NovelToon NovelToon
Diperistri Dalam 10 Menit

Diperistri Dalam 10 Menit

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:240.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fahrian Ar-tago

"Kau yang sangat paham bagaimana sakitnya hatiku... Lalu kenapa kau tidak bisa membuat diriku tenang? Kenapa kau malah hancurkan aku ha? Apa kau terusik jika melihat-ku bahagia dengan orang lain? " Arina terus memberontak dengan mata yang memandang John

Mendapati Arina yang terus memberontak dan menangis, John membiarkan Arina menumpahkan segala emosi yang telah memenuhi diri-nya.

"Maafkan aku Arina... Ini yang terbaik untukmu" Ucap John ditelinga Arina tanpa memperdulikan Arina memberontak.

"Kau menikahkan-ku dengan siapa ha? Kau kira dia menerima-ku setelah mengetahui siapa aku ha? " Ucap Arina masih memberontak dari pelukan John.

"Bahkan ibu dan ayah mertuamu menerima jati dirimu itu" Ucap John melepaskan pelukan dan berlalu meninggalkan ruangan.

"Husein?! " Mata Arina terbelalak tak percaya melihat lelaki agamis yang dia jumpai diOsaka dalam situasi pembunuhan bersenjata kala itu.
Husein bahkan melihat sendiri perlakuan kasar dan bengis Arina.

Lalu kenapa dia menikahku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahrian Ar-tago, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Politik

Sudah lima hari berlalu setelah kepergian Arina untuk terakhir kali dari rumah. Entah apa yang membuat Arina enggan kembali membuat hati Husein menjadi lebih sakit dan kecewa atas Arina.

Mata Husein terus menatap layar ponsel di tangan-nya berharap sang istri akan membalas pesan yang dia kirim. Tapi, harapan itu sering kali hanya berakhir membuat dirinya sakit dan kecewa berulang kali.

John menawarkan untuk memberitahu pada ayah-nya. Tapi, Husein tak memperbolehkan sama sekali. Husein tak sanggup melihat Arina yang mungkin saja akan dibentak oleh ayah-nya. Karna itu Husein hanya bisa berdoa dan berharap pada Allah agar sang istri di luluh-kan hatinya dan segera kembali ke rumah.

"Sudah sampai Husein" Ujar salah satu teman-nya membuyarkan lamunan-nya.

"Oh iya" Ujar nya mematikan ponsel.

"Rame banget ternyata yah" Ujar teman-nya yang membawa mobil kala melihat kerumunan orang disana.

"Iya kok rame gini ya? " Husein kembali balik tanya

Seketika saja bodyguard bertubuh besar berdiri tepat didepan pintu tempat Husein keluar.

"Ya udah kamu hati-hati ya" Ujar-nya

"Okee" Jawab Husein dan segera keluar dari dalam mobil.

Segera saja orang-orang berkerumun mendekati Husein yang sedang dilindungi oleh para bodyguard mengelilingi dirinya menuju panggung tausiah hari ini. Husein terus berjalan perlahan dengan kepala menunduk dan menaiki satu persatu tangga dari atas sana. Suasana pada saat itu sungguh sangat gaduh san berisik ditambah suara shalawat yang keras dari bass.

Seketika saja mata Husein terkejut kala melihat wanita yang kini duduk diatas kursi putih tepat berada diatas panggung. Dug jantung Husein berpacu cepat kala matanya memandang wanita yang kini tersenyum pada diri-nya, suara berisik kerumunan itu hilang seketika dari telinga-nya.

Wanita berjilbab dan baju gamis cream dengan motif-motif cantik dibawah-nya kini menatap dirinya dengan senyuman manis sampai terlihat gigi-gigi putih dan rafi itu.

"Silahkan ustad" Ujar nya mempersilahkan Husein untuk duduk tepat di samping-nya.

Seketika saja lamunan Husein buyar dan melangkah ke tempat yang sudah disiapkan. Husein yang masih bingung dan terkejut mencoba menguasai dirinya. Sudah lama ia tak melihat wanita yang kini disamping-nya.

Iya... Dia adalah Arina, istri dari Husein, husein sudah lama merindukan kehadiran sang istri yang sudah beberapa hari meninggalkan rumah. Entah kemana pergi-nya. Tapi, dia malah dikejutkan oleh ke beradaan sang istri yang kini menjadi MC dari acara yang didatangi-nya.

