NovelToon NovelToon
Beban Kelahiran Yang Tragis

Beban Kelahiran Yang Tragis

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Kelahiran Senja Putri Baskara bukanlah awal, melainkan akhir.

​Awalnya, ia adalah janin yang dikandung ibunya, janin yang membawa badai-badai kehadirannya merenggut nyawa kakak laki-lakinya, Fajar Putra Baskara, menghancurkan bisnis keluarga, dan melenyapkan kebahagiaan sang ibu. Sejak hari pertama dirinya hadir, Senja adalah bayangan yang dicap sebagai pembawa sial.


​Satu-satunya cahaya di hidupnya adalah sang ayah. Pria yang memanggilnya 'Putri' dan melindunginya dari tatapan tajam dunia. Namun, saat Senja beranjak dewasa, cahaya itu pun padam.

​Ditinggalkan sendirian dengan beban masa lalu dan kebencian seorang ibu, Senja harus berjuang meyakinkan dunia (dan dirinya sendiri) bahwa ia pantas mendapatkan kebahagiaan.


Apakah hati yang terluka sedalam ini bisa menemukan pelabuhan terakhir, ataukah ia ditakdirkan untuk selamanya menjadi Anak pembawa sial? ataukah ia akan menemukan Pelabuhan Terakhir untuk menyembuhkan luka dan membawanya pada kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Dinding kamar di Griya Kencana dicat dengan warna krem yang menenangkan, namun bagi Paramita, warna itu terasa hambar seperti bubur yang disajikan setiap pagi. Ia duduk di kursi roda dekat jendela besar, menatap taman di mana beberapa penghuni lain sedang berbincang hangat dengan keluarga mereka.

Paramita menyentuh memar di pipinya yang mulai menguning. Rasa sakit fisiknya mulai hilang berkat pengobatan terbaik yang dibiayai Damar, namun rasa sakit di harga dirinya justru semakin meradang. Ia adalah wanita yang pernah mengguncang dunia seni internasional, namun kini ia hanya "Pasien Kamar 102" yang menunggu jadwal minum obat.

"Kenapa dia tidak datang?" gumamnya pahit, merujuk pada Senja. "Apakah aku benar-benar sudah menjadi sampah yang tidak layak dikunjungi?"

"Dih dasar orang tua tidak tau diri masih pake tanya lagi apakah aku benar-benar sudah tidak layak di kunjungi" omel outor dengan suara yang lembut sambil membawa boneka santet.

Di luar gedung, sebuah mobil SUV hitam berhenti di bawah naungan pohon akasia yang rimbun. Damar turun dari mobil, diikuti oleh Fajar, Binar, dan Cahaya. Damar sengaja tidak memberitahu Senja tentang rencana ini, bukan untuk berbohong, tapi untuk memberi anak-anaknya kesempatan memahami realitas tanpa terbebani emosi trauma ibunya.

"Papa, kenapa kita hanya melihat dari sini?" tanya Cahaya Surya, matanya menatap jendela lantai dua di mana sosok wanita tua terlihat samar.

"Karena Mama masih butuh waktu untuk sembuh, Cahaya," jawab Damar sambil berjongkok menyamai tinggi anak-anaknya. "Dan Nenek juga butuh waktu untuk merenung. Kita di sini hanya untuk memastikan bahwa meskipun dia bersalah, kita tidak membalasnya dengan kebencian yang sama."

Binar Mentari mengeluarkan sebuah catatan kecil. "Secara medis, isolasi sosial dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif lansia sebesar 30%. Jika kita ingin dia berubah, dia harus tahu bahwa dia masih memiliki koneksi dengan dunia luar."

Ketiga anak itu tidak ingin masuk, mereka tahu batas. Namun, mereka telah menyiapkan sesuatu.

Fajar Arun menyerahkan sebuah sketsa yang ia buat dengan pensil arang di dalam mobil. Sketsa itu menggambarkan taman Griya Kencana, namun di salah satu sudut jendela, ia menggambar siluet seorang wanita yang dikelilingi oleh cahaya terang, seolah-olah cahaya itu sedang memeluknya.

Binar menitipkan sebuah botol kecil berisi suplemen khusus dan daftar asupan nutrisi.

"Suster, tolong berikan ini padanya. Ini akan membantu regenerasi jaringan kulitnya dua kali lebih cepat," pesannya pada perawat yang menjemput mereka di lobi.

Dan Cahaya memberikan sebuah kartu kecil yang ia tulis dengan tangan. Bukan berisi kata-kata manis yang palsu, melainkan sebuah kutipan filsafat tentang penebusan dosa.

Perawat masuk ke kamar 102 saat Paramita sedang melamun. "Nyonya, ada kiriman dari keluarga Anda. Mereka baru saja dari sini, tapi memilih untuk tidak naik agar tidak mengganggu ketenangan Anda."

Tangan Paramita yang gemetar membuka bingkisan itu. Saat ia melihat sketsa karya Fajar, napasnya tertahan. Ia mengenali sapuan garis itu, itu adalah bakat murni yang dulu ingin ia eksploitasi. Namun di dalam lukisan ini, tidak ada tuntutan. Hanya ada kedamaian.

Ia kemudian membaca surat dari Cahaya: "Nenek, masa lalu adalah sejarah yang tidak bisa diubah, tapi masa depan adalah algoritma yang bisa kita tulis ulang. Sembuhlah, agar Nenek bisa melihat betapa indahnya dunia tanpa harus mengaturnya."

Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, air mata jatuh dari mata dingin Paramita. Bukan air mata kemarahan atau manipulasi, melainkan air mata penyesalan yang murni. Ia menyadari bahwa anak-anak yang ia anggap sebagai "aset" ternyata adalah manusia-manusia kecil yang memiliki hati jauh lebih besar darinya.

Malam harinya di rumah, setelah anak-anak terlelap, Damar duduk bersama Senja di ruang keluarga. Senja sedang membaca buku, namun pikirannya jelas tidak di sana.

"Senja, aku membawa mereka ke Griya Kencana tadi siang," ujar Damar pelan.

Senja menutup bukunya, matanya menunjukkan keterkejutan yang nyata.

"Kenapa, Damar? Aku belum siap..."

"Kita tidak masuk, Senja. Kami hanya di taman," potong Damar sambil menggenggam tangan istrinya. "Aku ingin anak-anak belajar tentang empati. Dan aku ingin ibumu tahu bahwa meskipun kau belum bisa memaafkannya, cucu-cucunya tidak membencinya. Tadi, dia menangis setelah menerima hadiah dari mereka."

Senja terdiam. Ia merasakan gejolak di dadanya antara rasa cemburu karena anak-anaknya bisa begitu bijak, dan rasa lega karena beban kebencian itu mulai terasa sedikit lebih ringan.

Senja bangkit dari duduknya dan berjalan menuju gudang kecil di dekat tangga. Di sana, terdapat sebuah koper tua berisi beberapa potong pakaian sutra milik Paramita yang sempat terselamatkan.

Ia mulai merapikan pakaian-pakaian itu, menyetrikanya dengan perlahan. Ini adalah terapi baginya. Menyetrika kain yang pernah dipakai oleh sumber rasa sakitnya, seolah-olah ia sedang mencoba menghaluskan lipatan-lipatan luka di hatinya sendiri.

"Besok," bisik Senja pada dirinya sendiri. "Mungkin besok aku akan mengirimkan pakaian ini padanya. Bukan sebagai anak, tapi sebagai manusia."

Damar berdiri di pintu, memperhatikan istrinya dengan senyum tipis. Ia tahu, pelita di hati Senja kini mulai menerangi sudut-sudut paling gelap di masa lalunya.

Oh yaa! karna hari ini hari natal maka outor yang baik dan sedikit sombong ini mau mengucapkan selamat hari raya natal bagi yang merayakan semoga damai natal menyertai kita semua. yeyyy!!! liburan panjang nih, pada kemana hayooo, jangan kaya outor yang menetap di kasur karena ayang gak dapet libur.... Huhuhuhu..

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tak terasa udah tamat lagi/Grievance//Grievance/ ayo buat season 2 nya/Determined//Determined/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
cius ini End😏 ngga prank kan🏃🏃
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: engga beneran udh end kok
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cerita yg bagus, seru dan tidak berbelit². Pokoknya gakan rugi buat mampir❤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kembali kasih🤗
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Seriusan ini tamat/Curse/ kok gak rela sih/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sudah harus tamat kita akan ganti ke cerita baru🫣🫣
total 1 replies
Nana✨
ke apa statusnya sudah End kak?
Nana✨: Loh, part Binar ketemu sama aku kemudian jatuh cinta, belum ada kak? /CoolGuy//CoolGuy/
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
akhirnya mati juga
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: berarti belum tamat/Curse/😏
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Akhirnya😭😭 awas aja kalo tu nenek peot bangkit lagi🙄
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: maaci/Kiss/
total 7 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/ kak buruan up lagi /Curse//Curse//Curse/ kenapa di pending segala tuh si nenek lampir bentar lagi mau mati/Angry//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Scowl//Frown//Frown/
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othooorrr/Curse/
Gak mau tahu pokoknya double/Cry/ Masa iya ngamook ku mesti ditunda sampe besok/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Itu mah beda lagi/Scream/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mbuh mbuh mbuhhhhh... orang mati di pending-pending gitu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku kenapa weh🤣🤣🤣
total 3 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apaan ini/Angry//Angry/, Si Paramita cepetan mati lah /Angry//Angry/... Gila bener tuh si Paramita/Angry//Angry//Angry/

othor mesti double up ini/Angry//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: double up double up double up/Angry//Angry//Angry/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
😏 aku kutukk kau/Curse//Curse/ kak biar jadi sinderlela
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
total 7 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorr, jangan macam² kamu ya/Cry/ Dasar Paramita gila/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Awas aja ya/Scream/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nenek peot/Hammer//Hammer/ Gimana ini/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku ingin tpi aku tak disanaaa/Cry/
total 3 replies
Nana✨
Kagak pernah di kasih nafas untuk tenang sedikit senjanya oleh nenek tua itu/Cleaver//Cleaver/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: neneknya mmg jahara/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$⚖️⧗⃟ᷢʷ🦐ᵗᵉ𝓡𝐸ˢ⍣⃟ₛ ☠️⃝🐊
meluncur ke sini tanpa nyasar 😍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Alhamdulillah kl gk kesasar/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semoga mereka bisa melindungi Senja dari orang gila yg datang
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Hehh/Curse/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ada aja gangguan nya/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Dihh situ kan othornya🙄
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
mau juga gulali nya/Grievance//Grievance/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Shy//Shy//Shy/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 Kalian hebat. Demi mama dan calon adik kalian, kalian mau bersusah payah untuk membuatnya😘
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Hahaha... gpp namanya juga baru belajar
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!