NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 ruang nomor 13

Tiga hari setelah Perpustakaan XIII ditutup...

Alea dan teman-temannya kembali berdiri di depan bangunan tua Hotel Karunia.

Hotel itu kini sudah kosong.Polisi telah menutup area tersebut sejak lama dindingnya dipenuhi tanaman liar,Jendelanya pecah,Catnya mengelupas.

Namun suasananya tidak lagi terasa menyeramkan.Seolah beban yang selama ini menyelimuti tempat itu telah menghilang.

Naura menatap bangunan itu lama.

"Aneh..."

"Dulu aku selalu merasa diawasi."

"Sekarang rasanya... damai."

Elang mengangguk.

"Mungkin karena semua jiwa yang terikat sudah bebas."

Mereka melangkah masuk.Lobi hotel masih sama seperti bertahun-tahun lalu.meja resepsionis tua,Lampu gantung yang berdebu.

Jam besar yang kini berhenti tepat di pukul 06.00.

Bukan lagi 00.13.

Eleanor tersenyum kecil.

"Itu pertanda kutukannya benar-benar telah berakhir."

Mereka berjalan menuju lift tua pintu lift terbuka perlahan.Namun kali ini...Tidak ada angka 13 yang menyalah anya angka 1 hingga 12.Dimas mengernyit.

"Lalu bagaimana kita ke Ruang Nomor 13?"

Eleanor menunjuk tangga darurat.

"Ikuti aku."

Mereka menaiki tangga hingga lantai paling atas

Di ujung lorong terdapat dinding kosong.

Tidak ada pintu,Tidak ada jendela,Hanya tembok tua yang retak.

Eleanor mengeluarkan delapan gelang merah dari kotak kayu.

"Pegang bersama-sama."

Alea, Naura, Dimas, Raka, Elang, Keanu, Naya, dan Liora menggenggam gelang itu.

Sesaat kemudian...Dinding di depan mereka bergetar.

Grrrrr...

Perlahan...Sebuah pintu kayu muncul dari balik tembok Di atasnya tertulis angka yang sudah lama mereka cari.13

Tidak ada gagang pintu.Hanya sebuah kalimat yang terukir.

«"Masuklah tanpa membawa penyesalan."»

Naura menarik napas panjang.

"Siap?"

Semua saling berpandangan lalu mengangguk.

Alea mendorong pintu itu.

Kreeeek...

Ruangan di baliknya sangat kecil hanya ada sebuah meja, delapan kursi dan sebuah proyektor tua.

Saat mereka masuk...Lampu ruangan menyala sendiri proyektor mulai berputar.

Klik...

Di layar putih muncul sosok yang sangat mereka rindukan.Maya.

Namun kali ini bukan roh Melainkan rekaman video Maya tersenyum hangat ke arah kamera.

"Halo..."

"Kalau kalian sedang menonton ini..."

"...berarti semuanya berhasil."

Alea menutup mulutnya agar tidak menangis.

Maya melanjutkan,

"Kalau aku tidak sempat kembali..."

"...jangan sedih."

"Karena itu berarti kalian sudah berhasil melakukan apa yang bahkan kami tidak mampu lakukan."

Naura menggenggam tangan Alea.

"Kak Maya..."

Suara Maya tetap terdengar lembut.

"Aku meninggalkan ruangan ini agar suatu hari nanti kalian tahu satu hal."

"Bukan keberanian yang menyelamatkan dunia."

"Bukan kekuatan."

"Bukan sihir."

"Melainkan..."

"...orang-orang yang tetap memilih berbuat baik meski hatinya sedang hancur."

Ruangan menjadi sunyi Semua mata mulai berkaca-kaca.

Maya tersenyum untuk terakhir kalinya.

"Kalau kalian sedang bersama sekarang..."

"...berjanjilah."

"Jangan saling meninggalkan lagi."

Video perlahan berakhir.Layar berubah hitam.

Namun tepat sebelum proyektor mati...

Muncul satu kalimat terakhir.

«"Selamat datang di akhir cerita."»

