NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Kota Xuanshan

Di tenda besar yang ditempati Xue Wudi, Pangeran Ketiga Xue Long, suasana tegang dirasakan oleh semua orang di tempat itu.

Jenderal Hong yang mendampingi Xue Wudi, dia tiba-tiba bangkit berdiri di tengah ketegangan setelah didapatkannya kabar terbaru dari Kota Moyan.

Wajah Jenderal Hong yang biasanya tenang kini tampak sangat serius. Dia memiliki keyakinan bahwa Kota Moyan telah jatuh ke tangan musuh.

"Yang Mulia, sebaiknya urungkan niat pergi ke Kota Moyan!"

"Saat ini besar kemungkinan kota itu telah jatuh ke tangan musuh. Dengan kekuatan dan perlengkapan yang kita miliki saat ini, mustahil kita bisa merebut kembali Kota Moyan!"

Para Komandan prajurit yang hadir di tempat itu setuju dengan pernyataan Jenderal Hong. Mereka hanya terdiri dari sepuluh ribu Kavaleri Xue Long, dan tidak membawa persenjataan berat untuk menembus pertahanan sebuah Kota.

Secara logika, mereka memang tidak ada harapan bisa merebut kembali Kota Moyan dengan kekuatan yang ada, dan di situasi saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjadi keras kepala.

Meski sebenarnya Xue Wudi sangat ingin merebut kembali Kota Moyan, dan rasanya masih ada harapan Kota itu saat ini belum jatuh ke tangan musuh. Sebagai seorang pemimpin yang bersedia mendengar usulan bawahan, akhirnya dia memutuskan memutar arah, kembali ke Kota Xuanshan, sebuah kota yang memiliki benteng alami berupa pegunungan dan sangat sulit ditembus.

**

**

Beberapa hari kemudian.

Berita Pangeran Xue Wudi yang telah tiba di Kota Xuanshan telah disampaikan pada Qin Tianyu oleh mata-mata yang dikirim ke kota itu.

"Kabarnya dia membawa serta sepuluh ribu Kavaleri terbaik Xue Long."

"Sepuluh ribu? Jumlah yang tidak sedikit, tapi juga tidak banyak."

Qin Tianyu sedang berbicara dengan Jenderal Yu, teman sekaligus ahli strategi yang dimiliki pasukan Kavaleri Harimau Besi.

Di tempat itu juga ada Qin Zixuan, Song Jiao, dan beberapa Komandan yang semuanya hadir untuk mendengar kabar terbaru dari Kota Xuanshan.

"Apa kita masih pada rencana awal, yaitu menyerang Kota Xuanshan?"

Qin Zixuan bertanya pada semua orang tanpa terkecuali.

"Jiao'er, apa memungkinkan membuka jalan bagi pasukan utama?"

Tidak langsung menjawab pertanyaan Qin Zixuan, Qin Tianyu justru lebih dulu bertanya pada Song Jiao.

"Sangat memungkinkan!"

Song Jiao menjawab tanpa adanya keraguan, dan kapan saja harus pergi, pada saat itu juga dia akan pergi bersama seratus prajurit Kavaleri wanita.

Sejenak semua orang tertegun oleh kepercayaan diri yang dimiliki Song Jiao, padahal sebelumnya mereka telah menjelaskan seperti apa keadaannya Kota Xuanshan yang dikelilingi pegunungan, bahkan sulitnya medan bisa menjadi pembunuh alami sebelum mereka akhirnya tiba di depan benteng Kota Xuanshan.

Di masa kejayaan Huangtian saja diperlukan seratus lima puluh ribu prajurit untuk menaklukkan kota itu.

Sekarang hanya dengan kurang dari empat puluh ribu prajurit. Meski memiliki persenjataan berat yang luar biasa daya hancurnya, tetap saja tersimpan keraguan apa nantinya mereka bisa merebut Kota Xuanshan dari cengkraman Xue Long.

"Aku akan mencoba menemukan jalan yang lebih baik menuju Kota Xuanshan, membuat bahaya di sepanjang jalan yang akan dilalui pasukan utama berkurang secara drastis!"

Song Jiao tidak berjanji, tapi dia akan mencoba menemukan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh pasukan utama.

Qin Tianyu menganggukkan kepala, percaya jika keponakan itu akan melakukan yang terbaik untuk pasukan utama, hingga nantinya mereka bisa tiba di depan benteng Kota Xuanshan dengan kekuatan penuh.

