NovelToon NovelToon
Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:381.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Bos! Keamanan perusahaan kita dibobol seseorang!" Seorang karyawan terlihat tergesa-gesa.

Sedangkan seorang pria berpakaian rapi memijit pelipisnya sendiri. Bukannya apa-apa, seseorang yang meretas jaringan komputer perusahaannya hanya meninggalkan pesan.

'Ayah br*ngsek! Aku akan mengambil sumsum tulang belakang milikmu!'

CEO perusahaan besar, itulah dirinya. Anak? Bagaimana mungkin dirinya memiliki anak. Tapi hanya sejenak dirinya kembali menelan ludah mengingat malam yang dilewatinya dengan seorang wanita buta.

Sedangkan sang anak manis mengenakan pakaian taman kanak-kanak terbatuk-batuk, mengeluarkan darah dari mulutnya. Dirinya mengidap leukimia. Bagaimana pun caranya dirinya harus berhasil mencuri sumsum tulang belakang ayah kandungnya. Anak yang sejak lahir memang dingin dan badas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Ingin

Menghela napas kasar, dirinya mulai kembali duduk di samping Fabian yang juga mendengarkannya."Tentang Zeyan?" Tanya pemuda itu.

Sesilia mengangguk ragu."Dia sakit---"

"Sakit? IQ tinggi bukan sebuah penyakit, Jesseline mengatakannya padaku. Awalnya aku tidak percaya tapi---" Kalimat Fabian yang memuji dengan antusias disela.

Wanita itu menggeleng."Zeyan benar-benar sakit. Putra kita memerlukanmu, dia mengidap---"

"Sebentar." Fabian mengangkat tangannya. Pertanda agar Sesilia menghentikan kata-katanya. Handphonenya berbunyi dengan nama pemanggil Cakra.

Wanita yang tertunduk mengepalkan tangannya. Menunggu dengan sabar, sang pemuda yang mengangkat panggilan. Wajah Fabian tiba-tiba pucat pasi, matanya sedikit melirik ke arah Sesilia.

"Aku akan segera ke rumah sakit," ucapnya pada seseorang di seberang sana, kemudian mematikan panggilannya.

"Sesilia kita harus pulang." Kalimat yang diucapkan Fabian tergesa-gesa, mengambil kunci mobil dan phonecellnya.

"Tidak! Dengarkan dulu kata-kataku! Karena jika tidak sekarang mungkin aku tidak dapat mengatakannya lagi." Sesilia memeluk pemuda itu dari belakang. Benar-benar menjatuhkan harga dirinya."Putra kita sakit, dia perlu pengobatan, operasi. Jadi---"

Namun, apa yang didapatkannya? Fabian melepaskan pelukan Sesilia."Kita bicarakan ini nanti. Ada nyawa yang harus diselamatkan. Kita harus pulang."

"Aku akan disini," hanya itulah jawaban dari Sesilia. Telah memikirkan segalanya, ini tentang perusahaan lagi. Perusahaan memang lebih penting bagi Fabian. Tidak ada tempat untuk ibu dan anak ini, tidak ada sama sekali.

"Tapi ini sudah malam." Fabian kembali menatap ke arah phonecellnya. Panggilan kembali masuk, disertai beberapa pesan."Aku akan mengirim supir."

Pada akhirnya pemuda itu menyerah. Keadaan yang sulit membuatnya harus bergegas, menaiki mobil dengan cepat. Kejadian yang berlangsung benar-benar cepat, membuat Sesilia tertegun.

"Anak kita sakit, memerlukan perawatan dan operasi. Apa kamu tidak cemas?" Tanyanya menitikkan air matanya. Bahkan kala dirinya berusaha memaafkan Fabian. Menjatuhkan harga dirinya, untuk memohon padanya. Namun, tidak ada yang lebih berharga daripada perusahaan. Dengan ribuan karyawan di dalamnya.

Alasan Fabian meninggalkannya 6 tahun lalu, mungkin sama seperti alasan kepergiannya saat ini. Dapatkah pemuda itu menyayangi dirinya dan Zeyan, apa perlu menemui dokter dan membawa dokumen pemeriksaan baru pemuda itu akan percaya anaknya sekarat?

