NovelToon NovelToon
My Ex Beloved

My Ex Beloved

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:248.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Gamil Arfan Wiguna sangat mengharamkan untuk balikan dengan mantan. Bahkan, dia memiliki jargon yang masih dia pegang teguh sampai saat ini.

"Buanglah mantan pada tempatnya."

Namun, kedua orangtuanya mendesak Apang untuk segera menikah karena Apang sudah dilangkahi adiknya. Di saat seperti itu, semesta malah mempertemukan Apang dengan mantan pertamanya. Perempuan yang belum Apang buang pada tempat semestinya.

Apakah Apang akan membuangnya juga ke dalam bak sampah sama seperti mantan-mantannya? Atau malah terjadi cinta lama belum kelar di antara mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Kapan Saja dan Di Mana Saja

Buku nikah sudah mereka genggam. Senyum pun sudah mulai merekah di wajah pengantin baru. Mereka tak menyangka jika pernikahan mereka akan diadakan secepat ini.

"Akhirnya, Sold out juga," ujar Aqis dan berhambur memeluk tubuh sang kakak.

Rasa bersalah masih bersarang di hatinya karena dia melangkahi sang kakak. Untung saja stigma perihal kakak yang dilangkahi adik akan sulit mendapat jodoh terpatahkan. Kurang dari dua tahun setelah pernikahannya, sang kakak bersanding dengan mantan tercintanya.

"Sudahi rasa bersalah kamu, ya." Aqis pun mengangguk.

Naira sedikit terkejut ketika dua orang perempuan yang amat cantik menghampirinya. Lalu, memeluknya.

"Selamat ya, Naira."

Naira bingung karena dia sama sekali belum dikenalkan kepada keluarga besar Apang. Di mana dia melihat kumpulan orang-orang tampan dan cantik.

Apang tersenyum ketika melihat Naira yang tersenyum kaku setelah kedua kakak iparnya melepaskan pelukan mereka terhadap Naira. Lelaki jangkung itu mulai menghampiri.

"Kenalin, ini Mbak Rene dan Kak Ellea."

Naira pun mengulurkan tangan kepada kedua wanita di depannya. Tak lupa dia meminta maaf karena ketidaktahuannya.

"Enggak apa-apa, santai aja," balas Rene.

Suami Rene dan Ellea pun menghampiri. Naira mulai menatap sang suami karena dua pria di hadapannya itu sama tingginya dengan Apang.

"Ini Mas Dalla, kakak pertama. Dan ini Bang Iam."

Baru saja selesai mengenalkan keluarga inti kepada Naira, seorang pria berbadan tegap menghampiri salah satu dari mereka. Tampan, kekar, tapi terlihat dewasa.

"Ini suaminya Aqis," ucap Apang.

Kedua alis Naira menukik tajam. Wajah pria di depannya itu pernah dia lihat sebelumnya.

"Enggak usah bengong," ujar Rio dengan suara dingin.

"Tempat ibu lu dirawat adalah rumah sakit keluarga gua."

Naira pun melongo. Dia menatap Apang yang berada di sampingnya. Bukannya menjawab, rengkuhan di pinggang mulai dapat Naira rasakan.

"Adik ipar ini adalah keponakannya Baba Radit."

Naira semakin terkejut. Dua keluarga kaya berbesanan dan menjalin kerjasama. Sudah pasti pundi-pundi serta aset dua keluarga itu semakin banyak.

Satu per satu anggota keluarga singa dikenalkan kepada istrinya. Kekagetan Naira semakin menjadi karena mendengar silsilah menantu keluarga Wiguna. Namun, ada satu yang dari kalangan biasa, yakni istri dari Agha.

"Ralat, Pang. Salju adik gua," tegas Khairan. Di mana ayah Khairan adalah dokter ternama di Singapura.

.

Apang menghela napas kasar ketika dia sudah masuk ke kamar khusus dirinya dan Naira.

"Maaf, aku gak bisa memberikan yang terbaik."

Sebuah kalimat yang membuat Naira terdiam. Dia yang hendak duduk di samping Apang menatap Apang begitu dalam. Tangannya diraih oleh lelaki tampan yang tengah duduk. Menariknya pelan hingga bokong Naira terjatuh di atas pangkuannya.

"Aku ingin memberikan pernikahan yang terbaik dan sesuai impian kamu, tapi ini malah--"

Jari telunjuk Naira sudah ditempelkan di depan bibir sang suami tercinta. Menatapnya dengan begitu dalam.

"Begini juga aku udah bahagia, Sayang."

Jari telunjuk Apang mulai menyentuh pipi Naira. Bibirnya pun melengkung dengan indah.

"Yang aku inginkan bukan mewahnya, tapi sahnya," lanjut Naira.

Senyum Apang semakin lebar. Tangannya mulai menyentuh dagu Naira. Mata mereka berdua pun sudah saling tatap dengan penuh harap. Dan kini, bibir mereka sudah saling berpagut. Bermain dengan ritme pelan, sampai pada Apang mulai bringas karena sudah terbawa nafsu. Tubuh Naira pun sudah memanas karena serangan Apang yang membuatnya pun ikut liar.

Ketika asupan oksigen mulai menipis, mereka pun mulai memundurkan wajah dengan napas sedikit tersengal. Mata mereka kembali bertemu, dan senyum pun mengembang di wajah mereka berdua.

"I love you."

Naira tersenyum mendengar kalimat yang tak pernah Apang ucapkan saat pertemuan mereka kembali. Naira merangkulkan lengannya di leher sang suami.

"Love you more."

Mereka berdua kembali tersenyum. Saling menatap penuh cinta. Baru saja hendak mengulangi adegan kokop mengkokop, suara ketukan pintu terdengar. Sontak Apang pun berdecak kesal.

"Buka dulu, siapa tahu penting."

Naira mulai turun dari pangkuan Apang. Dia melihat begitu jelas wajah sang suami yang teramat kesal. Bibir Naira mendarat di pipi Apang hingga membuat lelaki tampan itu terkejut. Seulas senyum pun terukir di wajahnya.

"Bukain dulu. Nanti aku kasih lebih dari yang tadi."

"Bener, ya?"

Naira menunjukkan jari kelingkingnya. Apang pun tertawa kecil dan menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking Naira.

Suara ketukan pintu itu semakin keras menandakan sangat tak sabar.

"Bentar!" teriak Apang dari dalam.

Si little twins sudah menyunggingkan senyum teramat manisnya. Niat hati ingin memaki, akhirnya tak jadi.

"Maaf ya, Pang. Seyla sama Seyna maksa pengen ke kamar kamu. Mereka sangat merindukan kamu," jelas Ellea.

"Setiap kali ke rumah Bunda kamu gak pernah ada. Sekalinya ketemu cuma ngajak mereka ngemall. Padahal, mereka pengen main sama kamu."

Mencelos mendengar penuturan dari sang kakak ipar. Dia merasa bersalah karena sudah tak memiliki waktu untuk kedua keponakan cantiknya itu. Padahal, dulu dia begitu dekat dengan keponakan kembarnya.

"Ya udah, Seyna sama Seyla di sini aja dulu. Nanti kalau mereka udah bosen Apang anterin ke kamar Kak El."

Apang membawa kedua keponakan cantiknya masuk. Di dalam tak ada istrinya. Suara pintu kamar mandi pun terbuka. Dahi Naira sedikit mengkerut melihat dua balita cantik bersama Apang.

Dia pun segera menghampiri suaminya dan menyapa dua balita cantik tersebut. Sayangnya, si kembar malah bersembunyi di balik tubuh tinggi sang paman.

"Kok ngumpet?" tanya Naira yang terlihat sedikit sedih.

"Seyla, Seyna, gak boleh gitu," tegur sang paman.

Apang pun mulai merendahkan tubuhnya. Memutar tubuhnya sambil memberikan pengertian kepada little twins.

"Kakak itu istrinya Uncle. Jadi, Seyla dan Seyna manggil Kakak itu Aunty," jelas Apang pelan-pelan.

"Uncel," tunjuk Seyla ke arah Apang.

"Anti," tunjuk Seyna ke arah Naira.

Sepasang suami istri itu mengangguk. Tak perlu waktu lama, Seyla dan Seyna pun sudah mulai akrab dengan Naira. Apang pun terus menyunggingkan senyum karena dia melihat jiwa keibuan Naira terpancar.

Sudah tiga kali Ahlam dan Ellea menjemput kedua putrinya. Namun, mereka tak mau.

"Pang, ini gimana?" Ellea mulai tak enak hati.

"Ya udah jangan dipaksa. Lagi anteng sama Naira."

Apa yang dikatakan Apang benar. Kedua anak kakaknya itu begitu akrab dengan sang istri. Padahal, ini pertemuan pertama mereka.

"Ini kan malam pertama lu, Pang," ujar Ahlam.

"Bukannya udah biasa acara malam pertama keluarga singa selalu diganggu," balas Apang santai.

Ahlam menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ucapan Apang memang benar.

.

Naira menghampiri sang suami yang tengah duduk di sofa. Lengan Apang dia rangkul.

"Keganggu?"

Apang menatap istrinya yang juga tengah mendongak ke arahnya. Gelengan kepala menjadi jawaban. Dan kecupan singkat di bibir, Apang berikan.

"Kita bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja."

Naira tersenyum. Tangannya sudah menyentuh pipi putih sang suami.

"Kalau kamu mau melakukannya di sini pun boleh." Penawaran yang menggiurkan.

Namun, Apang menolak dengan begitu halus. Meraih dagu Naira dan menyesap bibir manis itu dengan penuh cinta juga kelembutan. Apang menyudahi peraduan bibirnya. Wajahnya mulai mendekat ke arah leher hingga bulu kuduk Naira meremang. Bibir Apang pun mendarat di leher putih sang istri. Mengecupnya dengan begitu lembut dan membuat mata Naira terpejam. Beberapa detik kemudian, suara bisik Apang terdengar di telinga.

"Aku ingin malam pertama kita dikenang untuk selamanya, di tempat yang nyaman dan romantis."

...***To Be Continue***...

Boleh dong dikomen ..

1
sukensri hardiati
jangan lupain ibra
sukensri hardiati
dah tahu biadap kok masih pake panggilan wanita dermawan...
sukensri hardiati
istilah pesakitan tu konotasinya narapidana/tahanan....
Cha Cha
masalahnya kenapa 10 tahun lalu kamu tinggalkan apank, ra???
Cha Cha
nah lo ketemu mantan kayanya😇
Siti Nurjanah
kenapa akoh yg deg degan y....
rara ayu
baru pertama baca karya mu thor,,next langsung di cek semuanya soalnya suka.
🌿wing2bo_27
Luar biasa
74 Jameela
ibra trllu PD
74 Jameela
ilmu kebathinan yo bra ibra
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
bagus ceritanya
endang nastusil
Luar biasa
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
Fahri Wiby
thor ....last love tayang dimana...
Irma Minul
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭😭
Yanti Yana
🤣🤣🤣
Yanti Yana
ceritanya bagus banget tetap semangat ya othor dan terus berkarya 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!