"Kalau begitu, kapanpun kamu siap pergi, saat itu juga kamu bisa pergi!"

Song Jiao tersenyum kecil. "Besok pagi aku akan pergi!"

Keputusan telah diambil oleh Song Jiao, dan tegas dia menolak kehadiran Qin Zixuan yang ingin bergabung dengan pasukannya.

**

**

Keesokan harinya...

Sebelum matahari pagi sepenuhnya terlihat, Song Jiao dan seratus Kavaleri wanita telah meninggalkan Kota Moyan. Tujuan mereka hanya satu, yaitu secepat mungkin tiba di Kota Xuanshan.

"Ikuti aku!"

Dalam pencahayaan pagi yang masih samar-samar, Song Jiao menyuruh semua orang mengikutinya. Kuda terus dipacu dengan kencang, meninggalkan jejak tapak kuda dalam karena jalanan yang sedikit berlumpur. Kondisi jalan sama sekali tidak menghambat pergerakan Song Jiao dan pasukannya, membuat mereka cepat menghilang dari pandangan Qin Tianyu yang melihat dari atas benteng Kota Moyan.

Seorang wanita memimpin wanita lainnya untuk membuka jalan bagi pasukan utama. Jika itu wanita lain yang melakukannya, Qin Tianyu tidak akan percaya wanita itu mampu melakukannya.

Tetapi karena ini yang melakukannya adalah Song Jiao, sosok keponakan yang sangat luar biasa, Qin Tianyu yakin dirinya adalah orang bodoh jika tidak mempercayai kekuatan dan kemampuan keponakannya sendiri.

Dengan kekuatan, kemampuan, serta bakat besar dalam kemiliteran, niscaya Song Jiao mampu menembus ibu kota Xue Long jika ingin.

Memikirkan hal itu, Qin Tianyu akan menuntut hadiah besar dari Kaisar, dan seluruh hadiah akan diberikan pada Song Jiao, keponakannya.

**

**

"Nona, ini adalah jalan utama menuju Kota Xuanshan. Jalanan berliku-liku, naik-turun gunung, dan disepanjang jalan kita akan menemui banyak jurang dalam. Jika di tengah jalan kita disergap musuh, itu akan menjadi mimpi buruk!"

Cu Yun menyampaikan apa yang telah dipelajarinya dalam satu malam tentang jalanan utama menuju Kota Xuanshan.

Benar-benar jalan yang berbahaya, tapi Song Jiao yakin ada jalanan lain yang jauh lebih aman dari apa yang selama ini diketahui oleh orang lain.

Melihat sekeliling, pandangannya cepat tertuju ke arah sungai, dimana di pinggir aliran sungai ada tanah datar yang luas, tapi di atas tanah itu ditumbuhi rerumputan tinggi, juga banyak ranting kecil yang memenuhi bagian atas tanah.

Begitu diperiksa dari jarak yang lebih dekat, Song Jiao menemukan sebuah jejak lama, sebuah jejak jalan yang mulai menghilang karena lama ditinggalkan.

Mengayunkan pedangnya untuk membersihkan rerumputan, jejek yang terlihat menjadi semakin jelas, membuat Song Jiao yakin jika pinggiran sungai di masa lalu adalah jalanan besar, dan ada suatu hal yang akhirnya membuat jalanan itu tertutup.

Penasaran, Song Jiao memutuskan melakukan pembersihan jalan secara bergantian, yaitu setiap dua Ke (30 menit), akan ada lima orang yang melakukan pembersih jalan, cukup untuk membuat jalan besar yang sangat.

Begitu waktu satu Ke habis, lima orang baru akan menggantikan lima orang sebelumnya, sementara yang lain bertugas mengawasi keadaan sekitar, memastikan tidak ada bahaya yang datang mendekat.

Jika semua berjalan lancar, membuka jalan sejauh puluhan Li dalam satu hari bisa dilakukan oleh Song Jiao dan pasukannya, tapi mereka tidak tau berapa lama pekerjaan itu akan berakhir, apalagi tidak ada satu orang pun dari mereka yang tau tujuan akhir jalan yang sedang dibuka.

Tetapi Song Jiao percaya pada instingnya, dimana instingnya mengatakan kalau jalanan yang sedang dibuka akan mengarah langsung ke Kota Xuanshan.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Leni Ani
mantap👍👍👍💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!