pernikahan yang amelia putri jalani bersama irfan hakim awalnya berjalan baik dan nampak harmonis meskipun masih belum mendapat restu dari ibu mertua, seiring berjalanya waktu usaha yang dirintis bersama sama secara perlahan mulai berkembang dan sukses dengan cepat.
setelah sukses irfan mulai berulah dengan kembali menjalin hubungan secara diam2 dengan mantan kekasihnya dan mendapat dukungan dari ibu tercinta.
siapa mantan kekasihnya irfan...?? bagaimana reaksi amelia setelah tau suaminya selingkuh...?? autor ikuti terus jalan ceritanya ya...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KANS J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
034
" Maksud ibu apa kemaren bicara begitu sama amel ?."
Begitu sampai dikontrakan ibunya, tanpa mengucapkan salam irfan langsung memberondong ibunya dengan pertanyaan.
" Kamu ini datang2 bukan kasih ibu uang malah nanya2 apa itu !."
" Yang ada dikepala ibu itu hanya uang uang dan uang saja !, ibu tidak usah alihkan pembicaraan, cepat jelaskan apa maksud ibu kemaren bicara begitu sama amel !."
" Memangnya amel ngadu apa sama kamu ?, ciiih... dasar munafik !, bilangnya enggak mau rujuk, tapi ujung ujungnya dia ngadu juga !."
" Bukan amel yang kasih tau irfan bu, amel tidak bilang apapun, tapi sopir pribadinya !."
" Sama saja lah, mau sopir pribadinya kek, mau pembantunya kek, apa bedanya coba, mereka lakukan itu kan atas perintah majikannya."
" Susah memang bicara sama ibu, bicaranya tinggal muter2 enggak jelas !."
" Yeee... Kamu itu yang mbulet kaya ulet keket !." sambar melisa dengan sewotnya.
"Memangnya salah kalau ibu menginginkan kalian rujuk lagi."
" Kalau kalian rujuk lagi kan ibu jadi bisa hidup enak lagi, tinggal dirumah mewah dan bisa pegang uang banyak lagi seperti dulu ."
" Disamping itu anakmu bayu kan jadi lebih bahagia kalau kalian bisa tinggal bersama lagi."
" Astagfirullah bu... jadi ibu ingin irfan rujuk sama amel karena punya tujuan seperti itu ?."
" Iyaaaa...!, memang salah ibu punya tujuan begitu ?."
" Astagfirullah bu...!, masyaallah....!, hati ibu itu sebenarnya terbuat dari apa sih bu, bisa bisanya itu lho ibu merencanakan semua itu, eling bu eling...!, ibu itu sudah tua, sudah jadi nenek bu !, masih enggak nyadar juga !." irfan tak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya.
" Anak kurang ajar, berani sekali kamu nyumpah'in ibumu cepat mati !."
" Siapa yang sumpahin ibu ?, ibu sendiri yang bilang begitu kan bukan irfan !."
" Sama saja...!, kamu bilang ibu sudah tua dan jadi nenek kan tadi ?."
" Lha faktanya kan memang begitu, kenapa ibu harus marah coba ?."
" Ibu itu terlihat tua karena sudah tidak pernah pakai skin care lagi, tidak pernah perawatan salon lagi, gimana tidak jelek kalau muka ibu cuma dibersihkan pakai sabun mandi saja !."
" Makanya ibu mau kamu rujuk sama amel lagi, disamping bayu bahagia karena kalian bersama kembali, ibu kan jadi ikutan senang juga bisa kembali seperti dulu lagi !."
" Tapi itu tidak mungkin terja...
" Apa yang tidak mungkin..?, kamu itu laki2 irfan, usaha saja belum sudah bilang tidak mungkin, apa itu.. !, usaha bagaimana caranya dari yang tidak mungkin agar bisa menjadi mungkin !."
