NovelToon NovelToon
My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Nazhifah

"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Bismillahirrahmanirrahim ..

Author POV

Karena tidak dapat mengendalikan rasa kesalnya, Daren segera permisi keluar kelas, lalu ia pergi menuju toilet pria. Dan masuk kedalam satu ruangan di dalam wc. Lalu ia duduk diatas closed yang sudah dibersihkannya dengan tisu wc.

Kemudian Daren memasang hansfree ketelinganya, dan mulai menonton video di yotube. Baru lima menit menonton, Daren mulai tersenyum sendiri yang menandakan moodnya menunjukkan tanda-tanda membaik.

Setelah menonton sampai sepuluh menit lamanya, akhirnya Daren memutuskan untuk mempause video dan segera bergegas menuju ruang ujian.

Sesampainya dikelas, Daren langsung duduk dibangkunya dan segera menyelesaikan semua soal-soal yang ada dikertas dengan tenang.

Clara POV

“Sudah lebih dari lima menit, kenapa Daren tidak kembali? Akhh ini benar-benar membuatku frustasi, aku kini sangat mencemaskan Daren, bagaimana keadaannya saat ini? Apa dia baik-baik saja? Oh tuhan tolong beri aku petunjuk” ucapku dalam hati sambil terus memohon.

Namun sedetik kemudian, aku mendengar langkah seseorang memasuki ruangan ini, dan ya aku melihatnya, kekasihku Daren.

Beribu-ribu rasa syukur kuucapkan selalu, karena tuhan telah mendengarkan suaraku. Melihat ekspresinya saat ini, aku sedikit lega, karena tidak ada raut gelisah seperti sepuluh menit sebelumnya. Bahkan yang ada kini yang terlihat adalah raut ketenangan.

Dan kini aku penasaran, apa yang membuat dirinya bisa setenang itu, tapi daripada aku memikirkan hal yang belum pasti jawabannya apa, mending sekarang aku fokus menyelesaikan soal-soal ini. Karena pengawas mendadak mengatakan jika waktu yang tersisa hanya sekitar sepuluh menit lagi.

10.00 wib Kantin (Waktu Istirahat)

“Yaampun itu soal matematikanya susah banget, kepala gue sampai mati rasa mikirin jawabannya” celoteh Baim kesal sambil memegang kepalanya.

“Hahaha” Siska dan anak kelas lainnya langsung tertawa mendengar ocehan Baim.

“Bener banget, gue sampai bingung mau jawab apa, susah banget astaga, kalian ingat nggak soal yang ngebahas mainan kunci si Udin?” tanya Dicky antusias.

“Oo yang itu, iya gue tahu, anjir itu soal kampret banget, udah panjang, mana gue bacanya udah serius, eh ternyata yang ditanya berapa kadar kegantengan si Udin” sahut Dian kesal.

“Ahahaha bener-bener, gue juga kesal pas dapat soal yang itu” sambung Alfi menimpali.

Disaat yang lainnya tertawa, Daren hanya tersenyum simpul melihat kelakuan teman-temannya. Dan disisi lain Clara mulai mendekat, dan perlahan memegang lembut tangan Daren.

“Daren, maafin aku” bisik Clara pelan.

“Nggak perlu minta maaf, aku sudah maafin kamu, tapi lain kali aku mohon jangan diulangi lagi, karena aku juga sedang berusaha nahan diri aku buat nggak emosi lagi” ucap Daren menggenggam balik tangan Clara.

“Ren, lepasin, aku malu”

“Loh kan kamu duluan, kok jadi kamu yang malu? Harusnya itu aku” heran Daren sedikit terkikik lalu segera melepas genggamannya dan mengusap lembut kepala Clara.

“Oia ren, pinjam ponsel kamu dong, aku bosen nih, mau nonton video”

“Ponsel kamu mana? Kan kamu punya sendiri” ucap Daren heran.

“Yaelah, pinjam bentar doang, paket aku mau habis, pinjam ya” rengek Clara.

“Yaudah iya, nih” ujar Daren sambil menyodorkan ponselnya ke Clara.

Setelah mendapatkan yang diinginkan, Clara bergegas menuju kursi yang tidak ramai pengunjung dan langsung memasangkan hansfree dikedua telinganya.

Lalu ia segera membuka aplikasi yang ingin dilihatnya.