Arina tersenyum sangat manis dan bersikap sangat ramah, tutur katanya lembut dan sopan, tak ada satu untaian kata pun terucap tanpa senyuman dari-nya. Arina yang saat ini seperti bukan dirinya yang kemarin. Dengan perasaan yang berdebar-debar Husein sesekali mencuri pandangan pada Arina  tak tahan karna rasa rindu-nya. Meski, Husein sedikit kecewa karna Arina seperti tak merindukan-nya sama sekali.

Arina dengan sangat profesional berbicara didepan sebagai MC tanpa gugup sama sekali. Arina sukses membuat orang-orang terpana dengan kecantikan dan suaranya yang lembut dan ramah saat membawakan acara. Sampai-sampai husein benar-benar merasa seperti bukanlah suami dari Arina. Arina memperlakukan dirinya seperti orang yang tak ia kenal. Tapi, situasi ini sungguh membuat dirinya harus membuang rasa kecewa itu demi menjaga privasi mereka masing-masing.

Acara tausiah yang dibawakan husein hari itu bertemakan Khilafah. Sebuah aturan pemerintah pada jaman dulu yang penuh dengan aturan-aturan dari Al-quran dan hadits. Pendengar tausyiah yang duduk paling terdepan adalah orang-orang penting dalam pemerintahan. Semua manggut-manggut dan mengerti atas untaian kata yang diucapkan oleh Husein. Acara itu diselingi dengan tanya jawab antara para pendengar dan Husein yang akan menjawab semua pertanyaan yang ada.

Sesuai dengan kesepakatan, Husein hanya akan berada disana sekitar dua jam. Hingga, tak terasa waktu berputar begitu cepatnya dan Hussin harus pamit undur diri. Kini, acara yang terakhir adalah acara photo-photo sebagai penyerahan sertifikat dan piagam pada Husein.

Satu persatu para politikus naik keatas panggung untuk pengambilan photo. salah satu panitia kini mengambil alih mikrofon dan mengatur barisan. Bagaikan sudah terencana sejak awal panitia itu malah menyuruh berulang kali agar Husein dan Arina berdiri secara berdampingan untuk pengambilan photo saat ini. Alhasil, Arina yang tak ingin menampilkan wajah aslinya hanya menuruti perkataan panitia tadi sebab para politikus dan para penonton kini berteriak-teriak menyuruh Arina untuk mendekat ke Husein seolah mendukung mereka untuk photo bersamaan.

"Okee selesai" Ujar sang photograper dan kumpulan itu pun bubar satu persatu menuruni tangga

"Tunggu dulu ustad Husein... Merek produk yang Anda kenakan saat ini ingin mengambil photo sebentar" Ujar nya kembali dengan sedikit tertawa kecil

"Mbak Arina... Tunggu sebentar" Ujar nya kembali menghentikan

"Pakaian yang kalian kenakan adalah satu set suami istri... Mohon kerja samanya untuk mengambil beberapa photo saja" Jelasnya dengan sedikit menggoda sampai membuat orang-orang tertawa.

Arina yang merasa masih harus memakai topeng segera berjalan kembali mendekati Husein untuk mengambil beberapa photo.

"Tolong berpose seperti seolah-olah kalian adalah pasangan" Pinta photograper

Seketika saja Husein dan Arina mengernyitkan dahinya.

"Tanpa bersentuhan" Ujar photograper itu kembali dengan wajah tersenyum kala melihat ekspresi mereka dari lensa kamera.

"Okeeee selesai" Ujar sang photograper usai mengambil beberapa photo

"Okee Terima kasih ustad Husein dan ustazah Arina" Godanya kembali membuat suar di ruangan itu kembali bergemuruh

"Kami doakan semoga kalian berjodoh yah...." Ujar nya tak henti membuat orang-orang tertawa

"Aamiiinnn" Suara bergemuruh keras mendoakan mereka berdua.

Kini, Husein sedang duduk di ruang tunggu yang telah disiapkan untuk-nya sebelum pulang.

Ceklek gagang pintu itu terbuka dan muncul lah seseorang dari balik sana.