" Kamu itu ibu sekolahkan tinggi2 itu biar pintar irfan, kenapa jadi bodoh begini, masa ngajak amel untuk rujuk saja tidak bisa !."
" Kamu itu sebenarnya bukan tidak bisa, tapi kamu terlalu takut dengan hal2 yang tidak masuk akal, ngapain kamu harus mikirkan perasaan orang lain segala !."
" Bukan soal itu bu..!, terserahlah ibu mau ngomong apa, irfan tidak mau ambil pusing !."
" Satu hal yang harus ibu tau... Irfan tidak mungkin ngajak amel rujuk karena amel su...
" Sudah punya calon suami begitu maksudmu ?, itu baru calon bodoh...!, masih bisa ditikung, masih bisa kamu rebut kembali !, dan itu tidak sulit karena kalian kan masih saling mencintai !, heeeeuuuhh... Irfan irfan, kamu itu bikin ibu gregetan sekali lho, masa begitu saja musti ibu ajari lagi sih !."
" Nah itu..... !, itu yang bikin irfan tidak suka dengan ibu !, selalu menggampangkan segala sesuatunya tanpa memikirkan perasaan orang lain, bagi ibu yang penting tujuan ibu tercapai tidak peduli perasaan orang lain terluka atau tidak !."
" Ya iyaa lah...!, ngapain mau mikirin perasaan orang lain segala, selagi ada kesempatan ya jangan di sia siakan dong !, lagian kamu itu punya peluang besar untuk kembali ke amel, ketimbang calonnya yang tidak jelas asal usulnya itu !."
" Dari pada kekayaan keluarga amel dimanfaatkan calon suaminya itu ya mending kita lah yang memanfaatkan, apa lagi kamu sudah ada anak sama amel, jelas kamu lebih diutamakan !."
" Kalau kamu tidak bisa membujuk amel kamu kan bisa memanfaatkan anakmu bayu, suruh dia buat bujuk bundanya agar mau kembali sama kamu !."
" Maaf bu...!, irfan tidak bisa melakukannya, ka...
" Irfaaan.... Kenapa kamu keras kepala sekali sih !."
" Bu... Tolong biarkan irfan bicara dulu sampai selesai, jangan main potong begitu !."
" Habisnya kamu tinggal bikin emosi ibu naik saja !."
" Ibu pikir selama ini irfan hanya diam tanpa melakukan usaha apapun ?, ibu salah kalau mengira irfan begitu, irfan sudah mengerahkan segala daya upaya agar bisa kembali rujuk dengan amel bu, tapi jawaban yang irfan terima selalu sama saja MAAF MAS AMEL TIDAK BISA !."
" Meskipun irfan sudah berjuang mati matian tapi kalau yang diperjuangkan sudah tidak mau lagi irfan bisa apa bu, SEALIN MENYERAH KALAH DAN MENGIKLASKAN DIA BAHAGIA DENGAN PILIHAN HATINYA YANG SEKARANG !."
Tidak kuat menahan sesak didadanya akhirnya air mata irfan jatuh membasahi kedua pipinya.
" Jadi irfan mohon bu, tolong jangan paksa irfan untuk melakukan sesuatu yang pada akhirnya akan menambah luka dan penyesalan irfan semakin dalam lagi hiks hiks hiks !."
" Irfan sadar se sadar sadarnya bu, semua ini terjadi karena kebodohan irfan sendiri, luka ini yang membuat irfan sendiri, irfan tidak bisa memaksa amel untuk menerima irfan lagi karena luka yang irfan berikan padanya terlampau dalam bu, kekecewaan yang amel rasakan sudah menembus ambang batas kesabaran seorang istri !, jadi irfan tidak mau egois bu hiks hiks hiks...!."
" Dalam hal ini irfan sama sekali tidak menyalahkan ibu atau siapapun, karena yang salah memang irfan sendiri !."
" Sebagai laki laki dan seorang suami harusnya irfan bisa bersikap tegas dan punya pendirian, tidak mudah termakan rayuan dalam bentuk apapun!."