“Astaga?” pekik Clara kuat yang membuat heran orang-orang sekitar begitu juga Daren.

“Hehe maaf, maaf semunya, itu gue syok aja tadi liat bias gue Han Seung Woo ganteng banget disini” ucap Clara meminta maaf dan langsung saja ia disoraki satu kantin.

“Huuu dasar anak KPOP” teriak mereka menertawai.

Daren POV

Aku mendengar Clara terpekik, lalu dengan cepat aku menoleh kearahnya, dan dia segera meminta maaf kepada kami semua karena menyadari kalau dia sudah membuat heran orang-orang yang berada dikantin.

Lalu aku mendengar dia mengatakan Han han itu ganteng, dan itu adalah biasnya, sejenak aku berfikir keras, apa itu bias? Siapa Han han yang dikatannya tadi? Seganteng apa sampai dia bisa seterkejut itu.

“Haruskah aku menyingkirkannya, supaya hanya aku lelaki tampan yang ada dimatanya?” tanyaku pada diri sendiri.

Lalu aku melihat kearahnya dengan tatapan cemburu, dan bergegas menuju kearahnya.

“Siapa itu bias? Siapa Han han?” tanyaku cemas dan segera memeriksa ponsel ku yang berada ditangan mungilnya.

“Ehh apaansih, nggak boleh ngambil-ngambil barang sembarangan, itu bisa dibilang perampokan” ucapnya yang membuatku jadi curiga.

“Kok ngerampok sih, kan ini ponsel aku yang, jadi aku berhak dong ngambilnya dari kamu”

“Sini aku mau lihat, gimana sih bentuk si Han han itu” ucapku langsung mengambil dengan cepat ponsel yang kini berada ditangannya.

Seketika tubuhku mematung ditempat, aku tidak menyangka apa yang sudah dilihat Clara.

“Hey, berani-beraninya kamu liat yang beginian, mana pakai ponsel aku lagi, bagusan juga bentuk aku ketimbang dia” ucapku kesal setengah mati.

Lalu membanting pelan ponselku diatas meja karena kesal melihat wajah pria yang terpampang diponselku, lalu dia meringis tak tega meliahat nasib ponselku.

Ini Gambar yang dilihat Clara.

“Hehe, maaf ya sayang, dia cuman bias kok, nggak lebih” ucapnya berusaha menjelaskan kepadaku.

“Ahh tetap saja, dia juga pria Clara, aku nggak suka kamu mengagumi pria lain selain aku” ucapku mempertegas.

“Iya iya, aku nggak bakal muji pria lain didepan kamu” ucapnya mengalah dan itu sedikit membuat hatiku mulai membaik.

Lalu tidak lama setelah itu, bel masuk ujian kedua berbunyi, kami semua bergegas menuju ruangan masing-masing.

….

Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah like, baca dan komentar, see you next Chapt ❤

….

salam hangat

suci nazifah

1
Hana Safira
apakah si Clara juga seorang sikopat, karena nggk ada traumanya ketemu Daren karena kalau orang normal pasti ketakutan
ainunlita28122019
cerita nya qo jadi gak jelas gini she ..
Aprilia Amanda
alfi ga sih?
Aprilia Amanda
lah. pantes temenan, sama² psycho😂
Aprilia Amanda
ah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
boby kali
Aprilia Amanda
buset setan. bunuh orang kek bunuh semut aja lu ren😂
Aprilia Amanda
pie to kih🤣
Aprilia Amanda
terakhir kali?😳
Nurwana
kok saya ksian ya sama Clara Thor.....
Nurwana
suka Thor... lanjut....
Tri Setia Herlina
ohhh ternyata Alfi itu cowok 😂 aq kira cewek
Salwa Rahmanti
biasa aja
Salwa Rahmanti
biasa aja
_dia_
maaf yaa thror, ini cuma pendapat gw aja...

Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
lissa
awal mula knp semua juga berawal dari kluarga terdekat.. jd bukan 100% slah darren jadi psyco...
Nana
Nexxtt!!
Elisye
Loh kok udah And thorr😱
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫
Echa zaaaa
lnjutt, sronokkk
Rahayu Pus
hello hello syapa ni yang mau ama cla.....ksian aku klo cla mesti Ama 2D.yang mo daftar dimohon segera kemeja sekertriat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!