Saat Salsa membuka matanya perlahan ia menangkap sesosok pria yang sangat amat di kenalnya.
"Raihan!?" Batin nya bersua.
Setelah koma hampir 3 bulan akhirnya Salsa kembali sadar. Dia melupakan banyak hal terutama pria yang bersanding dengannya di atas pelaminan. Salsa salah mengenali sosok suami sebelum kecelakaan terjadi dan suami setelah dirinya koma.
Dua sosok yang berbeda, namun keduanya menyandang status yang sama sebagai suaminya.
Raihan merupakan suami pengganti bagi istri kakaknya. Salsa adalah sahabat baiknya yang menikahi kakak kandungnya. Lalu saat Salsa ingat kembali, akankah ia menerima adik iparnya sebagai pengganti suaminya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frisca Dewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB34
Tiba di dalam kamar. Raihan mengambil baju ganti dari dalam lemari, lalu berjalan menuju kamar mandi tanpa mengatakan apa-apa pada Salsa.
Ruangan itu terasa sangat canggung, Salsa mulau merasa tak nyaman menatap Raihan. Ia duduk di tepi tempat tidur, karena canggung ia mengambil telepon genggamnya lalu mulai mengotak-atik nya tanpa jelas apa yg sebenarnya ingin ia lihat di dalamnya.
' Seperti nya Raihan sedang mandi, apa aku keluar saja dari kamar ini. ' batinnya.
' Tapi kenapa ? jika aku keluar, artinya aku melarikan diri, untuk apa ? bukankah dia sudah bilang akan mencobanya. ' gerutunya.
Saat Raihan keluar, dengan segera ia mulai berpura-pura memainkan hpnya lagi. Raihan hanya sedikit melirik sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
' Tidak bisa begini, aku harus mulai bicara, katakan sesuatu Rai, atau aku bisa mati canggung disini. '
Saat ia melirik Raihan, ia melihatnya sedang menggunakan lotion diwajahnya. Salsa malah tersenyum melihat cara Raihan memakai itu di wajahnya.
Derrrr derrrrr
Telepon genggam Raihan bergetar, ada satu pesan masuk.
" Rai...!" panggil Salsa
" Hemm." jawab Raihan
" Sepertinya ada pesan yang masuk di hpmu. " beritahu Salsa.
Salsa mengambil hp Raihan yg terletak di atas meja, bermaksud ingin menyerahkannya pada sang suami, Salsa melihat nama Bila tertera di layar hpnya.
" Rai ! " serunya lagi.
" Kapan kau bertemu Bila ?" tanya Salsa masih enggan menyerahkan hp Raihan.
" Bila ! Bila siapa ?"
" Memang ada berapa Bila yg kau kenal ?"
Raihan berbalik lalu menatap sang istri.
" Sepertinya hanya satu, kenapa kau bertanya. " Tanya Raihan bingung.
" Beri tahu aku kenapa dia mengirim pesan padamu ?" Salsa merasa aneh, Raihan dan Bila tidaklah dekat, lalu bagaimana bisa Raihan memiliki No, hpnya.
" Entahlah, Sa, memangnya dia bilang apa ? berikan hpnya aku ingin melihat pesan yang ia kirimkan. " pintanya namun di tepis oleh Salsa.
" Kamu pasti bohong kan Rai, mana mungkin kamu tidak kenapa dia mengirim pesan padamu, beritahu aku, baru aku berikan hpnya. "Salsa malah mengangkat tangannya menjauhkan hp tersebut ke udara.
" Sa, aku benar-benar tidak tau, biarkan aku melihatnya, dengan begitu kita berdua akan sama-sama tau kan, kemarikan hpnya Salsa. "
Bukannya menyerahkan hp tersebut pada Raihan, Salsa malah berlari dan naik ke atas Sofa.
" Salsa, kamu bisa jatuh, serius aku tidak tau apa-apa, jadi berhentilah bermain-main, oke. " Raihan berusaha keras ingin mengambilnya dari tangan Salsa.
Jika tidak keras kepala maka bukan Salsa namanya, Saat perebutan hp terjadi Salsa hampir terjatuh, dan berakhir di pelukan sang suami, saat ini kedua tangan Salsa berada di leher Raihan, dan tangan Raihan melingkar di tubuh Salsa.
Wajah keduanya sangat dekat hingga mereka bisa merasakan hembusan napas dari lawannya. Wajah nya memerah, detak jantungnya berpacu. Sesekali Salsa mengedipkan matanya.
" Bukankah, kau bilang ingin makan soto ayam " kata Raihan sedikit berbisik, " Jadi, aku mengiriminya pesan, utuk mengajaknya ikut bersama kita ke sana. " jelas Raihan tanpa melepaskan tangannya.
" Kenapa ?" tanya Salsa masih di posisi yg sama.
" Eem..." Salsa perlahan melepaskan pegangannya dan menjauh dari Raihan, " Karena sudah lama tidak ke sana, jika pergi bersama mungkin akan lebih menarik. " jelas Raihan.
