NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:152k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTUNANGAN SUAMIKU.

Mungkin semua ini tidak menyenangkan

Mungkin keadaan sekarang sangat membingungkan

Atau mungkin mulai menyesali sebuah keputusan dan ingin berhenti saja

Tapi apa sudah lupa? Bahwa yang sudah dan sedang terjadi, itu semua adalah kententuan Allah, sedang mengatakan kata "seandainya begini dan seandainya begitu atau bla bla bla hanya akan memberi peluang kepada syaitan untuk membuat hati gelisah dan ingkar kepada ketetapan Allah

(Arini Valencia)

__________________

Di temani oleh Dion, aku memberanikan diri menghadiri, ah tidak, menyusup ke acara sakral pertunangan suamiku sendiri. Jangan bertanya lagi seperti apa sudah keadaan hati di dalam sana, tentu sangat hancur.

Keputusan untuk datang ke tempat ini sebenarnya sangat ditentang oleh Dion, lelaki itu hanya tidak ingin membuatku semakin terluka. Namun, aku harus memastikan sendiri apa yang terjadi agar hatiku percaya.

Setelah beradu mulut dengannya, akhirnya ia bersedia menemaniku hingga saat ini, berada di depan pintu gerbang rumah mewah orang tua Galuh.

Dion sepertinya sudah sangat hafal dengan kondisi rumah ini. Ah aku lupa, bukankah ia telah lama dekat dengan Galuh. Hanya dengan memberi seutas senyuman maut, seorang satpam yang berjaga di depan rumah, langsung mempersilahkan kami masuk. Hatiku semakin tak karuan, aku bahkan merasa ini adalah antara hidup dan mati.

Dion menggenggam tanganku, di bibir sensualnya terlukis sebuah senyuman tulus. Mungkin ia sedang mencoba menyalurkan energi positif ke padaku. Kali ini genggaman itu ku biarkan saja, lagi pula saat ini aku butuh sebuah sandaran.

Kami hampir saja menuju pintu utama, namun hatiku telah kelu dan tulang-tulang terasa hampir lepas dari pensendian saat mendengar sayup-sayup kegaduhan di dalam sana. Bahkan aku dapat menangkap suara Riski, meskipun tidak terlalu jelas.

Dion semakin menggenggam erat tanganku ketika kami mulai memasuki ruangan yang sudah di sulap seindah mungkin. Karangan bunga mawar putih ada di mana-mana. Pandai sekali mereka memilih W.O.

Kedatangan kami nyaris tak ada yang menyadari. Hingga deheman Dion membuat kami berdua menjadi pusat perhatian. Aku dan Riski saling beradu pandang. Lelaki itu tak dapat menyembunyikan keterkejutannnya.

Tentu saja, Mama Arumi langsung menghampiri aku dan Dion lalu bertanya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun, membuat aku semakin muak dengan semua ini.

Bukannya memberi jawaban atas rentetan pertanyan mama Arumi, pandanganku justru tertuju ke jari manis Riski dan Galuh yang duduk berdampingan. Wanita itu dengan tak tau malunya bergelayut di lengan Riski sambil merentangkan jemari-jemarinya. Seolah memperlihatkan mendali yang baru saja ia dapatkan atas kemenangannya tersebut.

"Maaf semuanya, jika kedatangan kami membuat kalian sedikit bingung," aku membuka suara sambil melangkah pelan mendekati Riski dan Galuh. " Selamat Pak Riski atas pertunangan Anda, sepertinya anda melupakan say ...."

"Rini !! Apa yang sedang kau lakukan di sini?!" mama Arumi mengambil alih pembicaraanku membuat ucapanku menjadi tergantung.

Aku tersenyum sinis, "Aku hanya ingin mengucapkan kata selamat, apa itu tidak boleh?"

"Tentu saja boleh!" seorang wanita paruhbaya angkat bicara, suaranya lembut. Sepertinya ia adalah orang tua Galuh. Penampilan wanita tersebut sangat indah.

"Terima kasih, Tante! Sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua. Maaf jika kedatangan kami membuat kalian sedikit terganggu."

Ucapku sambil mengintai wajah Riski yang telah berubah pucat pasi. Lalu meraih tangan Dion dan mengajaknya pergi.

***

"Kau baik-baik saja?"

Pertanyaan Dion hanya aku jawab dengan sebuah anggukan. Tak lupa melabelinya dengan seutas senyuman. Agar ia yakin, aku memang baik-baik saja. Setidaknya, aku telah berhenti berharap banyak. Alhamdulillah. Allah pasti telah memberi yang terbaik untuk setiap hambanya.

