Clara Blues Pras seorang putri dari kerajaan Dewa Matahari yang dimana Clara selalu diabaikan oleh ayahnya yang seorang raja. Ibu tirinya yang merupakan seorang ratu selalu berkeinginan untuk membunuh Clara dari kecil sampai dia dewasa. Tapi Clara yang selalu mendapatkan siksaan dari orang terdekatnya memutuskan untuk berubah dan memilik untuk menikah dengan seorang pewaris dari kerajaan Utara. Apa kehidupan Clara dan pasangannya akan damai?Apa saja perjalanan yang selama ini yang dilalui oleh Clara sampai dia bisa memiliki kekuatan yang dia sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBP 34 REVISI
Setelah kejadian sore telah berlalu Martin dan Baned yang masih di gerbang masuk wilayah menuggu hasil pemeriksaan para ksatria. Apa lagi racun yang didapatkan oleh mereka berbeda dari racun yang biasanya. Kal yang sudah sampai di sana menyuruh orangnya yang merupakan seorang dokter juga untuk ikut membantu.
Tapi disisi lain Kal yang melihat Mori sedang membantu para ksatria karena jumlah pelayan yang kurang.”Mori kamu ada sini tidak bersama dengan nyonya,”ucap Kal yang datang ke arahnya.
“Itu awalnya iya, tapi Naton menyuruhku untuk membantu para ksatria. Tapi kamu bertanya tentang nyonya kamu bukan bersama beliau tadi. Apa beliau baik saja di kastil?,”kata Mori yang sedikit gelisah.
“Nyonya baik saja, tapi ada yang aneh dengan ruangannya tadi aku datang,”ucap Kal memberitahukan Kal. Mori mendengar itu sedikit terpikir tentang pembunuh yang datang di pagi itu. “Apa mereka datang lagi untuk membunuh nyonya?,”ucap Mori yang melihat ke arah kastil itu berdiri. Hati Mori yang sedikit gelisah jika Clara dalam bahaya. Tapi Mori juga tahu kalau Clara akan baik-baik saja jika dia sendirian.
“Apa yang kamu pikirkan,”ucap Kal. Mori hanya terdiam dan mengganti topik pembicaraan kalau dia harus segera membantu mereka. Mori segera pergi dari Kal, tapi disisi lain Kal juga merasa ada yang membuat dia gelisah meninggalkan Clara sendirian.
Malam sudah datang Clara yang bisa beristirahat setelah apa yang dia alami. Membuat dia waspada dan berpikir,”Apa semua ini akan cepat selesai malam ini, kurasa tidak akan selesai dengan mudah.”
Clara yang hendak berbaring ingin tidur merasakan ada sekumpulan orang ingin datang. Tapi Clara abaikan saja siapa yang datang itu karena matanya sudah sangat lelah membuat Clara tertidur. Tepat di tengah malam disaat semua sedang istirahat dan ada juga yang sedang berjaga di tembok masuk gerbang.
Pembunuh yang kedua datang sudah memasuki tempat Clara berada. Tepat di depan mata pembunuh itu Clara yang sedang tertidur dengan wajah yang dia sembunyikan dibalik kain hitamnya. Pedang yang siap menusuk jantung Clara hendak mendarat ke tubuhnya. Tapi Clara yang tahu itu berguling ke arah lain agar pedang itu tidak mengenai dirinya. Setelah bisa menghindar Clara baru menggerakkan kakinya ke arah pembunuh itu untuk memberikan Pelawanan.
Tapi pembunuh itu menyadari itu segera menghindar. Tapi tidak hanya satu pembunuh yang ingin menyerang Clara dari belakang ada pembunuh yang siap menghunuskan pedangnya. Clara dengan sikap menaburkan bubuk yang dia bawa untuk melumpuhkan pembunuh itu.
“Siapa kalian atas suruhan siapa kalian datang ke sini?,”ucap Clara yang sudah agak menjauh dari jangkauan pembunuh itu.
“Itu bukan urusan kamu untuk tahu. Karena sebentar lagi kamu juga akan mati ditangan kami sama dengan ibu kamu yang lemah,”ucap pembunuh itu yang siap menyerang Clara lagi. Tapi di sisi lain Clara yang mendengat pembunuh itu berkata ibunya yang lemah mati karena mereka membuat dia marah.
“Apa kalian pikir kamu bisa membunuhku?,”ucap Clara yang mengeluarkan kipas besi yang selalu dia bawa. Tapi pembunuh itu yang melihat kipas besi yang di keluarkan oleh Clara hanya bisa menertawakan dia saja.
