Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalahpahaman
“Hahaha, namanya rumah sakit harus bau obatlah Ra, masa bau makanan jadi tempat makan dong.” Balas Delvinn bercanda.
"Kata makan membuat aku jadi lapar deh." Ujar Indira memegang perutnya.
"Mau makan, tunggu ku ambil buburnya ya." Delvin bangkit dan mengambil bubur yang di sediakan rumah sakit.
Indira mendengar kata bubur sangat tidak suka apalagi bubur dari rumah sakit pasti rasanya ambar banget.
"Aku nggak mau makan bubur apalagi bubur dari rumah sakit, itu tidak enak. Aku mau makanan dari luar saja, pasti enak sekali. Boleh belikan aku makanan dari luar nggak Vin?" Mohon Indira dengan senyumnya.
"Makan bubur ini dulu deh Ra, besok aku janji bawa kamu makan sepuasnya." Tolak Delvin dan berjalan membawa bubur ke tempat tidur Indira.
"Nggak nggak, nggak mau pokoknya. Aku mau makanan dari luar kalau nggak mau beli aku nggak mau makan." Kata Indria sambil melimpat kedua tangannya di depan perut.
"Ok ok, aku beli makanan dari luar tapi kamu janji makan yang banyak dan minum obat. Tidak ada lagi permohonan untuk menolak minum obat." Kata Delvin mengalah juga.
"Ok, aku janji."
Dibalik pintu ruang inap Indira terlihat ada mata elang yang tidak suka dengan Indira tertawa dengan lelaki lain. Kedua tangannya di mengepal kuat dan raut wajahnya menahan emosi yang belum reda juga.
Tanpa mengentuk ataupun masuk keruang inap Indira, Andris langsung pergi dan tidak jadi juga untuk berobat. Andris mengambil kunci motornya ditangan Joy yang duduk di ruang tunggu tadi.
“Kok cepat amat bro? Lah itu kunci mau kemana?” Kata Joy yang heran melihat Andris.
“Woii kau mau kemana? Kita belum berobat!” Teriak Joy yang tidak ada sautan dari Andris.
Andris langsung tancap gas meninggalkan rumah sakit dan Joy sendirian. Sedangkan Joy binggung sendiri dengan keadaan Andris dan langsung menunju ruang inap Indira.
"Pantas langsung pergi, eh ternyata melihat FTV di dalam." Gumam Joy melihat dua orang tertawa tanpa beban.
Joy pergi dan tidak masuk keruang inap Indira takut akan menganggu mereka, dia berjalan keluar dan menunggu taksi yang lewat. Tidak lama kemudian Ardi dan anggota Hellboy telah tiba dirumah sakit yang diberitahui Joy tadi.
“Andris mana?” Tanya Ardi melihat Joy di depan halte.
“Ya mana Andris, kok kau sendiri di halte . Kau ninggali Andris sendirian?” Sambung Endri.
“Bukan aku yang meninggali tapi Andris yang ninggali aku sendirian. Kami tidak jadi berobat, tadi setiba dirumah sakit Andris bilang mau lihat Indira dulu baru mau diobati. Tapi setelah dari ruang inap Indira, Andris langsung pergi mengendarai motornya. Dan kulihat di ruang inap Indira ada Delvin, mereka tertawa bahagia makanya Andris langsung pergi.” Jelas Joy tidak mau bertele-tele.
“Delvin?” Ulang Ardi lagi.
“Tadi Tyas hubungi Andris tapi tidak ada jawaban makanya hubungi Delvin buat bantu jaga Indira karena Tyas disuruh pulang sama mama.” Kata Bayu yang dapat kabar dari Tyas.
“Pasti mereka salah paham guys. Indira yang siuman saat Delvin disebelahnya dan tidak tahu siapa yang membawa dia kerumah sakit. Andris yang salah paham melihat mereka begitu.” Tembak Endri yang dianggukan ketiga temannya.
“Bos sudah mulai jatuh cinta.” Kata Joy tersenyum.
Ardi meneguk tenggorokannya mendengar kalimat Joy. “Kalau Andris jatuh cinta aku harap dia jatuh kehati yang pas.” Ucap Ardi.
“Maksudmu apa Di?” Tanya Bayu yang binggung.
“Andris pergi kemana?” Tanya Ardi tanpa menjawab Bayu.
