NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Gema badai yang terjadi di kamar tidur sayap barat siang tadi tampaknya telah merombak total hierarki tak kasat mata di dalam Kastel Stone.

Malam harinya, jamuan makan malam kembali digelar di ruang makan utama.

Namun, suasana kaku yang biasanya menyelimuti ruangan megah itu kini terasa jauh lebih cair, atau lebih tepatnya, dipenuhi oleh ketegangan yang canggung dari pihak sang Countess.

Lady Genevieve tidak lagi menampakkan batang hidungnya; kabarnya, gadis London Utara itu telah berkemas dalam tangis histeris dan menumpang penerbangan paling awal kembali ke Inggris sore tadi.

Kursi di sebelah Countess kini kosong, menyisakan ruang yang sunyi di antara jajaran piring porselen Meissen.

Dr. Emmeline Valerio duduk di samping suaminya dengan penampilan yang luar biasa menawan.

Menggunakan gaun malam berbahan sutra lembut berwarna hijau zamrud yang longgar namun tetap memancarkan aura kelas atas, wajahnya tampak segar, sama sekali tidak menyiratkan sisa-sisa mual dari sarapan pagi.

Di sebelahnya, Kyle Stone duduk seperti biasa—tenang, dominan, dan masif. Tangan kekarnya tak pernah benar-benar lepas dari sisi tubuh Emmeline, siap siaga menjaga sang Istri.

Emmeline memotong filet mignon di piringnya dengan gerakan yang sangat anggun. Namun, otaknya yang jenius tidak pernah berhenti berputar.

Sebagai seorang wanita yang dibesarkan di lingkungan borjuis Los Angeles dan pernah merajai dunia pergaulan kampus, dia tahu betul bahwa posisi ibunya Kyle saat ini sedang berada di ujung tanduk antara harga diri yang terluka dan rasa bersalah yang besar.

Saatnya mengeluarkan senjata pamungkas seorang wanita hamil, batin Emmeline, taring Valerio-nya tersembunyi di balik senyuman manis yang mendadak berubah menjadi sayu.

Emmeline tiba-tiba meletakkan pisau dan garpunya.

Dia menghela napas panjang, bersandar pada kursi ukirannya sembari memegangi perutnya yang masih rata dengan raut wajah yang mendadak dibuat sedih, seolah-olah dia sedang menahan beban dunia.

"Ada apa, Sayang? Perutmu mual lagi?" Kyle langsung merespons dengan cepat.

Suara baritonnya yang berat seketika memotong obrolan ringan antara sang Earl dan William di ujung meja. Seluruh anggota keluarga kini memusatkan perhatian pada Emmeline.

Emmeline menoleh ke arah Kyle dengan sepasang mata indahnya yang sengaja dibuat berkaca-kaca, memancarkan binar kelinci tak berdosa yang teramat menggemaskan.

"Tidak, K... perutku tidak mual," bisik Emmeline, cukup keras untuk didengar oleh seluruh ruangan, terutama oleh sang Countess yang duduk tidak jauh dari mereka.

"Tapi... pasukan kecilmu di dalam sini tiba-tiba meminta sesuatu yang aneh. Permintaan ngidam yang sangat mendesak."

Kyle menyipitkan matanya sedikit, mendeteksi kilat nakal yang bersembunyi di balik mata sayu istrinya.

Sebagai pria yang sudah hafal dengan tabiat ajaib Emmeline, sang Alpha langsung mengerti bahwa istrinya sedang merencanakan sesuatu yang konyol untuk menjebak ibunya.

"Apa yang mereka inginkan, Baby?" tanya Kyle, mengimbangi permainan istrinya.

Emmeline menoleh perlahan ke arah Countess Stone yang sejak tadi pura-pura sibuk dengan sup jamurnya. "Pasukan kecilmu... tiba-tiba ingin sekali merasakan pelukan hangat dari Grandmaman. Mereka ingin aku dipeluk erat oleh Ibu mertua, dan... mereka juga mengidam ingin memakan buah apel yang dikupas langsung oleh tangan anggun Ibu mertua. Jika tidak, rasanya perutku sangat perih, K."

Mendengar permintaan konyol dan akal-akalan bawa-bawa kehamilan itu, suasana di meja makan mendadak hening.

