NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Wanita Bercadar

Terjebak Cinta Wanita Bercadar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Sri Rusmiati

Ketika dua gadis kembar jatuh cinta pada pria yang sama. Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arni, ternyata pertemuan keduanya dengan Agni membuatnya semakin jauh pada Arni. Saat menjelang pernikahannya dengan Agni, Andra mendapat informasi bahwa Agni sedang hamil. Reno asisten pribadi sekaligus sahabat dekat Andra dituduh sebagai ayah dari anak yang di kandung Agni karena kepergok satu kamar bersama Agni dalam keadaan mabuk. Arni yang bercadar terjebak masuk ke dalam sebuah ruangan yang hanya ada Andra di dalamnya membuat Andra harus menikahinya. Kebencian demi kebencian muncul terhadap wanita bercadar yang tidak diketahui Andra bahwa dia adalah wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Arni yang merasa sangat sakit hanya bisa menerimanya. Nasibnya berubah saat Andra mengetahui bahwa wanita di balik cadar itu adalah cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rusmiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Pagi sekali Arni sudah bangun, memakai cadarnya dan memulai pekerjaannya membereskan rumah dan pekarangan. Sebenarnya itu pekerjaan Nenti namun karena tugas memasak dan melayani Lia sedang libur, Arni sengaja membantu Nenti agar pekerjaannya segera selesai dan bisa segera pergi ke rumah sakit jiwa untuk mencari ibunya. Belum lagi dia menunggu Agni yang belum mengabarinya untuk bertemu.

Selesai pekerjaan Arni mengajak Nenti untuk mengantarnya ke rumah sakit jiwa. Mereka berangkat dengan meminta ijin kepada security rumah Wandi untuk bertemu dengan saudaranya. Dengan persetujuan Wandi, mereka diijinkan keluar rumah sampai pukul 12.00.

Segera melaju dengan kendaraan umum agar aksesnya tak diketahui oleh Wandi. Sesampainya di rumah sakit jiwa lututnya gemetar, badannya lemas.. tempatnya tak jauh dari tempat tinggal Arni saat bersama mendiang papanya. Sakit hatinya membayangkan selama 20 tahun ibunya tak pernah memeluk anaknya sementara dia dan adik kembarnya ada dekat dengannya.

Nenti memeluknya mencoba menguatkan Arni. Raut luka dan kecewa tak bisa dihindari dari tatapan Arni kepadanya. Nenti menarik tangan Arni untuk masuk ke ruangan ibunya. Sangat mewah, tidak seperti ruangan rumah sakit jiwa. Seperti hotel bintang lima. Dua orang suster yang tak jauh dari keberadaan Ibu Ami selalu setia menenangkannya di saat depresinya kumat.

Sekarang Arni faham kenapa wasiat Pak Angga hanya 50 persen untuk Arni dan Agni, ternyata 50 persennya dipakai untuk biaya perawatan istri tercintanya. Matanya berkaca melihat ibu kandungnya di depan mata. Sangat cantik, tidak seperti pasien di sana pada umumnya.

"Ma..." Arni memanggil seorang wanita berusia 41 tahun yang sedang menggendong dua boneka ditangannya.

"Siapa kamu? Keluar!" Teriak Ami.

Arni lari dan memeluk Ami dengan sangat kencang.. Ami meronta ingin melepaskan pelukannya, tetapi Arni semakin kuat memeluknya. Air mata Arni mampu meluluhkan Ami. Melemah dan memeluknya kembali, Ami mencium kepala Arni yang tertutup cadar. Arni perlahan melepaskan Ami dan bersujud di kakinya.

"Ma, ampuni aku. Aku gak tahu mama ada di sini. Betapa jahatnya aku dan Agni yang selama ini hidup mewah dan bahagia tanpa mengurus mu. Bahkan melihat mu saja gak pernah." Arni menangis di bawah kaki Ami.