" Tapi karena imanku yang terlalu rapuh maka dengan mudahnya dimanfaatkan bisikan bisikan setan yang menyesatkan hingga tanpa pikir panjang irfan mengambil langkah berani melanggar kepercayaan yang diberikan istriku saat itu!."
" Dan inilah hasilnya sekarang bu.... Bukan hanya irfan saja yang menyesal kan, tapi ibu juga turut serta merasakan imbasnya !."
Tangis irfan semakin pecah saat mengingat semua kelakuan bejatnya dulu, bagaimana dengan teganya ia membohongi istrinya secara terus menerus.
" Bukan maksud irfan mau durhaka sama ibu, tapi irfan juga tidak mau di benci olah anaku sendiri bu !, irfan tidak akan sanggup menjalani hidup ini lagi kalau sampai anaku membenciku bu, itu terlalu menyakitkan bu !."
Irfan memandang ibunya dengan tatapan nanar.
" Cukup bundanya yang irfan bikin terluka dan kecewa bu, irfan tidak mau anaku merasakan apa yang pernah dirasakan bundanya dulu, irfan tidak mau melakukan kesalahan lagi bu, jadi irfan mohon pengertian ibu !."
" Irfan tetap bisa memberikan kasih sayang secara penuh pada bayu meskipun kita tidak tinggal bersama, jadi maaf kalau mulai sekarang irfan akan lebih mementingkan perasaan dan kebahagiaan bayu ketimbang ibu !."
" Jadi ibu sudah tidak penting lagi buatmu ?, ibu sudah tidak ada artinya lagi buatmu ?."
" Bukan begitu bu, tanggung jawab irfan sebagai anak untuk menafkahi ibu akan tetap irfan jalankan bu, soal itu tidak akan berubah sampai kapanpun selagi irfan masih mampu !."
" Pada hal kakaknya amel kan punya perusahaan besar, punya cabang di mana mana dan pasti kaya raya dong, kalau seandainya kamu bisa rujuk sama amel kan kamu bisa minta salah satu perusahaanya untuk kamu kelola, tapi sayang sekali kamu sudah keburu menyerah dulu sebelum berjuang."
" Ke enakan dong ya calon suaminya amel itu bisa ikut menikmati kekayaan keluarga amel, ibu rasa... dia mau sama amel itu karena melihat amel dari keluarga kaya saja, kalau tidak mana mau dia !."
" Buuu...!, tidak usah berpikiran yang aneh aneh begitu, laki laki itu memang sudah menjadi jodohnya amel sekarang, cukup kita doakan saja semoga amel bahagia dengan keluarga barunya nanti.
" Enak saja di doakan bahagia, ibu malah berharap mereka tidak akan jadi menikah !."
" Astagfirullah bu....!, irfan sudah bicara panjang lebar dari tadi tapi ibu masih belum paham juga ?."
" Siapa bilang ibu tidak paham, kamu pikir ibu ini bodoh apa ?, ibu tau dan sadar akan hal itu, tapi apa salah kalau ibu berharap mereka tidak jadi menikah !."
Sepertinya ibu harus tau siapa sebenarnya calon suami amel, agar ibu tidak terus terusan memandangnya rendah batin irfan.
" Memangnya ibu tau siapa calon suami amel ?."
" Tau lah, calon suaminya itu hanya laki laki miskin yang mengandalkan ketampanan wajahnya saja untuk memikat amel, dan bodohnya amel mau mau saja sama laki laki model begitu, memang dasarnya wanita bodoh sampai kapanpun ya tetap bodoh !."
" Bu...!, buang jauh jauh kebiasaan ibu yang suka menghina dan merendahkan orang begitu bu ."
" Lho ibu tidak menghina dan merendahkan kok, kenyataannya memang begitu kan ?."
" Bu...!, ibu pernah dengar perusahaan FATHAN GROUP tidak ?."
