Bilawal Kenta Faaruq nama seorang anak lelaki tampan yang mempunyai arti lelaki yang selalu menjaga kehormatan, harga diri dan bijak dalam bertindak apapun nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.
Al biasa dia dipanggil oleh teman-temannya adalah seorang ketua Basis di sekolahannya. Tiada hari tanpa masalah yang menghiasi hari-harinya. Keluar masuk ruang BP dan kantor polisi selalu ia lakoni namun tak kunjung jua dikeluarkan dari sekolahnya karena keponakan dari kepala sekolah tempatnya belajar sekaligus papanya menjadi penyumbang utama di sana.
Suatu hari Al bertemu dengan Makaila yang tidak lain ketua OSIS yang terkenal galak.
Konflik terjadi antara mereka berdua sampai akhirnya Al menyukai Makaila dan menjadi cinta pertamanya. Segala cara Al lakukan agar Makalia menyukainya, sampai Makalia menjadi target musuh anak Basis Al.
Segala cara Al lakukan untuk melindunginya sampai nyawa menjadi taruhannya.
Hi jangan lupa follow akun IG snow_white97suga
Tik-tok. snowwhite19975
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback 3 Tahun Lalu (Takdir Yang Akan Mempertemukan Kita)
Kejadiannya begitu sangat cepat membuat tubuh Ethan dan Nares masih terdiam membeku setelah ingat apa yang baru saja dilakukan.
Tubuh keduanya masih membeku dan gemetaran, parang yang ada di tangan Ethan terjatuh begitu saja karena tubuhnya merasa sangat lemas.
Sementara Nares masih menggenggam erat parangnya dengan napas yang tidak beraturan dan detak jantungnya semakin cepat.
Tatapannya kosong seperti mimpi rasanya bagi Nares dan Ethan melakukan hal yang belum pernah dilakukan sama sekali seumur hidupnya. Kini mereka berdua berubah menjadi monster.
"Lo nggak kenapa-kenapa, kan?" tanya Bilawal menghampiri Ethan yang wajahnya terlihat pucat pasih dan tubuhnya mendadak lemas.
"Kita pergi dari sini," ajak Bilawal begitu mengkhawatirkan sahabatnya yang masih terlihat gemetaran dengan pikirannya melayang entah kemana.
Tatapan Nares masih begitu sinis menatap Bilawal, sepertinya rasa bencinya semakin menjalar ke seluruh tubuh. Entah kenapa ia merasa sangat muak melihatnya.
"Semua gara-gara gara lo semua jadi kaya gini!" Tuduh Nares kepada Bilawal dengan tatapan sinis-nya.
Sorot matanya sangat tajam menghujam menatap Bilawal, seolah menyimpan rasa kecewa yang besar.
Melihat tatapan dan apa yang baru saja diucapkan oleh Nares membuat Bilawal terdiam. Ucapannya berhasil membuat Bilawal tersinggung dan merasa sangat bersalah.
"Lo udah buat kita celaka, Al!" Tambah Nares yang semakin emosi menyalahkan Bilawal.
Ethan merasa tidak terima dengan tuduhan yang ia layangkan kepada Bilawal, semua bermula karenanya. Jika bukan karena Nares yang ikut campur semua tidak akan seperti ini.
"Jangan salahin dia! Semua berawal dari lo, Res!" Timpal Ethan yang tidak terima jika semua kesalahan ini dituduhkan kepada Bilawal.
Hanya tawa ringan yang terlukis di bibir Nares saat Ethan selalu membelanya. Menurut Nares semua kejadian ini karena Bilawal bukan karenanya.
"Gue? Denger ya, gue nggak tahu apa-apa dan karena dia masuk BASIS kita jadi keseret jauh kaya gini!" Luapan emosi Nares semakin tidak terbendung dan pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya dan korban kecelakaan motor yang masih tidak sadarkan diri.
Bilawal hanya terdiam membisu dan hatinya merasa sangat bersalah, ia menyesal karena semua terjadi karenanya. Kedua sahabatnya sekarang sudah menjadi target Ghio.
Sementara itu Bilawal sangat mengkhawatirkan pengemudi motor yang tidak sadarkan diri. Benturan keras di kepalanya membuat tidak sadarkan diri dan mendapatkan luka parah pada bagian kepala.
Bilawal menelepon ambulan namun tidak menemaninya, ia meninggalkan begitu saja berharap pengendara motor yang masih begitu muda baik-baik saja.
Tanpa Bilawal tahun takdir akan mempertemukan kembali mereka pada satu ikatan di masa berikutnya.
Seorang pengendara motor yang ternyata anak dari pengusaha kaya raya yang akan menjerat hidupnya dan menghubungkan dirinya dengan seseorang di masa yang akan datang.
*
*
*
*
Amarah Kelvin berapi-api ketika tahu jika Bilawal ternyata salah satu bagian anggota Ghio dan menyeret kedua sahabatnya.
Ternyata Nares sudah memberitahukan semuanya kepada Kelvin malam itu juga selesai kejadian.
Hatinya mulai terbakar emosi dan aliran darahnya mendidih saat mendengarnya, ia tidak bisa membiarkan semuanya terjadi apalagi menyeret kedua sahabatnya untuk mengikuti jejaknya.
Sepertinya Nares berbicara lain kepada Kelvin agar lelaki itu marah kepada Bilawal dan membencinya.
"Sejak kapan lo masuk anggota mereka, Al?" tanya Kelvin yang masih mencoba untuk meredam emosinya namun sorot matanya tidak bisa bohong jika ia begitu murka kepada Bilawal.
