Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Pagi hari dirumah Adel
Adel bangun dari tidur nya dengan mata yang sembab rambut yang acak acakan dan riasa yang berantakan.
Adel bangun lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Adel berendam air hangat untuk menenangkan dirinya. setelah puas berendam Adel keluar kamar mandi lalu memakai kaos polos tanpa lengan yang terlihat gombor di badan nya serta celan pendek yang terlihat seksi. lalu menyisir rambut nya agar terlihat rapi
Adel turun kebawah untul sarapan. Bika Wati sudah menyiapkan sarapan untuk Adel.
" non Adel nggak kerja? kok masih pakai baju santai?" tanya bik Wati.
" nggak bik aku mau kerja di rumah aja" ucap Adel
" maaf non bibik mau minta iji pulang kampung sodara bibik ada yang sakit non di kampung" ucap bik Wati
" oh iy bik nggak papa pulang aja kasian sodara bibik" ucap Adel
" makasih ya no nanti sore bibik berangkat no " imbuh bik Wati
" iya bik eh tunggu dulu bik" panggil Adel ke bik Wati yang akan kembali ke dapur
" iya non ada yang bisa bibik bantu?" bik Wati
" bibik tunggu sini dulu ya aku naik sebentar" pinta Adel
" iya non" bik Wati
Adel naik ke atas kembali ke kamar nya lalu membuka tas nya mengambil sejumlah uang dan dimasukkan kedalam amplop coklat. lalu rurun kebawah menemui bik Wati.
" ini bik ada sesikit uang buar sodara bik Wati agar sedikit mengurangi beban biaya sodara bik Wati " ucap Adel
" ya Allah non maksih banyak non. non Adel sudah banyak membantu bibik. makasih banyak ya non" bik Wati menangis
" iya bik sama sama. bibik berangkat sekarang aja biar aku anter ke terminal" ucap Adel
" nggak usah non biar bibik berangkat sendiri saja" ucap bik Wati
" udah bik nggak papa biar aku antar ya" ucap Adel lembut
" baik non bibil ambil tas bibil dulu ya non" ucap bibik
Bik Wati mengambil tas nya lalu kembali ke meja makan.
" sudah siap bik? ada yang tertinggal nggak? di inget inget dulu bik? Adrl
" sudah semua kok non" bik Wati
" ya sudah yuk berangkat" Adel
Adel dan bik Wati masuk ke dalam mobil. Adel melajukan mobilnya ke terminal.di tengah perjalanan bik wati yang sedari tadi memperhatikan wajah Adel pun mulai berbicara ke Adel.
" non Adel lagi ada masalah ya sama den Adam?" tanya bik Wati
" bukan maksus bibik mauikut campur non tapi bibuj nggak tega lihat non Adel sedih seperti ini. apa kita kembali aja no biar bibik temani non Adel di rumah" Bik Wati
" aku nggak papa kok bik. aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri bibik nggak usah kawatir yang penting setelah urusan bibik di sana sudah selesai bibik balik lagi ya ke rumah Adel" ucap Adel
" pasti non bibik akan kembali lagi kerumah no Adel" bik Wati
" makasih ya bik" Adel mulai memerah matanya karena ingin menangis namun di tahan karena takut bik Wati kawatir.
" iya non. non Adel harus kuat ya semua masalah akan berahir dengan kebahagiaan non. yang sabar ya non" bik Wati di angguki oleh Adel.
Mereka telah sampai di terminal bis bik Wati keluar dari mobil. Adel masih tetap di dalam mobil.
" makasih ya non sudah nganterin bibik. non Adel jaga kesehatan ya saat bibik nggak ada. jangan makan yang pedes pedes" bik Wati
" iya bik pasti" Adel tersenyum ke arah bik Wati
" Adel balik dulu ya bik. bibik hati hati di jalan " Adel
" iya non" bik Wati
Adel melajukan mobil nya menuju rumah lama. Adel telah sampai di rumah lama namun Adel melihat mobil yang tidak asing buat dia. Adel meneliti mobil teesebut seketika wajah Adel berubah menahan amarah nya
Adel keluar dari mobil nya lalu berjalan ke arah rumah nya.
" ngapain kamu datang ke rumah ku?" ucap Adel marah
" Adel aku ingin...." Adam
" aku sudah bilang kan ke kamu jangan pernah menemui ku lagi apa kamu tuli?" Adel marah
" sekarang kamu pergi dari rumah ku. PERGI " teriak Adel
" Adel aku mohon demgarkan dulu penjelasan ku" Adam kembali memohon ke Adel
" PERGI aku nggak mau lihat kamu lagi. aku nggak mau dengar penjelasan kamu lagi. aku sudah tau semuanya. pergi" ucap Adel berjalan melewati Adam.
