Yuk jejak yang baik, like dan komentar yang membangun cerita Author lebih baik lagi.
ig : ny.fadli_
fb : ghassani
🌟🌟🌟
Dewi adalah wanita dengan jabatan khusus di agen BNN bisa terbilang orang kepercayaan kepala BNN.
Suatu hari dirinya ditugaskan menangkap, menggeledah bandar narkotika yang dimana targetnya adalah tunangannya yang saat itu Dewi kaget akan profesinya.
Suatu hari, Dewi berbicara empat mata pada tunangannya itu, namun tunangan nya menembak mati Dewi di sebuah ruangan, tepat di bagian dada tiga kali.
Mata Dewi masih melotot, memikirkan tunangannya itu untuk melepas profesinya, namun tidak menyangka dia memilih membunuhnya dan membuang dirinya ke laut.
Mata Dewi masih terbuka dan dendam ingin membalas semua perbuatan ini, Lalu ia bersumpah akan memberi perhitungan pada mantan tunangannya itu dan juga pemilik tubuh lemah ini, demi menjalani kehidupan baik di kesempatan hidupnya untuk tidak tertindas kedua kalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga Empat
Lorenzo.
"Juwita hadir dengan anak ini .. Mau ikut dengan ku, sekalian kita tahu bisnis Mr, semakin cepat lebih baik, bukankah paman Gober menghilang ..?"
DEG.
Sejak kapan paman hilang??!
Aldo merasa kesal, lagi lagi pria di depannya merebut acara dirinya dengan Juwita yang berakhir di tinggalkan.
'Juwita aku merasa aneh deh, kamu yakin mau ikut dia?'
Juwita pun melepas tangan Lorenzo, bicara lembut menjelaskan saat Aldo berbisik.
"Malam ini aku ada urusan dengan temanku. Maaf Lorenzo! Untuk kali ini tidak bisa, ini menyangkut pelajaran juga, aku datang sebagai mahasiswa siswi club, bukan bagian dari orang penting seperti MR, bukan juga donatur."
Penjelasan Juwita membuat Aldo senang, mereka pergi ke tempat lebih aman. Di rasa wajah Aldo tertawa aneh, Juwita menampar tipis pipi Aldo.
'Gajelas! Ketawa tawa gitu, ingat ya aku ikut kamu karena satu hal. Ayo lanjutin yang tadi kamu cek.' bisik Juwita.
"Eh .. Iya iya, sabar atuh! Lagian haus, ambil minum sama kue dulu kali. Masa ngecek beginian sambil diri, cari tempat dulu lah." Aldo meraih sesuatu, di depannya ada sebuah meja penuh kue dan minuman.
Sambil memerhatikan Lorenzo yang berada di jajaran Mr Bro. Juwita jadi berpikir keras untuk tidak percaya penuh pada Lorenzo, meskipun dia orang kepercayaan papa. Entah kenapa ada sesuatu yang aneh. Tapi haruskah ia percaya penuh dengan Aldo juga, secara ibu Rektor terakhir kali sangat membencinya saat di rumah sakit.
Tapi saat ini sakit kepala Juwita, serta sesak hatinya sakit seperti terpotek potek. Entah kenapa gambaran seorang pria, gambaran seorang wanita samar samar seperti gambaran video real menempati di ingatan otak Juwita tiba tiba.
Seperti video klip yang kusut, beberapa momen momen terlintas di pikirannya saat Juwita memejamkan mata.
'Ah .. Apa ini? Kenapa ada tangan pria yang menaruh serbuk ke kopi papa? Ruangan itu seperti meja kantor?' batin Juwita menepuk kepalanya berkali kali.
"Juwita, kenapa kamu sakit?" Aldo baru tersadar saat Juwita memejamkan dan membungkuk sedikit.
"Ga apa apa, ada ingatan ingatan kecil yang menyakitkan melintas gitu aja, udah baikan kok sekarang." Juwita membalas, setelah mengambil minuman Aldo.
Dan beberapa waktu acara Juwita melihat daftar digital di bagian depan I - Fair. Acara Club Internasional, Juwita pun membaca dengan jeli karena masih ada lagi kegiatan untuk besok yang di hadirkan secara umum dari kampus manapun.
Pertunjukan siswa mulai dari musik Nepal hingga tarian tradisional Jepang.
Stan yang didesain oleh siswa yang mewakili berbagai budaya.
Pameran makanan internasional yang menampilkan hidangan buatan siswa.
Tamu spesial, seperti komedian I fair, dan penyanyi lain yang tampil untuk memeriahkan nama University nya.
'Keren juga ya, pantas donaturnya juga terhubung keren.'
"Juwita lihat apa! Aku udah kirim surel ke kamu ya!" Aldo menepuk, lagi lagi tatapan Juwita ke depan tapi seolah melamun.
"Hm .. Oke!"
"Bener lagi ga mikirin apapun?" kembali Aldo.
"Balik sekarang! Nanti aku cerita di jalan."
Dan waktu pun berlalu, dari skill Juwita yang mempunyai bela diri, dari skill Aldo yang cukup baik. Saat Juwita jujur dan berbisik pada Aldo.
