NovelToon NovelToon
Istri Figuran Sang Pewaris

Istri Figuran Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Figuran / Tamat
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.

Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.

Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.

Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.

Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA

FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Tidak Muncul ke Permukaan!

"Al, stop Al... kamu bisa hipotermia!" bisik Naya dari balik kamera, matanya sudah berkaca-kaca menahan amarah yang membumbung tinggi.

Naya ingin menghentikan syuting ini, namun Alina memberikan sinyal menggelengkan kepala yang sangat samar namun tegas.

'Aku tidak boleh menyerah. Jika aku pingsan atau berhenti sekarang, Clarissa akan menang.' bisik hati Alina yang kian melemah.

"Kamera... Action!" teriak sang sutradara lagi memulai adegan tersebut.

Clarissa kembali melangkah maju. Matanya menatap Alina yang berdiri gemetaran di depannya. Ada rasa puas yang luar biasa di dalam dada Clarissa melihat kondisi Alina yang memprihatinkan seperti burung basah yang sekarat.

"Kamu pelayan tidak tahu diri!" bentak Clarissa. Dia mendorong Alina lagi untuk kesembilan kalinya.

BYURRR!

Alina kembali terhempas ke dalam kolam. Kali ini, tenaganya sudah hampir habis. Tubuhnya tenggelam lebih dalam ke dasar kolam sebelum dia berusaha menggerakkan kakinya untuk mendayung naik.

Rasa dingin yang membekukan membuat otot-otot kakinya mendadak kram hebat di dalam air. Alina tersedak, menelan beberapa teguk air kolam yang dingin sebelum akhirnya tangannya menggapai pinggiran beton kolam.

"Gasp... huff..." Alina terbatuk-batuk keras, dadanya naik turun dengan sangat menyiksa saat dia memeluk tepi kolam. Gigi-giginya bergemelutuk nyaring, dan pandangan matanya mulai kabur berbayang.

"CUT!" suara sutradara terdengar ragu dari balik layar.

Clarissa berjalan ke meja sutradara, memutarkan tubuhnya dengan gaya manja.

"Aduh, Pak Sutradara... maaf banget ya. Tadi pas aku dorong di take sembilan ini, rasanya rambutku agak agak menutupi mata. Kelihatan kurang emosional gitu. Gimana kalau kita ulang sekali lagi? Take sepuluh, biar bener-bener sempurna dan dapet feel-nya!" serunya beralasan, padahal dia megitu senang melihat kondisi Alina yang cukup memprihatinkan itu.

Kru di sekitar set mulai berbisik-bisik. Beberapa di antara mereka mulai merasa bahwa Clarissa sudah keterlaluan dan sengaja mengerjai pemeran pendukung itu. Namun, tidak ada satu pun yang berani bersuara menentang sang bintang utama.

Sutradara menghela napas panjang, menatap Alina yang masih mendekam di dalam air kolam dengan tubuh gemetaran hebat.

"Alina... kamu masih sanggup satu take lagi? Biar adegan ini benar-benar wrap." tanya sang sutradara dengan cemas karena kondisi Alina yang sebenarnya begitu kasihan, padahal adegan yang harus di ambil sudah ada yang bagus tadi.

Naya tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia berlari menerobos barisan kru menuju tepi kolam.

"Pak! Ini sudah sepuluh kali! Alina bisa sakit! Tangan kirinya itu luka bakar dan air ini dingin banget!" protes Naya dengan keras.

Clarissa melipat tangannya di dada, menatap Naya dengan cemoohan tajam.

"Duh, Mbak Manajer... namanya juga akting profesional. Kalau gak siap kena air ya jangan ambil peran yang ada adegan terceburnya dong. Masa gitu aja manja? Artis-artis papan atas aja profesional kalau disuruh retake puluhan kali." sindir Clarissa tanpa rasa bersalah dengan kondisi Alina sekarang ini.

Alina mencengkeram pinggiran beton kolam dengan jemarinya yang pucat kaku. Dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, dia mengangkat tubuhnya memanjat keluar dari air, berdiri dengan kaki yang gemetar hebat di atas lantai granit yang licin.

Dia menepis pelan tangan Naya yang mencoba memegangnya, lalu menatap sutradara dan Clarissa dengan mata merahnya yang memancarkan keteguhan yang tak mudah dihancurkan.

"Saya... saya sanggup, Pak." suara Alina terdengar sangat parau dan bergetar hebat akibat dingin, namun setiap kata yang diucapkannya terpancar jelas.

"Kita ulang... Take sepuluh. Dan saya pastikan... kali ini adegannya akan sangat sempurna hingga Mbak Clarissa tidak punya alasan lagi untuk merasa kurang." lirihnya pelan berusaha untuk kuat.

Clarissa tersentak kecil melihat tatapan mata Alina yang masih begitu tajam dan tidak menunjukkan rasa tunduk sedikit pun meski tubuhnya sudah hampir ambruk oleh dingin. Rasa kesal Clarissa makin membuncah.

"Baik! Take sepuluh! Semuanya kembali ke posisi!" teriak asisten sutradara.

