NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta CEO Tampan

Mengejar Cinta CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mei-Yin

Cerita cinta dari Ken dan Keyla!


Pasangan absturd yang selalu bertingkah aneh dan menyebalkan!


Simak kisahnya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan

...Follow IG me @mhemeyyy...

...👇...

Ken dan Keyla sudah tiba di salah satu mall, sebelum turun dari mobil, Ken sengaja melepas jas agar tidak kelihatan terlalu mencolok. Ia menggulung lengan kemeja sebatas siku dan sedikit mengacak rambutnya, penampilan Ken yang terlihat berantakan membuatnya berkali-kali lipat kelihatan sangat tampan di mata Keyla.

Kemeja yang pas di badan membuat tubuhnya benar-benar terlihat menggoda, wanita manapun pasti akan menatapnya tanpa berkedip. Namun tidak bagi Keyla. Ia memilih menyembunyikan rasa kagum nya dalam diam. Takut tidak dapat mengendalikan hati dan debaran jantungnya.

Keyla berjalan di belakang Ken seperti biasa. Pandangannya meneliti sekitar, sepertinya mereka menjadi pusat perhatian karena ulah kedatangan Ken dan penampilannya yang jauh dari kesan rapi, siapa yang tidak mengenalnya, lelaki tampan pemilik perusahaan William Company.

"Berjalanlah di sampingku, kau bukan bodygourd ku yang harus berjalan di belakangku." ucap Ken mengejutkan Keyla.

Tanpa menjawab, Keyla berjalan di samping Ken, namun masih ada jarak di antara keduanya.

"Kau ingin menonton film apa?" tanya Ken ketika sudah berada di area bioskop.

"Terserah anda saja." jawab Keyla.

"Aku akan membeli tiket lebih dulu, kau belilah makanan dan minuman." Ken mengeluarkan uang dari dalam dompetnya. "Pakai uang ini saja, jangan keluarkan uangmu." lanjutnya menyerahkan uang ke arah Keyla.

Sebenarnya Keyla ingin menolak, namun Ken menatapnya tajam seolah berkata tidak ada penolakan!

Ternyata Ken memilih menonton film bergenre horor, sesaat ia heran kenapa kursi yang berjejer di sebelahnya kosong semua. Dengan santai Ken menjawab. "Tenang saja, semua kursi disini sudah aku booking. Tidak usah khawatir."

"Anda terlalu berlebihan."

Tentu saja sangat berlebihan, ini bukan kencan romantis yang hanya mereka berdua.

"Demi kenyamanan."

Keyla memilih diam, mereka berdua fokus menonton layar lebar yang ada di hadapannya.

Sesekali Keyla malah tertawa, bukannya takut seperti kebanyakan wanita yang sesekali berteriak saat adegan yang menyeramkan.

Sedangkan Ken hanya diam tanpa ekspresi apapun. Namun ia menikmati.

"Kau tidak takut?"

"Takut untuk apa?"

"Ya biasanya wanita selalu berteriak histeris saat menonton film horor seperti ini."

"Hah! karena kehidupan saya jauh lebih horor dari film yang hanya fiksi belaka."

Jawaban Keyla membuat Ken menoleh ke arahnya, begitupun dengan Keyla.

Deg!

Manik mata keduanya bertemu, ada sorot mendamba dari manik mata Keyla, sedangkan Ken tidak ada yang tahu apa arti tatapan matanya.

Cukup lama keduanya diam dalam jarak yang sangat dekat, manik mata Keyla sedikit berembun, ia langsung mengalihkan pandang ke arah layar lagi. Ternyata ia tidak cukup kuat untuk menahan getaran di dalam dadanya.

Begitu pula dengan Ken, ia kembali menatap layar datar di hadapannya, namun sesekali ia mencuri pandang ke arah Keyla yang terdiam.

Setelah selesai menonton, Ken mengajak Keyla berkeliling lebih dulu.

"Kau ingin membeli sesuatu?"

Ken cukup sadar diri, wanita selalu suka belanja. Mungkin Keyla termasuk dalam kategori wanita tersebut.

"Sepertinya tidak."

"Belilah apapun yang kau inginkan, tidak perlu khawatir aku akan membayarnya. Anggap saja sebagai hadiah karena kau telah menemaniku."

"Ucapan anda seperti kita sepasang kekasih yang tengah berkencan saja." canda Keyla dengan tertawa ringan. "Saya tidak membutuhkan sesuatu, terimakasih tawarannya." lanjutnya lagi.

Baiklah, Ken ternyata salah, Keyla bukan wanita yang gemar berbelanja menghabiskan uang seperti adiknya. Ia juga menyadari Keyla tidak ingin memanfaatkan kesempatan. Kalau dia ingin, mungkin Keyla akan mengajak Ken keluar masuk toko barang-barang branded.

