Petualangan para manusia masa depan untuk mendapatkan Patung Budha Giok yang berasal dari abad ke 10 Masehi.
Perebutan pun terjadi dengan sengitnya. Melibatkan para petarung dan robot-robot dari Mars dan Bulan.
Hingga manusia dari masa lalu muncul. Untuk membuat kekacauan di abad ke 30 Masehi.
Para Manusia masa depan pun hampir putus asa menghadapi mereka.
Hingga terjadilah sesuatu hal di luar dugaan mereka...
Sesuatu yang akan mengubah sejarah..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimi Nalan Syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 (Kekuatan Jeni Ditingkatkan Oleh Marandra)
Jeni terus merasakan tubuhnya menggigil secara dahsyat, selama beberapa menit. Hingga akhirnya. Ia pun merasakan tubuhnya berangsur-angsur menjadi normal keadaannya seperti sediakala.
Jeni lalu bangkit kembali. Dan berdiri tegak di hadapan Marandra. Yang nampak sangat memperhatikan dirinya itu. Seperti seorang ibu kepada anak gadis kesayangannya.
"Apakah keadaan dirimu telah normal kembali?" tanyanya, dengan senyum yang mengambang.
"Ya, aku telah baik-baik saja...," timpal Jeni, lalu melepaskan senyumnya ke arah Marandra.
"Jika begitu, sekarang pergilah kau. Berikan pil itu, kepada para murid kami...," ujar Marandra, yang seakan sedang memberi perintah kepada Marandra.
"Kenapa aku harus cepat pergi?" tanya Jeni. Seakan meminta penjelasan kepada Marandra.
"Karena aku merasakan dua dari 5 kepang bersaudara, sedang menuju kemari. Saat dirinya tiba nanti, kau akan sulit untuk melarikan diri...," timpal Marandra, lalu melesat menuju lubang pada atap gua itu. Yang diikuti oleh Jeni dari belakang.
Mereka berdua pun tiba di luar gua itu. Mereka lalu menginjakan kakinya di tanah, menyaksikan pertarungan antara Mosa melawan 4 guru dari 5 legenda Gura-Gura lama. Yang sedang berlangsung di udara dengan sengitnya. Yang ditemani oleh Bulan separuh dan cahaya-cahaya merah dan putih yang menuju ke arah Bulan.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Jeni, melanjutkan perbincangan mereka kembali, yang sempat terputus.
"Karena mereka tidak akan membiarkan, siapapun mengetahui informasi tentang 5 kepang bersaudara," timpal Marandra, sambil menatap ke arah cahaya-cahaya merah dan putih. Yang sedang menuju Bulan.
Nampak dari raut wajahnya itu, Maranda terkejut bukan kepalang.
"Cahaya merah dan putih itu. Sepertinya, pecahan dari kekuatan shen Kenia dan Keneo. Apakah mereka juga telah bangkit kembali?" ucapnya berbicara sendiri. Sambil menatap ke arah Bulan separuh dengan tajamnya.
"Kenia dan Keneo, siapakah mereka itu?" tanya Jeni, dengan penuh selidik.
"Mereka berdua adalah, leluhur robot Mars dan Bulan. Jika cahaya merah dan putih itu kembali ke Bulan. Maka raja robot Mars dan Bulan beserta seluruh anak buahnya, telah mati. Yang membuat Kenia dan Keneo bangkit kembali," timpal Marandra. Yang membuat Jeni terkejut mendengarnya.
"Jika itu benar, maka celakalah Bumi. Karena mereka pasti akan menuntut balas, atas kematian para anak buahnya itu!" seru Jeni, dengan spekulasi yang berkembang liar di pikirannya.
"Kau tidak perlu khawatir, mereka berbeda dengan para anak buahnya itu. Mereka tidak jahat, si kembar manusia setengah robot itu. Adalah kawan tanding kami berlima. Sekaligus satu perguruan dengan kami berlima," jelas Marandra, yang membuat Jeni menjadi lega mendengarnya.
"Syukurlah jika begitu. Tapi kenapa para anak buahnya itu jahat?" tanya Jeni kembali. Masih dengan penuh selidik.