William dan Arthur hampir saja tersedak anggur merah mereka, sementara Eleanor mati-matian menggigit bibir bagian dalamnya agar tidak tertawa lepas di depan mertuanya.

Meminta seorang Countess Stone yang angkuh untuk mengupas apel dan memeluk menantu yang dibencinya di depan meja makan? Itu adalah permintaan ngidam yang mematikan.

Kyle menahan senyumnya yang hampir pecah. Dia mengulurkan tangan besarnya, mengelus perut Emmeline dengan sangat lembut di balik kain gaun hijau zamrudnya, lalu berkata dengan nada suara yang dibuat seolah-olah dia sedang memberi nasihat yang dewasa.

"Tidak, Sayang... jangan meminta hal yang terlalu berat dan mustahil seperti itu pada ibuku," ujar Kyle dengan nada berpura-pura serius, membalas permainan cerdas istrinya.

"Grandmaman tidak akan mungkin mau memelukmu saat ini, Sayang. Kita sedang berada di meja makan formal, dan itu melanggar protokoler kastel. Jangan memaksakan kehendak bayi-bayi kita."

Emmeline langsung memajukan bibir ranumnya, memasang wajah cemberut yang dibuat ala-ala bayi yang sedang merajuk.

"Baiklah, Daddy... Emme mengerti. Maafkan Mommy ya, Sayang, Grandmaman sedang sibuk," bisiknya pada perutnya sendiri dengan nada dramatis yang konyol.

Namun, di luar dugaan semua orang yang ada di dalam ruangan itu, suara denting sendok diletakkan di atas piring terdengar cukup keras.

Countess Stone mendadak berdiri dari kursi kebesarannya.

Wajah angkuhnya yang biasa kaku kini tampak bergetar hebat oleh emosi yang tertahan. Tanpa memedulikan tatapan syok dari suaminya—sang Earl—sang Countess melangkah lebar memutari meja makan panjang, menuju ke arah tempat duduk Emmeline.

Emmeline sempat mengira ibu mertuanya akan melemparkan serbet atau memakinya karena dianggap tidak sopan. Namun, detik berikutnya, tubuh ramping Emmeline seketika membeku.

Countess Stone langsung merengkuh tubuh Emmeline ke dalam sebuah pelukan yang teramat erat.

Wanita paruh baya yang biasanya sedingin es itu mendadak menangis haru, membiarkan air matanya jatuh dan membasahi bahu gaun hijau zamrud Emmeline. Isakan tangisnya terdengar begitu tulus dan sarat akan penyesalan yang mendalam.

"Maafkan aku... Maafkan keegoisanku, Emmeline," ucap sang Countess dengan suara yang bergetar hebat di dekat telinga menantunya, mengabaikan seluruh aturan bangsawan yang selama puluhan tahun ini dia jaga dengan taruhan nyawa.

Emmeline tertegun di dalam pelukan itu, tangannya yang semula kaku perlahan terangkat untuk membalas pelukan ibu mertuanya.

Sang Countess melepaskan pelukannya sedikit, memegang kedua bahu Emmeline dengan jemarinya yang gemetar, menatap langsung ke dalam mata menantunya dengan kejujuran yang telanjang.

"Aku... aku sebelumnya tidak bisa menerima dirimu karena riwayat masa lalumu yang pernah menikah sebelum bersama putraku,"

ucap sang Countess dengan suara serak, mengusap air mata di pipinya sendiri.

"Aku tidak bisa membayangkan putraku yang begitu sempurna, seorang Alpha tertinggi yang menjadi kebanggaan keluarga ini, harus mengklaim seorang wanita yang pernah disentuh oleh pria lain seumur hidupnya. Ego bangsawanku bergejolak setiap malam, memikirkan bagaimana mungkin putraku harus menyentuh kulitmu yang seputih porselan mahal itu, sementara ada bayangan pria lain yang pernah memilikinya sebelum dia."

Sang Countess menarik napas panjang, tangisnya kembali pecah namun kali ini dipenuhi oleh rasa lega dan kebanggaan yang aneh.

"Tapi mendengar pengakuanmu siang tadi di kamar... mengetahui bahwa putraku adalah pria pertama dan satu-satunya yang merusak kesucianmu enam tahun lalu, bahkan sebelum pernikahan pertamamu... demi Tuhan, Emmeline, aku merasa sangat bangga! Aku bangga karena putraku yang dominan itu yang merusakmu lebih dulu daripada mantan suamimu!"