" Pernah lah, itu kan perusahaan raksasa yang bergerak disegala bidang dan punya cabang di mana2, kenapa memangnya kamu tanyakan itu, apa dia punya anak gadis yang sedang kamu incar saat ini ?." tanya melisa tiba2 merasa antusias.
" Calon suami amel itu adalah pewaris tunggal dari pemilik perusahaan FATHAN GROUP itu bu, namanya farrel."
DUAAAAARRRR
" Ja ja ja..di... Calon suami amel bukan orang sembarangan ?." melisa syok dan kaget.
" Kamu tidak bohong kan irfan ?, bagaimana bisa amel mengenalnya ?."
" Tidak bu, buat apa irfan bohong, kenyataannya memang begitu, farrel itu cinta pertama amel bu dulu sebelum dijodohkan dengan irfan."
Melisa langsung terduduk lemas tak berdaya saat mengetahui sebuah fakta yang sulit ia terima kenyataanya, seakan tidak terima dan tidak rela saat wanita yang pernah menyandang status sebagai menantu yang tak pernah dianggapnya dulu itu ternyata menyimpan sejuta misteri, wanita yang dikiranya miskin ternyata punya kakak kaya raya dan sekarang akan menikah dengan laki2 yang tak kalah kaya bahkan lebih kaya dari kakanya amel, lelucon macam apa ini, kenapa aku harus kalah sama anak kemaren sore batin melisa berkecamuk.
" Bu...!, ibu baik baik saja ?." tanya irfan merasa kuatir dengan keadaan ibunya yang tiba2 menjadi pucat pasi.
" Tidak...!, ibu tidak apa apa !, ibu baik baik saja !, ibu hanya sedikit pusing dan merasa lelah saja, sebaiknya kamu pulang ibu mau istirahat sebentar ."
Karena merasa kuatir dengan ibunya, sebelum pulang irfan meninggalkan uang merah 5 lembar dan diletakan diatas meja, siapa tau ibunya membutuhkan untuk membeli obat pikirnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Farrel....!."
Farrel yang baru saja selesai meting dan bersiap meninggalkan tempat bersama yaris menuju parkiran dikejutkan dengan kedatangan siska.
" Kamu masih berani menemuiku setelah apa yang kamu lakukan siska ?, apa belum cukup hukuman yang aku berikan ?."
" Maafkan aku farrel, aku tau aku salah, tapi aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu !."
" Itu bukan cinta siska tapi obsesi semata, obsesi gila hartamu itu yang membuatmu menghalalkan segala cara dengan dalih cinta !."
Deg...
" Tidak farrel...!, aku bukan gila hartamu tapi aku benar2 mencintaimu !."
" Stop omong kosong siska, kamu hanya membuang waktuku saja, MINGGIR SAYA MAU LEWAT !."
" Tunggu farrel...!, aku mohon kembalikan lagi pekerjaanku, aku sangat membutuhkan pekerjaan itu, aku janji tidak akan mengganggumu lagi, tolong !."
" Kenapa kamu memohon padaku ?, memangnya ada hubungan apa kerjaanmu denganku ?."
" Tidak ada hubungan bagaimana ?, Kan kamu yang membuat aku kehilangan pekerjaanku, jadi tidak usah pura2 farrel, tolong kembalikan farrel aku mohon !."
" Kalau saya bilang tidak tau ya tidak tau !, kenapa kamu ngotot sekali, kamu pikir kerjaanmu itu lebih penting dari waktuku yang terbuang !." ucap farrel dingin dengan tatapan membunuh.
" MINGGIR....!, SEBELUM SAYA LEMPAR KAMU KE API NERAKA !." tekan farrel dengan tegas.
Siska langsung menggeser tubuhnya secara otomatis memberi farrel jalan, namun detik berikutnya saat sadar ia kembali mencoba mengejar farrel karena tujuannya belum berhasil.
