NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FONDASI SEGITIGA JIWA

​Kelas 1-A terletak di lantai empat gedung utama, memiliki arsitektur menyerupai teater mini dengan bangku-bangku kayu yang disusun semi-melingkar menghadap ke meja instruktur di bawah. Arkan memilih duduk di barisan tengah yang agak lengang. Di sebelah kanannya, Sky duduk dengan antusias sambil sesekali merapikan rok seragamnya. Sementara itu, Volt—yang tampaknya mulai terbiasa dengan aroma energi spiritual Arkan—memilih meringkuk di atas meja kayu di depan Arkan, bertingkah seperti kucing biru yang malas meskipun sesekali telinganya bergerak waspada mendengar obrolan murid-murid lain.

​"Aku masih tidak menyangka kita bisa sekelas lagi, Arkan," bisik Sky sambil menopang dagu dengan kedua tangannya, menatap Arkan dengan senyum lebar. "Dulu saat kamu pindah, aku mengira kita tidak akan pernah punya kesempatan menembus batas bersama."

​Arkan menoleh, membalas senyuman itu dengan tulus. "Aku juga, Sky. Aku beruntung. Setidaknya di tempat asing ini, ada kamu yang aku kenal."

​Kata-kata Arkan membuat pipi Sky merona tipis, namun sebelum gadis itu sempat membalas, pintu geser di depan kelas terbuka dengan sentakan keras. Keheningan langsung menyapu ruangan dalam sekejap.

​Seorang pria bertubuh tegap dengan rambut cepak beruban berjalan masuk. Langkah kakinya berat, memancarkan wibawa yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah melewati ratusan pertempuran hidup dan mati. Di kerah jubahnya, tersemat lencana perak berbentuk kepala singa dengan tujuh guratan horizontal—simbol bahwa dia adalah seorang Kontraktor Agung Level 67. Nama yang tertera di papan digital meja guru adalah Pak Guntur.

​Pak Guntur tidak langsung berbicara. Dia meletakkan tasnya, lalu mengedarkan pandangan tajamnya ke seluruh penjuru kelas. Ketika matanya melewati Volt yang berada di meja Arkan, alisnya terangkat satu senti, namun dia tidak berkomentar.

​"Selamat pagi, para Kontraktor Pemula," suara Pak Guntur menggelegar tanpa bantuan pelantang suara. "Kalian berada di ruangan ini karena kalian telah berhasil melewati fase paling krusial bagi manusia berumur lima belas tahun: mengaktifkan tes spiritual dan membuka wadah jiwa. Tapi ingat, memiliki wadah jiwa yang terbuka hanyalah tiket masuk. Di luar sana, dunia urban ini sangat kejam bagi mereka yang malas melatih manuskrip kontrak mereka."

​Pak Guntur menjentikkan jarinya, dan layar holografis raksasa langsung menyala di belakangnya, menampilkan grafik lingkaran sihir dengan tiga slot kosong.

​"Mari kita mulai dari dasar mutlak. Aturan alam di bumi ini membatasi jiwa manusia hanya mampu menampung maksimal tiga kontrak Astra, tidak bisa lebih," jelas Pak Guntur sambil menuliskan angka 3 besar di layar. "Mengapa tiga? Karena jiwa kita diibaratkan sebagai sebuah fondasi segitiga. Jika kamu mencoba memasukkan Astra keempat, jiwamu akan retak, hancur, dan kamu akan berakhir menjadi manusia tanpa akal sehat."

​Seorang murid laki-laki di barisan depan mengangkat tangannya dengan ragu. "Pak, saya Yoga. Saya mau tanya, bagaimana cara kita melakukan kontrak pertama dengan Astra secara aman? Apakah harus menggunakan ritual khusus?"

