NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Kau ..." Arjuna membuka mulutnya pelan, suaranya terdengar lembut sekali. "Kau benar-benar ... ajaib, Kirana. Orang lain pakai kata 'pengkhianat', 'perusak hubungan', 'mata-mata' ... kau malah kasih nama teknis. Tapi ya, kau benar. Dia memang karburator busuk itu. Dan sekarang tugas kita ..."

Arjuna menatap Kirana tajam, ikut masuk ke dalam permainan logika aneh gadis itu.

"... adalah membersihkan mesin itu, membuang bagian yang rusak, dan memasang komponen baru yang asli dan berkualitas. Biar mesin ini kembali hidup, kuat, dan jalan lurus lagi."

Kirana tersenyum lebar, giginya yang putih berkilat. Ia menepuk kedua tangannya riang, lalu melompat duduk kembali di kursinya dengan gaya santai.

"Nah! Tuan Muda akhirnya nyambung juga otaknya! Pintar deh!" seru Kirana bangga seolah sedang memuji anak TK yang baru bisa baca tulis. "Makanya jangan terlalu pusing mikirin cara dia jahatnya gimana. Yang penting kita tahu cara kerjanya. Kalau kita tahu cara kerja mesin rusak, kita tahu gimana cara benerinnya, atau kalau parah banget ... gimana cara buangnya biar nggak ganggu lagi."

Di sudut ruangan, Ibu Rani tersenyum haru melihat interaksi kedua anak muda itu. Dulu ia mengira nasib keluarga Wijaya sudah tamat. Ternyata, di tangan anak-anak mereka yang unik dan saling melengkapi ini ... harapan itu justru terasa paling nyata.

"Terus soal dokumen asli penemuan ayahku ... apa Ibu tahu di mana lagi kemungkinan disembunyikan selain di sini?" tanya Arjuna kembali ke topik serius, meski matanya masih sesekali melirik Kirana yang kini sibuk mengupas buah mangga dengan pisau lipat miliknya.

Ibu Rani mengangguk pelan.

"Ada satu tempat lagi, Tuan Muda. Tempat yang sangat rahasia. Dulu Tuan Arya pernah bilang, kalau sesuatu terjadi sama dia, dan kalau anaknya sudah cukup besar dan punya keberanian ... dia harus pergi ke sana. Namanya Gudang Angin. Letaknya di pelabuhan tua di ujung kota. Itu tempat pertama kali beliau mulai merakit mesin sederhana sebelum jadi besar seperti sekarang. Tapi ... tempat itu sekarang dijaga ketat sekali. Dikuasai anak buah Ibu Ratna."

Mendengar itu, Kirana berhenti mengupas buahnya. Ia mengangkat wajah, matanya berkilat penuh semangat petualang yang khas.

"Pelabuhan tua? Gudang Angin? Wah, kedengarannya seru banget! Pasti banyak karat, banyak debu, banyak jembatan rusak ... tempat favoritku banget itu!" seru Kirana antusias, seolah baru saja mendengar ajakan piknik, bukan tempat berbahaya yang dijaga musuh.

Arjuna langsung mengerutkan kening, tatapannya tajam mengarah ke Kirana. Ia sudah tahu persis arti kilatan mata itu. Itu tanda bahaya. Itu tanda Kirana sedang merencanakan sesuatu yang nekat, gila, dan pasti melibatkan nyawa sebagai taruhannya.

"Jangan sampai kau punya ide gila apa-apa, Kirana. Tempat itu sangat berbahaya. Penjagaan ketat, banyak orang bersenjata, dan lokasinya terbuka. Tidak ada tempat bersembunyi," tegur Arjuna tegas, nada bicaranya kembali jadi Tuan Muda yang memerintah.

Tapi Kirana bukannya takut atau diam, malah tertawa renyah. Ia melempar potongan buah ke mulutnya sendiri dengan cekatan, lalu menatap Arjuna dengan tatapan menantang dan bibir menyeringai.

"Arjuna, Arjuna ... dasar anak orang kaya yang hidupnya selalu di dalam ruangan ber-AC dan jalanan mulus! Kau pikir bahaya itu penghalang? Buatku ... bahaya itu cuma bumbu penyedap hidup biar nggak hambar kayak nasi putih tanpa garam!"

Kirana mencondongkan badannya ke depan, mendekat ke arah Arjuna, suaranya merendah tapi penuh percaya diri yang luar biasa, karakter polos tapi tajam-nya muncul lagi.

"Dan kamu bilang terbuka? Tidak ada tempat sembunyi? Itu cuma karena matamu cuma bisa lihat gedung tinggi dan mobil mewah. Di pelabuhan tua ... ada ratusan peti kemas kosong, ada lorong pembuangan air yang panjangnya berkilo-kilo, ada jembatan gantung yang sudah putus tapi masih bisa dipakai sama orang lincah, dan ada terowongan bawah tanah yang dulunya dipakai buat selundupan barang. Kau pikir ayahku orang bodoh kalau pilih tempat sembarangan buat sembunyi harta berharga? Dia pasti pilih tempat yang cuma orang paham 'isi mesin dunia' yang bisa masuk."