" BERHENTI DISITU NONA, ATAU SAYA PATAHKAN KEDUA KAKIMU ITU !."
Langkah siska seakan langsung terpaku tidak bisa digerakan sama sekali saat mendapat ancaman dari yaris.
" Aku hanya ingin minta farrel mengembalikan pekerjaanku saja, tolong ijinkan saya menemuinya sebentar !."
" Pekerjaanmu yang hilang tidak ada kaitanya dengan tuanku nona !, assisten tuan dika yang melakukannya !."
" Kamu serius, bukanya kalian bekerja sama ya ?."
" Kalau sudah tau kenapa nona tanya lagi, dasar bodoh !."
siska langsung mendelik mendengarnya.
" Masih mending hanya kerjaanmu yang hilang nona, pada hal waktu itu kami berniat menghilangkan nyawa nona juga !."
Gleek....
" Kamu gilaaaa !." teriak siska.
" Hahahahaaa....!, mau tau kegilaan saya yang lain nona...?, lihatlah ke sana nona !."
Yaris menunjuk kesuatu arah dan telunjuk yaris diikuti ekor mata siska, mata siska langsung membulat sempurna saat tau ada beberapa orang yang sudah siap membakar mobil kesayanganya.
" Jangaaaaaaaann...!, tolong jangan bakar mobilkuuu...!, ampuuun saya minta ampuuun !."
Siska langsung lari tunggang langgang berusaha mencegah orang2 yang ingin membakar mobilnya sambil menangis dan memohon mohon.
" Bagaimana siska..?, masih mau kejutan yang lain lagi ?, ini baru peringatan kecil dariku !, tapi kalu kamu masih nekat berani menggangguku dengan trik murahanmu itu !, kamu akan menerima yang lebih dari apa yang kamu rasakan sekarang !." ucap farrel dingin yang tiba2 sudah ada didekat siska.
" Farrel... saya minta maaf, saya janji tidak akan mengulangnya lagi, tolong jangan bakar mobilku, itu adalah harta satu satunya yang aku punya saat ini !."
" Aku tidak butuh janjimu, tapi berusahalah untuk menepatinya, jika tidak tanggung akibatnya !, sekarang kamu dalam pengawasan anak buahku !." ucap farrel tegas lalu meninggalkan tempat diikuti yaris dari belakang.
" Kenapa tuan tidak ijinkan kita membakar mobilnya ?." tanya yaris saat sudah ada didalam mobil.
" Kalau semua mainan langsung kamu habisi sekaligus tidak seru dong, nanti kamu tidak punya mainan lagi bagaimana ?, memangnya kamu mau cuma diam saja tanpa ada mainan ?."
" Hehehe....!, ya tidak lah tuan, bisa2 saya bosan cuma lihatin laporan yang tidak ada habisnya itu kalau tidak punya mainan."
" Nah itu tau...!, pakai nanya lagi ."
kriiiing
Kriiiing
Kriiing
Hp milik yaris berdering, saat tau siapa yang memanggil yaris langsung menekan tombol hijau.
" Hallo....!."
*.................*
" Wanita tua..?, siapa namanya..?."
*.................*
" Baik, sebentar lagi sampai kantor, ini sudah diperjalanan, tut !."
" Wanita tua siapa...?."
" Ibunya irfan sedang menunggu tuan dikantor ."
" Mau ngapain nungguin saya, memangnya saya ada janji temu sama dia ?."
" Tidak ada tuan, sebenarnya sudah disuruh pulang tapi dia ngotot mau ketemu tuan, katanya penting ."
" Penting apaan, paling tidak jauh jauh dari uang !, bukankah kamu pernah cerita kalau ibunya irfan itu mata duitan ?."
" Iya tuan, bisa jadi tujuannya memang uang ."
Karena asyik ngobrol disepanjang jalan jadi tidak terasa sudah sampai kantor.
"
Alvaro harus tegas contoh kak Bayu dan keluarga
Di lanjut kak author