Sebelum jam masuk kelas Kelvin membawa Bilawal ke ruangan basket tempat mereka sering bersama setelah selesai latihan, hanya ada Jericho yang berusaha menjadi penengah jika tiba-tiba saja Kelvin meluapkan emosinya.
"Nggak begitu lama," jawab Bilawal dengan nada suara terdengar sedikit pelan dan menundukkan kepalanya karena ia merasa sangat kebingungan harus bicara apa kepada Kelvin.
Apakah Bilawal akan berbicara yang sebenarnya ataukan ia kembali berbohong menutupi kesalahan Nares.
"Kenapa bisa lo masuk ke Genk itu, Al? Apa yang lo cari di sana?" emosi Kelvin meluap-luap dengan detak jantung begitu kencang dan nada suara yang semakin meninggi membentak Bilawal.
Deg, sesaat Bilawal terdiam sejenak karena kebingungan hendak menjawab apa. Kedua bola matanya hanya bisa melirik ke kiri dan ke kanan seraya mencari alasan yang pas untuk pertanyaan Kelvin.
"Gue minta maaf, udah bikin kalian semua khawatir dan menyeret Nares sama Ethan," jelas Bilawal yang sebenarnya bukan itu yang ingin Kelvin dengan atas pertanyannya.
Kenapa Bilawal tidak menjawab pertanyaan Kelvin membuatnya keheranan, begitu juga dengan Jericho yang merasa gelisah atas semua ucapan Bilawal yang masih saja berbohong membuat Kelvin salah paham tentangnya.
"Bukan itu yang mau gue denger Al. Bukan permintaan maaf yang pengen gue denger."
Glek, Bilawal hanya bisa menelan ludah dan semakin gelisah karena sikap Kelvin membuatnya sangat frustasi.
"Sorry, Vin. Gue nggak bisa jawab pertanyaan lo," jelas Bilawal membuat Kelvin kecewa.
"What? Kenapa? Kenapa lo nggak bisa jawab?" Kelvin terlihat sangat kesal seolah sudah mulai merasa muak dengan Bilawal yang akhir-akhir ini selalu menyimpan rahasia dari keempat sahabatnya.
Sama seperti biasa Bilawal masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Kelvin.
"Pasti selama ini lo tahu kan kalau dia jadi bagian genk-nya Ghio?" tuduh Kelvin bertanya kepada Jericho karena mulai curiga.
Deg, Jericho yang sedari tadi hanya terdiam mendadak wajahnya terlihat sangat gugup dan panik.
Kedua bola matanya membulat sempurna menatap lekat ke arah Kelvin yang sedari tadi sudah menatapnya dengan tatapan sinis.
"Lo diem berarti selama ini tahu tentang dia, kan. Tapi lo ngga pernah kasih tahu kita semua. Kenapa, Jer? Kenapa lo diem aja padahal tahu kalau itu bahaya buat Al. Tapi kenapa lo nggak ngelarang dia buat berhenti?" Kelvin mulai semakin marah kepada Jericho yang dinilai hanya diam saja.
Wajah Jericho terlihat kebingungan dan tidak tahu harus bicara apa karena Bilawal terus melarangnya bicara.
"Gu....Gu...Gue...." Jericho terlihat gugup dan terbata-bata mencoba menjawab namun Kelvin sudah merasa kecewa.
"Samanya lo berdua!" Timpal Kelvin dengan nada kesal pergi berlalu begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya bisa terdiam mematung.
Melihat kepergian Kelvin dengan emosi yang meledak membuat Bilawal sedikit ketakutan dan kebingungan, sepertinya masalah ini semakin sangat rumit saja.
Kekecewaan Bilawal juga menghampiri pada Jericho yang sepertinya telah memberitahu Ethan, tidak mungkin Ethan dan Nares ada di sana jika bukan karena seseorang memberitahunya.
"Lo yang kasih tahu Ethan, kan?" tanya Bilawal sedikit curiga menuduh Jericho yang sedari tadi begitu setia berdiri di sampingnya.
"Nggak, Al. Gue nggak kasih tahu dia," jawab Jericho mencoba menyakinkan Bilawal yang sudah kecewa kepadanya.
"Jangan bohong, mana mungkin dia tahu semuanya?" Bilawal terlihat mulai marah kepada Jericho.
"Serius, Al. Gue nggak kasih tahu dia sesuai perintah lo." Jericho terus meyakinkan Bilawal jika dirinya tidak berbicara yang macam-macam kepada Ethan.
Sepertinya percuma saja Bilawal memaksa Jericho untuk berkata jujur, nyatanya dia terus berbohong. Padahal Jericho memang tidak berbohong dan ia berkata jujur.
"Al!" Panggil seseorang yang tiba-tiba saja datang menghampirinya saat masih berbicara dengan Jericho begitu serius.
Keduanya menoleh secara bersamaan dia adalah Ethan yang datang menghampirinya untuk memberitahu sesuatu.
"Kita harus ke ruang kepala sekolah," jelas Ethan tanpa basa-basi memberitahukan membuat keduanya begitu kaget saling menatap satu sama lain.
Pasti kejadian semalam langsung diusut oleh polisi dan mereka tidak bisa kabur lagi saat ini, pasti Ethan dan Nares aka terbawa juga.
"Bokap-nya Nares, Kelvin, sama bokap lo udah ada di sana," sambung Ethan yang membuat Bilawal semakin terkejut.
Tamatlah sudah riwayatnya jika papanya sudah datang ke sekolahannya, pasti akan ada masalah baru muncul jika mereka bertiga sudah turun tangan. Apalagi jika ditambah orang tuanya Ethan dan Jericho mereka semua tidak akan selamat.