Alina kembali berdiri di tepi kolam. Angin pagi yang berembus kencang menerpa bajunya yang basah kuyup, mengirimkan sensasi dingin seperti ditusuk ribuan jarum es di sekujur tubuhnya.

Pandangannya mulai berputar, namun Alina mengepalkan tangannya rapat-rapat, memutus rasa sakitnya demi menyelesaikan adegan ini.

"Kamera... Action!"

Clarissa berlari mendekat, wajahnya dipenuhi rasa benci yang murni dan bukan lagi sekadar akting.

"Kamu pelayan tidak tahu diri!"

Clarissa mendorong Alina dengan seluruh tenaga yang dia miliki.

BYURRR!

Untuk kesepuluh kalinya, tubuh Alina terlempar dan jatuh menghantam permukaan air kolam yang dingin. Di dalam kegelapan air yang membekukan itu, pandangan Alina perlahan-lahan mulai menggelap total.

Kesadarannya meredup saat tubuhnya perlahan melayang di dalam air yang dingin, meninggalkan kejamnya dunia luar dan sorot lampu syuting yang tak berbelas kasihan.

Di dalam air kolam yang membekukan, suara bising dunia luar perlahan sirna, berganti menjadi hening yang mencekik. Kesadaran Alina melayang di batas antara mimpi dan realita. Namun, sebelum tubuhnya sepenuhnya tenggelam ke dasar, sebuah gerakan impulsif memecah permukaan air.

Naya berteriak histeris di tepi kolam, "Alina! Tolong! Dia tidak muncul ke permukaan!"

Beberapa kru pria yang panik langsung bersiap menceburkan diri. Namun, tepat sebelum ada yang sempat melompat, suara deru mesin mobil yang meraung keras memecah suasana lokasi syuting.

Sebuah mobil sedan hitam berpelat nomor khusus menerobos gerbang utama rumah lokasi syuting, berhenti mendadak dengan bunyi decit rem yang memekakkan telinga.

Pintu mobil terbuka secara kasar. Sosok pria jangkung dalam balutan setelan jas hitam melangkah keluar. Aura dominasi yang luar biasa dingin dan pekat seketika mengepung seluruh area pelataran.

Itu Leon Gennadi Alexander.

Di belakangnya, Jefri melangkah dengan wajah tegang. Leon, yang baru saja menyelesaikan rapat darurat di studio dekat kawasan tersebut dan berniat memantau lokasi secara diam-diam dari dalam mobil, mendapati pemandangan yang membuat darah di dalam tubuhnya seketika mendidih.

Mata elang Leon menangkap sosok Alina yang mengapung tak berdaya di dalam air kolam renang, serta kepanikan luar biasa di antara para kru.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, tanpa peduli pada jas mahal ratusan juta yang melekat di tubuhnya atau puluhan kamera yang menatapnya melongo, Leon berlari cepat dan melompat langsung ke dalam kolam renang!

BYURRR!

Air kolam membubung tinggi. Hanya dalam hitungan detik, lengan kekar Leon sudah menyambar tubuh ramping Alina yang basah kuyup dan bersuhu dingin seperti es.

Leon menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya, mendayung kuat ke tepi kolam, lalu mengangkat Alina keluar dari air dengan sisa tenaganya yang membara oleh amarah.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mira Hastati
bagus
Rarik Srihastuty
walaupun dipaksa tamat, setidaknya ada akhir yg bahagia. digantung sedikit 🤭
Rarik Srihastuty: padahal bagus lho ceritanya 🥲
total 1 replies
Manis
kenapa d paksa tamat sih😭
Lala_Syalala: maaf ya kak karena ending yang kurang pas, ini karena ada beberapa hal yang membuat aku harus cut cerita sampai di sini, semoga bisa buat tema cerita seperti ini dengan lebih baik lagi ya kakk,,, mohon selalu support author yaaa🙏🙏
total 1 replies
Akhmad Soimun
aku boleh kan kecewa?
Lala_Syalala: boleh kak,,, author juga sebenernya kecewa karena harus menamatkan cerita ini, tapi jujur ada beberapa hal yang buat aku harus menyelesaikannya kak🙏🙏😔😔
total 1 replies
Akhmad Soimun
akhir yg aneh
Rarik Srihastuty
lanjut
Silvia
lanjut💪💪
partini
good story
Akhmad Soimun
gantian kamu yg sakit ,Leon😁
Asni Mariati
romantis nyee😍😍😍
Mamah'e Andhika Rizky
💝💝💝💝💝💝
Rarik Srihastuty
tembok tinggi yang dibangun Leon pelan2 telah roboh
Mamah'e Andhika Rizky
👍👍👍👍lanjut thor.....
Rarik Srihastuty
gimana Clarissa enak kan ditendang dari pemeran utama dan sekaligus ditendang dari dunia hiburan 😂😂😂
DiTA
keren Leon...jangan lama lama up nya Thor
Silvia
lanjut💪💪
Mamah'e Andhika Rizky
seru bgt ....lanjut kk 💝💝💝💝
Rarik Srihastuty
saatnya Clarissa dapat balasan yng setimpal, ayo lanjut thor
Euis Amalia
datang saat yg tepat... bikin baper aja nihhh🤣👍🙏
Kalila Betung
dikit kali Thor kurang....!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!