Di bawahnya...Muncul tulisan kecil.

Enam bulan telah berlalu sejak malam terakhir di Hotel Karunia Bangunan tua itu akhirnya dirobohkan.

Di atas tanahnya tidak lagi berdiri hotel yang dipenuhi misteri Sebagai gantinya, dibangun sebuah taman kecil.

Di pintu masuk taman itu terpasang sebuah batu bertuliskan:

«"Kenangan tidak untuk dilupakan, tetapi untuk memberi kita kekuatan melangkah."»

Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Bagi dunia...

Hotel Karunia hanyalah bangunan tua yang akhirnya diruntuhkan.

Hanya delapan orang yang mengetahui seluruh kebenarannya.

Alea kembali melanjutkan sekolahnya.

Ia mulai menulis semua kejadian yang dialaminya menjadi sebuah novel.

Bukan untuk mencari ketenaran.

Melainkan agar orang-orang tahu bahwa menerima kehilangan bukan berarti melupakan orang yang kita cintai.

Di halaman pertama novelnya ia menulis:

«"Untuk semua orang yang pernah kehilangan seseorang. Semoga kalian tetap menemukan alasan untuk melangkah."»

Naura kini jauh lebih ceria Ia tidak lagi dihantui rasa takut.

Setiap kali merindukan orang-orang yang telah pergi, ia datang ke taman bekas Hotel Karunia.

Bukan untuk menangis tetapi untuk mengenang.

Karena kini ia tahu...Kenangan tidak pernah benar-benar hilang.

Elang berhasil pulih dari lukanya.

Bekas luka di dadanya akan selalu mengingatkannya pada malam ketika ia memilih melindungi sahabatnya.

Namun ia tidak pernah menyesali pilihan itu.

"Kalau harus mengulang..."

"Aku tetap akan melakukan hal yang sama."

Raka, Keanu, Naya, dan Liora tetap bersahabat.

Mereka berjanji untuk bertemu setiap tanggal yang sama setiap tahun.

Bukan untuk membicarakan kutukan.

Melainkan untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup bersama.

Dimas...Menjadi orang yang paling berubah Ia tidak lagi menyalahkan takdir.

Ia sering datang ke makam yang dulu diyakininya sebagai makam ibunya.

Kini ia tahu...Makam itu hanyalah simbol perpisahan.

Sambil tersenyum, ia berkata pelan,

"Terima kasih, Bu."

"Aku akan hidup sebaik mungkin."

Eleanor menyerahkan seluruh isi Perpustakaan XIII kepada sebuah museum.

Semua buku tentang Perjanjian Karunia dikunci rapat.Tidak untuk disembunyikan tetapi agar tidak disalahgunakan.

Lucian dan Adrian...Memilih menghilang.Tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi.Namun sebelum berpisah, Lucian berkata kepada Alea,

"Kalau suatu hari dunia kembali dipenuhi orang yang ingin melawan takdir..."

"...ingatkan mereka bahwa mencintai seseorang juga berarti belajar merelakannya."

Suatu sore...

Delapan sahabat itu kembali berkumpul di taman bekas Hotel Karunia.

Mereka tertawa dan Bercerita mengingat semua hal yang pernah mereka lalui.Saat matahari mulai terbenam, angin berembus pelan.

Seekor kupu-kupu putih hinggap di bangku tempat Alea duduk.Alea tersenyum entah kenapa...

Ia merasa Maya sedang mengawasi mereka Bukan dengan kesedihan.melainkan dengan kebanggaan.Alea memandang langit yang berwarna jingga.

Lalu berkata pelan,

«"Selamat tinggal, Hotel Karunia."»

«"Dan... terima kasih."»

Angin bertiup membawa dedaunan langit perlahan berubah gelap.

Namun kali ini...Tidak ada lagi rasa takut.Karena mereka tahu...

Setelah malam yang paling gelap, fajar akan selalu datang.

"Tidak semua kehilangan bisa diperbaiki.Tetapi setiap kehilangan bisa mengajarkan kita cara tetap hidup".

TAMAT.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!