"Bukan kah diaa.....si gadis Hello Kitty?" Batin Rey, memperhatikan Alice dengan gerak mata saja.
“Waah! Mulai ribut nih!!” Seru Alice dalam hati.
“Harus cari tempat yang PEWE untuk nonton.” Batinnya sambil melemparkan pandangannya ke segala arah di dalam ruangan itu,mencari kursi yang dapat ia gunakan untuk nonton. Karena tidak mungkin dia nonton di area sofa secara semua para pemain sedang berada disana.
“Nah itu dia!” Seru Alice saat melihat kursi nganggur di depan meja kerja Rey. Alice berpikir untuk menarik kursi itu di pojokan untuk nontonin perang besar para wanita pemuja Reyfaldi Arthur. Mana tahu ini bisa menjadi inspirasi untuk novel nya di NovelToon.
“Seru nih!!!” gumam nya sambil pelan-pelan berjalan menuju kursi yang dia tuju di tengah kegaduhan itu, persis seperti seorang maling.
Alice masih tidak tahu kalau Rey tengah memperhatikan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#25
Dan dengan mata yang berkaca-kaca Alice melanjutkan perkataannya tadi.
“Gue takut, elo gak akan percaya dengan apa yang gue berikan pada lo ini Nis, sebab di mata lo Bram adalah pria yang sempurna.” Ujar Alice yang sudah tidak sanggup membendung air mata di sudut-sudut mata nya kiri dan kanan.
“Gue takut lo berpikiran gue melakukan ini karena gue tidak suka pada Bram.” tambah nya lagi.
“No Nis!! No! Gue melakukan ini semua karena gue sayang sama lo. Lo udah seperti saudara gue sendiri Nis..! Cuma elo yang gue miliki sekarang di dunia ini. Jadi gue gak mau elo salah pilih laki-laki untuk jadi pendamping hidup lo.” Ungkap Alice dengan ingus yang sudah berserakan kemana-mana.
“Nih! Lap dulu ingus lo. Gue jadi payah mau meluk lo!” Ujar Anis, memberikan tisu pada Alice.
“Thanks Nis.” Jawab Alice, kemudian membersihkan ingus nya dan air mata di pipi nya.
“ Kok malah elo sih yang nangis nya lebih kejer dari gue?” Ucap Anis masih dalam mode terisak.
“Gue takut lo gak percaya dengan apa yang gue katakan Nis! Gue takut persahabatan kita kalah dengan cinta enam bulan elo itu! Gue takut elo USIR DARI APARTEMEN LO..........”
“Huhuhuhuhuuhuu... Dasar sahabat lucnut lo Alice?” Tangis Anis sambil memeluk erat Alice.
Akhirnya Anis memutuskan untuk lebih mempercayai Alice, sahabat yang telah bersama nya dalam keadaan susah dan tidak pernah senang ini. Sebab dari dulu, hidupnya Alice in memang susah melulu.
Tak terasa sudah sangat lama mereka menangis bersama.
Anis menangis karena telah di selingkuhi oleh Bram, sedangkan Alice menangis entah untuk apa. Melihat Anis menangis, dia pun ikut menangis.
Untuk mengurangi rasa sedih yang melanda Anis, Alice pun mengajak Anis keluar untuk berjalan-jalan sekedar melepas semua rasa sesak di dada Anis.
Ya, walaupun hubungan Anis dan Bram baru berjalan selama enam bulan terakhir ini, tapi sesungguh Anis sangat lah mencintai Bram sebab Bram adalah cinta pertama nya Anis.
Anis selama ini memang tidak pernah pacaran dengan siapa pun.
Body nya yang sedikit melar membuat nya acap kali tidak pede saat berdekatan dengan lawan jenis.
Orang-orang di luar sana tidak akan ada yang menduga hal tersebut jika melihat cara Anis hidup bak sosialita kota besar. Dimana barang-barang branded melekat di setiap bagian tubuh nya.
Padahal itu semua Anis kenakan agar mata-mata julid di luaran sana tidak terfokus pada lemak nya yang sedikit lebih banyak bila di bandingkan dengan wanita-wanita muda yang ada di kalangannya.
Dan baru Bram seorang lah, pria yang mendekati Anis yang tidak menyinggung sama sekali soal body Anis. Tidak ada menyuruh Anis berdiet atau pun olah raga. Membuat Anis merasa Bram dapat menerima Anis apa ada nya.
Namun siapa sangka, ternyata semua itu Bram lakukan bukan karena Bram menerima Anis apa ada nya melainkan karena Bram sama sekali tidak peduli dengan Anis. Mau Anis gendut, bulat, segitiga atau pun trapesium Bram benar-benar tidak peduli.
Dan untuk melepaskan semua beban yang menghimpit hati rapuh sahabat nya ini, sini lah Alice dan Anis berada setelah puas touring jajanan malam dengan kalap, di sebuah pantai yang sudah sepi pengunjung karena hari memang sudah hampir tengah malam.
karena dia melihat kesedihan yg dalem dari anaknnya, penghianatan dan kematian cucu nya yg tragis
dia ga mau cucu nya ngalamin lagi... karenanya sakitnya sakit bgt.
mungkin caranya salah
tapi salah satu dia ngelindungi cucu nya
tapi dia lupa,,kepala walaupun semua warnanya hitam tapi ttp kan isi pasti beda beda
yg pasti kak upe lah yg menang
apa si yg gak buat kamu 🤣🤣
tidur doank
hei..kata nenek ku
tidur bareng itu ga bahaya,yg bahaya kl ga tidur di tempat tidur🤣🤣
konsep..itu
cuman sebuah konsep sandiwara cinta 🤣
wkwkwkwk
kan ga salah sentuh disitu🤣🤣
repot cari jaminan sosial nya
kecuali babang itu yg mau jaminin,sekalian masa depan kita
eaaaaa, 🤣😘