Ami kemudian lari menjauh dari Arni dan naik ke atas kasurnya dengan membawa kedua bonekanya kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan berteriak, "Jangan! Aku mohon pergi sekarang. Jangan ganggu anak ku!"

Seorang suster yang merawatnya mencoba menenangkan Ami, sedangkan suster yang lain mengingatkan agar segera pergi dari ruangan Ami karena takut depresinya semakin parah. Dengan sangat berat, Arni dan Nenti melangkah pergi menjauh dati ruangan Ami.

"Sabar ya Non." Nenti memeluk Arni yang masih menangis.

Arni mengangguk dan memeluk Nenti. Pelukannya terlepas setelah ada panggilan masuk dari Agni. Segera dia mengangkat telponnya.

"Kak, siang ini aku tunggu di cafe X ya!" Ucap Agni dari balik sambungan telpon.

"Apa aku bilang sekarang ya tentang mama? Tapi aku takut calon suaminya ninggalin Agni kalau tahu keadaan mama kayak gini." Batin Agni.

"Hallo kak.. Hallo.." Ucap Agni kembali saat tak ada jawaban dari Arni.

"Ehh iya Dek, gimana?" Tanya Arni.

"Kakak kenapa sih? Aku mau ngenalin calon suami ku sama kakak. Siang ini kita tunggu di cafe X ya!" Pinta Agni.

"Ohh iya Dek. Kakak siap-siap dulu ya." Ucap Arni sambil menutup sambungan telponnya.

"Mba pulang duluan ya! Aku mau ketemu Agni dulu, dia mau kenalin calon suaminya sama aku." Ucap Arni.

"Non Agni mau nikah Non? Kapan?" Tanya Nenti penasaran.

"Iya mba cuma belum tahu kapan." Jawab Arni.

Nenti pulang ke rumah Wandi karena sudah janji akan pulang siang. Dengan beralasan kalau Arni sedang berobat di rumah skit karena sedang flu, membuat bodyguardnya memaklumi ketelatan Arni untuk kembali ke rumah Wandi.

Arni yang berusaha keras untuk menutupi wajah sedihnya mencoba mengganti dengan raut bahagia karena adiknya akan segera menemukan jodohnya. Selama perjalanan menuju cafe X, Arni membayangkan bagaimana sosok calon suami Agni, "Pasti tinggi, badannya kekar, baik dan lembut. Tidak mungkin mengecewakan Agni."

Andra dan Agni yang sudah menunggu 15 menit mulai makan karena sudah jam makan siang.

"Kakak mu jadi datang?" Tanya Andra.

"Jadi, katanya tadi OTW kak." Jawab Agni.

Andra melanjutkan makannya dan beberapa kali matanya mengitari sekeliling cafe. Belum ada tanda-tanda kedatangan kakak Agni. Agni yang belum melihat kakaknya datang mengirim pesan, "Kak, aku udah di cafe X. Kalau kakak udah sampe langsung ke meja ku ya! Di meja no 11."

Arni tiba di depan cafe X. Membuka handphone untuk menghubungi Agni tapi sudah ada pesan masuk. Dibukanya pesan Agni kemudian dengan tak sabar Arni masuk ke cafe X dan menuju meja nomor 11. Meja demi meja dilaluinya dengan sangat bahagia, sudah tak sabar rasanya ingin segera memeluk adiknya dan berkenalan dengan calon suaminya.

Degg... Jantungnya hampir berhenti memompa. Aliran darahnya seakan membeku, Wajahny pucat dan bibirnya bergetar saat melihat meja nomor 11. Terlihat Agni dan Andra duduk berdua, tangan Agni tak lepas dari genggaman Andra. Sakit, sama seperti sakit hatinya ketika melihat ibu kandungnya untuk pertama kalinya.

Dengan cadar yang menutupi wajahnya Arni duduk di meja nomor 12. Berusaha sesantai mungkin kemudian memesan makanan seakan dia memang pengunjung yang sengaja datang untuk makan. Berkat cadarnya Agni tak bisa mengenalinya.

