NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Romantis
Popularitas:40.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Rangga melamarnya setelah suaminya meninggal. Mirisnya, Suaminya meninggal karena Rangga. Apakah Arumi dapat bertahan dalam takdir yang seakan sedang berkelakar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyerah

“Saya jatuh cinta sama siapa? Kata siapa?! Kok bisa-bisanya dengan percaya dirinya mendeklarasikan perasaan orang lain tanpa mikir dulu ya?” sindir Rangga ketus. Suaranya sengaja dikeraskan, mencoba memungut kembali serpihan harga dirinya yang sudah hancur lebur di depan pintu kamar.

Arumi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, menatapi Rangga dengan pandangan kasihan. Masih saja pria ini berusaha berdalih dan bersikap defensif? Makhluk di hadapannya ini benar-benar berkepala batu dan luar biasa keras kepala jika menyangkut urusan gengsi.

Arumi memajukan wajahnya satu senti, menyunggingkan senyuman jahil yang amat menawan namun mematikan.

“Ya terus kalau bukan sama saya, kamu itu sebenarnya sedang jatuh cinta sama siapa, Rangga? Mendiang Mas Ary?” tembak Arumi telak tanpa sensor, nadanya sarkas. “Sampai-sampai itu balkon belakang dibongkar paksa secara rahasia, lalu satu ruangan penuh dibikin estetik buat memajang semua barang kenangan milik dia?”

DEGG.

Kalimat penutup Arumi bagaikan sebuah hantaman palu godam yang tepat mendarat di ulu hati Rangga. Pertahanan sang CEO muda resmi runtuh. Rangga langsung bungkam seribu bahasa, melotot kaku dengan wajah yang mendadak memerah padam bercampur salah tingkah tingkat dewa.

Gila. Rahasia besarnya tentang 'museum rahasia' Mas Ary ternyata sudah jebol duluan malam ini! Dan sekarang, dia malah dituduh jatuh cinta pada mendiang suami orang oleh calon istrinya sendiri dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam segitiga hitam!

“Naudzubillahimindzalik! Itu... itu praduga tak berdasar, Mbak! Sembarangan saja kalau menuduh!” seru Rangga dengan nada suara yang meninggi, makin kesal dan salah tingkah tingkat nasional. “Aku mendesain dan membuat ruangan rahasia itu murni buat kenyamanan kamu, Mbak Arumi!”

Arumi justru mendengus sinis, menyipitkan matanya sembari melemparkan tatapan penuh selidik. “Lah, kalau memang itu ruangan khusus dibuat untuk aku, kenapa kamu malah mendirikannya tepat di dalam area kamar pribadi kamu sendiri? Biar kamu bisa nangis guling-guling di dalam sana, sambil curhat colongan sama foto Mas Ary-ku tanpa ketahuan orang rumah, iya? Mana pakai dipasang password segala lagi...” desis Arumi telak.

“Nggak usah sok tahu kamu ya, Mbak!” seru Rangga berapi-api, wajahnya kian memerah padam sampai ke urat leher. “Ya... ya memang aku sering curhat ke Mas Ary gara-gara si Mbak tingkahnya belakangan ini sering bikin aku pusing dan merepotkan! Sudah dibilang jangan nekat pergi ke rumah Bu Shinta, malah tetep saja membandel! Pakai acara menodong Tony segala untuk minta share link alamat rumahnya. Dan bodohnya, anak buahku itu malah langsung dikasih tahu pula tanpa izin dari aku!”

“Ya kan hasilnya bagus, Rangga! Kamu jadi bisa bernapas lega sebentar buat mengatur strategi baru karena boikotnya dibatalkan!” sahut Arumi tidak mau kalah, menantang lurus ke sepasang manik mata calon suaminya. “Bukannya berterima kasih secara terhormat kepada saya, kamu malah pulang-pulang langsung mengomel tidak jelas seperti anak kecil. Asal kamu tahu ya, kalau sampai perusahaan kamu itu bangkrut siang ini, yang ikut rugi bandar itu juga saya!”

“Terserah kau lah, Mbak! Pusing saya meladeni argumenmu!” seru Rangga frustrasi, menyerah total dari perdebatan batin malam itu.

Karena sudah kepalang kesal, malu, dan salah tingkah yang luar biasa masif didera gertakan daster Arumi, pria itu mendadak bertindak nekat tanpa urat malu. Dengan gerakan cepat, ia langsung melorotkan celana dalam segitiga hitamnya ke bawah, lalu menyambar selembar kain handuk yang tergantung di depan lemarinya untuk menutupi bagian sensitifnya dengan kaku.

“Aku mau mandi biar isi kepala ini dingin! Awas ya, nggak usah ikut-ikutan masuk ke dalam!” seru pria itu ketus sembari melangkah lebar dengan hentakan kaki yang emosi.

“Heh! Maksudnya apa pakai melarang-melarang begitu?! Ini masih statusnya rumah milikku ya, Rangga Adiwilaga!!” teriak Arumi kaget bukan main, buru-buru membuang mukanya ke arah dinding.

Namun, kalimat protes terakhir dari Arumi itu langsung terjeda kaku di udara karena terpotong oleh suara bantingan keras pintu kamar mandi.

BRAAAM!

