NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CUKUP SEKALI SAJA

Seperti yang dikatakan, Leo datang ke pondok Agatha sekitar jam 10 malam setelah menyelesaikan laporan ke kantor atas penyergapan pemberontak Skotland.

Tok..tok..tok..

Leo dengan sopan mengetuk pintu sebeluk bertamu. Agatha sedang menuliskan sesuatu di buku yang ia dapatkan dari Eliza tadi siang.

Langsung saja ia simpan buku itu dan berdiri. Lalu berjalan membuka pintu.

"Lain kali jangan membuatku menunggu lebih dari 3 detik atau pintu ini akan kudobrak" ancam Leo saat baru saja berhadapan dengan Agatha kemudian langsung menyelonong masuk.

"Apakah pintunya perlu aku tutup kembali?" tanya Agatha.

"Jika kamu ingin tubuhmu tanpa pakaian terekspos kepada semua penghuni kediaman ini, aku tidak masalah" jawab Leo yang sudah duduk di kursi yang ada didalam pondok.

Agatha pun langsung menutup pintu mendengar sarkasme pria yang menyanderanya.

"Duduklah di tepi ranjang itu" suruh Leo.

Agatha lagi lagi menurut tanpa protes.

"Adikmu baik baik saja selama kamu tidak bertingkah" celetuk Leo.

"Jika kamu menurut dan tidak melakukan hal aneh, mungkin setiap 3 bulan sekali aku akan mempertemukan kalian" lanjutnya.

Agatha hanya mendengar tanpa mengeluarkan suara.

Leo memperhatikan isi pondok yang sudah rapi dan bersih.

Aroma wanita sudah mulai menyeruak, bukan aroma debu lagi.

"Kamu sudah meminum obat yang tadi aku titipkan kepada Eliza?" tanya Leo.

Agatha mengangguk.

"Apa suaramu hilang hah? Dari tadi kamu tidak berbicara" sindir Leo.

"Ingat apa yang anda katakan tadi siang, Sir. Anda mengatakan jika bertemu dengan anda lebih baik saya diam" sahut Agatha berani.

"Hahahaha...memang anak pemberontak selalu memiliki daya ingatan yang kuat" ujar Leo.

"Tapi aku ingin saat kita berdua, kamu harus berbicara membalas omonganku dengan baik" lanjutnya.

"Baik, Sir" ucap Agatha menurut.

"Jadi, apakah kamu sudah meminum obatnya? Kamu tau obat apa itu?" tanya Leo.

Agatha mengangguk.

"Apa anggukanmu bisa membuatmu menjelaskan apa yang kamu pahami tentang obat itu?" tanya Leo.

"Saya rasa anda tidak ingin memiliki anak dengan pemberontak seperti saya maka dari itu anda memberikan obat pencegah kehamilan" jawab Agatha.

Leo tersenyum tipis.

"Wanita ini benar benar pintar dan berani" batinnya.

"Benar. Ingat Agatha, jangan sampai kamu melewatkan obat itu sehari pun. Jika sampai kamu hamil, aku tidak akan segan segan membunuh adikmu lalu dirimu secara bergantian" ancam Leo.

Deg.

Hati Agatha langsung menciut dan amarahnya tertahan saat Leo lagi lagi menggunakan adiknya sebagai ancaman.

"Mengerti?" tanya Leo memastikan.

"Ya, saya mengerti" jawab Agatha.

Beberapa detik kemudian, Leo berdiri dan berjalan mendekat kearah ranjang menghampiri wanita penghuni pondok.

"Layani aku" ucapnya.

Agatha menelan ludah kasar.

"Saya tidak tau harus melayani anda seperti apa, Sir. Anda tau sendiri bahwa saya tidak berpengalaman" ujar wanita itu.

"Kekasihmu sangat rugi meninggalkan mu tanpa pernah terlayani dan aku yang mendapatkanmu" sindir Leo saat berdiri didepan Agatha dan memandang wajah wanita itu dibawahnya.

"Baiklah, kita akan sama sama belajar memuaskan diranjang" ucapnya kemudian.

Agatha sedikit curiga.

"Sama sama belajar?" batinnya.

