NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

“Katakan, siapa orang tua kandungku?” tanya Kayla dengan suara bergetar.

Saraswati tidak langsung menjawab. Tatapannya justru tertuju pada cek yang masih berada di tangan Niko, seolah uang itu jauh lebih penting daripada perasaan Kayla.

“Aku tidak tahu,” jawab Saraswati singkat.

Aldo yang mendengar itu langsung menatap tajam.

“Katakan yang jujur, atau kalian akan berhadapan denganku,” tegas Aldo.

Niko buru-buru memasukkan cek tersebut ke dalam sakunya dengan hati-hati. Dia takut jika Adrian berubah pikiran dan mengambil kembali uang itu. Setelah memastikan cek aman, dia menatap Kayla dengan pandangan penuh hinaan.

Saraswati tersenyum sinis.

“Kamu ditemukan di tempat sampah. Mungkin orang tua kamu memang sengaja membuang kamu ke sana,” ucap Saraswati tanpa rasa bersalah.

Kayla langsung membeku.

“Suamiku menemukan kamu dalam keadaan kelaparan. Dari awal aku sudah bilang jangan membawa kamu pulang, tapi dia keras kepala dan tetap membawamu,” lanjut Saraswati.

“Suamiku sudah berjasa besar padamu. Jadi wajar kalau kamu harus membalasnya dengan menghasilkan uang untuk kami,” ucapnya dengan bangga.

Tidak ada sedikit pun penyesalan dalam suara Saraswati.

Kayla hanya berdiri diam. Kata-kata itu terasa lebih menyakitkan daripada tamparan mana pun yang pernah dia terima.

“Usir mereka,” lirih Kayla.

Dia sudah tidak kuat lagi menahan air matanya.

“Cepat pergi!” bentak Adrian dengan suara dingin.

“Uang sudah di tangan. Tentu saja kami akan pergi,” jawab Niko cepat.

Dia langsung menarik tangan Saraswati agar segera meninggalkan tempat itu. Dalam pikirannya, yang terpenting adalah menyelamatkan cek tersebut sebelum Adrian berubah pikiran.

Setelah mereka pergi, Kayla masih berdiri tanpa bergerak.

Air matanya perlahan jatuh.

Tubuhnya mulai bergetar dan tangis yang selama ini dia tahan akhirnya pecah.

Adrian mendekat lalu memeluk Kayla.

Begitu berada dalam pelukan Adrian, Kayla tidak mampu lagi menahan semuanya.

“Pantas saja aku diperlakukan buruk. Ternyata aku bukan anak mereka,” ucap Kayla lirih dalam pelukan Adrian.

Adrian menepuk pelan pundak Kayla.

“Sudah. Kamu punya aku. Aku akan selalu melindungi kamu, Kay,” ucap Adrian lembut.

Di balik tembok, Rina melihat semua kejadian itu.

Dadanya terbakar oleh amarah.

Rencananya tidak berjalan seperti yang dia inginkan. Dia berharap Kayla akan dipermalukan dan kehilangan pekerjaannya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Adrian semakin membela Kayla.

Rina segera mengambil ponselnya. Dia diam-diam memotret Kayla yang sedang berada dalam pelukan Adrian.

Tanpa membuang waktu, foto itu langsung dia kirim kepada Lina.

Sementara itu, Kayla masih belum bisa menerima kenyataan.

“Adrian... aku ini anak siapa?” tanya Kayla.

“Nanti aku bantu cari. Kamu tenang saja, ya. Sekarang kamu harus fokus pada anak kita,” jawab Adrian menenangkan.

Kayla baru sadar bahwa dirinya masih memeluk Adrian. Dia buru-buru melepaskan pelukan itu.

“Maaf... maaf,” ucap Kayla lirih sambil menyeka air matanya.

“Jas kamu jadi basah karena air mata dan... sedikit ingus,” katanya malu.

Adrian hampir tertawa, tetapi dia menahannya.

“Kamu istriku. Kamu boleh memelukku kapan pun kamu mau,” ucap Adrian tulus.

Dia kemudian membantu Kayla duduk di sofa.

Sementara itu, Aldo memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan pecahan pot tanaman yang sebelumnya ditendang Adrian.

“Adrian, terima kasih sudah membelaku,” kata Kayla setelah duduk dan meminum air putih.

“Kamu istriku. Tentu saja aku harus membelamu,” jawab Adrian.

Kayla menunduk.

“Adrian, aku ini sebenarnya anak siapa? Apakah aku anak dari batu?” ucapnya polos.

Adrian ingin tertawa, tetapi dia menahannya.

“Tentu saja kamu anak manusia. Mana mungkin anak batu? Sepertinya kamu terlalu banyak membaca novel fantasi,” jawab Adrian.

