NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siuman .

Aurelia dan Siska menatap kearah Aditya yang terbujur diam di atas tempat tidur itu ,

Air mata kedua wanita jelita ini mengalir deras di pipinya .

Nafas anak muda itu harus dibantu dengan alat bantu nafas , sedangkan di sekujur tubuh nya , di tempelkan berbagai macam kabel dan peralatan lain nya .

Monitor menampilkan rekam detak jantung nya yang tinggal satu satu itu .

Sedangkan di pergelangan tangan nya , terlihat jarum infus tertanam disana .

Isak tangis Aurelia kian pilu , sambil mengangkat tangan anak muda itu , dan di tempelkan ke pipi nya .

"Dit !, bangun dong sayang , bukalah mata mu , jangan tidur terus !" bisik Aurelia di telinga Aditya , di sela sela Isak tangis nya .

"Iya Dit !, maafin kakak yang lengah jagain Didit !, kami sayang Didit kok !" bisik Siska juga ."

Evelyne membuang pandangan nya ke luar jendela , tidak ingin melihat dua orang wanita cantik itu menangis pilu .

Siang malam , ketiga wanita cantik ini bergantian menjaga Aditya yang masih belum sadar kan diri nya .

Pada hari ke empat , saat malam hari nya , Siska dan Evelyne sedang berbincang di ruang tamu ruang VIP itu , dan Aurelia yang menunggui Aditya sendirian .

Aurelia baru saja membersihkan tubuh Aditya dengan kain basah sambil berbicara dengan remaja itu , meskipun dia tahu jika anak muda itu tidak bakalan merespon nya .

Di cium nya kedua belah pipi Aditya sambil berbisik di telinga anak muda itu , "Dit !, sebentar lagi kakak akan memeriksakan anak kita ke klinik , kakak sangat berharap Didit menemani kakak nanti , meskipun ini kerjaan kita yang tak disengaja , tapi kakak suka Dit , Didit senang enggak menjadi papa muda ?" Aurelia Mengambil tangan Aditya , dan di letakan nya telapak tangan anak muda itu di pipi nya .

Kembali di tatap nya wajah pucat anak muda itu , entah untuk yang ke berapa kali nya , air mata wanita cantik itu luruh kembali di pipi nya .

Tiada lagi tingkah polah jenaka Aditya , tiada lagi ngambek dan rajukkan nya , burung Nuri yang selalu berkicau di tingkap itu kini terdiam membisu entah untuk berapa lama lagi .

Aurelia meletakan wajah nya di perut Aditya , di tumpahkan nya seluruh kesedihan hati nya , dengan isakan lirih yang keluar dari mulut nya .

Hati nya benar benar hancur melihat Aditya yang biasa nya selalu ceria itu , kini terdiam tanpa daya .

Berbagai alat bantu kehidupan yang melekat di tubuh anak muda itu , menambah kepiluan hati nya .

"Katakan , apa lagi yang harus kulakukan sayang , agar kau mau bangkit dari tidur panjang mu ini , katakan !, meskipun aku harus memindahkan jantungku untuk mu , pasti kulakukan , asal kau mau bangun , jangan mendiami Kaka seperti ini Dit !, Didit tidak sayang sama kakak , sama anak kita !" Isak tangis Aurelia terdengar menyayat hati , dengan segala kesedihan yang ia tumpahkan .

Namun tiba tiba Aurelia terkejut sekali setelah merasa jari tangan Aditya yang dia tempelkan di pimpin nya itu , tiba tiba bergerak sendiri .

Di layar monitor , terlihat detakan jantung Aditya mulai menguat dan ritme nya menjadi lebih cepat dari semula .

Kembali Aurelia menempelkan telapak tangan Aditya di pipi nya yang basah oleh air mata itu .

"Dit !, bangun lah Dit !, ayo gapai kesadaran mu sayang !, kau laki laki hebat , penakluk dua wanita sekaligus , itu hebat Dit !, meskipun cermin hidup kita retak terbelah , tetapi kau dapat menyatukan nya , ayo gapai kesadaran mu sayang !, demi kak Aurel dan kak Siska , juga demi kedua anak anak kita Dit !, jangan biarkan dia lahir tanpa papa nya , ayo bangkitlah sayang !, kau pasti bisa !" bisik Aurel di telinga Aditya, disela sela Isak tangis nya .

Tiba tiba jari tangan Aditya terasa bergerak di pipi Aurelia , mulai perlahan , lalu gerakan tangan Aditya membelai pipi Aurelia dengan lembut nya .

Aurelia menatap wajah Aditya , nampak kelopak mata nya mulai bergerak , meskipun belum terbuka sepenuh nya .

jari tangan Aditya meremas jari Aurelia dengan sangat erat sekali .

