Karena tidak mau hidup miskin lagi, Zara nekat menjebak Logan Genoz yang notabene adalah seorang direktur di tempatnya bekerja. Status Zara yang seorang cleaning service mendadak berubah menjadi seorang nyonya Genoz.
Logan meminta Zara untuk melahirkan seorang pewaris jika ingin bertahan dengan posisinya. Tapi, selama dua tahun Zara tak kunjung hamil.
Setelah Zara selidiki ternyata Logan yang tidak subur dan terpaksa Zara tidur dengan pria lain supaya bisa hamil dan posisinya aman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SDAS BAB 14 - Hasil Penyelidikan
Regan mencoba menerobos masuk ke dalam mansion keluarga Genoz. Dia ingin berbicara pada Zara karena aksesnya berhubungan digital sudah ditutup oleh perempuan itu.
Setelah kejadian dua bulan lalu di markas rentenir, hidup Regan sangat terpuruk.
Dia yang seorang laki-laki normal dipaksa melayani bos rentenir dan anak buahnya. Selama seminggu penuh, Regan jatuh sakit karena itu.
Uangnya kembali habis dan Regan tambah emosi karena Zara yang memblokir semua akses untuk bertemu.
Mulai dari situ, Regan nekat untuk mencari tahu di mana Zara tinggal sampai dia berhasil menemukan mansion keluarga Genoz.
"Mari kita ke neraka bersama Zara!" ucap Regan ketika berhasil menerobos masuk.
Lelaki itu mencari keberadaan Zara yang tengah menikmati waktunya di taman.
Zara sibuk membaca buku tentang kehamilan dan melahirkan.
"Saya akan menyiapkan cemilan, Nyonya," ucap pelayan meminta izin untuk masuk.
"Baiklah," jawab Zara. Dia mengambil teh di meja dan meminumnya dengan santai.
Rasanya sangat menyenangkan sampai Zara merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Kenapa cepat kembali?" tanya Zara seraya menoleh ke belakang. Dia pikir itu adalah pelayan pribadinya.
Namun, dia justru melihat Regan dengan tampilan seperti gelandangan.
"Re... Regan?" Zara langsung berdiri dan menarik laki-laki itu ke tempat sepi.
Bagaimana kalau penghuni mansion melihatnya?
"Kau memang gila! Kenapa terus menggangguku!" geram Zara karena Regan terus saja muncul di kehidupannya.
"Berapa lagi yang kau butuhkan kali ini?"
Regan terkekeh pelan melihat respon Zara karena perempuan sok suci.
"Aku ingin mendapatkan seperti apa yang kau dapatkan," balas Regan.
"Apa maksudmu? Jangan bercanda, Regan!" tegas Zara. Dia tidak mau lagi memberi apapun pada lelaki itu.
"Lebih baik kau cepat pergi atau aku akan memanggil penjaga!"
Zara ingin berteriak untuk memberitahu penjaga bahwa ada penyusup yang masuk ke mansion tapi mulutnya didekap oleh Regan.
"Diamlah!" Regan mendorong tubuh Zara ke dinding. Tangannya kemudian mengusap perut Zara yang membuncit. "Bukankah ini anakku?"
"Sekarang aku tahu kenapa kau mengajakku tidur bersama, kau pasti ingin menjebak suamimu!"
"Sekali kriminal tetap kriminal Zara, bagaimana kalau suamimu tahu semuanya?"
Zara membelalakkan mata, ternyata Regan sadar jika dia tengah mengandung anaknya. Tapi, dia harus melakukan penyangkalan.
"Jangan mengarang cerita, Regan. Kau tidak bisa mengklaim anak yang aku kandung, memangnya kau punya bukti?" balas Zara.
"Aku memang tidak punya bukti tapi kita bisa tes DNA," ucap Regan tidak mau kalah.
"Lebih baik cepat bangun dari tidurmu atau kau akan terjebak dalam mimpimu itu," ketus Zara. Dia langsung menginjak kaki Regan untuk melarikan diri.
Zara berlari seraya memegangi perutnya, dia harus masuk ke dalam mansion supaya selamat.
"Nyonya..." panggil pelayan yang melihat aksi Zara itu.
"Aku tidak apa-apa," Zara bergegas masuk ke dalam kamar dan bersembunyi di bawah selimut. Jujur saja tubuhnya bergetar karena takut menghadapi Regan sendirian.
Sementara di tempat lain, Logan kembali bertemu dengan detektive swasta yang telah di bayarnya.
Detektive itu sudah menyelidiki latar belakang Zara selama dua bulan terakhir dan mendapat berbagai hal mengejutkan.
"Semua ada di sini, Tuan," ucapnya seraya memberikan beberapa dokumen pada Logan.
Logan menerima itu dan akan membacanya di ruang kerjanya nanti.
"Lebih baik Anda mempersiapkan diri," tambah sang detektive memberi peringatan.
up up up
penasaran cuss ke chapter 14 trus baca komen.....
apa sampai sini za, thor...
sehat terus ya