“Apa yang kamu lakukan dengan kipas jelek itu?,”ucap pembunuh yang menyuruh bawahannya untuk segera maju. Tapi setelah bawahan pembunuh maju Clara tanpa segan membunuh mereka dengan dingin tanpa ampun. Pembunuh itu yang melihat seketika terdiam dan tidak percaya kalau kipas itu bisa memotong leher anak buahnya.
“Kenapa apa kamu masih bisa tertawa saat melihat anak buah kamu jatuh tidak berdaya. Tenang saja aku tidak akan membunuh kamu dengan sadis. Tapi aku ingin tahu dari mulut kamu sendiri siapa yang menyuruh kamu datang ke sini untuk membunuhku dan ibuku. Apa salah kami hingga kalian harus membunuh kami?,”ucap Clara berjalan mendekat ke arah pembunuh.
“Kamu ingin tahu, jika aku yang membunuh ibu kamu apa yang ingin kamu lakukan. Dia sudah mati dan sudah terkubur di tanah bukan,”ucap pembunuh. Tapi disaat pembunuh berkata seperti itu Clara sudah ada di belakang dia dengan langkah tidak bersuara yang dia pelajari di medan perang.
“Ucapakan lagi apa yang kamu katakan tadi,”ucap Clara sudah ada dibelakang pembunuh dengan kipas besi sudah akan menyayat leher pembunuh. Pembunuh yang tidak menyadari kehadiran dari Clara melihat ke belakang.
“Bagaimana kamu bisa ada di sana?,”ucap pembunuh yang mencoba untuk tenang.
“Itu tidak penting bagaimana aku bisa ada disini. Tapi yang lebih penting lagi kamu ingin hidup atau mati sekarang. Jika kamu ingin hidup katakan siapa yang sudah membayar kamu untuk membunuhku dan ibuku saat itu,”ucap Clara yang masih menuggu jawaban dari Pembunuh yang datang ke tempatnya.
“Jika aku mengatakannya apa kamu akan melepaskan aku,”ucap pembunuh yang tidak bisa berkutik lagi melawan Clara. Karena nyawa dia sudah ada digenggaman Clara target yang harus dia bunuh. Pembunuh yang tidak tahu kalau target memiliki kemampuan untuk membela dirinya. Tapi informasi yang dia dapatkan berbeda dari kenyataannya.
“Tentu saja aku akan melepaskan kamu jika kamu mengatakan semuanya kepadaku,”ucap Clara yang menyembunyikan niatnya untuk membunuhnya.
“Aku diperintahkan oleh ratu Erlaka untuk membunuh ibu kamu dan dia juga yang menyuruh aku untuk membunuh kamu dan pemilik tanah ini,”ucap pembunuh.
“Apa yang kamu katakan itu benar kalau ratu Erlaka yang menyuruh kamu untuk membunuhku. Tapi apa alasannya dia ingin membunuhku?,”ucap Clara.
“Aku tidak tahu kenapa ratu ingin membunuh kamu. Aku hanya menjalankan tugasku saja, sekarang kamu bisa lepaskan aku. Semua yang ingin kamu ketahui sudah aku beritahu kamu,”ucap Pembunuh.
“Apa itu benar, tapi kamu belum memberitahukan kepadaku. Kenapa para monster itu datang ke tempat itu apa mereka yang juga melakukannya,”kata Clara. Pembunuh itu hanya menganggu saja kepada Clara, tapi pada saat itu juga leher pembunuh itu tersayat hingga dia mati.
“Maaf aku tidak akan melepaskan kamu hidup setelah kamu yang membunuh ibuku. Nyawa dibalas dengan nyawa,”ucap Clara. Setelah pembunuh di habisi Goro yang sudah menyelesaikan tugasnya pergi ke kamar Clara.
Tapi Goro yang hendak pergi masuk lewat pintu melihat teras jendela kamar Clara terbuka. Membuat Goro curiga kalau ada pembunuh lain yang datang ke kamarnya. Segera dia pergi ke arah teras tersebut tanpa berpikir panjang. Goro yang sudah sampai tampak pembunuh yang sudah tergeletak di lantai dengan darah yang bercucuran. Goro melihat ke arah Clara yang sedang duduk termenung.
“Nyonya anda baik-baik saja,”ucap Goro yang datang mendekat.
“Goro kamu datang. Apa kamu bisa membereskan mereka semua dan apa tugas yang aku minta kamu sudah sampaikan kepada Delen,”ucap Clara. Goro menganggu kalau sudah dia sampaikan Clara yang sudah mendapatkan jawaban meminta Goro untuk membereskan semua kekacauan ini. Tapi apa yang akan terjadi dengan Clara setelah ini. Bagaimana dengan ratu Erlaka apa dia akan mengirim pembunuh lagi untuk membunuh Clara dan Martin?.
seperti bahasa yg di translate aja..
ok lah bye...skip🤭🤭