"Do, mau jadi bagian keluarga aku ga?"
"Hm .. Maksudnya ..?" Aldo kembali jawab, masih mengunyah melihat ke arah depan.
Di rasa bising, Juwita menarik Aldo ke tempat yang lebih sepi tidak berisik. Hingga saat ini Aldo diam memerhatikan mimik wajah Juwita yang serius.
"Aldo, aku serius. Mending kita keluar dari tempat ini, aku benar benar butuh orang yang bisa meretas. Please!"
"Ya udah, ayo kita keluar dari sini."
Aldo melepas jas, lalu meraih tangan Juwita keluar. Aldo tahu pikiran Juwita kemana, sebab ia yakin Juwita sedang membutuhkannya urgent sama seperti Arman dulu, hanya saja saat itu Aldo sedikit terlambat membuat dirinya kehilangan jejak sahabatnya.
"Ada yang ga beres dengan keluarga aku. Aku memilih kamu karena kamu bilang best friend, sohib kak Arman. Kamu ga akan khianati aku kan kedepannya, tolong ini rahasia kan!"
Juwita menunjukan dan menjelaskan banyak hal, dimana Aldo terdiam tak sangka jika kerumitan yang Arman dulu curigai benar benar nyata, dan kini Juwita sedang melanjutkan kebenaran dan keadilan.
"Besok kita temui Riki. Riki orang bisa dipercaya, soal Mr Bro mengancam, enggak perlu takut. Aku bisa buat anonim biar viral, Soal Young Zak dan paman kamu, serahin semua sama aku, kalau paman kamu benar hilang aku bisa lihat mereka berdua dimana, kalau ga bersalah kenapa harus takut. Sekaligus Viona dan yang lainnya menyinggung kamu, aku bisa lakuin apapun untuk kamu Juwita."
Ehm .. Juwita menelan saliva, senyum.
🪻🪻🪻
BEBERAPA HARI KEMUDIAN.
Juwita nampak biasa biasa saja, ia benar benar nampak tidak terlihat dicurigai, salah satu dari atas tangga ia berdiri melihat pemandangan sangat indah.
'Viona, kamu harus jelasin semua ini. Kamu benar benar bikin mama malu ya, ayo pulang!!karena kelakuan kamu mama menerima surat dari polisi, mama harus keluarin uang banyak untuk pengacara nanti.' Gwen disana terlihat sedang menerima telepon sambil marah marah.
'Daddy .. Kemana sih, Daddy gak mungkin kan pergi ninggalin Meta. Udah beberapa hari Meta di teror oleh seorang pria, kalau Meta tidak boleh muncul di sekitar kota ini. Kalau enggak mereka ancam Meta. Daddy ...ayo jawab!'
Dan itulah yang Juwita lihat dan dengar, apalagi kali ini kabarnya papanya kembali jauh lebih baik, pergerakan kritisnya banyak perubahan satu langkah menunggu siuman membuat Juwita turun ke anak tangga.
Duk ..
Duk ..
Juwita turun, saat dua orang di bawah sana sedang marah marah dengan smartphone.
"Ada apa ini berisik sekali, tumben banget rumah sebesar ini kok, bising ya?" Juwita tepat dibelakang Gwen dan Meta tak jauh.
"Bruk .. Juwita, ini pasti rekayasa kamu ya!"
Gwen datang melempar beberapa potongan koran dan foto yang tersebar di internet, lalu Juwita meraih satu koran tersebut dan membacanya.
"Memang ini kegiatan anak kesayangan Tante. Apa tante juga baru tahu, kalau Viona di keluarkan dari University?"
"Ini pasti karena kamu kan, Juwita jahat kamu ya. Gila kamu .. " Gwen teriak membabi buta histeris.
AKU .. GILA .. GA SALAH .. ??!
"Tante Gwen, kalau Juwita yang lakuin ini semua ke Viona, apa mungkin Daddy hilang karena ..?" Meta melirik tajam ke arah Juwita.
"Kenapa .. Masih bingung? Kalian berdua pergi dari rumah ini, lagi pula rumah besar ini aku akan jual. Kalian pikir aku tidak bisa lakuin apa apa, saat kalian melakukan kejahatan, memakai fasilitas dan menghabiskan uang kantor atas nama Steven Lim. Dan ayah kamu Meta .. Saat ini sedang di hantui kesalahannya, ingat kesalahannya yang disengaja bukan Khilaf, udah berapa banyak kerugian papa ku sakit karena kalian semua!"
Meta tak suka, ia meraih gucci untuk di pecahkan ke arah Juwita. Namun beruntung bibi Lau tepat datang, menghindari.
Awas .. Nona!!
Teriakan itu, membuat Juwita berhasil menyingkir, tapi Gucci vas bung jatuh pecah membuat Juwita geram.
"Meta kamu harus membayarnya, harganya adalah 27 juta rupiah. Apa kalian berdua masih mempunya uang di rekening?" sindir Juwita membuat Meta dan Gwen kembali histeris.
BERSAMBUNG ..
🌸 **HAPPY READING ALL** 🌸
sikit2 pun xda ke, payahlah macam nie😪