NovelToon NovelToon
Will You Be My Brother?

Will You Be My Brother?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Denatalia

Menceritakan seorang gadis remaja yang baru kehilangan sepupu laki-lakinya yang kini pindah keluar kota dan tidak akan kembali dalam waktu lama, karena kepergian kakak sepupunya tersebut ia mencoba mencari sosok seorang kakak diawal perkuliahannya. Kiara Medina adalah gadis yang periang, cuek, casual sekaligus cantik. Namun ia adalah gadis yang penuh rasa sakit karena persahabatan dan percintaannya dimasa SMA yang dramatis sehingga ia mulai kebal dengan segala macam penghianatan dari pacar dan sahabatnya.

Namun dalam perjalanannya mencari kasih sayang seorang kakak pun selalu gagal sampai sudah memasuki semester 2 ia belum bisa memastikan apakah kali ini ia menemukannya atau tidak. Kegagalannya mencari sosok seorang kakak bukan karena penghianatan melainkan sosok yang ia temui selalu saja berakhir jatuh cinta pada Kiara.
Akankah Kiara dapat menemukan sosok seorang kakak sebagai pengganti kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denatalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Canggung

"Huufftt.... ternyata gini rasanya punya cowok. Nggak bebas!!! Larangannya ngalah-ngalahin emak bapak gue. Mereka jelas, kasih gue duit, kasih gue makan. Lah ini? Cuma kasih kata-kata cinta doang. Tapi banyak mintanya. Dah kek ngasih gue kapal pesiar" Kiara menggerutu habis-habisan di dalam kamarnya sendiri sembari menonton layar laptop yang masih belum menyala.

Dia bahkan bosan dan bingung, karena Zeva belum pulang. Biasanya kalau Zeva belum pulang, ia akan menunggunya bersama Thariq diteras rumah sambil makan kacang kulit dan menonton film kartun terbaru. Thariq akan pulang pukul lima sore, atau setelah Zeva sampai dirumah. Namun hari ini dia pulang pukul 03.30 sore.

"Matahari aja masih nyengat banget. Masa iya gue mandi. Mau nonton film apa? Di laptop gue bahkan nggak ada satu film pun. Biasanya gue nontonnya di laptopnya bang Thor" Gumam Kiara, kemudian menutup laptopnya.

"Gue jajan aja ah, di warung sebelah" Kiara beringsut dari tempat tidurnya dan mengambil uang seperlunya dari dalam dompetnya.

Kiara keluar dari rumah kost nya dan mengunci pintu. Warung yang ia tuju ada diseberang jalan. Ia memakai pakaian santainya yang jarang dilihat oleh teman-teman kampusnya, termasuk Thariq. Gadis berambut panjang itu kini mengenakan kaus oblong big size berwarna putih dan hotpants berwarna abu tua dan ponsel yangia genggam.

"Permisi!!! Mbak Eva. Mau beli jajan" Kiara nyengir saat Eva, sang pemilik warung keluar dari belakang rak snack.

"Udah gede. Masih jajan!!!" Tukas Eva ketika melihat Kiara memilah dan memilih snack yang ada di rak.

"Bosen aku mbak. Dirumah nggak ada siapa-siapa. Bingung mau ngapain juga. Mau belajar nggak mood. Mau beberes juga nggak mood. Jadi aku mau ngidupin mood aku. Dengan ini!!!!" Tutur Kiara seraya menunjukkan wafer berbalut cokelat dengan kemasan warna merah.

"Lah, biasanya ditemenin cowok kamu di teras. Sambil cekikian kayak kuntilanak sore-sore" ledek Eva.

"Hush!!! Enak aja kunti!! Lagian itu bukan cowokku kok. Itu tuh…-"

Tin!!

Tin!!

Suara klakson motor datang dari komplek bawah. Dimana disana ada asrama dan kostan para cowok. Terlihat seorang cowok tersenyum lebar dengan manisnya seraya melajukan motor maticnya ke arah Kiara yang sedang duduk di teras warung milik Eva.

"Panjang umur cowoknya tuh" Eva menyenggol bahu Kiara.

"Eh, dia bukan cowokku!!" Gertaknya dengan suara pelan.

Kiara berdiri dan sedikit keluar ke jalan untuk memastikan, ia meninggalkan ponselnya di kursi tempatnya duduk " Emang itu bang Thor ya?" Matanya kini menyipit untuk memfokuskan pandangannya.

"Iya loh!!! Aku loh hapal plat motornya" Celetuk Eva.

"What?!!!! Sampe di hafal segala? Elu mata-mata mbak?" Kiara melirik Eva.

Eva mengedikkan bahu "Sebagai tetangga yang baik. Harus tau siapa aja yang berkunjung ke rumah kost anak gadis. Biar mudah melacak kalau-kalau ada hal buruk. Jadi, gue hapalin tu plat-plat motor yang sering kesini. Plat mobil kakakmu juga gue tau. Hehe"

Kiara menghela nafas kasar "Makasih ya mbak atas kepeduliannya" Kemudian ia menggelengkan kepala.

Eva hanya bisa tersenyum puas ketika Kiara merasa ada yang memantaunya. Namun, menurut Eva, itu adalah bentuk kepedulian sebagai tetangga.

Sepeda motor Thariq sampai didepan Kiara yang masih memegang cokelat yang sudah ia gigit setengahnya. Gadis itu berdiri mematung di pinggir jalan seperti sedang menunggu tukang ojek lewat. Thariq tidak turun dari motornya. Ia hanya melepas helm dan menaruhnya di stang motor.

"Hai" Sapa Thariq.

