NovelToon NovelToon
MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:20M
Nilai: 4.7
Nama Author: linasolin

Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.

Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.

Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

🌛🌛🌛

"Semuanya 20 ribu pak" ucap kasir itu kepada laki-laki itu, dia pun menyerahkan kartu debitnya kepada kasir itu.

"Maaf pak, untuk pengguan debit minimal belanja 150rb" jawab kasir itu.

"Owhh begitu ya, yaudah bayar sekalian punya mbak ini" ucap Jhosua menatap Via yang berdiri dibelakangnya.

Selesai membayar tidak lupa Via mengucapkan terimakasih kepada laki-laki yang membayarnya tadi di suwalayan.

"Terimakasih ya, kalau kamu mau boleh mampir kerumah makan didepan, saya jualan disana saya traktir deh" ucap Via menunjukkan rumah makan sederhana.

"Lain kali saya mampir, soalnya mama saya lagi menunggu dikantor saya duluan ya" ucap laki-laki yang bernama Jhosua itu.

*****

Saat Via sudah sampai dirumah makan itu Via duduk dikursi, lalu mengambil hpnya dari laci yang sedang berbunyi.

"Siapa yang menelfon?" Batin Via saat nomor baru masuk menelfonnya.

"Hallo".

"Dari mana aja sih ngangkat telfon susah amat" tanpa bertanya Via tau siapa yang menelfon, dia pasti Derson siberuang kutub yang suka marah-marah.

"Maaf tadi aku dari swalayan beli cemilan HP ketinggalan" jawab Via jujur.

"Jam berapa pulang, ini sudah jam 1?".

"Aku biasanya pulang Jam 4, ada apa ya?".

"Cepat pulang aku lagi dirumah".

Tut....

Panggilan langsung dimatikan oleh Derson tanpa menunggu jawaban dari Via.

"Dulu nggak mau melihat wajah ku, sekarang nyariin" batin Via.

Tanpa menunggu lama Via langsung bergegas pulang, jangan sampai beruang kutub itu marah, sesampainya dirumah Via langsung masuk tapi tidak melihat ada Derson diruang tamu.

"Dia dimana sih? buat susah saja" Via sangat kesal dengan Derson, karena lelah Via mendudukan bokongnya disofa.

"Baru sampai ya?" Derson datang dari atas sudah menggunakan baju santai.

"Iya barusan sampai, ada apa nyuruh cepat pulang?" Tanya Via.

"Nggak ada apa-apa" jawab Derson tidak tau malunya duduk disamping Via.

"Tapi kok kamu nyuruh aku pulang?".

"Suka hati ku mau menyuruhmu pulang atau menyuruhmu diam dikamar semuanya aku yang mengatur" jawab Derson kini tangannya memegang remot untuk menghidupkan TV.

Mendengar ucapan Derson, Via hanya diam tidak berkutik sama sekali, karena salah dikit saja Derson akan berbuat kasar padanya.

"Kenapa diam? nggak terima ya?" Tanya Derson saat melirik Via tidak menanggapi ucapannya. Via langsung melihat kearah Derson yang saat ini tersenyum nakal kepadanya.

"Untuk apa bicara salah bicara sedikit saja nanti saya yang kena imbasnya" jawab Via menyindir.

"Makananya jangan pancing saya marah, mulai besok antarkan saya makan siang kekantor".

"Baiklah akan saya antarkan, apa saya sudah boleh pergi kekamar?" Tanya Via.

"Silahkan" jawab Derson lalu mematikan TV, Derson juga kembali kekamarnya.

****

Via merebahkan badannya dikasur dia mengingat tingkah Derson sangat aneh belakangan ini, "ternyata dia bukan hanya pembunuh tapi dia juga sudah gila" batin Via.

"Astaga kenapa lagi orang gila ini, baru aku masuk kamar sudah ditelfonnya lagi" ucap Via saat melihat layar hpnya siberuang kutub memanggil.

Via membiarkan panggilan itu lalu membuat mode hpnya diam supaya tidak mendengar suara panggilan itu, via bergegas kekamar mandi untuk menyegarkan badannya.

20 menit Via sudah keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk dibadannya. Via menuju lemari untuk memakai baju rumahan, dari kaca Via melihat pemandangan yang aneh.

Via langsung memutar kepalanya dan betul saja Derson sudah terlentang diatas kasur.

"Kamu kenapa bisa masuk kedalam kamar ku? bukan sudah aku kunci pintunya" Tanya Via heran seingatnya dia mengunci pintu kamar.

"Kamu itu bodoh atau gimana sih, aku ini pemilik rumah ini jadi wajar saja aku bisa masuk dalam kapan aku mau walau kau sudah menguncinya" jawab Derson sambil memandangi tubuh Via yang hanya menggunakan handuk.

"Kamu bisa lenyap kayak difilm-film itu?".

"Haha ternyata kamu wanita paling bodoh yang pernah aku temui, aku bisa masuk karena mempunyai ini bukan lenyap yang kamu katakan itu" jawab Derson menunjukkan sebuah kunci ditangannya.