" Hemm. " jawab Salsa singkat.
" Kenapa ? apa kau tidak menyukainya ?"
Salsa menggeleng, " Tidak, aku menyukainya.
" Kalau begitu, hpnya. " kata Raihan sambil menelaah kan tangan kanannya meminta hpnya di kembalikan
Salsa segera menyerahkannya.
******
Jam 2 siang, Salsa dan Raihan tiba di SMA XX, tempat mereka melewati masa-masa remaja mereka selama 3 tahun.
" Tempat ini masih tetap sama ya Rai. " ucap Salsa.
" Hemm " jawab Raihan singkat.
" Semoga saja bu Ratih masih bekerja di kantin sekolah, jadi kita bisa makan soto ayam buatannya. " ujar Salsa antusias yang sudah tak sabar ingin memakan nya.
Salsa menarik lengan Raihan, keduanya berjalan lebih cepat dengan sedikit berlari.
" Rai, lihat. " kata Salsa sambil menunjuk ke arah katin.
" Kau benar, itu bu Ratih, ternyata dia benar-benar masih bekerja di sini. " Timpal Raihan
" Ayo Rai. " Ajak Salsa menarik lengan Raihan.
" Bu Ratih, apa kabar. " Sapa nya sembari berhamburan memeluk sang ibu kantin.
" Non Salsa, ini non Salsa kan ? " tanya Bu Ratih antusias.
Salsa manggut-manggut ke girangan.
" Halo bu..." Sapa Raihan.
" Aduh ada Den Raihan ganteng juga, benar juga ibu sampe lupa, dimana ada non Salsa gelis pasti ada den Raihan ganteng." puji bu Ratih sedikit menggoda.
" Makasih bu, buk Ratih juga tidak berubah, masih tetap cantik seperti dulu. " Balas Salsa memuji bu Ratih.
Keadaan di kanti tidak terlalu ramai karena sudah bukan saat istirahat murid-murid, hanya ada beberapa siswa yang duduk di sana.
BERSAMBUNG....
*pemeran utama wanita yang membuat kesalahan sangat sangat fatal pergi meninggal suami tapi tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang mencari pemeran utama wanita dan akhirnya dengan swmudah itu dimaafkan dan kealahan itu dianggap selesai
*perpisahan, pemeran utama wanita baik saja hidupnya, tidak terlalu pilusing memikirkan keadaan suaminya, bisa bergurau dengan teman lelakinya, bisa berkerja dengan santai tapi pemeran utama pria kalian buat menderita, hancur berantakan, tidak terurus, pokok pemeran utama pria kalian buat kayak orang bodoh, yang tidak bisa hidup tanpa istri durhaka ya
* pemeran utama wanita bebas pergi dan dia pula cari, hidup tenang2 saja, bergurau dengan teman lelakinya, tidak mau susah memikirkan suaminya, tidak mau susah datang minta maaf pada suami, enak sekali pemeran utama wanita disini, buat kesalahan fatal tapi dia yang diperjuangkan, dengan mudah dimaafkan, dan hidup happy2 saja
*dan kasian sekali pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh istri pergi sesuka hati tapi dia jua yang harus berjuang cari istri, dan dia harus mudah memaafkan, dia dibuat menderita, kacau balau, hancur, berantakan, terus memikirkan istrinya
susah sekali cari keadilan dalam novel jika novelis adalah wanita
*pemeran utama wanita pergi meninggal suami (fakta ini adalah kesalahan sangat fatal) dengan mudah dimaafkan dan dia pula yang dikejar2 bukan dia yang kembali dan meminta maaf
*perpisahan pemeran utama pria kalian buat menderita, tidak terurus, berantakan, tidak ada semangat hidup dan terus2 kayak orang bodoh mencari istri tapi pemeran utama wanita kalian cerita baik2 saja hidupnya kalian hadirkan teman lelaki yang baik padanya, dia bisa bergurau dengan teman lelakinya, tenang harinya, tidak terlalu ambil pusing suaminya
* pemeran utama wanita yang melakukan kesalahan tapi tetap saja pemeran utama pria yang menderita, merasa bersalah, dan berjuang dan begitu gampang memaafkan istri nya
aku mau nanya author jika author diposisi raihan, pasangan author pergi sesuka hatinya, dia disana baik2 saja tampa memikirkan mu dan bisa bergurau dengan teman wanitanya, sedangkan author menderita, menangis memikirkan dan mencarinya dan apakah author mau berjuang untuk suami kayak itu, mudah memaafkan dan mau nerimanya kembali dengan semudah itu
buka hati kalian lihat dari sudt pria juga (jangan egois hanya lihat dari sisi wanita) jelas raihan korban, dia menderita dan dia pula yang berjuang dan semudah itu dimaafkan
dimana keadilan jika semua wanita (novelis wanita) hanya melihat dari sudut pemeran utama wanita
lanjuuutt author
ceritanya seru bgtt..untung ajh aku gk jdi berhenti bca..