"Itu karena, mereka dipengaruhi oleh 5 kepang bersaudara. Saat mereka dikalahkan 102 tahun yang lalu oleh kepang 1 dan kepang 2, yang merupakan kepang terkuat di antara 5 kepang bersaudara. Mereka dibuat tertidur dan disegel di bawah pusat komando Mars dan Bulan. Yang menggunakan kekuatan shen mereka, untuk memproduksi pasukan robot Mars dan Bulan secara otomatis. Lalu kepang 1 pun menarik 10% dari kekuatan mereka, untuk menciptakan 2 raja robot Mars dan Bulan. Dan 8 Jenderal Mars dan Bulan," jelas Marandra dengan panjang lebarnya, walaupun belum tentu tentang kebenarannya itu.
"Lalu kenapa kalian berlima tidak membebaskan Kenia dan Keneo di Bulan?" tanya Jeni dengan penuh selidik.
"Kau pikir kami berlima tidak melakukan hal itu?. 2 tahun setelah mereka tersegel kami baru mengetahui kabar itu. Kami berlima langsung menuju Bulan. Tapi di sana kami mendapati keadaan Bulan yang sudah hancur oleh 5 kepang bersaudara dan pasukan robot Mars-Bulan. 9 suku koloni Bulan dibantai oleh mereka. Termasuk suku peramalku dan suku bulan sabit merah klan dari Punka. Aku dan Punka hampir gila menerima kenyataan itu. Tapi di saat seperti itu. Aku dan Punka menemukan 2 perempuan yang berasal dari suku peramal bulan dan suku bulan sabit merah yang tengah melindungi bayi mereka."
Maranda pun menghentikan ceritanya sejenak. Ia tatap langit tanpa batas. Seakan sedang merangkai ingatannya itu. Hingga ia pun melanjutkan perkataannya kembali.
"Apakah kau tahu siapa kedua bayi itu?" tanya Maranda yang kini berdiri dihadapan Jeni.
"Itu pasti Ibu dan Paman Pusia," jawab Jeni dengan tegasnya.
"Kau benar." sahut Marandra lalu tersenyum dan melanjutkan ceritanya kembali.
"Kami berdua lalu memutuskan untuk membawa kedua bayi itu ke bumi. Setelah ibu mereka menyerahkannya kepada kami sebelum tewas. Aku dan Punka lalu kembali ke Bumi. Sedangkan Drun, Clirk dan Ur tetap berada di Bulan untuk mencari keberadaan kembar hybrid itu. Tetapi sayangnya mereka dipukul mundur oleh 5 kepang bersaudara itu," Marandra pun mengakhiri ceritanya itu.
"Apakah orang-orang dari masa lalu itu begitu kuat?" tanya Jeni dengan penuh penasarannya.
"Saat itu kami berlima jelas bukan tandingannya. Bahkan Mosa pun tak sanggup melawan yang terlemah dari mereka berlima. Mungkin hanya guru kami yang mampu mengalahkan orang-orang dari masa lalu itu sekaligus," jelas Marandra sambil membayangkan sosok gurunya. Yang begitu kuat. Hingga dikeroyok oleh ke 8 muridnya. Ia tetap menang dengan hanya menggunakan 30% kekuatannya.
" Kalau guru kalian begitu kuat. Kenapa ia tak menghabisi para pengacau dari masa lalu itu?" tanya Jeni semakin penasaran saja.
"Sayangnya dia sudah menghilang keberadaannya saat kami muda," jawab guru dari Kasandra lalu tersenyum getir.
"Maksudmu dia sudah mati?"
"Tidak."
"Lalu?"
"Dia menghilang di luar angkasa saat menghadang meteor raksasa seukuran bulan yang menuju ke bumi."
" Dia benar-benar hebat sulit mencapai kekuatannya."
"Karena dia berasal dari masa lalu. 7 kota angkasa dan 7 kota air adalah ciptaannya untuk para pembantunya," jelas Marandra mengakhiri ceritanya itu.
"Dia benar-benar sosok yang sangat luar biasa sekali...," kata Jeni sembari membayangkan sosok dari kakek guru dari 5 Gura-Gura Lama.
Mereka berdua lalu saling terdiam satu dengan lainnya. Bermain dengan pikiran mereka masing-masing.
I like it!
Ijin promosi juga novel perdana aku yang judulnya Counting of love.
Ditunggu juga komentar, like, vote dan rating bintang limanya ya....😉😊
Mampir juga yuk di Mr. Mafia or Mr. Psychopath?
Tetap semangat
Ijin promosi, yuk ke NATHANIEL X KLARA
Jgn lupa klik like, komen, vote dan follow yaa
Makasihh 🙏🏻😊