Adam memegang tangan Adel ingin menarik Adel dalam pelukanya namun yang di dapat Adam tamparan dari Adel
plaaaak
" jangan pernah sentuh aku dengan tangan mu yang kotor itu. aku jijik" ucap Adel lalu masuk ke dalam rumah nya dan mengunci pintu rumah nya dari dalam.
Adam masih mematung di depan pintu rumah Adel dan masih memegangi pipinya yang di tampar oleh Adel.
" Adel aku nggak akan pergi dari rumah ini sebelum kamu memaafkan aku" teriak Adam di depan rumah Adel
Adel naik ke kamar nya. lagi lagi Adel menangis di dalam kamar nya. setiap melihat Adam, Adel teringat dengan penghianatan Adam terhadap nya.
" kamu jahat Adam kamu sangat jahat kenapa kamu nyakitin aku. apa salah ku ke kamu" Adel menangis
" aku sudah menuruti kemauan kamu aku juga sudah membuka hati ku untuk kamu tap apa yang aku dapatkan. apa balasan yang kamu berika ke aku"
" aku harus gimana lagi Adam. sudah dua kali kamu nyakitin aku. apakah ungkapa cinta mu hanya ungkapan semata. apa aku tidah berharga buat kamu"
" kenapa Adam kenapa" ucap Adel yang masih menangis di dalam kamar.
Adel menangi histeris di dalam kamar tanpa ia sadari dia tertidur karena lelah menangis.
Adam masih berada di luar rumah Adel dia setia menggu Adel di depan rumah. Adam terus berucap kata maaf pada Adel namu tidak terdengar oleh Adel.
" Adel maafin aku sayang" ucap Adam lirih dia mulai menangisi kebodohanya.
Pada saat itu Andre dan Nanda ke rumah Adel karena mereka tau kalau Adel di rumah lama sekarang ini.
Andre dan Nanda turun dari mobil dan melihat Adam yang sedang terlihat kacau di depan rumah Adel. Andre mulai menghampiri Adam.
" apa yang elo lakuin di sini?" tanya Andre
" Andre . tolongin gue Ndre Adel marah sama gue dia salah paham sama gue Ndre bukan maksud gue buat ngehianatin dia. gue sayang sama dia Ndew gua nggak bisa hidup tanpa dia Ndre tolong bantu gue jelasin ke Adel Ndrs" ucap Adam menangis di depan Andre.
" lebih baik elo pulang dulu biar Adel tenangin diri nya dulu. ayo gue anter pulang" ucap Andre
" gue nggak mau pulang Ndre gue mau di sini" ucap Adam
" ayok pulang dulu" Andre mulai meninggikan suaranya.
" gue nggak mau" ucap Adam menghempaskan tangan Andre
Karena emosi Andre memukul wajah Adam
buak....Adam tersungkur di lantai rumah Adel dengan darah yang keluar di sudut bibir nya.
" Andre apa yang kamu lakukan" teriak Nanda
Nanda menhampiri Adam dan membantunya berdiri.
" pak Adam nggak papa kan?" tanya Nanda.
" lepas Nanda saya memang pantas mendapat kan pukulan ini" Adam
" ayo pukul lagi gue Ndre pukul lagi bunuh gue sekalian. buat apa gue hidup Ndre orang yang gue sayang nggak mau maafin gue Ndre bunuh gue Ndre bunuh gue" Adam menangis di depan Andre Adam terduduh bersimpuh di depan Andre lalu menangis.
" bunuh gue Ndre" ucap Adam lirih.
" ayo gue anterin elo pulang dulu. Kasih Adel waktu buat tenangin dirinya" ucap Andre berjongkok di depan Adam lalu memapah Adam masuk ke dalam mobil nya.
" kamu pulang sendiri nggak papa kan?" tanya Andre ke Nanda
" iya nggak papa aku pulang sendiri nanti" ucap Nanda
" aku pergi dulu ya" pamit Andre dan di angguki oleh Nanda.
# makasih ya kak untuk semangat nya yang di berikan ke saya.
# saya senang karena cerita yang saya buat bisa kalian sukai
# jangan luka di like ya kak dan juga vote nya juga
# terima kasih banyak
# selamat membaca
😊😊😊🙏🙏🙏
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.