Eleanor di seberang meja langsung menepuk dahinya pelan, menyadari betapa gilanya standar kepemilikan dan keegoisan seorang ibu dari klan Stone.

"Aku wanita yang egois," lanjut Countess, meremas tangan Emmeline dengan penuh kasih sayang yang mendadak meluap-luap.

"Aku memikirkan segala cara yang licik bersama Genevieve hanya agar putraku meninggalkanmu. Namun, mengetahui bahwa pria murahan yang ku maksud adalah darah dagingku sendiri... aku menyerah. Kau adalah milik Kyle, dan Kyle adalah milikmu sejak awal."

Sang Countess kemudian mengalihkan pandangannya ke arah perut Emmeline yang masih rata, matanya berbinar oleh kepuasan politik dan cinta seorang nenek.

"Dan dengar ini, Emmeline. Karena kau sedang mengandung darah daging murni dari Kyle—cucuku yang sah—aku secara resmi menyatakan bahwa anak-anak di dalam perutmu ini akan mendapatkan 20% atas seluruh hakku di dalam aliansi politik pantai timur dan Chicago. Tidak ada yang bisa mengaturnya selain dirimu. Maafkan semua kelakuanku yang bodoh sebelumnya, Sayang."

Mendengar untaian kalimat panjang yang sarat akan pengakuan egois namun teramat jujur itu, pertahanan Emmeline runtuh.

Jiwa dokternya yang penuh empati dan ketulusannya sebagai seorang wanita membuat dadanya terasa begitu hangat dan terharu.

Dia tidak menyangka bahwa kejujuran vulgar yang dia lontarkan siang tadi justru menjadi kunci pembuka gerbang hati ibu mertuanya yang sekeras batu.

Emmeline menoleh ke samping, menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.

Kyle Stone yang sejak tadi menyaksikan adegan itu dengan wajah datar, kini mengulas sebuah senyuman tipis yang teramat tampan. Sang Alpha mengangguk pelan ke arah Emmeline, memberikan restu mutlak atas perdamaian dua wanita tercintanya.

Kyle mengulurkan tangan besarnya, Memeluk bahu ibunya dengan kehangatan seorang putra yang telah kembali. "Terima kasih, Ibu. Kau membuat pilihan yang tepat untuk tidak kehilangan kami seumur hidupmu."

Kyle kemudian melirik ke arah Emmeline dengan kedipan mata nakal yang seksi, kembali menghidupkan suasana konyol yang sempat tertunda.

"Ibu... cucumu di dalam sini tampaknya tidak hanya ingin memakan apel yang kau kupas. Mereka juga sepertinya ingin dielus langsung oleh tangan Grandmaman-nya agar Mommy-nya tidak mual lagi."

"Oh, tentu saja! Tentu saja, Sayang!" dengan penuh semangat, sang Countess langsung berlutut kecil di samping kursi Emmeline.

Tangan anggunnya yang biasanya hanya memegang pena emas kini dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang mengelus permukaan perut rata Emmeline.

"Halo, cucu-cucu Grandmaman yang tangguh... tumbuhlah dengan baik di dalam sana. Mulai hari ini, istana ini adalah tempat bermain kalian."

Emmeline tertawa renyah, merasakan elusan hangat ibu mertuanya yang kini telah takluk sepenuhnya di bawah pesona dan taring Valerio yang dia mainkan dengan sangat cantik.

Meja makan Kastel Stone malam itu tidak lagi terasa dingin; kehangatan sebuah keluarga yang utuh akhirnya bertahta di sana, di bawah perlindungan mutlak sang Alpha dan kecerdasan sang Ratu.

1
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
Agus Tina
Semogabtidak ada badai berati lagi yg menghampiri mereka ...
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Agus Tina
Suka sekali pasangan seperti ini badass ... bisan dg cerita laki2 power full pasangannya perempuan lembut yg gak bisa apa2 dan dari keluarga yg tidak punya apa2 ... 👍
Ros 🍂: ma'aciww ya kak
total 1 replies
Agus Tina
,syukaaa ... up banyak
Ros 🍂: Hihihi siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!