Terdiam seorang diri dalam tangisan. Kunang-kunang terbang di sekitarnya, dirinya sudah berusaha menjadi seorang ibu yang tegar. Andai Triton masih ada, mungkin kakaknya akan memeluk dan mencari cara apapun untuk melindungi dirinya dan Zeyan.

"Sesilia?" Suara seseorang terdengar, seorang pemuda yang mengenakan kacamata. Derrick itulah namanya, tukang bersih-bersih rumah sakit tempat Zeyan biasa dirawat.

Wanita itu menonggakkan kepalanya. Wajah cantik dengan air mata yang terus mengalir. Derrick menghela napas kasar."Kenapa menangis disini seperti kuntilanak?" tanyanya datar.

Tidak ada jawaban, Sesilia tetap diam tertegun dengan air mata mengalir."Patah hati? Atau memikirkan masa depan anakmu?" tanyanya kembali, pemuda yang berwajah lembut yang duduk di samping Sesilia.

"Keduanya." Kali ini Sesilia menjawab, tidak ada teman bicara untuknya. Menghilangkan sedikit beban di dadanya.

Pemuda yang hanya mengenalnya sekilas di rumah sakit itu tersenyum."Menyakitkan kan? Ketika orang yang dicintai memiliki kemungkinan untuk mati, karena penyakit parah. Sebenarnya ada dua kemungkinan, hidup dalam penderitaan atau mati dalam pelukan Tuhan. Jika Tuhan memberikannya waktu lebih banyak, sayangi dia, berusahalah melindunginya dari penderitaan. Tapi jika Tuhan memanggilnya, ingatlah dia akan damai tanpa merasa sakit dalam pelukan-Nya. Agar kamu dapat ikhlas walaupun itu sulit."

"Zeyan akan hidup! Dia satu-satunya tujuan hidupku!" bentak Sesilia tiba-tiba.

Derrick mengangguk."Putramu akan hidup. Bersemangatlah untuk membahagiakannya, dan kurangi penderitaannya."

Sesilia kembali menangis, menundukkan kepalanya.

"Maaf, aku hanya bermaksud menegarkanmu." Ucap Derrick menggenggam jemari tangan Sesilia.

"Aku tau..." hanya itulah jawaban dari Sesilia, menangis lebih kencang. Dirinya memang ingin menumpahkan rasa sakitnya pada Fabian hari ini. Namun, tetap tidak bisa, sama sekali tidak bisa. Dirinya dan Zeyan sama sekali tidak berharga.

Pemuda yang pendiam, menatap ke arah sungai. Sembari menghela napas kasar.

"Apa yang kamu lakukan disini? Kamu penguntit ya?" Ucap Sesilia baru menyadari, ini benar-benar tempat sepi. Tidak mungkin ada orang yang kebetulan lewat.

"Rumahku ada di sana. Rumah semi permanen, penghuni liar bantaran sungai. Kamu yang sedang apa ada disini? Aku hanya turun untuk buang air kecil. Lalu mendengar suara kuntilanak menangis. Melihatmu disini, aku takut kamu akan dimakan buaya penangkaran yang lepas kemarin." Jelas Derrick, menunjuk ke arah rumah yang dindingnya dari bambu dan kayu bekas.

"Ada buaya?" Sesilia membulatkan matanya. Dengan cepat Derrick mengangguk.

*

"Hah..." pada akhirnya wanita itu hanya dapat menghela napas kasar. Meminum segelas teh di warung dekat bantaran sungai sembari menunggu taksi onlinenya datang.

Pemuda itu terlihat acuh, berbeda dengan pemuda lain yang agresif mendekati dirinya. Pemuda dengan kaos pemilu mengambilkan gorengan untuknya."Kamu yang bayar sendiri. Keuanganku sedang kurang bagus."

Sesilia mengangguk, menghela napasnya berkali-kali. Dirinya sudah jauh lebih tenang saat ini, memang lega rasanya jika sudah mengatakan isi hati. Seperti isi tahu goreng yang sedang dimakannya, berharap isinya sayur-sayuran ternyata isinya bihun. Kekecewaan terlihat di raut wajahnya saat memakan gorengan.

"Kamu tinggal sendiri?" Sesilia mengenyitkan keningnya.

