Mengandung konten dewasa 21+
mohon bijak dalam memilih bacaan
Shay terpikat dengan laki laki berkharisma yang sedang membaca koran, terlihat tampan dan kaum hawa dari pelosok manapun akan terpikat oleh pesonanya. Dengan ukuran tubuh yang proposional, badan tegab,kulit sawo matang, kepala sedikit plontos, dan terlihat cool memiliki usaha konter hp walau tidak terlalu besar toko itu termasuk lengkap pelayanan sudah seperti toko hp profesional memiliki 2 orang pegawai yang salah satunya adalah adiknya.
adikya yang baru lulus smk akan tetapi dia juga tertarik dengan shay, dan sudah berulang kali menyatakan perasaannya, shay menjadi bingung mana di antara mereka berdua yang akan menjadi tambatan hatinya, keputusan apa yang akan di ambil ?
setelah sebelumnya shay pernah mengalami kegagalan dalam percintaan dan akhirnya menemukan seorang pengganti yang bertanggung jawab dan mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Rute Jalan Berbeda
Sinyo sudah menyalakan arang yang sudah di siapkan oleh Shay sebelum turun untuk mengambil air minum tadi, dia sudah mulai menata bahan makanan yang akan di bakar, tidak banyak yang akan di bakar karena masih lumayan kenyang makan malam tadi.
Shay menyiapkan minuman untuk mereka berdua yang di beri sedikit hiasan yang terbuat dari gula dan syirup yang di letakkan di pinggiran.
Karena yang di bakar hanya seafood dan jagung jadi tidak butuh waktu yang lama dan hanya untuk mereka berdua.
"Waah shay ini sih hanya tinggal di tambahin lilin dan bunga satu tangkai di gelas udah kaya di filem2 romantis, gw akui suh masalah masak loe nomor sekian tapi kalau untuk garnis yaaaah lumayanlah."
Setelah semua terhidang di meja dengan aroma khas bakaran berbumbu yang mengiurkan, Shay langsung menyambut makanan yang di pegang Sinyo.
"Jadi laper lagi gw Nyo, aromanyaaaa.... heermmm." sambil mendekatkan hidungnya ke piring yang berisi udang dan cumi hasil karya Sinyo."
"Shay sadar, jadi kagak romantis lagilah dengan kelakuan loe yang absourd gitu."
"hahahaha.... tapi gw tetep cantik Nyo, tapi sayang ajah nasib gw urung mujur." Shay menarik mundur badannya dan duduk normal lagi seperti sebelumnya.
"Ya udahlan makan dulu aja baru cerita dari pada nanti hilang sekera makan gegara nangis, yang ada jerih payah gw jadi mubajir nantinya." Sinyo mengambilkan sate udang dan cumi untuk shay.
"Kentang sama jagungnya mana?"
"Ya Tuhaaaan tinggal comot aja apa susahnya sih." walaupun dengan muka kesal tetep saja Sinyo mengambilkan permintaan Shay.
"Makanya kerja jangan setengah setengah nanti hasilnya nggak sempurna."
"Karena semua permintaan ibu suri sudah hamba lakukan, silahkan di nikmati. Dan jangan lupa untuk lanjutin cerita yang di ruang keluarga tadi." Sambil menaik turunkan alis tebalnya.
"Siaaaap tapi saya akan habiskan dulu makanannya baru bisa cerita dengan detail , tapi janji jangan di ketawain karena ada yang lebih absourd dari muka tengil gw."
Setelah menyantap setengah dari porsinya shay mulai bercerita jika dia sama Ilyas sudah tutup buku karena tiba2 menghilang pada saat hari lamaran dan ternyata menghilangnya itu karena menghamili anak pendeta temen adiknya. Bahkan orang tuanya sendiri baru tau seminggu setelah kejadian gagal lamaran.
Sinyo yang mendengarkan hanya nganguk2 kaya burung patuk seolah2 paham, padahal dia merasa bersyukur karena sahabatnya bisa terlepas dari perangkap laki2 era tujuh puluh
dan dan dari awal memang dia tidak suka dengan mantan sahabatnya itu.
Kemudian Shay menceritakan tentang kisah cinta segitiga yang melibatkan kakak beradik yang membuat Shay bingung. Untuk cerita yang kedua ini mampu membuat Sinyo membelalakkan mata lebar2.
"Pakai pelet apa sih Shay sekali tepok bisa langsung masuk dua kambing sekaligus."
Sinyo mengambil gelas dan meminumnya sampai habis. "Parah - parah temen gw satu ini, belajar ilmu peletnya dimana biar saya bisa ikut berguru."
"Sinyo!! ini serius gw bingung musti gimana, gw minta pendapat loe dari sisi laki2."
