model, ada celana panjang, kulot, rok panjang.

Selain itu ada juga barang yang harus dibawa untuk PMB hari pertama, beras, gula, susu bubuk sachet... katanya semua itu nantinya akan dibagikan dalam acara bakti sosial.

Ririn memasukkan barang-barang yang harus dibawanya kedalam tas terpisah dan menyimpannya didalam mobil, karena takut ketinggalan.

Ririn juga menyimpan baju ganti hitam putihnya didalam mobil... siapa tahu ada insiden tak terduga...

...***...

Kemarin Pak Memet sudah diwanti-wanti agar datang sebelum sholat subuh, biar sholatnya di rumah Ririn saja, agar tidak kesiangan. Ririn minta diantar ke Sabuga paling telat setengah lima pagi.

Begitu juga dengan Bi Isah... sudah diwanti-wanti untuk membantu menyiapkan bekal Ririn. Satu kotak makan diisi irisan roti sandwich dan satu kotak diisi nasi serta lauk pauknya, serta tumbler yang cukup besar diisi air putih... sudah dipersiapkan oleh Bi Isah.

"Bi... bekal makannya tolong masukkan kedalam tote bag," kata Ririn sambil menyeruput teh manis hangatnya. Lalu menyantap sepotong sandwich berisi telor ceplok dan keju slice.

"Bi... makasih ya udah bantuin saya. Biasanya Emak yang riweuh bantuin kalau ada acara teh, sekarang mah Bibi. Saya terharu...", Ririn jadi teringat ibunya.

"Kan sudah tugas Bibi... Bibi kan digaji buat bantuin Ibu," Bi Isah tersenyum pada Ririn.

"Mulai sekarang panggil saja Ririn atau Teteh, kayak Emak... anggap saja saya anak Bibi."

"Wah nggak berani... nanti Bapak marah."

Ririn tersenyum, tak berdebat lagi. "Saya pergi dulu Bi, takut kesiangan... Assalaamu'alaikum."

...***...

Lapangan parkir gedung ini luas sekali. Sudah banyak mobil terparkir.

"Pak Memet, bawa hp?" tanya Ririn pada sopirnya.

"Bawa Bu."

"Bapak boleh pulang, soalnya acaranya sampai jam empat sore, nanti sore saja Bapak jemput saya lagi".

Sebenarnya Ririn sudah bisa nyetir mobil sendiri, tapi Devan belum mengijinkan Ririn bawa mobil sendiri.

"Saya nggak berani, nanti Pak Devan marah sama saya, biar saya tunggu disini saja."

"Baiklah kalo begitu, ini buat jajan Bapak," kata Ririn sambil menyodorkan selembar uang seratus ribu.

"Oh ya Pak... itu Kebon Binatang deket dari sini, bisa jalan kaki... siapa tahu Bapak bosan disini, bisa main kesitu... hehehe,"Ririn tertawa.

"Ah Ibu bisa aja... mau apa saya sendirian kesitu?!... mau nyamain muka?!... hehehe," Pak Memet juga tertawa.

"Saya mau ikut kumpul didepan gedungnya Pak... kalau saya perlu Bapak, nanti saya telpon ya."

"Baik Bu."

...***...

"Kenalin... aku Rahma", seorang perempuan di sebelahku sambil mengajak bersalaman.

"Ririn...", dengan cepat Ririn membalas salamannya.

"Kamu ngambil TI juga?" tanya Rahma.

"Iya," jawab Ririn.

Obrolan terhenti karena acara telah dimulai. Diawali dengan doa, lalu memperkenalkan universitas secara sekilas, kemudian sambutan-sambutan, ada dari rektor, ada dari dosen.

"Rin, ayo kita istirahat dulu..." Rahma mengajak Ririn keluar gedung, begitu dipersilahkan untuk istirahat oleh kakak dari BEM.

"Kita sholat Zuhur dulu, baru makan ya?" usul Ririn.

Setelah sholat, Ririn dan Rahma duduk di bangku taman untuk makan siang. Ririn mengeluarkan kotak makannya.

