semoga kalian para pembaca suka dengan novel pertama ku ini, maaf jika banyak penulisan yang salah
happy reading readears
salam manis dari penulis 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epispde 34
Keesokan paginya, saat cahaya matahari pagi mulai menyusup dari balik gorden. Kila terbangun dari tidur nyenyaknya. di buka nya perhalan mata yang menolak untuk bangun itu.
" Ehhh aku di kamar. " bingung nya.
ia pun membuka selimut yang membungkus tubuhnya. " Baju ku?? kenapa sudah di ganti. " di lihatnya Henry yang masih tertidur lelap. " dia tidak melakukan apa pun kan semalam?? aduhhhh bagaimana ini?? bagaimana jika dia melakukan sesuatu pada ku. hikssss. "
" Berisik" kata Henry tiba-tiba dengan mata yang masih terpejam. Kila pun langsung refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya. " Hey gadis bodoh, jangan berfikir terlalu jauh. memangnya apa yang bisa aku lakukan pada tubuh datar mu itu hah??"
huuufffftttt untung lah, berarti semalam tidak terjadi hal-hal yang aneh. benaknya.
" maaf kan saya tuan. "
ehhh kenapa aku minta maaf pada lelaki ini, wajar kan kalau aku berfikir yang aneh. ahhh sudah lah yang penting aku tak apa-apa.
mendengar Kila memanggilnya dengan sebutan tuan mebuat Henry terperanjak dari tidur nya.
" Kau bilang apa tadi?" tanya nya dengan tatapan mematikan.
" ma... maaf kan saya Henry. " ulangnya dengan gugup.
" sekali lagi aku mendengar kau memanggil ku tuan kau akan mendapat hukuman yang berat. mengerti?!!!!"
" i... iiya Henry. "
****
Siang hari nya Kila hendak makan siang bersama Dinda di kantin kampus.
" aku boleh gabung makan di sini??" kata seorang laki-laki dengan perawakan tinggi tidak terlalu putih. namun sangat menawan. ya itu kak Jefry.
" kak???? " kata Kila.
" Siapa Kil?? " tanya Dinda.
" Perkenal kan saya Jefry, tetangga Kila di Indonesia. " sambil menyodorkan tangan tanda ingin bersalaman.
" ahh saya Dinda teman nya Kila. silahkan duduk kak."
Jefry pun duduk di samping Kila, sedangkan Kila masih terpaku dengan kedatangan kak Jefry.
" Kila. kok bengong sih. " kata Jefry.
" Ah iya maaf kak. " kata Kila.
" Emm sepertinya kalian butuh waktu untuk ngobrol berdua deh. aku pergi duluan ya. ada buku yang harus ku cari di perpus. "
" Tapi Din. "
" udah nggak ada tapi, dahhhh Kil, dah kak. "
" Dahh Din. " kata Kila, sedang kan jefry hanya melambaikan tangannya.
setelah Dinda pergi, Kila membuaka suara.
" kok kakak bisa tau aku kuliah di sini?? "
" aku tanya sama papa kamu. "
ahhh papa, ternyata dia masih ingat pada ku, tapi bahkan dia tidak perna menelpon sekali pun untuk menanya kan kabar ku.
" ohh." jawabnya getir.
" Kil, are you okay??" sambil mengenggam tangan Kil.
" ya kak I'm okay. " sambil menampak kan senyum terpaksanya.
" Kamu masih ada kelas hari ini? "
" ada kak, tinggal satu kelas lagi. kenapa kak. "
" kamu boleh izin nggak masuk nggak, kakak mau mengajak kamu ke tempat yang paling kamu suka, kakak yakin selama kamu di sini pasti kamu belum perna kesana. "
" Emmm boleh sih kak, tapi aku nggak bisa pulang lama-lama. "
" nggak akan lama kok, "
" okay kalo gitu, aku chat Dinda dulu ya kak. biar dia izinin aku ntar ke lecture. "
beberapa menit kemudian.
" udah kak, ayo pergi sekarang aja biar pulangnga nggak terlalu sore.
" as you wish my princess. "
" ihhh apa sih kak. "
samabil menepuk bahu Jefry.
" tapi sebelum itu tutup mata kamu dulu ya. "
mengeluarkan sebuah shyal dan mengikatnya untuk menutup ke dua mata Kila.
Kila pun hanya menurut saja tanpa perlawanan apa pun, karena dia sangat mempercayai Jefry.
dari kecil Jefry lah yang selalu ada untuknya, saat dia sedih dan membelanya saat ia di tindas.
****
" udah sampai nih Kil. " membantu Kila turun dari mobil dan berjalan memasuki tempat tersebut.
" udah boleh di buka nggak kak penutup matanya "
" Udah, kakak bukain ya. "
perlahan Kila membuka matanya. sangat terkejutnya ia melihat sebuah taman bermain yang begitu besar.
" kak.... hiksss"
" Kamu kok nangis Kil, kamu nggak suka ya aku bawa kesini. " sambil mengusap air mata gadis itu.
Kila pun menggeleng.
" Suka, suka kak, suka banget. makasih kak. " dengan refleks Kila memeluk Jefry dan Jefry pun membalas pelukan itu.
" kalau kamu suka jangan nangis dong, gimana Kalau kita langsung main aja. kamu mau naik apa?? "
Kila pun menjawab dengan antusias.
" Biang lala ya kak, boleh kan kak, boleh kan. "
" iya boleh." mengelus pelan kepala Kila. "kamu memang nggak perna berubah ya. "
" memang nya aku ultraman apa yang bisa berubah kak. "
" pinter banget jawab nya ya. " mencuil hidung Kila gemas.
" ajaran dari siapa dulu dong, kak jefry gitu loh. "
up-nya....
semakin seruh saja....
lanjut thor... jangan lama2 donk up-nya..