​Pak Guntur tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlihat agak mengerikan di wajah tegasnya. "Pertanyaan bagus, Yoga. Kontrak sejati terbentuk dari dua hal: pembuktian kekuatan atau ketulusan jiwa. Jika kamu membeli telur dari penangkaran, prosesnya lebih mudah karena embrio di dalamnya belum memiliki ego. Kamu hanya perlu mengalirkan energi spiritualmu sebagai 'makanan' pertama mereka. Tetapi, jika kamu mencari Astra dari alam liar atau lingkungan sekitar—yang bisa ada di mana saja secara acak—kamu harus membuat mereka tunduk. Entah kamu mengalahkan mereka dalam pertarungan, atau kamu menyelamatkan nyawa mereka sehingga frekuensi spiritual kalian selaras. Begitu selaras, lingkaran sihir akan muncul di pergelangan tanganmu sebagai segel."

​Arkan secara refleks menyentuh pergelangan tangan kanannya sendiri, di bawah lengan jaket hitamnya, di mana bekas lingkaran sihir petir miliknya dan Volt masih terasa sedikit hangat.

​"Lalu, Pak," Sky tiba-tiba mengangkat tangan, suaranya terdengar jernih di antara keheningan kelas. "Saya Sky dari Keluarga Skyborn. Setelah kontrak terbentuk, bagaimana cara paling efektif untuk meningkatkan level Astra kita dari Level 0 berbentuk telur atau bayi, sampai ke batas mutlak Level 100?"

​Pak Guntur mengangguk takzim mendengar nama keluarga Sky. "Ah, darah Skyborn. Baik, untuk meningkatkan level Astra dari angka nol hingga seratus, ada beberapa metode utama di dunia urban modern saat ini. Pertama, pertarungan. Setiap kali Astra kalian bertarung dan menang, esensi energi mereka akan terasah dan berkembang. Kedua, konsumsi Inti Elemen. Di kota ini, banyak distrik menjual batu kristal atau ramuan suplemen yang diekstrak dari alam liar. Dan ketiga, meditasi sinkronisasi, di mana kamu dan Astra-mu duduk bersama untuk menyatukan aliran energi. Ingat, setiap kali Astra kalian naik sepuluh level, mereka akan mengalami Evolusi. Wujud fisik mereka akan berubah, ukuran mereka membesar, dan kemampuan tempur mereka melompat tajam."

​Pak Guntur menekan tombol lain di layarnya, menampilkan tabel tingkatan gelar manusia berdasarkan level Astra tertinggi yang mereka miliki.

​"Setiap peningkatan fase evolusi Astra juga akan mengubah gelar sosial kalian di masyarakat," lanjut Pak Guntur. "Kalian saat ini, dengan Astra di bawah Level 10, disebut Kontraktor Pemula. Di atas itu ada Kontraktor Muda untuk level 11 hingga 20, lalu Kontraktor Terampil, Ahli, Elit, Master, hingga tingkatan saya saat ini, yaitu Kontraktor Agung di kisaran level 61 sampai 70."

​"Pak Guntur!" seorang siswi berambut pendek berteriak dari sudut kiri kelas. "Apakah benar di atas tingkatan Kontraktor Agung, jumlah manusia yang bertahan sangat sedikit?"

​Suasana kelas mendadak menjadi agak melankolis. Pak Guntur mengembuskan napas panjang, bersedekap di depan dada. "Benar. Gelar Kontraktor Legenda untuk level 71 sampai 80 sudah mulai menipis di bumi ini. Mengapa? Karena setelah Level 70, tantangan untuk menaikkan satu level saja membutuhkan energi yang setara dengan menghancurkan satu gedung bertingkat. Rintangannya sangat berat. Di atas itu ada Kontraktor Mitos untuk level 81 sampai 90, yang jumlahnya di Indonesia bisa dihitung jari."

​Pria paruh baya itu terdiam sejenak, matanya menatap langit-langit kelas dengan pandangan penuh rasa hormat. "Dan untuk Kontraktor Nirwana, yang berada di level 91 sampai 99... di negara kita ini, jumlahnya tidak sampai empat orang. Bahkan, level tertinggi yang pernah tercatat di Indonesia hanya berkisar di angka 91 sampai 95. Di seluruh dunia saat ini, belum ada satu pun manusia yang berhasil menyentuh level 98, 99, apalagi Level 100 yang melegenda dengan gelar Mahaguru Astra. Itu adalah batas mistis yang belum terpecahkan oleh peradaban modern kita."

