NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Keinginan yang Tersimpan

Meskipun otoritas pemerintah pusat menerapkan aturan yang amat ketat di setiap sektor, mereka masih cukup berbaik hati untuk memberikan jatah libur satu hari dalam seminggu bagi para pekerja. Hari libur adalah kemewahan langka, dan bagi Carson dan Nezha, tidak ada cara yang lebih baik untuk menghabiskannya selain dengan bersama sepanjang hari.

Pagi itu, suasana agak berbeda. Jika biasanya Carson yang menyelinap ke tempat Nezha, kali ini sejak matahari belum sepenuhnya terbit, Nezha sudah berada di apartemen Carson.

Kamar Carson berukuran minimalis, namun terasa hangat karena aroma seduhan air hangat yang mengepul dari dua cangkir di atas meja kecil. Di hadapan mereka, dua piring berisi jatah pangan khusus militer sudah tersaji. Teksturnya jauh lebih lembut, tidak kaku seperti jeli nutrisi standar warga biasa, dan warnanya pun lebih bersih.

Carson menyendok bagian miliknya, lalu menyodorkannya ke arah Nezha dengan senyum jahil. "Ayo, buka mulutmu. Rasakan makanan para petinggi sektor atas."

Nezha terkekeh pelan, namun tetap menerima suapan itu. Begitu makanan itu menyentuh lidahnya, matanya sedikit berbinar. "Wah... ini benar-benar beda, Carson. Ada rasa manis yang alami, tidak bikin mual. Teksturnya juga langsung lumer, tidak kenyal seperti karet."

"Tentu saja," sahut Carson bangga, kini berganti menyuap makanannya sendiri. "Makanan ini punya kalori dan glukosa yang diekstrak dengan benar, bukan sekadar senyawa kimia yang dipadatkan. Bagaimana? Lambungmu aman pagi ini? Tidak mual lagi?"

Nezha mengangguk sambil mengunyah pelan, tangannya bergerak merapikan kerah kaus santai yang dikenakan Carson. "Aman. Sepertinya bayi ini tahu kalau ayahnya membawa makanan mahal, jadi dia tidak protes dari tadi subuh."

Carson tertawa lepas mendengarnya. Ia meraih tangan Nezha yang bebas, menggenggam jemarinya yang hangat di atas meja. Momen-momen tenang seperti ini sangat jarang mereka miliki, dan Carson menikmati setiap detiknya tanpa mau memikirkan beban pekerjaan di laboratorium.

Sambil menikmati sarapan yang berlangsung lambat, keheningan yang nyaman itu perlahan terisi oleh obrolan ringan. Hingga akhirnya, Nezha meletakkan sendoknya dan menopang dagu dengan satu tangan, menatap cangkirnya yang berasap.

"Carson... kemarin waktu aku patroli di perimeter barat, reguku sempat menangkap seorang penyelundup," kata Nezha membuka cerita, suaranya hampir menyerupai bisikan.

Carson menaikkan sebelah alisnya, tetap mendengarkan sambil mengunyah. "Oh ya? Penyelundup apa? Suku cadang mesin atau senjata?"

"Bukan keduanya," Nezha menggelengkan kepala, pandangannya menerawang seolah kembali ke lorong berdebu kemarin. "Cuma buah-buahan segar. Ada tomat merah, apel, dan jeruk. Jumlahnya banyak sekali."

Gerakan tangan Carson yang hendak menyendok makanan langsung terhenti di udara. Ia menatap Nezha lekat-lekat. "Buah organik? Dari luar batas distrik negara?"

"Iya. Orang itu langsung dibawa ke Pusat Penertiban sektor luar. Dan buah-buahannya disita untuk dimusnahkan," lanjut Nezha. Ia mengembuskan napas perlahan, ada jeda beberapa detik sebelum ia berbicara lagi dengan suara yang lebih pelan, hampir seperti bisikan. "Tahu tidak, Carson? Begitu karungnya dibuka... baunya wangi sekali. Segar. Aku sampai tidak bisa berhenti melihat tomat merah yang berair itu."

Carson menurunkan sendoknya, mendeteksi ada sesuatu yang tidak biasa dari nada bicara kekasihnya. "Lalu?"