Leo pun mendorong tubuh Agatha untuk berbaring di ranjang dengan dress yang masih lengkap.

Pria ini menatap wajah Agatha dengan perasaan aneh.

"Kenapa wanita ini terlihat begitu menggoda dan cantik disaat seperti ini?" batinnya.

Tangan kekarnya terangkat mengelus pipi Agatha.

"Sangat lembut" batinnya lagi.

Agatha bisa melihat warna iris mata biru milik Leo yang bersinar menatapnya.

Leo mencium bibir merah Agatha berlahan. Awalnya, Agatha tidak merespon, tapi beberapa detik setelah merasakan kelembutan bibir pria yang menciumnya, ia pun secara reflek menerima perlakukan Leo.

"Kenapa dengan pria ini? Kenapa bisa selembut ini?" batin Agatha yang berperang dengan pikirnya.

Tangan Leo sudah tak tahan untuk bergerilya menerobos dress milik wanita dibawahnya. Ia meraba dan memegang bagian sensitif Agatha hingga wanita itu mengeliat.

"Aaaakh!!" lolos lah suara sexy Agatha.

Mendengarnya, Leo semakin terbakar gairah.

Langsung saja kelembutannya hilang dan menjadi lebih bringas.

Ia merobek dress Agatha hingga langsung terbuka bagian depannya.

Kreeeeek!!!

Agatha yang terkejut refleks menutup bagian tubuh depannya dengan kedua tangan.

Leo tersenyum menyeringai.

"Lepaskan tanganmu, tubuhmu ini milikku" ucapnya.

Lalu Leo langsung melepas pakaiannya satu per satu hingga polos.

Setelah itu, ia mulai mengangkat tubuh Agatha untuk duduk dipangkuannya.

Sekedar informasi, tadi siang setelah memberikan obat dan kembali ke ruangannya, ia membaca buku tentang hubungan dengan wanita. Dalam 30 menit, buku itu ia selesai baca. Isinya adalah bagaimana hubungan ranjang antara pria dan wanita terjadi dengan berbagai gaya.

Dan posisi pangku seperti ini, memudahkan tahap awal seorang pria dan wanita bersama.

Meskipun Leo baru pertama melakukan hal ini, tapi ia berusaha terlihat profesional didepan Agatha.

Namun memang pengalaman tidak bisa menipu, Leo kesulitan untuk mendudukan Agatha tepat dimiliknya hingga, wanita itu pun bertingkah.

"STOP! JANGAN BANYAK BERGERAK!!" teriak Leo frustasi.

Agatha pun diam, tapi ia mulai sadar bahwa pria yang menyanderanya ini belum berpengalaman juga sepertinya.

"Apakah anda juga pertama kali melakukannya, Sir?" celetuk Agatha.

Leo menatap tajam kearah wanita dipangkuannya untuk menutupi rasa malu.

"Setelah ini, aku akan lebih berpengalaman" sahutnya dan beberapa detik kemudian, miliknya menemukan tempat yang tepat.

"AAAAKHHH!!!" teriak keduanya bersamaan tanpa sadar dan spontan.

Diam beberapa saat ketika menyadari teriakan mereka serempak. Ada secuil perasaan aneh diantara kedua musuh ini.

"Bagaimana aku bisa berteriak seperti itu saat bersama pria brengsek ini?" batin Agatha.

"Bagaimana dia bisa ikut berteriak seperti ku? Apakah dia menyukainya?" batin Leo.

Beberapa saat diam, milik Leo mulai gelisah. Rasa tekanan didalamnya semakin ingin membuatnya mulai bergerak.

Kedua tangan Leo memegang kedua pinggang Agatha dan menggerakkan berlahan naik turun.

Kedua tangan Agatha, dikalungkan di leher Leo.

Keduanya benar benar dalam posisi yang tidak seharusnya dilakukan oleh musuh.

Semakin lama, keduanya semakin merasa nyaman dan menikmati, hingga yang awalnya pelan, gerakan itu semakin cepat.

Karena Leo baru pertama kali merasakan gairah yang tersalurkan seperti ini, tanpa bisa ia tahan, semburan hangat keluar didalam tanpa penahan apapun.