Kiara tersenyum canggung "Hallo.." tangan kirinya melambai.

"Cantik banget sih. Tadi gua kira cewek mana. Lagi ngapain?"

"Nih!!!" Kiara mengangkat cokelatnya ke udara ragu.

"Ammmhh!!!" Thariq menggigit cokelat yang Kiara pegang, gadis itu hanya tersenyum dan membuka bungkusnya lebih lebar. Perasaan canggung yang ada siang tadi, kini sudah meleleh kembali seperti cokelatyang sedang mereka nikmati berdua.

Eva yang masih duduk di teras pun dibuat melotot melihat itu. Pemandangan yang ada di depannya terasa canggungjika ia tetap berada di dekat mereka. Akhirnya ia langsung putar badan masuk ke dalam warung, kemudian mengintip dari celah lemari kaca yang berisi mie instant.

"Tu anak diem aja bekas gigitannya dimakan sama tu cowok?" Gumam Eva seraya memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.

Kiara hendak memakan cokelatnya lagi, namun tangannya ditarik oleh Thariq dan diambilnya semua cokelat yang sudah dibuka lebih lebar itu.

Kiara mengernyit "Gua suapin sini" balas Thariq, menyuapi Kiara sampai cokelatnya tandas.

Eva semakin melotot dan membulatkan bibirnya "Kaya gitu bukan cowoknya katanya? Ayam juga tau mana yang cinta sama mana yang nggak. Dasar duo edan"

"Bang Thor dari tempat bang Sandy?" Tanya Kiara yang masih berdiri di depan motor Thariq.

"Iya. Abis ngerjain tugas"

Kiara mengangguk. Beberapa detik hening. Keduanya saling menatap, kemudian membuang muka. Tanpa merubah posisi mereka. Thatiq hanya melipat-lipas plastik bekas cokelat yang dimakan Kiara tadi. Angin sore tiba-tiba mendadak lebih kencang dan mengibaskan poni kesayangan Kiara. Thariq tersenyum ketika gadis itu sibuk metapikannya. Tidak lama kemudian Thariq pun ikut merapikan poni Kiara.

"Gua putus sama Niki" Celetuk Thatiq setelah selesai merapikan poni gadis berambut panjang itu.

"Lagi?" Kenapa? Bukannya kalian baik-baik aja? Kemaren-kemaren tu baik-baik aja kayaknya gue liat" Kiara merasa tidak percaya.

Bisa saja ini akal-akalan Niki lagi, yang senangnya tarik ulur. Mungkin juga ini akal-akalan Thariq agar Kiara mau dekat dengannya lagi seperti sebelumnya.

"Sebenernya gua terpaksa balikan sama Niki, kerena permintaan nyokap. Beliau kira, Niki sakit parah. Jadi gua suruh balikan sama Niki buat menjadi penyemangatnya, biar cepet sembuh. Niki diem-diem ngancem nyokap gua kalo gua nggak balikan sama Niki, dia bakalan lapor ke bokapnya buat pecat bokap gue dari Rumah Sakit keluarganya" Thariq menunjukkan senyum menyedihkan.

Kiara terdiam sejenak dan berusaha mencerna kata-kata yang baru saja ia dengar "Gue kira, yang begituan cuma ada di drama korea. Ternyata di dunia nyata juga ada yah" Ia mengangguk kemudian menggeleng.

Drrrt..

Drrrt..

Ponsel Kiara yang ia yinggal di kursi kayu itu bergetar "Eh, bentar bang ada telpon" Ia mengambil benda pipih itu dan langsung menkan tombol hijaunya "Iya mak. Kena-" Kiara tiba-tibamenjauhkan ponsel itudari tlinganya.

"Kapan kamu beliin adik kamu laptopnya!!!!!!??? Mama udah transfer uangnya ke rekening kamu dari nulan lalu. Kamu ngapain aja hah? Kenapa lama nggak ada kabar? Kamu sakit?" Meski sudah dijauhkan dari telinganya, suara sang ibu tetap terdengar saking kerasnya.

Thariq yang melihatnya hanya tersenyum dan menggeleng "Iya mah, sabar loh. Kan ini masih UTS. Minggu depan Kia pulang. Kia bawa laptopnya"

"Udah kamu beli belum?"

"Belum"

"Kiaraaaaa!!!!!!!!"

Tut

Kiara menutup teleponnya dan menggosok-gosok telinganya "Kudu ke THT kayaknya ini. Rada berdengung"

"Kamu nggak sopan banget sih. Ibunya masih telepon kok udah di matiin"

"Emak gue nggak bakalan marah bang, buktinya dia nggak nelpon lagi" Kiara nyengir memperlihatkan senyum kudanya.

"Gitu yah. Emosinya bisa langsung reda gitu abis lo tutup teleponnya" Thariq sedikit heran.

"Oh, ya nggak lah. Beliau pasti lagi lemparin ayam-ayam dibelakang rumah pake kerikil"

Kiara kembali mendekat ke arah Thariq "Bang, minggu ini ada acara nggak?"

"Nggak ada. Kenapa?"

Kiara memilin jarinya sendiri "Temenin gue beli laptop ya bang. Buat adek gue. Bisa nggak?" Kiara sudah lupa dengan permintaan Renno.

1
Ikun Riska
wah ini cerita yg seru mengingatkan waktu masih masa masa kuliah /Kiss/
Himura Kenshin
Makin ketagihan.
Pøtåtø ÙwÚ
Gak bisa berhenti membaca, cerita ini keren banget, semangat terus author!
Denatalia: Trimakasiihh...🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!