Ini adalah kisah tentang dua insan yang sangat jauh berbeda, tetapi jatuh cinta.
Takdir menyedihkan menimpa keduanya selama hidup sampai Mahapatih Candrakumara Dewananda dan Putri Balqis Humaira Azhari meninggal dalam pesakitan memperjuangkan cinta untuk melampaui sekat-sekat agama dan sosial.
Tapi...
Kisah Candrakumara dan Balqis kembali terjalin dengan inkarnasi modern mereka. Candrakumara terlahir kembali sebagai Garalt Zayn Mahesa, seorang bintang film yang sangat menawan. Dan Balqis terlahir kembali sebagai Aneska Zoya Raveena, seorang gadis cantik nan lugu yang bermimpi menjadi seorang aktris besar. Semesta mempertemukan mereka kembali.
Dapatkah mereka mencegah tragedi yang sama terjadi pada diri mereka? Atau justru takdir pahit itu akan terulang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu yang Menghancurkan Segalanya
Zoya sangat terkejut melihat rumah Zayn sangat berantakan dan dipenuhi dengan botol-botol alkohol yang berserakan di mana-mana. Saat memencarkan pandangannya, dia melihat Zayn sedang duduk di bar mini rumahnya dan meminum bekas-bekas alkohol yang tersisa di botolnya.
Zoya berjalan perlahan mendekati Zayn dengan kening mengkerut. Laki-laki itu sekarang sudah seperti orang gila.
"Semuanya selesai," gumam Zayn.
"Zayn, apa-apaan ini?" tanya Zoya.
Zayn tidak menghiraukannya, dia hanya sibuk mencari botol-botol yang masih berisi minuman keras itu agar dapat dia minum.
"Nggak ada minuman," gumam Zayn lagi seraya terus membuka botol-botol yang masih berisi sedikit minuman lalu meminumnya.
"Apa yang kamu lakuin?" tanya Zoya.
Zayn lagi-lagi tidak mendengarkannya dan berlari ke arah wardrobe. Seraya mencari-cari minuman itu lagi seraya terus menggumamkan kata-kata 'Semuanya sudah berakhir'.
"Zayn!" panggil Zoya tetapi laki-laki itu tetap tidak mendengarkannya.
Zayn berlari ke arah tempat tidurnya seraya mengamuk dan mengacak-acak semuanya.
Zoya yang melihat itu dengan susah payah menghentikannya. Dia berusaha menghentikan Zayn yang mengamuk lalu memberi laki-laki itu pelukan untuk menenangkannya.
"Belum berakhir, ini belum berakhir. Nggak ada yang berakhir, semuanya masih baik-baik aja. Biar aku ambilin minum," ucap Zoya lalu segera berlari menuju dapur.
Zayn hanya bisa menangis di kamarnya karena sangat frustasi. Tiba-tiba dia melihat sebuah dompet di dalam tas yang di pakai Zoya karena gadis itu lupa menutup tasnya. Dengan cepat Zayn mengambil dompet itu lalu membawanya pergi.
Zoya yang berniat memberikan air minum pada Zayn melihat apa yang dilakukan laki-laki itu dari kejauhan, dia berbalik dan bersembunyi di balik dinding, membiarkan Zayn pergi membawa dompetnya itu.
Zoya menyeka air matanya melihat itu, dia sangat prihatin dengan kondisi Zayn yang sangat terpuruk. Bahkan, rumah yang menyimpan banyak kenangan mereka ini sebentar lagi akan dijual.
Saat sampai di bar, Zayn sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia sudah banyak minum dan tak lama kemudian, pelayan datang dan memberikan tagihan.
Zayn membuka dompet Zoya dan berniat untuk membayar semuanya, tetapi tindakannya terhenti saat melihat foto dirinya dan Zoya di dalamnya. Terlihat di sana mereka berdua berpose di hadapan kamera dengan wajah yang sangat bahagia, seakan-akan tidak memiliki beban apa pun.
Tiba-tiba handphone Zayn berdering dan Zayn segera mengangkatnya karena melihat tulisan 'Papa' pada layar handphone.
"Hai, Pa. Apa kabar?" tanya Zayn dengan suara parau karena habis menangis.
"Kenapa sama suara kamu? Semuanya baik-baik aja? Kenapa kedengarannya kamu kayak lesu? Ada apa, Nak?" tanya David dari seberang sana.
"Aku cinta banget sama dia, Pa. Aku bener-bener cinta sama dia," ucap Zayn.
"Zayn, bilang ada apa? Papa khawatir, sayang. Ngomong, ada apa?"
"I don't know. Aku cuma sedikit mabuk."
"Zayn, kamu nggak sendirian. Kamu denger Papa? Papa bakal pulang besok. Kamu nggak sendirian."
"Aku emang nggak sendirian, Pa. Aku nggak sendirian," ucap Zayn seraya mengusap fotonya bersama Zoya di dalam dompet itu.