​Mendengar hal itu, Arkan merasakan debaran aneh di dadanya. Belum ada yang mencapainya? pikir Arkan sambil menatap Volt yang kini sedang menguap lebar, memamerkan taring kecilnya. Ambisi tersembunyi di dalam diri Arkan seolah tersulut api yang besar. Dia tidak ingin sekadar menjadi kuat; dia ingin melihat apa yang ada di puncak Level 100 bersama Volt.

​"Oh iya, ada satu fasilitas sistem jiwa yang akan terbuka begitu Astra kalian menyentuh Level 11," Pak Guntur menambahkan, membuyarkan lamunan Arkan. "Kalian akan mendapatkan akses ke Ruang Independen. Itu adalah sebuah dimensi kantong rahasia di dalam jiwa kalian yang bisa digunakan untuk menyimpan Astra kalian agar tidak merepotkan saat kalian beraktivitas di tempat umum atau area komersial kota. Namun, ruang ini memiliki minus tersendiri. Tempatnya hanya bisa diketahui oleh Astra itu sendiri, dan kondisinya cenderung sempit. Bukan sempit yang menyiksa atau mencekik, tetapi tidak ada ruang luas untuk bergerak bebas. Memang tidak ada kewajiban hukum atau aturan akademi yang memaksa kalian memasukkan Astra ke sana, jadi pilihan ada di tangan kalian masing-masing."

​Arkan menatap Volt lagi. Di dalam hatinya, remaja itu langsung mengambil keputusan tegas. Aku tidak akan pernah memasukkan Volt atau Astra-ku yang lain nanti ke dalam ruang sempit seperti itu. Jika mereka berjuang bersamaku, mereka harus melihat dunia ini bersamaku, tepat di sisiku.

​"Terakhir, untuk materi pengenalan hari ini," Pak Guntur mengetuk layar holografis, menampilkan tujuh ikon berwarna yang berbeda. "Kalian harus tahu bahwa seluruh Astra di bumi ini terbagi ke dalam tujuh elemen utama yang membentuk ekosistem urban kita. Pertama adalah Api, simbol kehancuran dan panas murni. Kedua, Air, fleksibel dan mampu menyembuhkan. Ketiga, Angin, elemen kecepatan dan ketajaman yang dikuasai keluarga Skyborn di kelas ini. Keempat, Tanah, pertahanan mutlak dan kekokohan. Kelima, Petir, elemen destruktif dengan kecepatan cahaya statis. Keenam, Cahaya, pelindung dan energi suci. Dan ketujuh adalah Kegelapan, elemen manipulasi bayangan dan ilusi. Pahami elemen Astra kalian, karena karakteristik mereka akan memengaruhi gaya bertarung kalian di akademi ini."

​Pak Guntur mematikan layar holografis, membuat ruangan kembali diterangi lampu neon biasa. Dia berjalan ke tengah panggung instruktur, menatap seluruh muridnya dengan pandangan menantang.

​"Teori dasar kalian sudah selesai. Sekarang, aku ingin tahu... berapa banyak dari kalian yang benar-benar siap mempertaruhkan segalanya demi menaikkan level Astra kalian? Karena mulai besok, pelajaran kita tidak akan lagi dilakukan di dalam ruangan ber-AC yang nyaman ini, melainkan di arena simulasi tempur akademi!"

​Sky menyenggol lengan Arkan dengan sikunya, matanya berkilat penuh semangat petualangan. "Hei, Arkan. Kamu dengar itu? Besok sudah mulai praktik! Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana kamu dan Volt bertarung bersama."

​Arkan membelai kepala Volt dengan lembut, merasakan aliran listrik statis yang ramah menyengat ujung jarinya. "Aku juga, Sky. Aku dan Volt... kami berdua sudah siap menghadapi apa pun."

​Hari pertama di Akademi Astra Nusantara baru saja dimulai, namun fondasi masa depan Arkan telah diletakkan dengan kokoh. Di samping teman masa kecilnya yang tepercaya dan Astra pertamanya yang unik, Arkan tahu bahwa batas level seratus yang dikatakan mustahil oleh dunia, adalah tujuan akhir yang akan dia hancurkan suatu hari nanti.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!