"Kamu mau? Bekalku cukup banyak," Ririn membuka tutup kotak makannya.

"Tidak usah... terima kasih. Aku juga bawa nih... nasi kuning... bekal paling praktis, tinggal beli... hehehe," jawab Rahma sambil tertawa kecil.

Rahma seorang gadis yang terlihat ceria, berperawakan kecil.

"Berapa umur kamu?" tanya Ririn.

"Tujuh belas," jawab Rahma singkat, mulutnya penuh dengan nasi kuning.

"Berarti ... kamu baru lulus SMA tahun ini ya?"

"Iya... kalau kamu?" tanya Rahma masih dengan mulut penuh.

Duh... kelakuannya kayak bocah banget, pikir Ririn.

"Aku 21... pernah bekerja... sudah menikah."

"Sudah menikah? Apa tidak sulit kuliah lagi sesudah menikah?"

"Insya Allah tidak ... suamiku sangat mendukung," kata Ririn sambil tersenyum.

"Kalau aku jomblo sejati... hehehe," Rahma tertawa.

"Kamu curhat ya?... hehehe," Ririn ikut tertawa.

"Tuh kita disuruh kumpul lagi... ayo Rin!"

Sesudah istirahat, acara dilanjutkan dengan pengenalan organisasi-organisasi yang ada di universitas, diselingi dengan permainan-permainan untuk memperakrab sesama mahasiswa baru.

Akhirnya semua rangkaian acara berakhir jam empat sore. Ririn segera bergegas menuju tempat parkir, tentu saja sesudah pamit terlebih dahulu kepada teman-teman barunya.

Teman-teman baru Ririn masih berkumpul di sekitar gedung membahas tugas yang harus dibawa esok hari.

Di tempat parkir Pak Memet sudah menunggunya. Ia segera menghampiri Ririn dan membawakan tasnya. Ririn segera masuk kedalam mobil.

...***...

Sesampainya di rumah, Ririn segera melaksanakan shalat ashar. Setelah itu, barulah ia mandi.

"Bi, masak apa? harum masakannya enak sekali."

"Capcay dan ikan kerapu saos asam manis."

"Pantas saja... harumnya enak..."

"Mau makan sekarang Bu?" tanya Bi Isah.

"Nanti saja tunggu Bapak... tolong buatkan jus saja Bi."

...***...

Terdengar suara mobil masuk kedalam halaman, Ririn segera keluar rumah, hendak menyambut kedatangan Devan.

"Assalaamualaikum," Ririn mencium tangan Devan kemudian menggelayut di lengannya mengajak masuk ke dalam rumah.

"Duduk dulu Mas, aku buatkan es jeruk kesukaan Mas ya?"

"Sekalian makan aja dulu... tadi aku nggak sempat makan siang karena sibuk sekali."

"Sesibuk apapun, Mas harus tetap menyempatkan makan, mungkin hanya makan waktu sepuluh... aku takut Mas Devan nanti sakit", kata Ririn sambil menggandeng Devan ke arah meja makan.

"Apa boleh aku menelpon atau mengirim pesan ketika Mas di kantor... atau ketika Mas sedang bersama Mbak Citra?" agak ragu Ririn bertanya perihal ini kepada Devan.

'Kirim pesan saja," kata Devan sambil menatap Ririn.

Selama ini Ririn tidak pernah berani untuk menelpon Devan ketika ia ada di kantor atau ketika ia bersama Citra.

Ririn juga tidak pernah berani menelpon atau mengirim pesan kepada Citra ketika Citra sedang bersama Devan.

Terkecuali kalau Devan atau Citra yang menelpon Ririn terlebih dahulu, ia dengan sigap segera menjawabnya.

Sebagai istri kedua, Ririn merasa kalau ia tidak memiliki Devan seutuhnya. Dan terhadap Citra... Ririn takut menyakiti hatinya.

"Baiklah... mulai besok aku akan mengingatkan Mas untuk makan," Ririn tersenyum lebar, menyembunyikan luka dihatinya.

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, hadiah, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!