“Manalah aku tahu bro. Orang Andris main pergi saja tanpa berkata satu kalimat pun.” Kata Joy cemberut.
“Itu muka santai nyet.” Kata Endri menoel pipi Joy.
“Jijik gue dipegang sama jari rebung.” Joy mengusap pipinya.
“Apa ka…” Ucapan Endri terpotong oleh Ardi yang malas mendengar pertebatan kedua tikus got tersebut. “Sudah kita semua balik ke markas. Felix dan Endri kerumah sakit lihat keadaan teman kita.” Perintah Ardi.
****
Mendengar bel istirahat telah berbunyi Indira dan Tyas memasukkan buku yang ada di meja ke dalam laci meja masing-masing. Selesai memasukkan buku-buku ada suara yang mengejutkan mereka.
“Ra, kantin bareng.” Kata Delvin saat masuk kelas Indira.
Pulang dari rumah sakit semalam Indira dan Delvin semakin dekat. Bagi Indira sekarang Delvin penyelamat dirinya dan Tyas belum menceritakan apapun yang sebenarnya pada Indira.
Indira pun mengiyakan ajakan Delvin dan mereka bertiga ke kantin bersama. Setelah sampai di kantin mereka mencari tepat kosong dan Delvin memesan makanan untuk mereka. Indira melihat sekilas ke pojok kanan tempat perkumpulan Hellboy tidak terlihat sama sekali Andris, dan anehnya mata anggota Hellboy menatap Indira dengan tatapan dingin.
“Ra, bang Andris kayaknya nggak masuk hari ini deh. Coba lihat dipojokkan.” Kata Tyas melihat ke pojok kanan juga.
“Ya Andris nggak masuk.” Balas Indira yang telah melihat pojok kanan kantin.
“Tahu darimana kamu Ra kalau bang Andris nggak masuk? Oia aku lupa, paling-paling kalian semalam chatan ya. Beruntung deh kamu Ra bisa dekat sama bang Andris”
“Chat dan beruntung apaan Yas. Cowok horror yang berhati dingin gitu.”
“Ha? Hati dingin gimana Ra, bang Andris baik gitu dibilang dingin.”
Belum sempat menjawab Delvin datang membawa pesanan mereka bertiga. Mereka bertiga mengabiskan makanan sambil bercanda dan dari pojok kanan kantin ada seseorang yang mengambil momen tersebut.
“Joy bos kemana?” Tanya Endri polos.
“Kau nanya Andris samaku, semalam sampai sekarang kita sama nyet.” Celetuk Joy.
“Gimana kabar Andris ya? Apa lukanya sudah diobati? Atau jangan-jangan Andris pingsan dijalan guys?” Ucapan Endri itu sukses membuat anggota Hellboy melongo.
Ada benarannya juga ucapan Endri kalau Andris pingsan dijalan karena luka ditubuh bahkan dikepalanya membuat dia kehilangan keseimbangan semalam. Bodohnya mereka tidak sampai berpikiran seperti Endri.
“Tolol kau kenapa baru bilang!” Bayu langsung menoyor kepala Endri.
“Nggak guna sekarang kalian berdua berdebat, ini kesalahan kita. Kita tidak sampai berpikir kalau misalnya Andris pingsan ditengah jalan akibat kejadian semalam. Lebih baik kita menghubungi anggota yang lain untuk bantu mencari Andris.” Ucap Ardi bergegas pergi dari kantin dan diikuti yang lain.
Anggota Hellboy yang jalan melewati meja Indira membuang muka tidak mau melihat keberadan tiga orang tersebut. Indira yang merasakan sesuatu yang aneh saat melihat anggota Hellboy merasa ada yang ganjal.
Indira melirik ponselnya sekilas, tidak ada pesan masuk dari orang yang dia harapankan untuk menolongnya tapi malah yang lain menolongnya. Sedikit ada rasa kecewa Indira tidak ingin bertanya alasan dia tidak masuk dan apakah Indira harus pulang bersamanya nanti.
-----------------------------
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :
saran/komen
Like
Vote
Komen
Favorit
Vote
Bintang Lima/rate lima
kalau ada rejeki boleh kasih tip seberapapun buat authornya😊😊
Terimakasih, Salam hangat dari The Gangster Boy❣️❣️
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya