Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.
Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.
Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.
Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.
Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.
Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.
Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?
Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGUNJUNGI AYAH
Agnetha dan Evander masih tidur dengan lelapnya diatas ranjang merah tetap tanpa busana, hanya selembar bed cover berwarna merah polos yang masih membungkus mereka. Meski Evander dan Agnetha tidak saling mencintai, namun nyatanya mereka berdua bisa tidur dengan sangat nyenyak sambil berpelukan satu dengan yang lain.
Evander membuka matanya perlahan, tangannya terasa sangat kaku dan kesemutan karena semalaman
ia gunakan untuk menyangga kepala Agnetha. Dilihatnya dengan tajam wajah perempuan dipelukannya itu, wajah Agnetha yang begitu polos namun tetap saja cantik. Gurat – gurat kelelahan dan bekas air mata masih tersisa disana.
Perlahan Evander menarik tangannya dari kepala Agnetha, wanita itu sama sekali tidak bergeming seperti nya dia benar – benar kelelahan menghadapi Evander semalam. Pria itu semakin dalam memandang wajah cantik Agnetha, sesaat ia tersenyum kecil melihat leher dan dada Agnetha yang penuh dengan tanda merah hasil perbuatannya semalam.
“ Hah, apa aku sehebat itu semalam? “ Bisik laki – laki itu dengan sombongnya kepada dirinya sendiri sambil tersenyum nakal.
Diraihnya ponselnya yang tergeletak diatas nakas, ia melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Ayahnya. Tarso juga meninggalkan pesan disana, mengajak Evander untuk sarapan bersama hari itu. Dilihatnya jam pada layar ponselnya, masih pukul enam lebih tiga puluh menit masih ada satu jam bagi dirinya dan Agnetha bersiap menemui Ayahnya.
Dengan sangat pelan Evander menggoyangkan tubuh Agnetha, ia sebenarnya tidak tega membangunkan wanita yang semalaman ia perdayai itu. Tetapi ia terpaksa membangunkannya karena ia akan mengajaknya pergi menemui Ayahnya.
“ Neth, Netha bangun lah. “ Panggil Evander kali ini dengan suara yang agak keras.
Mata Agnetha perlahan terbuka, dilihatnya Evander yang berjarak sangat dekat dengan dirinya membangunkannya. Agnetha dibuat semakin kaget dan buru – buru terbangun saat melihat Evander yang masih dengan tubuh polosnya.
“ Ah, Evander. Iya aku sudah bangun. “ Agnetha juga segera menarik selimutnya karena ia menyadari ia juga belum berpakaian.
“ Ayo mandi, setelah itu sarapan bersama Ayah. “ Ucap pria itu datar sambil memakai celananya.
“ Oke. “ Agnetha dengan gelagapan mencari – cari semua pakaian nya yang semalam dilemparkan oleh Evander dengan asal ke segala arah.
Setelah mendapati baju kimono dan pakaian dalamnya dengan buru – buru Agnetha mengejar Evander yang sudah keluar dari kamar tersebut dengan bertelanjang dada. Segera Agnetha meraih gagang pintu dan keluar dari dalam kamar itu.
Gubrak!
Tubuh mungil Agnetha bertabrakan dengan Jason yang baru saja hendak menuju ruang kerja milik Evander. Seketika Jason menundukkan kepalanya karena melihat Agnetha yang masih mengenakan baju tidur yang agak tipis dan terkesan seksi.
Rambut Agnetha yang acak – acakan, wajah polos tanpa sentuha make up yang membuatnya terlihat lebih cantik, dan juga bekas – bekas merah yang jelas terlihat pada dada dan leher wanita itu membuat Jason tersenyum tipis.
“ Maaf Nyonya. “ Jason menundukkan kepalanya.
Agnetha sendiri merasa sangat malu bertemu dengan Jason pada saat ia benar – benar baru saja membuka matanya, dengan pakaian yang sama sekali bukan gaya nya. Wanita itu segera berlari menuju kamar utama, mengetuk pintu pelan dan kemudian menerobos masuk.
“ Neth? Ayo cepat mandi! “ Teriak Evander dari dalam kamar mandi.
***
Evander dan Agnetha segera menuju rumah Tarso Aldebaran diiringi oleh Jason dan juga Chris supir pribadi Evander. Pagi itu Agnetha mengenakan dress setinggi lutut dengan motif floral berwarna kuning dengan lengan sepanjang siku dan memiliki potongan kerah turtleneck untuk menutupi bekas bercintanya semalam dengan Evander.
Lelaki itu langsung menggandeng Agnetha masuk kedalam rumah megah Tarso dan menuju ke ruang makan.
Sementara Jason masih menunggu mereka di ruang tamu sambil membereskan beberapa pekerjaan dari ipad yang ada ditangannya.