"Masalahnya gw baru nemuin kasus kaya loe gini Shay, biasanya cinta segitiganya ya beda daerah atau beda kota, lah ini masih satu rahim, satu susu, satu atap dan satu kerjaan, di pilih satu pasti ada perang saudara tidak di pilih dua duanya rugi amat loe ya, Abangnya main nyosor ajah padahal adiknya udah ngincer duluan."
Yang di ajak ngobrol malah melamun, membayangkan hal yang tidak mungkin di lakukan menyakiti hati salah satu saudaranya atau dia mundur dari mereka ber dua. Dua orang sahabat itu tampak diam seribu bahasa dengan pikiran masing2.
"Loe yang pacaran tapi gw ikut pusing mikirinnya Shay. Loe udah jalanin sholat sepertiga malam belum? Kata temen gw yang Muslim kalau bingung di antara dua pilihan itu tengah malam di suruh sholat, nanti akan di beri petunjuknya dari situ."
"Sholat Istikhoroh? Sudah Nyo tapi gw belum 100 % yakin, itu makanya gw ngulur2 waktu supaya dapat petunjuk siapa tau gw di Bali dapat petunjuk yang bisa meyakinkan dan memantapkan hati musti gimana."
"Kalau denger dari cerita loe tentang sang adik yang begitu gigih untuk mendapatkan elo sih gw acungi dua jempol, dengan kesabaran yang sudah enam bulan lebih kirim perhatian dan tingkah dia yang loe bilang absourd itu sepertinya dia orang yang baik dan sabar."
"Kalau dari sisi Abangnya itu belum tau jelas, maksudnya apa main sosor anak orang bisa jadi dia hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena dia tau loe suka sama dia, laki2 nggak jelas." Shay terdiam saat Sinyo memaparkan kedua orang itu melalui sudut pandangnya.
"Tapi ya, keputusan mutlak di tangan loe sekarang, itu hanya gambaran dari sudut pandang gw sebagai laki2." Shay tidak langsung menjawab tapi dalam hatinya membenarkan ucapan Sinyo.
'
'
'
Sedangkan di Jakarta Rakes diam2 masih mencari informasi tentang Shay, saking niatnya sepulang dari kampus Rakes naik bus yang melewati rute tempat Shay bekerja selama ini, dalam hati siapa tahu Shay hanya masih sibuk bekerja dan tidak peduli dengan hp nya, Atau mungkin dia sedang di tugaskan keluar kota dan lupa membawa hp. Bisa jadikan? Namanya juga berandai andai, Tapu dia yakin jika terjadi sesuatu pasti Shay akan segera menghubunginya, karena di hp Shay sudah di Set Nomor darurat yang bisa di hubungi Rakes memasukkan namanya di urutan pertama. Sudah tiga hari ini Rakes melalui rute yang berbeda dari biasanya berangkat ke kampus hanya berharap jika kebetulan bisa melihat Shay dari dalam bus kan lumayan. Buat Rakes bisa melihat tempat kerjanya saja dia sudah bahagia, itulah rata2 yang di alami oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apakah para pejuang cinta lain juga pernah mengalami apa yang di rasakan oleh Rakes.
Setelah melalui rute yang lebih panjang sudah pasti Rakes sampai toko selalu pulang telat, dan hari itu Aji menjaga sendirian di toko sambil service jadi agak kwalahan.
"Kes dari mana saja sih baru sampai toko jam segini? biasanya juga sudah sampai dari tadi, dari tadi toko ramai terus saya belum sempet makan, Istri saya nggak nganterin makanan ke sini kayaknya nggak masak." Belum lagi duduk Aji sudah merepet kemana2.
"Ya udah sana makan dulu, sekalian saya nitip bungkusin beli nasi padang saja biar kenyang dari pada warteg, masakannya kebanyakan pakai gula bu de masaknya."
"Jadi saya di belikan nasi padang juga Kes? kalau gitu ya sering- sering saja sampai toko telat biar bisa makan nasi Padang tiap hari."
"Situ maunya gratis terus tadi saja merepet kaya petasan betawi."
Akhirnya Aji tidak jadi marah dan langsung jalan untuk beli makan siang ke sebrang jalan untuk kembeli nasi padang, Sedangkan Rakes menjaga toko dan memikirkan untuk besuk semoga bisa lewat rute yang sama dengan rute hari ini.
keren
sukses
semangat
Alhamdulillah,Melly kasi saran baik jadi kabur nya ke umi
lha ini mau ke Bali , 🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
berani sosor bibir 🙄
konflik ditunggu 🤭
JGN SAMPAI LO KTEMU ARMAN, HATI LO LEMAH, DN MAU DI RAYU DN DICIUM ARMAN LAGI
TU BOSS KYK SENGAJA TK KASIH SHAY RESIGN, KN BISA PASANG INFO LOKER BUAT KARYAWAN BARU..