Keheningan malam seketika kembali menyelimuti kamar utama lantai dua. Arumi berdiri termangu sendirian di dekat meja rias, memegangi dadanya yang mendadak berdegup dengan ritme yang jauh lebih kencang dari biasanya. Wajah cantiknya kini resmi merona merah padam, menyadari bahwa malam ini... dia baru saja memenangkan pertarungan mental paling gila sekaligus paling seksi sepanjang sejarah hidupnya.

Begitu punggungnya bersandar pada dinding kayu koridor luar yang sunyi, napas Arumi mendadak memburu pelan. Topeng sinis dan jahil yang tadi ia pasang kokoh di depan Rangga mendadak luntur tanpa sisa. Arumi mengangkat tangan kanannya yang sedikit gemetar, perlahan meremas permukaan kain dasternya tepat di atas dada, mencoba meredam detak jantungnya yang malam ini... entah mengapa mendadak berdegup dengan ritme yang jauh lebih kencang dan bergemuruh hebat dari biasanya.

Wajahnya kini resmi merona merah padam didera rasa salah tingkah.

Sialan, bayangan lekukan tubuh padat bertelanjang dada milik Rangga yang hanya mengenakan selembar celana dalam segitiga hitam tadi benar-benar menempel kaku di kornea matanya tanpa bisa dihapus.

Tepat di saat Arumi sedang sibuk menetralkan debaran dadanya di koridor, dua buah kepala mendadak melongok kompak dari ambang pintu kamar sebelah. Aryo muncul dengan kabel headset yang sengaja dilepas sebelah di telinganya, sementara Rian yang hanya mengenakan celana pendek santai tanpa baju atasan ikut melototi sisa-sisa arena pertengkaran dari pasangan 'orang tua setengah jadi' mereka.

"Belum juga resmi nikah, setiap malam sudah bikin ribut saja," gumam Aryo geleng-geleng kepala dengan wajah lempengnya.

"Pakai acara cemburu-cemburuan segala lagi. Memangnya kalian berdua pernah jadian? Khehehehe!" kekeh Rian menimpali dengan suara mengejek yang sengaja dikeraskan ke arah dinding kamar mandi sebelah.

"Heh! Kurang ajar ya kalian! Ide kamu kan, Yan, yang nekat mau bangun ruang Mas Ary di dalam kamarku?!" seru Rangga berteriak kencang dari balik dinding, suaranya menggema samar di antara gemercik air shower kamar mandi.

Rian justru makin cekikikan di koridor, sama sekali tidak takut dengan ancaman sang CEO.

"Ya habisnya ruangan yang kosong dan aman dari inspeksi Mamah cuma di dalam kamar Om saja! Lagian kalau mau protes, Om beli saja itu rumah milik tetangga sebelah sekalian, biar rumah kita ini jadi makin luas!"

Arumi yang sedang salah tingkah langsung membalikkan tubuhnya, berdiri berkacak pinggang sembari melemparkan tatapan melotot tajam untuk menutupi rona merah di pipinya sekaligus menanggapi kelakuan kedua anak sambungnya itu.

Ditatap dengan aura lampu merah dari sang Bunda, nyali Rian dan Aryo seketika menciut kompak. Kedua cowok jangkung itu langsung menundukkan kepala mereka sekilas—sebuah gestur tubuh kaku yang seolah bermakna 'ampun dan izin pamit mundur ya, Bunda-Ratu...'—sambil pelan-pelan melangkah mundur teratur masuk kembali ke dalam kamar masing-masing.

Cklek. Klik.

Dua daun pintu kamar anak-anak ditutup dengan sangat perlahan dan senyap, resmi mengakhiri malam heboh yang melelahkan namun terasa sangat hangat dan menyenangkan ini.

1
Leni Pur indah sari
jangan di pancing Riaan.. tau2 besok udh jadi milik Rangga aja tu rumah sebelah..
neen
kheemm... gerah dan geli😄
Miss F
Rangga udh kecintaan SM mbak aruminto msh malu2 meong🤣🤣
Dede Maesaroh
🤣 kocak
Naftali Hanania
haredang ini mah....fisual sama kalimat2 nya.....bikin hilaf gak ni nanti..😍
Naftali Hanania
salut bgt sm om rangga. respek lah sekwbon lope2 nya...👍👍👍👍💖💖💖💖
Sahlendi Udiningrum
suka banget ma pasangan arumi rangga, menyalaa smuaaa💣
HilVi Tanurahardja💋
makasih upnya madam🥰
HilVi Tanurahardja💋
woaaaahh mantap ya rian
mamaqe
kodee ituuu kodeee...kan ada clue nya..sabaarrrr
mamaqe
duuhhh anak perawan malu2🤣🤣🤣🤣
mamaqe
Cian ranggaaaa
Lusi Amelia
Madame, 1 bab kureeeeng ini 🥹🤣🤣🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
jadi nge bayangjn mas rangga🤣
Miss F
mbak arumii ngiler g liat isi dlm Rangga 🤣 angkat
Nur Aisyah
💪
Siti Rohmah
mau lagi💪
mery harwati
Rangga membalas kebaikan Arumi yang menyelamatkan perusahaan Rangga dari ancaman Bu Shinta dengan membelikan Rian mini market meski dengan alasan dicicil karena Rangga juga tau Rian keras kepala, bener² smart Rangga 👍
mamaqe
ta temenin rum...mamaq malah lg ngelap iler🤣🤣🤣
mamaqe
ranggaaa..mamaq bingung mo komen apa ttg kamu..luar biasa kamu tuhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!