“ Selamat Pagi Tuan. “ Sapa Agnetha dengan sangat ramah.
“ Panggil Ayah, karena kamu sudah menjadi istri Evander. “ Tukas Tarso ringan sambil menepuk bahu Agnetha pelan.
Seorang pelayan tampak menarik kursi untu Tarso, Evander pun mengajak Agnetha menyusul Ayahnya duduk di ruang makan. Dua pelayan wanita kemudian menyajikan makanan yang beraneka ragam pagi itu keatas meja. Tarso lebih dahulu memulai sarapannya, setelah Ayahnya tampak menyuapkan makanan kedalam mulut, Evander mengikutinya.
“ Jadi luar biasa sekali pernikahan kalian, aku tidak menyangka setelah pernikahan kalian harga saham kita melambung dilevel tertinggi. Apa ini strategi bisnis mu Evander? “ Suara Ayah Evander kini mulai terdengar, meski agak sinis setidaknya yang ia ucapkan adalah pujian.
“ Ayah, jangan samakan pernikahan ku dengan pernikahan Ayah. Aku menikahi Agnetha bukan karena aku sedang berbisnis, aku ingin memiliki anak dari Agnetha. “ Selain bagian ingin memiliki anak, yang diucapkan Evander adalah kebohongan.
“ Baiklah, aku tidak akan membandingkan itu. Kita lihat bagaimana setelah debut seluruh artis mu itu, jika mereka memiliki nilai jual yang tinggi aku akan segera mengalihkan seluruh saham padamu. “ Perkataan Tarso baru saja membuat hati Evander tersentak
Lelaki itu tidak pernah membayangkan jika Ayahnya akan mengalihkan saham miliknya secepat itu padanya. Ia pikir Tarso akan tetap mengulur waktu, dalam perhitungan Evander pengalihan saham paling cepat akan ia dapatkan setelah mempersembahkan anak lelakinya pada Astaroth.
“ Apakah Ayah yakin? “ Evander menyeruput jus jeruknya, sementara Agnetha tampak menundukkan kepalanya dan berharap ia segera meninggalkan meja makan yang sedang dipenuhi dengan bahasan harta kekayaan.
“ Tentu saja, ternyata diam mu sungguh mengherankan. Bagaimana kamu bisa melakukan banyak hal bagus belakangan ini? Apa karena Agnetha? “ Tanya Tarso seraya memandang wajah cantik menantunya, membuat wanita itu terbatuk.
“ Aku sudah mengatakan kepadamu Ayah, hanya Agnetha yang bisa membuatku berjalan sejauh ini. “ Dengan sinis Evander menimpali perkataan Ayahnya.
“ Baiklah, jadi pagi ini kamu perlu melihat mereka. Kita lihat bagaimana penilaian penampilan terakhir mereka sebelum debut. “ Ujar Tarso memerintah Evander agar pergi ke kantor hari itu, dan pria itu mengiyakan perintah Ayahnya.
Sekilas Evander memegang liontin yanga tertutup oleh bajunya, hatinya berdesir dengan cepat. Astaroth sungguh luar biasa menurutnya, dalam sekejap ia bisa merubah hal yang begitu mustahil menjadi segala sesuatu yang ia inginkan. Ia semakin bersemangat untuk dapat segera memiliki keturunan dari Agnetha, supaya segala sesuatu yang ia inginkan dapat segera ia raih.
“ Kali ini, Ayah percaya akan apa yang menjadi pilihan mu Evander. “ Ucap Tarso seraya mengelap bibirnya dengan sapu tangan yang ada disana.
“ Memang sudah seharusnya Ayah percaya padaku. “ Gumam Evander pelan sambil menatap tajam mata Ayahnya.
“ Baiklah, Ayah berganti baju sebentar. Kita bersama pergi ke studio. “ Sambung Tarso kemudian bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruang makan untuk segera berganti pakaian.
“ Evander, apa aku pulang saja? Aku tidak mau ikut ke kantormu. “ Ucap Agnetha dengan sedikit takut.
“ Ikut saja, karena kita pergi ke studio pelatihan trainee. Aku ingatkan, jangan panggil namaku didepan Ayah ataupun orang lain. Panggil aku sayang. “ Sambung Evander dengan berbisik tepat ditelinga Agnetha.
Wanita itu hanya menarik nafasnya panjang, dan menghembuskannya dengan kasar. Terlalu banyak aturan yang harus ikuti setelah ia hidup bersama Evander, bahkan untuk persoalan makan pun harus mengikuti anjuran dokter gizi yang dibayar mahal oleh Evander untuk mengatur pola makan mereka.
keren 👍
suka banget sama ceritanya thor ❤️