"Yaudah belakangkan kesini dulu, aku mau pakai baju".

"Sudah ganti saja, aku nggak selera kok sama perempuan jadi jangan mikir aneh-aneh" ucap Derson berbohong.

"Sama saja kamu kan laki-laki, aku nggak mau kamu belakangi aku sekarang" kali ini Derson mengalah kepada Via Derson memutar badannya membelakangi Via.

"Sudah siap" ucap Via saat dia sudah selesai memakai baju, lalu berjalan kearah meja rias.

"Mau ngapain datang kekamar ku?".

"Tidak ada hanya kebetulan lewat saja tadi jadi aku mampir kekamar mu, sinilah aku mau bicara sesuatu sekarang" Derson menggeser tubuhnya dan memberi tempat untuk Via.

"Ngapain harus disitu? aku disini saja kalau mau bicara, bicara saja".

"Mau aku paksa atau datang sendiri?".

Mau tidak mau Via berjalan kearah kasur dimana saat ini Derson merebahkan badannya, Via duduk ditepi ranjang sangat enggan mendekati beruang kutub itu.

Derson meraih tangan Via lalu menariknya hingga Via terjatuh didada Derson, kedua wajah mereka saling berdekatan dan juga mata yang saling memandang, hingga beberapa detik kemudian Via tersadar dengan posisinya.

"Maaf maaf" ucap Via ingin pergi dari hadapan Derson, tapi tidak bisa karena Derson memegangi pinggang Via.

Cup.... satu kecupan mendarat dibibir Via yang marah muda itu.

"Lepas kamu apa-apaan sih" Via kesal dengan tingkah Derson yang berbuat semuanya.

Derson meletakkan Via disampingnya, lalu memeluk Via dalam gemgamannya, "diam jangan banyak bergerak aku mau tidur" ucap Derson.

Melawan pun tidak artinya, akhirnya Via hanya pasrah saja dipeluk oleh Derson, tidak ada perasaan apapun yang dirasakan oleh Via selain dari pada jengkel dan kesal.

Lama Via memandangi wajah Derson yang sudah tertidur lelap, "Kalau saja mama dan papaku masih ada aku pasti tidak berada dalam neraka ini" batin Via tanpa terasa bulir air mata jatuh dari matanya.

"Mah, Pah, saat ini aku tidak bahagia, aku sangat menderita dan untuk Bernafas pun aku tidak bebas. kenapa mama dulu menitipkanku kepada paman padahal saat itu aku sudah dewasa dan bisa mencukupi kebutuhan ku".

Via mengingat momen bersama Papa dan mamanya dirumah kontrakan yang sederhana tapi rasa bahagia selalu menyelimuti mereka, berbeda dengan sekarang hidup diatas kemewahan tapi hidup bagaikan neraka tidak ada kedamaian dan kebahagian.

Via melepaskan pelukan Derson dari pinggangnya lalu berjalan kearah meja rias disana ada photo Via Mama dan Papanya.

"Mah, Pah, Via rindu kalian, Via selalu kesepian tanpa ada kalian disisi Via, maafkan Via tidak bisa hidup bahagia setelah kepergian kalian" Via menangis menumpahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam sambil memeluk bingkai poto itu.

🌛🌛🌛

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya

1
Alfi Nirhays
alfi😄
Nur Halijah
kasihan james🥺
Nur Halijah
malu maluin istri mafia di biyarin naek ojeg onlen 🤣
Nur Halijah
lucu🤣
Nur Halijah
seorang mafia yuci 🤣🤣🤣 gak salah
Nur Halijah
lanjut
Kartina vela
oke
andhist82
Lumayan
Doraemon
mampir Thor semoga bisa baca sampai tamat
SukMa
Luar biasa
Shinta Septiani
Lumayan
cleo ngy
Luar biasa
Ayachi
hanya di novel² kek bgini gess, hanya di novel²
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
total 1 replies
Ayachi
yang bener aja dia punya warung makan sndiri, knp ga bisa masak
Ayachi
Ngadi Ngadi nih Authorrrr😭😭 sekeras apapun KLO udah ditangani dokter pasti bisalah, yakali keperawanan org di kasi sama yg sembarang org😭😭😭
Ayachi
Kerasukan dadarson nih
Ayachi
Gimana ga mo kurus, Tekanan Batin+Makan hati org hidup sama Lo Dadarsonnn
Ayachi
bener sihh thorr, TPI KLO udah disajikan makanan enak gitu, bodo amatlah sama si dadarson itu, mnding nikmati makanannya
Ayachi
Sakit Anjeng, sini gw cekek lo+jambak lo, di kira batu apa ga bisa merasa sakit
Ayachi
Klo gw mah dpat suami kek Aderson it's my dream bngett, seharian di kmaar rebahan, nnton, makan, main hp, tidurr tanpa ada yg gangguin beuhhh Berasa hidup di surga dehh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!