"Lalu... entahlah. Rasanya aneh saja," Nezha tersenyum kecil, agak canggung. "Sejak kecil kita kan hanya diberi makan jeli nutrisi ini. Mulai dari yang berwarna merah, hijau, kuning, semuanya punya rasa hambar yang sama. Aku jadi penasaran, seperti apa sih rasanya buah segar yang tumbuh dari tanah langsung? Apalagi jeruk yang warnanya oranye mencolok itu. Pasti rasanya segar sekali di tenggorokan."

Mendengar pengakuan jujur Nezha, otak cerdik Carson yang biasanya selalu punya jalan keluar mendadak macet. Ia terdiam, menatap Nezha dengan perasaan campur aduk.

Sebagai teknisi data, Carson tahu betul celah-celah di dalam kota. Jika Nezha meminta barang militer, obat-obatan internal, atau menyabotase jalur logistik di dalam negara, Carson bisa melakukannya dengan mata tertutup. Tapi kalau urusannya adalah membawa masuk komoditas organik dari luar pembatas negara? Itu cerita yang sama sekali berbeda.

Sistem keamanan di tembok batas luar menggunakan pemindai sensorik tingkat tinggi, pemindai DNA, dan patroli drone otomatis 24 jam. Menyelinap ke sana sama saja dengan menyerahkan leher ke regu eksekusi.

Melihat wajah Carson yang mendadak berubah serius dan dahinya yang berkerut dalam penuh pikiran, Nezha langsung tersadar. Ia buru-buru meraih kedua pipi Carson dan mencubitnya gemas hingga pria itu mengaduh pelan.

"Hei, hei! Jangan pasang wajah tegang begitu!" Nezha tertawa renyah, mencoba mencairkan suasana. "Aku tidak sedang memintamu untuk menyelundupkannya, tahu!"

"Tapi, Nezha..."

"Tidak ada tapi-tapian, Carson," potong Nezha cepat, senyumnya melebar menenangkan. "Aku ini hanya cerita. Namanya juga orang penasaran karena kemarin melihatnya langsung di depan mata. Lagipula, aku tidak sampai mengidam parah yang harus makan buah itu sekarang juga kok. Aku ini pengawas keamanan, aku tahu persis seberapa mengerikan hukumannya. Aku masih sangat sayang nyawaku, dan nyawa anak kita."

Nezha mengusap perutnya sendiri dengan santai, lalu kembali meraih sendoknya seolah pembicaraan tadi bukanlah hal yang besar. "Sudah, ah. Lupakan saja. Jatah makanan militer darimu ini sudah jauh lebih dari cukup untuk mengobati rasa penasaranku."

Nezha boleh saja berkata begitu, dan dia memang tampak tulus tidak ingin membebani Carson. Namun, bagi Carson, melihat binar penasaran yang samar di mata Nezha saat menceritakan buah-buahan segar itu tidak bisa hilang begitu saja dari ingatannya.

Carson memaksakan diri untuk tersenyum dan ikut mengangguk-angguk, menyetujui ucapan Nezha agar wanita itu tidak cemas. "Iya, kamu benar. Lagian buah dari luar distrik itu belum tentu higienis. Bisa saja ada bakterinya."

"Nah, itu kamu tahu," sahut Nezha sambil memakan suapan terakhirnya dengan lahap.

Meskipun mulut Carson berkata demikian, dan meskipun sarapan pagi itu berlanjut dengan penuh tawa dan candaan ringan hingga siang hari, ada satu sudut di dalam kepala Carson yang tidak bisa berhenti bekerja. Setiap kali ia menatap wajah Nezha yang tersenyum di balik cangkir hangatnya, kata 'buah segar' dan 'penasaran' itu terus bergema di otaknya.

Carson tahu itu mustahil. Carson tahu itu luar biasa berbahaya. Namun, melihat Nezha yang sedang mengandung anaknya harus menahan keinginan sederhana seperti merasakan rasa buah asli, sesuatu di dalam diri Carson mulai merasa tidak tenang.

1
Anisa Nur Afifah
sampai sini dlu
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!