Tangannya gemetar matanya sesekali melihat meja di depannya. Pemandangan yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya. Andra, pria yang sangat ia cintai sejak awal bertemu dan cinta pertamanya akan menikah dengan adik kembarnya. Tangan gemetar itu merogoh handphone dari dalam tasnya. Sebuah pesan singkat dikirimkan kepada Agni, "Dek, maaf banget ya. Kakak gak jadi datang ke Cafe X, ini di jalan ada ibu-ibu mau melahirkan. Kakak bantuin dia dulu, takutnya kesorean adek pulang aja ya. Kita ketemu lain kali. Maaf sayang."

Agni yang membuka pesan dari Arni langsung mengerucutkan bibirnya. Raut kecewanya tak bisa disembunyikan dari Andra.

"Heyy kenapa?" Tanya Andra sambil mengangkat dagu Agni yang tertunduk.

"Kakak ku emang gak pernah berubah, masih aja kayak dulu. Selalu membantu orang walaupun gak dikenalnya sampai-sampai janjian sama kita batal." Ucap Agni manja.

"Loh bagus dong sayang, berarti kakak mu orang baik. Ya udah kalau dia gak datang, kita pulang aja yuk!" Ajak Andra.

Andra dan Agni melangkah pergi dari cafe X. Agni yang manja tak lepas dari tangan kekar Andra. Obrolan dan pemandangan itu terlihat dan terdengar nyata di telinga Arni. Semakin sakit dan menusuk ke hati Arni.

1
Yati Xty123
jangan,buat,dua sahabat bertengkar ,ya thoor.😁😁😁
Yati Xty123
hadir,Thor masa orang kaya ada bodigarh di rumah cctp ada ngga tau calon istri selingkuh ngga tau.
Ridho Saputra
Luar biasa
Aiur Skies
hubungan keluarga yang rumit,,,, ada BOM Waktu diantara mereka, hubungan yg rapuh
Aiur Skies
sesama Player berjodoh toh🤣🤣🤣🤣🙏🏻
Aiur Skies
ya ampun gak kenal tempat 🤬🤬🤬🤬😂😂😂😂 risih iiihhh aku jd reno bakal ganti tempat tidur 🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
dan memang sepantasnya haram hukumnya menyentuh yang bukan Mahrom🙏🏻
Aiur Skies
salah satu tanda hamidun kayaknya 🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
takutnya ketika Arni menjalankan misi ini, dia hamil,,,, muncul lah masalah baru, keraguan Andra akan "ayah si baby" 🤣🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
apa kamu gak berpikir panjang Arni??? Bagaimana dg kelanjutan Wandi setelah kalian bohongi, dia bisa kalap dan makin kejam juga nekad sama kamu🤔🤔🤔
Aiur Skies
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍
Aiur Skies
dia akan mencoba mendekati Wandi, berpura-pura mencintai Wandi, supaya akhirnya Lia si cerai oleh Wandi, itu pikiran ku🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
ngidamnya songong 🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
bawaan orok kali Ndra
Aiur Skies
jangan jangan hamidun
Aiur Skies
kaaan dugaanku,,,, krn Lia nerasa nyaman bila dekat dg Arni, bahkan memposisikan dirinya sbg kakak Arni waktu Arni bekerja sbg ART dulu
Aiur Skies
nah pinter Kua👍🏻
Aiur Skies
lah, mustinya kesempatan atuh Lia buat kamu menjauh dari Wandi, bilang ajah ama mertuamu buat menjamin kehidupan kamu stlh meninggalkan Wandi
Aiur Skies
kaaan, Lia ama si Kembar satu ayah
Aiur Skies
justru jangan2 ayahnya Lia yg memperkosa Ibu Ami, jd Lia ama Kembar Arni Agni satu ayah🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!