Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Alan berlari terburu buru begitu mendengar kabar kalau Gwen dan David datang menemui Kai. Walaupun sedang rapat tapi Alan lebih khawatir kalau mereka berdua melalukan perbuatan yang membahayakan Kai. Saat ini Alan memegang perusahaan milik Kai yang tidak diketahui oleh orang lain termasuk orang tuanya sendiri. Selama Kai belum pulih, Alan menggantikan semuanya tapi Kai tetap mengawasi dibalik layar.
"Tuan tidak apa-apa?" Tanya Alan dengan nafas ngos-ngosan seperti di kejar hantu.
"Aku tidak apa-apa. Kau sendiri kenapa berlarian seperti itu? Apa terjadi sesuatu?"
"Saya khawatir tuan kenapa-kenapa" wajah Alan terlihat cemas.
"Memangnya aku kenapa?"
"Bukankah tadi manusia-manusi itu menemui anda?"
"Oh mereka, sudah dibereskan oleh dokter Temmy" jawab Kai sambil tersenyum. Alan melongo. 'dokter Temmy? bukankah semuanya memangnggilnya dokter Lynn?' fikir Alan.
"Kenapa kau malah bengong?"
"Itu tuan, saya hanya sedikit aneh, biasanya orang-orang memanggilnya dokter Lynn. Tapi anda beda, seperti ada sesuatu?" Kai malah tambah tersenyum lebar.
"Bagaimana menurutmu tentang dia?"
"Maksud anda dokter Lynn?"
"Iya siapa lagi? Masa aku tanya tentang bi Wati?" Dengus Kai kesal.
"Tuan hari ini anda aneh sekali, mohon maaf tapi anda terlalu banyak bicara, anda yakin tidak apa-apa? Obat anda sudah diminum kan?" bukannya menjawab pertanyaa Kai, Alan malah banyak bertanya.
Kai yang geram pun memukul lengan Alan dengan buku yang ada di tangannya.
Plakk..
"Aw, kenapa anda memukul saya?" protes Alan.
"Aku bertanya kepadamu, bukannya dijawab kau malah bertanya balik dan mengataiku cerewet" omel Kai.
"Dokter Lynn tentu saja cantik, baik, pintar dan menguasai 4 element, dia mungkin titisan avatar, selain itu juga dia juga menguasai hal-hal ghaib, sangat sempurna sih ya tapi minusnya dia sangat matre" jawab Alan blak-blakan.
"Kalau masalah uang tenang saja, aku bisa memberikannya"
"Maksud tuan?"
"Apa menurutmu dia cocok denganku?"
"Sangat cocok, tunggu dulu, apa tuan menyukainya?"
Kai kembali tersenyum.
"Mungkin" jawabnya singkat.
"Sejak kapan?"
"Mungkin sejak dia mengatasi David dan Gwen"
"Bagaimana caranya?"
"Kau lihat saja cctv ini" Kai menyerahkan tabnya kepada Alan. Pria itu pun langsung memutar video di sana. Lagi-lagi Alan dibuat melongo. 'pantas saja tuan Kai sampai suka, actingnya natural gini, mana pake acara pangku-pangkuan lagi, layak dapat piala Oscar ini mah'
"Jadi apa pendapatmu?"
"Gokil banget tuan, acting dokter Lynn mantap banget, pantas tuan sampai baper" jawab Alan jujur.
"Ya anggap saja begitu, tapi aku memang menyukainya"
"Saya fikir tuan udah mati rasa sejak dikhianati si Gwen?"
"Hahaha.. Kau fikir dia sehebat itu sampai bikin aku gagal move on? Aku hanya belum menemukan yang pas, kau tahu sejak kecelakaan itu aku menghilang dari dunia luar" Kai menarik nafas panjang.
"Alhamdulillah, saya sangat lega mendengarnya"
"Oya tolong antar aku kamar, aku harus mengambil beberapa map dan pakaian untuk besok rapat"
Alan termenung sejenak, ia bingung. Lynn melarangnya apalagi Kai untuk ke lantai atas. "Ada apa?"
"Nona Lynn menyuruh saya dan tuan menjauh dari lantai atas"
"Aku hanya sebentar" ucap Kai tak bisa dibantah. Alan pun akhirnya menuruti keinginan. Sesampainya di kamar, Kai merasakan sesuatu yang sangat tidak nyaman. Hawa di kamarnya panas dan pengap. Padahal kamarnya tersorot langsung oleh sinar matahari. Tak berbeda jauh dengan Kai, Alan pun merasakan hal yang sama. Merasa situasinya semakin tidak nyaman, mereka berdua langsung keluar setelah mengambil apa yang mereka butuhkan.tanpa mereka ketahui sesuatu yang hitam mengikuti mereka.
Sementara itu, Lynn sepanjang jalan.tidak berhenti ngomel karena perbuatan dua orang yang merusak harinya.
"Gila dasar, di tv isinya tentang artis S yang katanya suka ke gunung Kawi, di dunia nyata gue berurusan sama orang-orang yang pake gituan juga. Apa gue pergi ke gunung kidul aja lah biar gak ketinggalan zaman, sekarang wisata ke tempat gitu emang lagi viral banget, masa iya gue gak up to date. Tapi gak lah walaupun kelakuan gue kadang kek iblis, inshaallah gue gak bakal menyekutukan Allah. Aamiinn.." tekad Lynn kuat.
Setelah hampir 1 jam berkendara, Lynn sampai di sebuah rumah minimalis 2 lantai yang terletak di ujung jalan desa setempat.
"Samlikum" ucapnya
"Kumsalam" Jawab seseorang dari dalam rumah
"Kebiasaan lu galau ngucap salam yang bener" omel seseorang.
"Reflek elah" Belanya.
"Bahan yang gue pesen aman?"
"Aman tenang aja. Oya client lu yang ini orang mana?"
"Kailendra Adiyaksa"(
"Anjir lah cok, dia kan kaya sam ganteng baget" ujar Lucy dengan penuh semangat.
"Emang,.kalau lu jadi gue palingan lu tiap hari jatuh cinta" jawab Lynn enteng dan mereka pun tertawa bersama sama