Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyatakan perasaan
...Kiara, Dewi dan Rifki menjenguk Vanes yang masih di rumah sakit, Vanes mendapatkan tiga jahitan di lengannya karena goresan yang di perbuat Bu Saras....
..."Gimana keadaan kamu? Udah lebih baikan?" Tanya Kiara saat mereka baru saja sampai....
..."Sudah Kia, ini udah jauh lebih baik" jawab Vanes tersenyum....
...Kiara duduk di kursi di samping ranjang Vanes, Dewi duduk di pinggir ranjang Vanes yang cukup besar, sementara Rifki duduk di sofa pojokan kamar dan tidak ikut nimbrung, dia hanya memperhatikan tiga sekawan itu ngobrol....
..."Tau gak Vanes, kelas kita kedatangan murid baru" ucap Dewi...
..."Hah? Emang iya?" Tanya Vanes kepada Kiara, Kiara hanya mengangguk sambil tersenyum....
..."Cewek apa cowok?" Tanya Vanes menatap Dewi....
..."Cewek, tapi sifatnya kurang bagus, masa dia deket deketin Rifki terus, habis itu dia juga seperti mencari masalah sama Kiara" jawab Dewi greget....
..."Apaaa? Bisa-bisanya dia deketin calon pacar sahabat ku" ucap Vanes emosi....
..."Hey bilang apa tadi?" Tanya Kiara melotot....
...Hehehe.... Gak bilang apa-apa kok" jawab Vanes cengengesan....
...Rifki yang mendengar penuturan Vanes hanya tersenyum malu-malu....
..."Sorry telat" seorang pria masuk sambil membawa buah-buahan, itu adalah Roy....
...Roy meletakkan buah itu di atas meja dekat sofa, dia lalu duduk di sebelah Roy....
..."Kok Lo tau gue disini?" Tanya Vanes heran....
..."Apa sih yang gue gak tau" jawab Roy singkat....
...Vanes hanya berdecak sebal....
..."Cepetan dong Lo sembuh nya, lama banget sih" ucap Roy menatap Vanes....
..."Lah emang kenapa?" Tanya Vanes....
..."Lo gak inget? Lo masih punya hutang nasi goreng sama gue, kemaren itu Lo udah janji, inget janji itu adalah hutang, dan hutang harus di bayar"...
...jawab Roy...
..."Astaga gue lupa, iyaa iyaa.... Nanti kalo gue udah sembuh, gue bawain deh" ucap Vanes akhirnya, Roy hanya mengangguk sambil tersenyum senang....
...*** ...
...Setelah mengantarkan Dewi, Rifki dan Kiara sedang dalam perjalanan pulang....
..."Mau makan dulu gak sebelum pulang?" Tanya Rifki....
..."Boleh, aku juga sedikit lapar" jawab Kiara....
...Rifki menepikan mobilnya di depan sebuah restoran yang cukup terkenal....
...Mereka masuk dan duduk di dekat jendela....
..."Kamu mau makan apa?" Tanya Rifki sambil membolak-balik buku menu....
..."Kayaknya makan spaghetti enak deh, aku mau pesan spaghetti bolognese aja satu Rif" jawab Kiara....
...Rifki mengangguk setuju....
..."Mbak" Rifki mengangkat tangan nya memanggil waiters....
...Wanita cantik itu datang sambil tersenyum ramah....
..."Ada yang bisa di bantu?" Tanya waiters cantik itu....
..."Kami mau pesan Spaghetti bolognese dua ya, jus lemon dua dan es krim satu" ucap Rifki menyebutkan pesanan nya. ...
...Baik di tunggu sebentar ya" ucap waiters itu ramah....
...Kiara dan Rifki refleks mengangguk dan tersenyum....
..."Suasana nya enak banget ya disini" ucap Kiara memandang kanan kiri sambil tersenyum....
..."Iya, makanya ini jadi salah satu restoran favorit aku, tapi sekarang suasana nya berubah menjadi lebih enak dan nyaman" jawab Rifki....
..."Emang dulu suasana nya beda?" Tanya Kiara...
..."Jelas beda lah, dulu aku kalo kesini sendirian, sekarang sama Lo, jadi suasana nya lebih nyaman" jawab Rifki memandang Kiara dalam....
...Kiara hanya tersenyum kecil tak menanggapi ucapan Rifki....
...Setelah Rifki mengatakan itu suasana nya berubah menjadi canggung, mereka diam satu sama lain hingga makanan datang....
...Mereka makan dengan tenang, Kiara sangat menikmati spaghetti bolognese di hadapan nya, begitu juga dengan Rifki....
...Saat mereka selesai makan, waiters dengan cepat membersihkan meja mereka, dan mengganti nya dengan menu es krim pesanan mereka, es krim itu hanya satu mangkuk, namun dengan porsi yang lumayan banyak, Rifki dan Kiara memakan es krim itu berdua....