Agatha yang merasakan hal itu malah menekan miliknya dan memeluk Leo erat.

"AAAAAAKHHH!!!" desahan keduanya kembali terdengar.

Nafas mereka sama sama tersengal.

"Begini rasanya" batin Leo yang merasa sangat puas.

"Apakah cairan hangat yang masuk ke milikku ini yang nantinya bisa membuatku hamil?" batin Agatha.

Mereka berdiam beberapa saat, hingga cairan pun keluar dengan sendirinya karena terlalu penuh didalam, membuat tubuh bagian bawah mereka basah.

"Ingat, Agatha. Jangan sampai kamu hamil" celetuk Leo saat dirinya sudah mulai tenang.

Agatha mengangguk.

"Saya mengerti, Sir" sahutnya.

Leo pun mendorong Agatha untuk turun dari pangkuannya. Lalu melihat cairan putih berceceran dibawah lantai.

"Mandikan aku sekarang. Tidak mungkin aku keluar pondok dengan keadaan kotor seperti ini" minta Leo lalu berjalan lebih dulu ke kamar mandi.

Agatha mengikuti dari belakang.

Di dalam kamar mandi kecil berukuran 2x3 meter itu, Leo benar benar dimandikan oleh wanita sanderanya.

Sentuhan lembut Agatha membuat milik Leo bangun lagi, tapi pria itu mengatakan sesuatu yang membuatnya lega.

"Tidak perlu mengkhawatirkan milikku yang seperti ini, dia akan mulai terbiasa dengan sentuhanmu di tubuhku. Cukup sekali saja jika aku ingin" celetuk Leo.

"Saya mengerti, Sir" sahut Agatha yang sedang menyabuni tubuh Leo.

Saat sudah selesai membersihkan tubuh pria yang menyanderanya kecuali bagian sensitif Leo, Agatha dipersilahkan Leo untuk mandi sedangkan dirinya keluar terlebih dahulu.

Didalam kamar mandi, Agatha membersihkan dirinya dengan air mata yang menetes dipipi.

"Aku benar benar sudah hina. Bagaimana tubuhku merespon sentuhan pria brengsek itu? Bagaimana aku bisa menerima begitu saja sentuhannya tanpa ada penolakan?" batinnya.

"Maafkan aku, Calum" lanjutnya dalam hati saat mengingat sang kekasih.

Tanpa Agatha tau, saat ini Calum juga sedang melakukan hubungan dengan wanita di tempat persembunyiannya.

"Aaaakh!! CALUM!" teriak wanita diatasnya.

Sedangkan Calum hanya diam.

"Kamu sekarang sudah menjadi suamiku. Agatha sudah pergi dan kamu harus membalaskan dendamnya kepada para pasukan inggris itu" ucap si wanita lagi.

"Ayahku jadi pemimpin kelompok ini dan karena kamu sudah menjadi suamiku, maka saat ini kamu adalah penerusnya" lanjut wanita itu lagi.

"Apakah kamu bisa diam, Bel? Jika tidak diam, kita selesai sampai disini saja malam ini" akhirnya Calum berbicara.

"Ah, maaf..baiklah aku akan diam. Selesaikan malam pertama kita" sahut Bella, wanita yang dinikahi Calum untuk mempertahankan kelompok dan membalas dendam akan kepergian kekasihnya.

Calum Stewart, kekasih Agatha, terpaksa menikah dengan Bella Fraser, putri dari tetua kelompok pemberontak Skotland setelah ayah Agatha, Acixo Clemence.

Saat kemarin terjadi penyergapan tentara inggris, beberapa orang berhasil kabur termasuk keluarga Fraser dengan beberapa anak buahnya dari keluarga lain. Calum yang memang pria sebatang kara yang menjadi garda terdepan pasukan pemberontak Skotland, mengutamakan balas dendam meskipun harus dengan menikahi putri dari pemimpin baru kelompoknya.

Dalam sehari semalam, cinta tulus dari sepasang kekasih, antara Agatha dan Calum dihancurkan oleh pengkhianat serta balas dendam.

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!