" Aku sudah bilang-kan kamu jangan berhubungan apapun dengan para politikus" Arina tiba-tiba masuk dengan wajah yang memerah dan mendekat kearah Husein

"Sudah kubilang juga jangan sampai kita berdua tampil di acara yang sama... Kenapa kamu tidak mengerti juga ha???" Arina meluapkan emosinya dengan tangan yang kini memegang kerH baju Husein.

"Arina apa yang kamu lakukan... Lepaskan" Husein menatap Arina yang kini masih disulut emosi

"Apa kau terlahir sebegai manusia yang tak berpendirian ha? Seberapa banyak orang itu memberikan uang padamu ha? " Arina kini semakin kurang ajar dan melepaskan kerah kemeja Husein kasar

"Husein" Terdengar suara seseorang memanggil dirinya dengan wajah keheranan menatap tingkah mereka berdua.

"Pian?! " Husein kaget dengan kedatangan Pian

"Pian sejak kapan kamu disana? " Ujar nya melihat Pian duduk dikursi tepat berada di dekat pintu

"Aku dari tadi sudah ada disini Husein" Ujar Pian kemudian berdiri heran dengan situasi mereka berdua

Segera Arina pergi dari ruangan itu tak ingin menjelaskan apapun pada teman-nya itu.

"Kita bicara dirumah" Ujar Arina dan menatap kesal pada Pian

1
Putri Duyung
Aku mencintaimu sampai tak ada lagi sisa untuk insan manapun yang menurut mata mereka lebih baik dari dirimu Arina....
Putri Duyung
Fighting
Nia Agustina
bagus
Fahrian: makasih bintang lima-nya kak Nia🥰🥰🥰
total 1 replies
Royani Arofat
amin......aq tunggu karya epikmu yg lain thor.terimakasih untuk kisah cinta yg penuh hikmah ini.
Fahrian: huhu makasih sayang....
semoga author juga makin baik dalam mengolah kata dan pandai mengatur waktu serta konsisten
total 1 replies
Royani Arofat
Happy ending thor....terima kasih.lega akhirnya mereka bersatu tanpa cinta yg ternoda apalagi hati yg mendua meski terpaksa.
Royani Arofat
tak kebayang jd husein.cintanya yg besar pd arina harus d ganti dg cinta lain.karna Alloh.move on wajib dilakukan.tp sebagai manusia.menurutku itu sangat berrrraatttty
Fahrian: iya pasti... siapa yang ikhlas?
berhenti bersedih?.
nabi muhammad aja ditegur sama Allah dulu baru akhirnya menikah lagi
total 1 replies
Royani Arofat
menikahi alixia kah?? karena ke 2 nya sama2 mencintai arina
Royani Arofat
arina husnul khotimah.mudah2an kita jg
Fahrian: Aamiinnnnn.....
total 1 replies
Aranta Rian
beneran?
Arina?
Fahrian: hehe beneran....
jadi dimana dong wkwk
total 1 replies
Fahrian
/Drool/
Royani Arofat
Tamat thor?????? tulisan terakhirnya chapter ini??
Fahrian: Hai kak....
udah author up sampe tamat ya semoga kakak dan para reader's lain suka
total 2 replies
Royani Arofat
g kebayang jd husein
Fahrian: kalo bayangin jadi Husein pasti makin sakit. jadi lebih baik bayangin jadi Arina gak sih😅😅😅😅😭
total 1 replies
Aya'a riva natura
ending nya menyedih kan si hikhik
Fahrian: hayo kemarin gimana rupanya nyangka nya?
total 3 replies
Royani Arofat
nyesek
Aranta Rian
ditunggu updatenya thor❤‍🩹❤‍🔥
Fahrian: sudah selesai ya sayang
total 1 replies
Aranta Rian
aaaaaa gimana ini? Arina bakal mati disini? betulka? tolong thor kasih keajaiban atau gimana biar Arina tetap hidup😭 kasian Huseinkuuuu.
Aranta Rian
pasrah.... akhir dari kehidupan, Arina nemuin pintunya bersama Husein.
Aranta Rian
😭😭😭😭
Aya'a riva natura
ya Allah malah mewek w padahal bulan puasa ini batal dah w
Fahrian: kak udah aku bikini bumbu bumbu menyakitkan kembali setelah puasa ini 😅😅😅, ...
total 1 replies
Royani Arofat
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Fahrian: jangan lupa lap ingusnya🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!