Dion mulai menghidupkan mesin mobil, memajukan tuas gigi dan menginjak pedal gas. Sejenak aku menatap wajahnya. Terlihat sekali ia merundung. Kami melewati jalanan dengan saling terdiam hingga sampai ke depan rumahku.

"Istirahlah sebanyak yang kamu mau. Jangan khawatir, Aku menantimu sebagai sahabat terbaikku. Dan selalu ada saat kamu butuhkan. Hubungi sahabatmu ini jika kamu butuh sesuatu."

Ucap Dion saat aku menyuruh ia kembali dengan lembut. Lalu tubuhnya menghilang di balik pintu utama.

Aku melangkah gontai hendak menuju kamar. Bik Ijah menghampiriku lalu kami saling berpelukan, namun kali ini tak ada tangis lagi dari pelupuk mataku. Namun anehnya malah mata Bi Ijah yang berkaca-kaca.

"Non!!"

"Bibi tak perlu khawatir, anak kesayangan mu ini adalah wanita yang sangat kuat. Hmm??"

***

"KAU!!"

Lagi-lagi aku terkejut melihat Riski telah berada di dalam kamar. Sejak kapan makhluk tak punya hati itu sampai di sini?

Ia terlihat tak sabaran untuk membicarakan sesuatu. Namun, ada hal yang membuatku tidak mengerti. Kenapa saat ini, cincin yang melingkar di jari manisnya telah berubah. Kini ia memakai cincin pernikahan kami.

Sandiwara apa lagi yang sedang ia mainkan?

"Aku tau, saat ini kamu pasti sangat membenciku."

Aku mendengus kesal, tersenyum sinis sambil membuang muka lalu merentang tangan kanan memberinya jalan.

"Silahkah pergi. Aku butuh istirahat."

"Pertunangan kami tadi murni berdasarkan bisnis. Keluarga Danuarta dan keluarga kami punya kesepakatan bisnis sehingga mengharuskan kedua putra mereka bersatu.

Bukankah ini bagus. Perusahaan kita akan mengalami pelebaran sayab dan bla ... bla ... bla."

Darahku terasa telah mendidih hingga aku tidak bisa mendengar lagi kalimat-kalimat berikutnya yang Riski jelaskan. Lagi pula, apa gunanya penjelasan saat nasi telah berubah menjadi bubur.

Satuhal yang aku pikirkan saat ini. Bagaimana caranya agar bisa segera bercerai dengannya. Sepertinya aku harus memanfaatkan hubungan persahabatanku dengan Dion. Ah! Aku benar-benar minta maaf padamu Dion. Kau berada di posisi sulit karena diriku.

"Apa kau mendengarku?" jentikan jemari Riski tepat di depan wajahku mampu membuat perhatianku kembali kepadanya.

"Tentu saja aku mendengarkan semua. Tapi untuk apa kamu menjelaskan kepadaku?"

"Karna kau adalah nyonya Riski."

Kali ini aku tertawa dengan ulahnya bahkan sampai kedua bahuku ikut terguncang, bukan karena senang dengan ucapannya yang terakhir tapi karena betapa lihainya ia membodohiku selama ini.

Namun tatapan Riski masih sangat serius menatapku, hingga raut wajah murka kembali terlukis di garis wajahku yang tirus.

"Nyonya Riski, ya ... ya!! Kau sadar apa yang sedang kamu ucapkan tadi, hah? Kau tau itu artinya apa?"

"Apa maksudmu, Sayang?"

Cih! Kata sayang yang sejak tadi pagi keluar dari bibirnya terdengar sangat menjijikkan.

"Bagaiman jika aku menggunakan hakku sebagai nyonya Riski? Apa yang akan terjadi jika seorang NYO ... NYA RISKI mengirim setiap dokumen pernikahannya yang SAH ke pada seluruh media di kota ini, ah tidak, tapi kepada seluruh media di negeri ini, apa kau tau apa akibat vatalnya?

Bisa dipastikan perjanjian kedua keluarga terhormat itu akan berantakan. Dan satu lagi, kau yakin harga sahammu tidak akan terjun bebas saat semua kolega itu mengetahuinya?"

Aku memekik dengan sorot mata murka menatap wajah riski yang kini telah pucat pasi.

Baiklah Riski, kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti.

_________

Hai Reader!

Jika kamu ingin mendukung cerita CINTA ARINi (Love story is complicated), jangan lupa tinggalkan jejak ya! Berupa like, komen dan vote supaya Author makin semangat dalam menulis.

Semakin banyak dukungan, semakin cepat author up ke episode selanjutnya. hehe

Salam sayang untuk kalian semuanya!

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!