***
Malam ini, diadakan sebuah pesta khusus untuk para selebriti dimana mereka diperkenankan untuk menceritakan pengalaman mereka dari awal sampai mereka sukses seperti sekarang. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi kepada orang-orang yang baru saja memulai karirnya di dunia hiburan.
Zoya dan Aidan juga ada di sana. Saat Zoya menoleh, dia melihat Aidan tengah duduk di meja di sebelahnya. Zoya tersenyum ragu pada laki-laki itu dan sangat bersyukur Aidan membalas senyumnya mengingat kesan pertemuan terakhir mereka kurang baik.
Zayn datang kesana dengan tampilan acak-acakan. Dia bukan tamu undangan, sehingga sekarang dia hanya bisa berdiri di balik para reporter yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.
"Tanpa membuang-buang waktu lagi, sekarang, saya akan panggil ke atas panggung, Aneska Zoya Raveena!" ucap sang mc.
Riuh tepuk tangan memenuhi tempat itu saat Zoya naik ke atas panggung. Mendengar itu, Zayn menepukkan tangannya dengan keras dan berjalan menuju Zoya. Tetapi dia ditahan oleh pengawal yang ada di sana.
"Tolong minggir, tolong mundur," ucap mereka seraya menyeret Zayn menjauh dari sana sehingga dia kembali berdiri di antara para reporter.
Zayn tidak menghiraukan mereka dan kembali berjalan untuk lebih dekat dengan Zoya.
"Tolong mundur," ucap pengawal itu lagi seraya menahannya.
"Gue kenal dia," ucap Zayn.
"Apa Anda punya kartu undangan?" tanya pengawal yang satunya.
"Apa? Jangan sentuh gue."
"Keluar!" ucap para pengawal itu lalu kembali menyeret Zayn untuk menjauh.
"Tolong jaga etika kalian!" Zayn mendorong para pengawal itu dan kembali berjalan menuju panggung.
Tetapi dia kembali ditahan oleh salah satu pengawal. Zayn sudah kehabisan kesabarannya dan mendorong pengawal itu dengan kasar.
"Udah gue bilang gue kenal sama dia! Lepasin gue! Lo pikir lo siapa?!" teriak Zayn yang membuat semua orang sontak menatap ke arahnya.
"Jangan macam-macam di sini," ucap Aidan berusaha menenangkan Zayn agar tidak membuat onar.
"Pergi ke sini, pergi ke sana. Jangan duduk di sini!" teriak Zayn meniru ucapan para pengawal itu.
"Zayn, ayo." Aidan berusaha membawa Zayn menjauh dari sana.
"Gue udah pernah bayar dia. Gue udah ngebintangin banyak film populer!" teriak Zayn penuh amarah.
"Tenang, Zayn."
"Tenang apanya?!" bentak laki-laki itu seraya mendorong Aidan.
"Dan sekarang, para sialan ini memperlakukan gue kayak gini! Udah banyak pesta yang gue kunjungin. Gue Zayn Mahesa, gue bintang yang sebenernya. Gue masih lebih baik dari semuanya. Dulu, sekarang dan nanti!" teriak Zayn lagi.
Zoya tidak tahan lagi melihat itu dan segera berlari untuk menenangkan Zayn, tetapi laki-laki itu menepis tangannya dan membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.
Dengan sesegera mungkin, David membantu gadis itu untuk bangun. Zoya memegang dahinya yang sedikit perih, dan melihat darah di tangannya. Dia menatap ke arah Zayn, ingin berbicara pada laki-laki itu tetapi Zayn langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan apa pun.
Semua orang yang berada di sana hanya bisa terdiam menyaksikan apa yang telah terjadi.
"Zayn!" panggil Zoya. Gadis itu ingin mengejarnya tetapi David menahannya agar tetap di sana.
"Nggak, biarin dia pergi," ucap David.
Setelah sampai di rumah, Zayn berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah lunglai. Dia menatap kaca yang ada di belakang barnya lalu menghancurkannya dengan melemparkan sebuah kursi bar ke sana.
Dia juga memukul botol-botol alkohol yang terletak di atas meja bar itu dengan gitarnya, lalu menghancurkan meja bar itu. Dia menghancurkan semua barang yang ada di sana dengan perasaan marah yang menggebu-gebu.
Setelah puas dengan apa yang dia lakukan, Zayn terduduk lemas di atas lantai dan menangisi semuanya. Menangisi apa yang selama ini telah dia lakukan, menangisi dirinya yang tidak pernah bisa lepas dari minuman itu yang akhirnya membuat dia menyakiti orang-orang di sekitarnya, termasuk Zoya.
***
Bersambung...
Next up. 😉
Semangat untukmu. 😊
Salam manis dari STILL IN LOVE. 💖
Ditunggu kelanjutannya. 😉
Salam manis dari Still In Love. 😊
maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya...
Semangat menulisnya
Salam dari LOVATY
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
hmmm...