Pemuda itu mengangguk, meminum kopi."Aku tinggal sendiri. Masih berusaha untuk membayar kuliah. Sebentar lagi aku wisuda. Calon dokter." Pemuda yang sudah menabung bertahun-tahun itu membanggakan dirinya.

"Iya! Calon dokter!" Sesilia menghela napas kasar tertawa kecil."Setelah lulus apa rencanamu?" tanyanya lagi pada seseorang yang hanya dikenalnya sekilas.

"Aku? Tentu saja menjadi dokter, kembali kuliah dan bekerja sebagai dokter spesialis. Setelah mempunyai rumah sederhana dan mobil murah, tinggal melamar seorang singgel parents." Ujarnya terkekeh dengan imajinasinya sendiri.

"Singgel parents? Lebih baik yang perawan!" Sesilia tersenyum memakan gorengan yang tidak enak baginya.

"Janda lebih berpengalaman. Jadi saat malam pertama bukan aku yang unboxing, tapi dia yang unboxing. Melepaskan keperjakaanku..." Selera humor yang benar-benar lucu membuat Sesilia tertawa hingga memegangi perutnya.

Segalanya stabil dan penuh rencana dalam hidupnya. Hingga taksi online hampir sampai, tiba-tiba phonecell Sesilia berdering, nomor tidak dikenal menghubunginya.

"Ini benar dengan ibu Sesilia?" tanya seseorang di seberang sana terdengar panik.

"Benar! Ini siapa ya?" Tanya Sesilia pada seseorang di seberang sana.

"Saya penjaga warnet. Anak ibu tadi mimisan. Sekarang badannya masih lemas, dia menyuruh saya menghubungi ibu." Jawaban dari orang di seberang sana menbuat Sesilia tertegun sejenak.

Phonecell beralih tangan, suara Zeyan terdengar kini."Ibu jemput aku di warnet jalan Cempaka. Jangan beritahu pada nenek dan ayah. Kita akan pergi, aku tidak akan keras kepala lagi. Aku tidak ingin pulang ke rumah itu."

1
Nur Hayati
Makasiiiihhh banyaaaakkk Thor... cerita nya selaluuuu luarrr biasa
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak yg ber 1iq tinggi,, model Chucky,,, 🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
terimakasih buat semua karyamu yg keren
Imas Karmasih
dasar bocil licik 😂😂😂
Imas Karmasih
ya ampun pada masuk perangkap semua 🤣🤣🤣
mimief
setiap orang selalu punya alesan untuk membenarkan kesalahan nya
apapun itu ttp hidup itu sebuah pilihan bukan
othor yg selalu bisa membolak-balik hati para readers 🤣🤣
menjadi baik atau jahat tergantung sudut pandang
tapi....bila ending kita dikenang sebagai penjahat, sebanding ga si sama semua rasa sakit kita??
dan...apakah rasa sakit itu akan menghilang??00
mimief
hanya jika
jika kau adalah tanah yg menampung tetesan hujan
menampung segala cinta dari sang hujan
yang selalu memberikan cinta tanpa syarat
aku...
akulah hanya semilir angin
yg bisa mengintip kalian dr jauh
yang berbahagia ketika kalian bahagia
yg bersedih ketika kalian menangis

hanya jika
jika diperbolehkan menyapa dalam nyata

hanya jika
jika aku bisa mengungkapkan sekali saja
semilir angin ini akhirnya menghilang juga ga masalah
aku pasti akan bahagia
mimief
takut dia🤣🤣
jujurly aku juga ga mau terjebak di tengah keluarga aneh
mimief
mantu Ama mertua 11 12😭😭
mimief
jgn macem macem deh Thor
traveling ni jadinya
kan rada rada 🤣🤣
mimief
dibilang...DNA itu menyeramkan bukan?
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
inget jaman dulu
yg nunggu nomer kalau abis orang baru bangun ,ngimpiin angka nonggol🤣🤣
mimief
dengan tempo yang sesingkat-singkatnya yaaa Thor?
🤣🤣🤣
mimief
salah Thor
sesil belum ayang 🤣🤣
mimief
wkwkwkwk
mimief
makanya...mau tampil rupawan shining simmering and spleding juga mang mesti ada modal
maney's talk woi🤣🤣🤣
mimief
wkwkwkkw
pencitraan
mimief
wkwkkwkw

takut matahari terbit dr barat yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!