Arjuna diam. Ia kalah lagi. Selalu saja kalah kalau berhadapan dengan logika jalanan dan pengetahuan umum Kirana yang luar biasa luas itu. Ia tahu gadis itu benar. Ia melihat dunia dengan kacamata bisnis, Kirana melihat dunia dengan kacamata petualang dan mekanik.

"Jadi kesimpulannya ..." potong Kirana bangkit berdiri, tangannya berkacak pinggang, wajah cantiknya bersinar penuh semangat, rambutnya yang sedikit berantakan makin menambah pesona bar-barnya.

"Besok malam kita jalan ke sana! Kita intai, kita cek, dan kalau bisa kita ambil. Tentu saja pakai strategi, bukan nekat teriak-teriak masuk pintu depan. Aku yang susun rencananya, kamu yang jadi pengawalnya. Pas banget peran kita! Kamu kan Tuan Muda yang kuat dan galak, aku kan montir yang tahu jalan tikus dan cara buka kunci macet!"

Arjuna menatap Kirana lekat-lekat. Di hadapannya berdiri gadis cantik yang kalau dibawa ke pesta mewah bakal bikin semua wanita iri dan semua pria terpesona ... tapi gadis itu lebih suka tidur di lantai keras, makan ikan asin, dan tertawa bahagia saat mendengar rencana menyusup ke markas musuh berbahaya.

Gadis aneh. Gadis ajaib. Gadis satu-satunya yang mampu membuat Arjuna Adhitama lupa siapa dirinya dulu, dan jatuh cinta lebih dalam setiap detiknya.

Arjuna menghela napas panjang, lalu perlahan senyum tipis yang tak bisa ia sembunyikan kembali muncul di bibirnya. Ia menggeleng-gelengkan kepala pasrah tapi bahagia.

"Baiklah. Tapi satu syarat, Nona Montir yang sok tahu segalanya ..." ucap Arjuna pelan, nadanya kembali lembut dan menggoda.

"Apa?" tanya Kirana curiga.

Arjuna bangkit berdiri, berjalan mengelilingi meja hingga berdiri tepat di samping Kirana. Ia menundukkan wajahnya sedikit, mendekat ke telinga gadis itu, suaranya berat dan rendah bikin bulu kuduk meremang.

"Besok, sebelum berangkat ... kau harus pakai sepatu yang layak. Aku tidak mau pas kita lari dikejar musuh, kau malah mengeluh kakimu keseleo karena pakai sepatu butut bolong sebelah kayak kemarin. Dan ... kamu tidak boleh bergerak satu langkah pun tanpa sinyal dariku. Ingat? Kontrak kerja kita: kamu harus selalu di dekatku. Seumur hidup."

Kirana mendengus keras, pipinya sedikit memerah tapi berusaha tetap galak. Ia mendorong bahu Arjuna pelan.

"Dasar Tuan Muda rewel! Banyak aturan! Oke, oke, aku turuti! Tapi kalau nanti aku lari lebih cepat darimu dan kamu tertinggal, jangan nangis-nangis minta bantuan ya!"

Arjuna tertawa kecil, suara tawa rendah yang sangat jarang didengar orang lain. Ia menatap Kirana dengan pandangan penuh cinta dan keyakinan.

"Percayalah ... kau akan tahu betapa mengerikannya sisi 'arogan'ku yang sesungguhnya. Aku bisa mengubah seluruh pelabuhan itu jadi puing-puing kalau sampai ada yang berani menyakiti sehelai rambutmu saja."

Di ruangan itu, di antara tawa, perdebatan konyol, dan janji setia ... rencana baru lahir. Rencana untuk masuk ke sarang musuh, mengambil kembali hak mereka, dan mengungkap misteri keluarga.

Kirana, sang montir cantik dengan logika mesinnya yang aneh tapi mematikan.

Arjuna, sang Tuan Muda dingin yang kini menjadi bayang-bayang pelindungnya.

Besok malam, petualangan baru dimulai. Dan Arjuna sadar benar ... hidupnya tidak akan pernah membosankan lagi selamanya. Karena di sisinya, ada gadis paling unik, paling berisik, tapi paling hebat, dan paling ia cintai di dunia ini.

Bersambung ....

1
Ita Xiaomi
Gmn cara duduk bersila dgn kaki menjuntai ke bawah?
Noor hidayati
ratnanya kemana,kok sekarang rio sama laras dalam kerjasamanya
Teh Fufah
,kereeeennnn
Ita Xiaomi
Jd ingat di kampung masa lampau. Klo makan ramai-ramai di lantai cara duduknya spt Kirana😁
Ita Xiaomi
Menunya bikin lapar. Enak itu.
azela
Semangat kakaku /Rose//Rose//Rose//Rose/
azela
wah aku makin seru nih gak sabar baca bab selanjutnya
ana
bagus.lanjut thor
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
riniandara: Terima kasih kakak🤗🥰
total 2 replies
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!