Kayla menghela napas sambil menyeka air mata di pipinya. Adrian memberikan tisu kepadanya.

“Katanya aku ditemukan di tempat sampah. Apakah orang tua kandungku tidak menginginkanku?” tanya Kayla.

“Kayla, kamu punya aku. Kalau kamu mau, aku akan membantu mencari orang tua kandungmu. Tapi kalau kamu tidak mau, kamu tetap punya aku dan Nenek,” ucap Adrian.

“Kamu sekarang punya keluarga. Aku, Nenek, dan beberapa bulan lagi kamu akan punya anak kembar, Kayla.”

Kayla terdiam.

“Aku penasaran dengan orang tuaku. Aku ingin tahu alasan mereka membuangku,” katanya.

“Baiklah. Kalau begitu nanti aku akan mencari tahu,” jawab Adrian tegas.

Kayla berdiri dan menyeka air matanya lagi.

“Pak Adrian, aku akan kembali bekerja.”

Dia mengangguk kecil lalu berjalan menuju ruang kerjanya.

Adrian tersenyum melihat Kayla.

Wanita itu mudah menangis, mudah merasa sedih, tetapi juga cepat bangkit. Bahkan setelah mengetahui kenyataan yang menyakitkan, Kayla masih mampu kembali bekerja.

“Aldo,” panggil Adrian tegas.

“Ya, Bos?” jawab Aldo.

“Selidiki siapa sebenarnya orang tua kandung Kayla. Kerahkan semua anak buah,” perintah Adrian.

“Siap, Bos,” jawab Aldo.

,,,

Sementara itu, Lina sedang menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya. Amarahnya memuncak setelah menerima kiriman foto dari Rina yang memperlihatkan Adrian sedang memeluk Kayla.

“Wanita sialan! Berani-beraninya kamu merebut Adrian dariku,” geram Lina dengan mata penuh kebencian.

Dia menggenggam ponselnya lalu segera menelepon Rina.

“Cepat kamu pulang,” perintah Lina dengan nada marah.

“Baik, tunggu aku, Kak,” jawab Rina dari seberang telepon.

Setelah sambungan terputus, Lina berdiri di depan cermin sambil menatap pantulan dirinya.

“Kayla, aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup tenang. Aku akan mempermalukan kamu,” ucap Lina penuh kebencian.

Waktu terus berlalu hingga sore tiba. Rina akhirnya kembali ke rumah Lesmana untuk menemui Lina.

“Sepertinya Adrian sangat membela Kayla,” bisik Rina saat melihat foto yang ada di tangan Lina.

“Dia pasti sudah memberikan tubuhnya kepada Adrian. Makanya Adrian sangat membelanya,” geram Lina sambil menatap foto Adrian yang sedang memeluk Kayla.

Tiba-tiba Linda datang dan duduk di samping putrinya.

“Itu foto siapa?” tanya Linda penasaran.

“Mah, ada seorang karyawan hotel yang terus menggoda Pak Adrian. Aku sudah memperingatkan dia supaya menjauh dari Adrian, tapi dia bilang tidak takut dengan keluarga Lesmana. Katanya keluarga Lesmana tidak akan bisa mengalahkannya,” ucap Rina dengan sengaja memancing emosi Linda

Linda langsung menautkan alisnya.

“Orang rendahan mana yang berani menyepelekan keluarga Lesmana? Biar Mama yang memberinya pelajaran,” kata Lisa dengan penuh kemarahan.

“Namanya Kayla. Dia hanya karyawan biasa, tapi kesombongannya luar biasa. Aku sudah beberapa kali memperingatkan dia. Bahkan saat aku mengatakan dia akan berhadapan dengan keluarga Permana, dia malah bilang keluarga Permana tidak ada apa-apanya,” ucap Rina.

Tentu saja Rina sengaja melebih-lebihkan cerita agar kebencian Linda semakin besar.

“Kurang ajar. Akan aku beri pelajaran dia,” geram Linda.

Lina yang mendengar itu langsung tersenyum puas.

“Mah, minggu depan ulang tahunku. Aku mau merayakannya di Hotel Perdana. Nanti saat acara ulang tahunku, Mama harus memberi pelajaran kepada anak sombong itu,” kata Lina dengan suara manja.

Linda terdiam.

Deg!

Jantungnya terasa seperti diremas.

Setiap kali hari ulang tahun Lina tiba, selalu ada satu bayangan yang muncul dalam pikirannya.

Wajah anak kandungnya yang hilang puluhan tahun lalu.

Linda menatap kosong ke arah depan.

“Di hari ulang tahun ini, aku berharap kamu kembali, Lena,” bisiknya dalam hati.

Entah kenapa, setiap tahun harapan itu selalu muncul. Harapan untuk bertemu kembali dengan anak yang pernah hilang dari hidupnya.

1
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!