Ken melihat jam di pergelangan tangannya, sudah jam 7.

"Mau makan?" tawanya ketika tahu, ini sudah memasuki waktu makan malam.

"Boleh."

"Kau ingin makan sesuatu?"

"Fejoada, sepertinya saya rindu rumah."

Salah satu makanan khas Brazil, Fejoada merupakan sup kacang hitam yang direbus dengan berbagai macam daging dan sosis.

"Baiklah, ayo."

Ken dan Keyla berjalan menyusuri restoran yang berada di mall tersebut, setelah menemukan yang di cari mereka masuk dan langsung duduk di ujung ruangan.

Setelah memesan tak lama pelayan kembali dengan membawa pesanan mereka berdua.

Ken memilih memesan Moqueca. Makanan ini merupakan olahan ikan atau udang yang dimasak dengan santan, minyak sawit, tomat, ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan jeruk nipis.

"Selamat makan!"

Setelah selesai makan, Keyla tersenyum karena merasa perutnya sangat penuh. Sedangkan menatap Keyla heran.

"Ada apa?"

"Tidak apa-apa, hanya terlalu kenyang." Keyla meringis malu, ia terlalu kalap saat makan tadi.

"Tentu saja, kau menghabiskan begitu banyak makanan dengan tubuhmu yang kecil itu."

"Astaga, ini bukan kecil Tuan. Ini namanya langsing, bentuk tubuh idaman wanita ini. Tidak kalah dengan model yang sering berjalan di cathwalk."

Enak saja dia bilang tubuh Keyla kecil, memang Keyla akui tubuhnya sedikit pendek tapi tidak kecil juga.

"Ck! mirip orang kekurangan gizi." ledek Ken.

"Daripada anda mirip hulk." balas Keyla mencibir Ken.

"Sudah pukul 9, ayo pulang."

Keyla mengangguk sebagai jawaban, keduanya melangkah beriringan menuju parkiran.

"Tuan, saya pulang dengan taxi saja. Anda tak perlu repot mengantar saya." Keyla tidak enak kalau harus merepotkan Ken. Mobilnya ia tinggalkan di kantor karena Ken mengajaknya berangkat dengan satu mobil saja.

"Tidak papa, masuklah, ini sudah malam, aku akan mengantarmu." jawaban Ken membuat hati Keyla sedikit menghangat, ternyata Ken tidak sejahat kelihatannya. Ia masi bertanggung jawab untuk mengantar Keyla.

Keyla menurut, ia masuk ke dalam mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Keyla menyebutkan alamat rumahnya.

Perumahan elite, setidaknya bukan apartement lagi.

"Kenapa kau pindah?"

"Karena Oma yang meminta, jadi ya mau bagaimana lagi."

"Ternyata kau penurut juga."

"Sebenarnya tidak, namun ancaman Oma membuatku memilih menurut daripada harus pulang paksa."

"Kenapa?"

"Biasalah orang tua." balas Keyla sambil senyum tipis.

Empat puluh lima menit kemudian, mobil Ken tiba di depan rumah Keyla.

Pandangan Ken menatap rumah dua lantai Keyla yang lumayan besar. Banyak tumbuhan hijau yang menyegarkan mata.

"Rumah yang bagus."

"Terimakasih Tuan Ken. Saya permisi duluan." pamitnya pada Ken, tak lupa senyum tipis ia berikan. "Hati-hati di jalan."

...🌹🌹🌹🌹🌹...

...JANGAN LUPA LIKE • KOMENT • DAN BERIKAN VOTE! • ...

1
Yonathan Peter Najogi
💪
Normila Aspul Anwar
sekretaris thor... bukan sekertaris
Rini Mustika
ada ke PD an pak bos...
Latifah Herawati
Luar biasa
komalia komalia
mantap aku suka cerita mu thor
komalia komalia
aku penasaran sama yang ngijutin keyla laki laki seram betato itu gimana ya dan apa rencana key
komalia komalia
cerdik kamu kay
komalia komalia
keyla di lawan
komalia komalia
mantap kata kata mu key
komalia komalia
agresif kamu key
komalia komalia
bisa aja kamu key
komalia komalia
waaah parah niih
komalia komalia
mau jadi apa coba kalian niih
komalia komalia
si key memang terlalu percaya diri
komalia komalia
kapan kalian damai nya antara bos dan bawahan bisa bisa nya ya kalian adu mulut terus
komalia komalia
aah engga Cocok jadi ken
komalia komalia
keyla di lawan
komalia komalia
key keturunan oma nya rupa nya crewet
komalia komalia
engga bosan baca nya asik ngakak terus
komalia komalia
ada ada aja kamu key bikin orang ngakak aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!