...Sedang asyik menikmati es krim, tiba-tiba seorang wanita bergabung di meja Kiara, dan duduk di samping Rifki....
..."Wahh kebetulan banget ketemu disini" ucap Sandra....
...Dengan santai dia mengambil sendok Rifki, dan memakan es krim mereka dengan sendok itu....
..."Eummm es krim ini enak banget, pasti pilihan Rifki" ucap Sandra dengan genit....
...Rifki dan Kiara hanya saling berpandangan dengan aneh....
..."Astaga aku gak sadar sudah memakai sendok bekas Rifki, kamu gak marah kan?" Tanya Sandra kepada Kiara....
..."Itu hanya sendok, aku tak masalah sama sekali, apalagi itu sendok Rifki bukan sendok ku" jawab Kiara....
..."Maaf ya, seperti nya aku merusak kencan kalian, maaf ya Rifki aku gak sengaja pakai sendok mu, aku akan mengambil kan yang baru"...
...ucap Sandra pura-pura sedih....
..."It's okay, lagi pula itu hanya sendok, dan Lo juga gak perlu mengambil sendok yang baru, karna aku bisa memakai sendok yang ini" jawab Rifki sambil menyuap kan es krim ke mulutnya menggunakan sendok Kiara....
...Kiara memandang nya dengan kaget, sementara Sandra terlihat melengos jengkel....
...Rifki mengusap ujung bibir Kiara,...
..."kamu tuh kalo makan jangan belepotan gitu kenapa sih, kan aku jadi gemes" ucap Rifki tersenyum manis, padahal di ujung bibir Kiara tidak ada sisa makanan yang menempel....
...Kiara tak menjawab apapun, jantung nya berdebar tak menentu....
..."Yaudah kita pulang yuk, kasian pacar aku, pasti kesel es krim nya di makan orang lain seenaknya, biarkan saja es krim bekas itu untuk dia, aku akan membeli kan mu yang baru" ucap Rifki menggenggam tangan Kiara....
...Kiara yang masih belum mencerna apa yang di katakan Rifki hanya bisa bangkit dan mengikuti Rifki....
...Sementara Sandra tampak kesal dengan ucapan Rifki....
..."Sialan, dasar bajingan" ucap Sandra kesal sambil membanting es krim di depannya. ...
...Setelah membayar Bil, Rifki tetap menggenggam tangan Kiara dan masuk ke mobil....
...Kiara masih bungkam seribu bahasa....
..."Maaf ya ucapan gue tadi" ucap Rifki saat mereka baru saja masuk ke mobil....
...Dia merasa tak enak karena melihat Kiara yang terus saja terdiam....
..."Hah? Ucapan yang mana?" Tanya Kiara....
..."Yang di restoran tadi, abis gue kesal banget sama Mak lampir satu itu, gak bisa bikin hidup tenang" jawab Rifki sewot....
..."Ohh... lya gak papa" ucap Kiara tersenyum canggung....
...Rifki menggenggam tangan Kiara erat, di pandang nya mata Kiara dengan lekat....
..."Tapi kalo gue beneran mau jadi pacar Lo boleh gak?" Tanya Rifki bersungguh-sungguh....
..."Hah? Maksud kamu?" Tanya Kiara tak mengerti....
..."Gue suka sama Lo Kia, gue dulu ikut ngebully Lo juga karena gue pengen cari perhatian sama Lo, tapi Lo sama sekali gak gubris, sekarang gue pengen lebih dekat sama Lo, gue pengen jagain Lo lebih dari teman dari yang apa yang di minta papa Lo, gue pengen lebih dekat sama Lo, apa Lo mau jadi pacar gue?" Tanya Rifki sambil memandang Kiara lekat....
...Kiara tak bisa menjawab apapun, ini adalah pertama kalinya dia dekat dengan pria, ini juga pertama kali nya dia di tembak oleh pria yang di anggap nya sebagai teman baiknya, dia merasa ini terlalu cepat untuk nya....
..."Maaf Rif, aku gak bisa jawab sekarang, aku merasa ini terlalu cepat, kasih aku waktu" jawab Kiara melepas kan genggaman tangan Rifki....
...Rifki memandang tangan Kiara dengan sedikit kecewa, tapi dia mencoba untuk tetap tersenyum....
..."It's okay, gue ngerti, gue akan kasih Lo waktu untuk berpikir, ambillah waktu sesuka Lo, setelah Lo sudah yakin dengan keputusan Lo, kasih tau gue, dan gue minta, setelah ini kita jangan ada yang merasa canggung, gue pengen walaupun gue sudah mengatakannya hal ini, kita tetap berteman baik seperti biasanya" ucap Rifki tersenyum hangat....
...Mendengar itu Kiara dengan cepat mengangguk dan tersenyum....
..."Okayy" jawab Kiara menampakkan giginya tersenyum Pepsodent. ...
...Rifki tersenyum mendengar jawaban Kiara, dia menyalakan mobilnya dan pergi mengantarkan Kiara pulang....
...Bersambung........