"Kau sudah sadar sayang ?" tanya Aurelia berbisik di telinga Aditya .

Akhirnya Aditya membuka mata nya perlahan , tetapi karena agak silau , dia menutup mata nya kembali beberapa saat , namun tangan nya masih menggenggam tangan Aurelia dengan erat .

"Kak !, kita dimana ?" tanya Aditya dengan suara yang lemah .

Sambil berurai air mata , Aurelia menempelkan jemari mereka yang saling bertaut itu ke pipi nya .

"Kita di rumah sakit sayang !, sudah empat hari Didit koma , Alhamdulillah hari ini Didit sadar , Sis !, Siska !, Didit sadar Sis !" jawab Aurelia sembari memanggil Siska .

Siska berlari dari ruang tamu menuju ruang dalam , tempat ranjang yang ditempati Aditya tidur , berada .

Di belakang nya , Evelyne melangkah dengan santai mengikuti nya .

"Didit !, kamu sudah sadar sayang ?, Alhamdulillah ya Allah , kau kembalikan suami kami !" ucap Siska sambil duduk di sisi tempat tidur , menggenggam jemari Aditya dan Aurelia yang masih bertaut itu .

Airmata haru berderai membasahi kedua pipi wanita cantik ini .

"Apa yang terjadi dengan ku kak ?" tanya Aditya nampak bingung .

"Kau di keroyok sekelompok orang , coba kau ingat ingat dulu !" jawab Siska .

Aditya berusaha mengingat semua nya yang telah terjadi.

Perlahan , kejadian demi kejadian yang telah menimpa diri nya , berputar kembali di ingatan nya .

"Ya !, ya Didit ingat sekarang , hari itu , para murid pulang lebih awal , karena ada rapat dewan guru , karena Didit beberapa kali menghubungi kakak berdua , minta di jemput seperti biasa nya , tetapi tidak di angkat , iseng iseng Didit berjalan kaki hingga sampai di depan TPU kak , Didit berhenti sebentar , berbincang bincang dengan nenek penjual bunga , ketika Didit mau meneruskan perjalanan , datang Roy , dan tujuh orang anak buah nya yang langsung memukuli Didit bersama sama , meskipun Didit melawan mereka , mereka berdelapan dan saya sendirian , saya kalah kak , lalu saya tidak ingat apa apa lagi !" ujar Aditya menceritakan semua nya .

"Mereka semua nya , akan menerima balasan nya , akibat dari perbuatan mereka itu , kupastikan pada adik , jika satu persatu mereka itu akan menerima nya !" terdengar suara Evelyne dari luar sambil berjalan masuk .

"Kakak ? , kakak juga ada di sini ?" tanya Aditya, melihat Evelyne berjalan kearah nya .

"Ya adik !, seorang remaja pemulung membawa mu ke rumah sakit ini !" kata Evelyne sambil mencium dahi Aditya .

"Apakah ayah dan ibu tahu ?" tanya Aditya pelan .

"Kalau papa sampai tahu , kau mungkin tidak akan bisa membayangkan tindakan yang akan beliau lakukan , aku tahu betul siapa papah kita !" jawab Evelyne .

Aditya menarik nafas lega , "syukurlah ayah dan ibu tidak tahu keadaan saya kak , kasihan ibu akan sangat sedih bila mengetahui nya !" ...

Dokter Ruly bersama seorang perawat datang untuk memeriksa keadaan tubuh Aditya .

"Waah , syukurlah kau sudah sadar , mungkin beberapa hari lagi , sudah bisa pulang !" kata dokter Ruly sambil tersenyum ramah .

Dokter muda tersebut keluar dari ruangan itu , setelah memberi beberapa arahan pada Aditya , dan menyuruh para petugas melepas alat monitor dan beberapa alat bantu lain nya .

Kini Aditya duduk sambil bersandar di tempat tidur nya .

Di tatap nya wajah Aurelia yang masih menangis haru , "kak !, Didit lapar !" kata nya .

"Adik tidak boleh makan yang keras keras dulu , yang lembek aja dik !" kata Evelyne mengingatkan nya .

"Kalau begitu bubur ayam , mau ?" tanya Aurelia sambil mengeluarkan handphone nya .

"Terserah kakak aja deh !" jawab Aditya sambil memejamkan mata nya .

Aurelia segera menelpon mang Ayin , minta di belikan seporsi bubur ayam .

Tidak terlalu lama , mang Ayin datang dengan membawa seporsi bubur ayam .

Aurelia segera menyuapi Aditya dengan bubur ayam yang baru di beli itu .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!